Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
75


__ADS_3

Aera dan Titan kembali masuk kedalam mobil setelah cukup lama berada di kedai bakso.


"Mau ke satu tempat?"


Tawar Titan setelah memasang sabuk pengaman.


"Kemana?"


Aera menoleh memastikan nya.


"Tempat yang lo pasti akan suka"


"Mmm gua mau"


Aera mengangguki mengiyakan nya, malam ini rasanya masih ingin berada diluarĀ  bersama dengan Titan yang mulai berbeda dari pribadi nya.


Terlebih dengan ucapan nya yang didengar Aera, Titan yang ingin berada menjadi satu satunya dihati Aera.


Titan kembali memarkirkan mobil nya di pinggir jalan lebih tepatnya di sisi pinggir jembatan layang. Aera dan Titan turun memlihat hamparan pemadangan Jakarta pada malam hari. Titan kembali memberikan hal hal kecil yang menyenangkan yang selalu dapat menyentuh perasaan Aera.


Aera tersenyum begitu senangnya, memperhatikan sisi sisi yang indah dengan tatapan penuhnya. Angin yang dingin tidak dihiraukan nya.


Titan pergi kebagian bagasi mobil untuk mengambil dua minuman kaleng yang selalu ada di dalam kotak pendingin yang selalu dibawanya.


Titan menyodorkan satu minuman kaleng kepada Aera.


"Makasih"


Aera tersenyum dengan meraih nya.


Aera menoleh Titan sembari menikmati minuman kaleng yang bersoda.


Aera merekah sedikit senyum sekedar untuk Titan yang begitu tampan dan kaku dalam pandangan nya saat ini.


Kenapa dua laki laki dengan pribadi yang bertolak belakang bisa datang diwaktu yang bersamaan. Terlebih dengan keduanya yang sama sama memberikan banyak hal yang menjadi kesenangan untuk Aera dan bahkan sering kali keduanya memberi kekuatan untuk nya.


Jika semua nya berakhir akan dengan ending seperti apa nantinya untuk ketiganya, Aera,Azka dan Titan.


"Bisa pegangin"


Titan yang menyerahkan kaleng minuman nya untuk Aera dapat memegangi nya.


Aera meraih nya, dengan Titan yang tiba tiba melepaskan jaket nya untuk di pakaian pada Aera.


"Ngga perlu Tan"


Titan kembali mengambil kaleng minuman nya yang dipegangi Aera.


"Nanti lo masuk angin, cuacanya dingin dan minum nya juga minuman yang dingin, setidaknya gua bertanggung jawab karna udah ngajak lo kesini"


Aera kembali tersenyum menatap Titan dengan tatapan yang berbeda.


"Kenapa?"


Dengan Aera yang menatap nya dengan cukup lama.


"Terentuh aja, ngga nyangka lo emang punya sisi yang romantis dibalik pribadi lo yang dingin dan kaku"


Jelas Aera memaparkan jelas senyuman nya kepada Titan.


"Hhhhh..."

__ADS_1


Titan menghelai tawa dengan membuang pandangannya dari Aera sesaat.


"Jadi sekarang lo kebawa perasaan?"


Tanya Titan kembali menatap Aera dengan sedikit tersenyum.


"Mmmmm, baper"


Aera mengangguki nya mengiyakan dengan nya yang terbawa perasaan bahkan sampai terhanyut dengan suasana.


Titan melebarkan tatapannya dengan Aera yang mengangguki nya, sekedar ingin melontarkan candaan tapi malah dibuat menjadi serius dengan Aera yang mengiyakan nya.


"Kenapa Tan?"


Tanya Aera dengan Titan yang tiba tiba terdiam memperhatikan nya.


Titan menarik tangan Aera sampai Aera menjatuhkan minuman kaleng yang tengah di pegang nya. Aera ditarik Titan untuk berada menempelkan telinganya pada dada bidang nya. Aera terpaku kaku diam dengan suara degupan jantung yang begitu kencangnya.


Aera mendengakan kepalanya menatap Titan.


"Jantung lo kenapa? Sakit?"


Aera yang kembali berada menempelkan telinga dan sisi wajahnya pada dada Titan.


Niatnya sekedar menarik Aera untuk tau dengan perasaan Titan yang benar adanya, detak jantung nya yang berdegup kencang niatnya akan diperuntuk sebagai bukti nyata dari dirinya sendiri akan perasaan nya. Tetapi keberadaan Aera yang menjadi sangat dekat malah membuat detakan jantung nya semakin kencang dan bahkan hampir meledak dengan hebat.


"Titannn!"


Seru Aera dengan Titan yang masih diam.


Aera melepaskan dirinya dari Titan, menatap wajah Titan yang tampak begitu kaku, Aera memegangi kening nya, tampak baik baik saja suhu badannya lantas kenapa jantung nya dapat berdegup begitu kencangnya.


Aera melebarkan tatapannya saat sadar akan jantung Titan yang berdegup kencang terpaku memperhatikan nya.


"Berdebar karna lo Ra"


Jelas Titan kembali menarik Aera untuk berada dalam pelukannya.


Aera merasakan nafasnya yang dirasa lebih berat dan tidak stabil rasanya seperti seseorang yang baru saja berlari dari jarak yang begitu jauh, ngap, karna rasa terkejud yang membuat nya kehilangan banyak udara segar disekelilingnya.


Detakan jantung nya pun mulai tidak beraturan dirasakan nya.


Aera mendorong Titan untuk melepaskan dirinya dari pelukan Titan.


Menatap Titan dengan pandangan bingung nya.


"Ra?"


Seru Titan dengan Aera yang mendorong nya begitu saja.


"Sorry Tan gua ngga bermaksud apa apa"


Jelas Aera tidak dengan tatapan nya pada Titan.


"Hhhhh..."


Titan menghelai nafas. Apa yang dilakukan nya jelas membuka Aera tidak nyaman.


"Gua yang seharusnya minta maaf karna udah meluk lo gitu aja. Gua mau lo tau gimana detakan jantung gua setiap berada sama lo"


Aera mengembalikan tatapan nya pada Titan dengan ekspresi serius penuh harap.

__ADS_1


Aera terpaku diam memperhatikan dengan tatapan serius nya.


"Keberadaan lo menjadi sesuatu yang berarti buat gua, Aera"


Lanjut Titan memegangi tangan Aera.


Aera terdiam memperhatikan Titan. Degupan akan jantung nya pun dirasakan mulai berbeda dari pada biasanya.


"Gua kedinginan Tan"


Aera melepaskan tangan Titan yang tengah memegangi tangan nya. Tangan Aera yang sudah terlepas di buat menyilang memeluk dirinya sendiri dengan rasa dingin yang dirasakan.


"Mmm gua anter pulang"


Titan kembali membukakan pintu mobil untuk Aera.


Berada kembali didalam mobil Titan melaju kearah rumah Aera.


Didalam mobil Aera menyandarkan kepalanya dengan jaket Titan yang masih dikenakan nya, sampai akhirnya Aera kembali terlelap tidur.


Titan kembali menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Kali ini sekedar Titan dapat dengan leluasa memandangi Aera yang tengah terlelap tidur. Titan mengusap rambut Aera dengan lembut nya.


"Harus gua Ra, jangan Azka atau siapapun. Lo ngga tau dan ngga akan ngerti seberarti apa lo buat gua"


Gumam Titan pelan dalam tangan nya yang tengah mengusap Aera.


Aera memang sempat tertidur tetapi sudah terbangun menyadari Titan yang menghentikan mobilnya, hanya saja mata nya masih tetap terpejam dengan rasa ngantuk yang dirasakan nya.


Ada yang menjadi sesuatu akan apa yang didengar nya barusan. Bagaimana mungkin keberadaan nya yang belum terlalu lama bisa menjadi sangat berarti untuk Titan. Sudah banyak orang orang yang singgah dan berada dalam hidupnya tetapi baru kali ini didengar nya dengan jelas bagaimana dirinya di inginkan dan menjadi sangat berarti akan hidup seseorang. Ada aliran yang tiba tiba membuat Aera ingin memeluk Titan dengan sangat erat nya tetapi Aera menahan nya sangat baik. Sekedar menolehkan wajahnya untuk membelakangi Titan agar perasaan aneh di hatinya tidak berkelanjutan.


Titan kembali menyalakan mobil nya dan kembali melaju.


Aera bangun setelah hampir sampai di dirumahnya.


"Udah bangun Ra? Baru mau gua bangunin"


Titan menoleh setelah menghentikan mobilnya didepan rumah Aera.


"Mmm, thank ya"


Titan mengangguki.


"Besok sekolah gua jemput ya, Sia ngga sekolah kan?"


"Ngga usah deh gua naik bus aja nanti kalo sekolah tau gua berangkat sama lo nanti jadi rame"


"Lagi sekarang pun udah rame, udah besok gua jemput"


Bersikeras Titan dengan tawaran nya.


Aera terdiam sebelum akhirnya mengangguki.


"Nih jaketnya, gua turun ya"


Aera yang mengembalikan jaket Titan yang sebelumnya dipakainya.


Titan memperhatikan Aera sampai Aera turun dari mobilnya.


Aera baru beranjak masuk setelah dilihatnya Titan yang hilang dalam jarak yang jauh.


"Keberadaan"

__ADS_1


Gumam Aera pelan sebelum benar-benar beranjak.


__ADS_2