
Aera keluar sudah siap berangkat sekolah dengan Titan yang sudah berada di halaman rumah Aera menunggu nya untuk berangkat barsama.
"Udah dari tadi nungguin nya?"
Tanya Aera setelah masuk kedalam mobil.
"Ngga ko baru sampe. Udah sarapan?"
Titan yang memperhatikan Aera dengan ekspresi yang sering kali terlihat di wajahnya, dingin dan datar nya.
"Udah"
Titan menyalakan mobilnya dan melaju kencang seperti pada kebiasaan nya membawa mobil.
Titan mengerem dengan begitu mendadak nya dengan seseorang yang tiba tiba menyebrang dengan seenaknya.
Aera turun untuk memastikan nya. Terlihat perempuan yang menggunakan seragam yang sama dengan seragam sekolahnya. Perempuan itu tengah bangun dan membersihkan seragamnya.
"Lo ngga papa?"
Tanya Aera memastikan.
"Apa keliatan nya gua baik baik aja, nyungsruk dan kotor semua seragam gua"
Jelas perempuan dihadapan Aera tampak sangat tidak biasa makeup penampilan, bahkan sampai gaya berbicara, begitu berlebihan.
"Itu karna lo sendiri yang salah"
Perjelas Aera dengan perempuan dihadapan nya yang tiba-tiba menyebrang tanpa lebih dulu tengok kanan dan kiri.
"His susah emang negara ini, selalu aja yang salah malah menyalahkan"
"Kan lo yang salah aneh nih orang"
"Hey jelas jelas mobil itu yang kenceng banget jalan nya, ngga bisa pelan dikit emang nya"
"Ngomong lo? udah minggir deh gua mau lewat, lain kali punya mata itu di pake punya mulut juga ngomong yang jelas"
Kesal Aera dengan perempuan yang dianggap nya aneh dan menyebalkan. Aera berbalik dan kembali masuk kedalam mobil.
"Udah tau salah bukan nya minta maaf atau apa gitu ini malah ngomel dan nyolonong pergi gitu aja dasar manusia ngga ada ahlak"
Jetus perempuan itu kesal menatap Aera yang pergi meninggalkan nya begitu saja dengan tatapan tajamnya.
"Tin.. tin"
Aera sengaja membunyikan klakson untuk membuat perempuan itu minggir dari depan mobil Titan.
"Kenapa Ra?"
Tanya Titan setelah mobil kembali melaju.
"Ngga tau tuh cewe aneh banget, bikin kesel aja"
Jelas Aera masih dengan rasa jengkelnya.
"Hhhh.."
Titan menghelai tawa dengan Aera yang tampak kesal dan marah.
"Ko lo malah ketawa sih?"
"Ngga papa"
Titan yang melihat Aera tampak lucu dengan ekspresi jengkel di wajahnya.
"Ihh, lagi juga itu cewe ngeselin banget, jangan sampe ketemu lagi"
Sudah sedari tadi bel masuk berbunyi tetapi kelas 12 akuntansi masih dibiarkan kosong.
__ADS_1
Bu Ega masuk membawa beberapa tumpukan buku dengan seseorang yang membuntuti nya. Beberapa siswa laki laki menjadi ramai dengan seseorang yang membuntuti Bu Ega. Tampak cantik dengan poni yang di kedepankan menutupi kening nya dan dengan lipstik penuh yang dipakaikan di bibir kecilnya, cantik dan begitu imut meski dari ujung kepala sampe ujung kaki semua yang dikenakan nya tampak berlebihan.
Aera dan Titan belum menyadari keberadaan Bu Ega dengan seseorang yang sudah berdiri di hadapan kelas. Aera sibuk dengan handset yang dikenakan dan Handphone yang tengah dimainkan nya sedangkan Titan tengah sibuk dengan handset dan buku yang sedang dibacanya.
"Minta perhatian nya"
Tegas Bu Ega menjadi pusat perhatian saat ini untuk semua tatapan yang berada di kelas terkecuali Aera dan Titan.
Ezy mencolek colek punggung Titan untuk memberi tahu keberadaan Bu Ega.
Titan menoleh melepaskan handset, setelah beberapa kali Ezy mencolek nya.
"Itu"
Tunjuk Ezy dengan pelan nya.
Titan mengikuti arah jari telunjuk Ezy yang berhenti pada keberadaan Bu Ega.
Titan menutup buku dan meletakkan handset nya.
"Cewe yang tadi"
Batin Titan setelah memperhatikan seseorang yang berdiri di samping bu Ega.
"Oke udah fokus ke saya semua?"
Putar Bu Ega dengan tatapan nya menatap dan memperhatikan satu persatu siswa di kelasnya, terhenti dengan Aera yang masih sibuk sendiri.
"Hhhhh..."
Bu Ega menghelai nafas, tersenyum sinis dengan Aera yang masih sibuk dengan mengabaikan keberadaan nya.
"Tok..tok.."
Ketuk Bu Ega pada meja Aera.
Aera mengangkat pandangan nya kepada pemilik tangan yang dilihat nya mengetuk meja. Seketika dibuat terkejud dengan keberadaan Bu Ega dihadapan nya. Aera dengan cepat melepaskan handset dan memasukan handphone nya dalam laci, tersenyum begitu polosnya.
Seru Aera lirih.
"Kamu lagi kamu lagi! Ada masalah sama saya? Jadi setiap saya masuk kelas kamu sengaja tidak menghargai adanya saya?"
Kesal Bu Ega mulai habis kesabaran dengan rasa tersinggung yang sering kali menguasai dirinya.
"Bukan gitu Bu saya pasang handset biar saya ngga ketiduran lagi, jadi saya ngga tau kalo ibu udah ada di kelas"
Jelas Aera
"Alasan aja kamu, mau kamu saya suruh keluar lagi"
Tegas Bu Ega menatap tajam Aera.
"Jangan dong Bu ya? Sekali ini aja besok ngga akan keulang lagi"
Minta Aera dengan ekspresi memelas nya.
"Oke kesempatan terakhir buat kamu ya, besok udah tidak ada seperti ini di kelas saya, peringatan juga buat yang lain nya"
Tegas bu Ega sebelum kembali ketempat nya semula.
"Uhhhhhh..."
Aera menghembuskan nafas lega dengan Bu Ega yang sudah menjauh dari hadapan nya.
"Oke kalian punya satu teman baru yang akan bergabung dengan Akuntansi 1"
Bu Ega memperkenalkan seseorang yang semula dibawa bersama nya.
Aera menyadari keberadaan seseorang yang berdiri di sisi kiri Bu Ega, seseorang yang membuat tatapan nya menatap penuh akan keberadaan nya.
__ADS_1
"Hhhh... dia lagi"
Gumam Aera pasrah. Keberadaan seseorang yang seperti nya akan menjadi takdir untuk nya. Perempuan lebay dan sangat menjengkelkan yang sempat ditemui dan berharap tidak akan lagi bertemu malah harus disatukan diruangan yang sama.
"Bisa kamu kenalkan nama, usia, hobi dan cita cita kamu biar teman teman kamu bisa lebih mengenal kamu"
Lanjut Bu Ega meminta perempuan disampingnya untuk memperkenalkan diri.
Perempuan itu tersenyum mengangguki, melangkah maju.
"Hai semua..
Perkenalan nama aku Erlina Caca Amanda, biasanya aku di panggil Erlin atau Caca. Usia aku 18 tahun, Mmm hobi aku mengoleksi banyak makeup dan aksesoris kecantikan dan cita cita aku mau menjadi model dan aktris terkenal"
Perkenalan dengan begitu manis diucapkan perempuan yang biasa di panggil Caca.
"Ngga heran bisa rame gitu"
Gumam Aera dalam batin.
"Mau jadi artis ko ambil nya jurusan akuntansi? Ngga salah jalan?"
Jetus Aera.
"Emang apa salahnya jadi artis berbakat dengan otak yang cerdas?"
Balik Caca tersenyum dengan jawaban nya.
"Ngga salah tapi ngga cocok deh kayanya buat lo"
Lanjut Aera rasanya masih kesal dengan awal pertemuan yang kurang baik.
Caca tersenyum menatap Aera.
"Terus yang cocok apa? Jurusan dan cita cita kamu sendiri udah cocok? Atau malah lebih belok?"
"Hhhhh..."
Aera menghelai sesak dengan perempuan yang benar-benar menyebalkan bahkan sangat menyebalkan.
"Wah kecakapan Caca dalam berbicara hebat ya, Aera ada yang perlu di tanyakan lagi?"
Tanya Bu Ega bermaksud menyinggung Aera.
Aera tersenyum menggelengkan kepalanya.
"Makasih"
"Caca boleh duduk di kursi kosong dibelakang Aera"
"Terimakasih banyak Bu"
Caca duduk tepat dibelakang Aera.
"Kayanya kita harus lebih akur lagi kedepannya, karna rasanya kita akan jadi teman yang cocok"
Caca setelah duduk dan meletakkan tasnya di meja.
Aera menoleh tanpa ekspresi.
"Ngomong sama gua"
Judes Aera yang kembali membelakangi Caca.
Caca tersenyum menggelengkan kepala.
"Niat baik lagi lagi ngga dihargai untung aja sekelas jadi gua ada etika buat buat berbuat baik, dan untunglah gua punya banyak kesabaran"
Gumam Caca menahan dirinya.
__ADS_1
"Ngga peduli"
Jetus Aera tanpa kembali menoleh menatap Caca.