
"Mau ke kantin?"
Seru Titan menghampiri Aera yang tengah membereskan buku, memasukan nya kedalam tas.
Aera menoleh tersenyum tipis mengangguki nya.
Keduanya Aera dan Titan berjalan berdampingan menuju kantin.
"Mau makan apa?"
Tanya Titan kepada Aera.
"Mmm.. gua mau mie instan aja Tan"
"Kalo gitu lo duduk sana biar gua yang pesenin?"
Seru Titan mengarahkan tempat duduk kepada Aera.
Aera tersenyum tipis mengangguki.
Berada duduk dengan pandangan nya yang memperhatikan Titan yang tengah memesan makanan untuk keduanya.
Dalam tatapan nya yang berada pada Titan, batin nya berseru ramai dengan Titan yang menjadi berbeda.
Lebih banyak berbicara, lebih sering tersenyum menjadi jauh dari Titan yang kaku dan dingin seperti jauh sebelumnya.
Aneh nya Aera menjadi sesekali tersenyum saat berada manatap Titan seperti ini.
Sia dan Fina baru sampai di kantin dengan tatapan keduanya yang langsung terarahkan kepada Aera. Dilihat keduanya, Aera tengah duduk sendiri dengan menolehkan pandangannya tersenyum senyum memperhatikan seseorang. Keberadaan Titan yang langsung kedua nya tau, seseorang yang saat ini di perhatikan Aera.
Melihat Aera yang menatap Titan dan tersenyum senyum dengan tatapan nya menjadikan Fina panas dengan emosi nya dan manjadi kesal melihat nya.
"Hhhhh.."
Helai Fina menjadi sesak.
"Apa apaan dia, siapa sih sebenarnya yang dia suka, Azka atau Titan? Kenapa juga cara nya ngeliatin Titan kaya gitu, pake senyum senyum segala lagi"
Gretu Fina dengan kesal nya.
Menjadikan Sia ikut terpengaruh mendengar nya. Ikut menjadi kesal dengan prasangka yang tiba tiba berada dipikirkan nya mengenai Aera. Pikiran yang sebelumnya belum pernah menjadikan Sia berada dengan prasangka dan rasa tidak menyenangkan seperti sekarang ini.
"Kenapa jadi harus dengan seperti ini gua menatap lo Ra"
Seru Sia bergumam dalam batin nya.
"Bukan sekedar jarak yang menjadikan kita jauh, tapi hal yang berada saat ini menjadikan lo bukan seperti Aera yang gua kenal"
Lanjut Sia dalam batin nya, menjadi berkaca dengan rasa sedih akan kehilangan yang seolah sudah berada dekat dengan persahabatan nya.
Jika dijelaskan Sia tidak ingin melepaskan Aera, membiarkan persahabatan nya menjadi hancur berantakan hanya karna kehadiran laki laki dengan mengatas namakan cinta.
Tapi dilain sisi Sia menjadi sangat kecewa dengan Aera yang seolah acuh dengan nya juga dengan perasaan nya.
__ADS_1
Dan menguasai apa yang seharusnya dilepaskan nya untuk mementingkan persahabatan nya. Berseru ramai dengan keputusan yang tiba tiba berada dalam pikiran Sia, untuk melepaskan Aera dengan apapun yang Aera inginkan termasuk jika Aera menginginkan Azka dan mengabaikan nya.
Yang menjadikan suatu hubungan menjadi tidak baik adalah, telinga. pendengaran yang membiarkan hal hal salah menjadi didengar. Mata, tatapan membiarkan hal yang seharusnya tidak di lihat malah berada di perhatikan. Hati, dimana rasa berada tempat seharusnya menjadikan perasaan sayang dan cinta tumbuh menguatkan sebuah hubungan malah menjadi tempat untuk prasangka berada dan merusak segalanya.
Aera mengembalikan posisi wajah nya, menemukan keberadaan Sia dan Fina beberapa jarak dari hadapannya berada saat ini dalam pandangan nya.
Aera bangun dari duduknya, menatap Sia dengan jarak yang berada memisahkan keduanya. Apa yang harus Aera lakukan, rasanya benar benar ingin menghampiri Sia dan memeluk nya, tetapi disisi lain Aera ingat dengan semua pesan mama.
Saat melihat Aera yang bangun dari duduknya Sia berharap Aera akan menghampiri, menjelaskan dan memeluk nya.
Saat dilihat Sia, Aera mulai melangkahkan kakinya tapi ternyata bukan untuk menghampiri dirinya tapi malah sebaliknya, mengabaikan.
Aera menyusul Titan untuk membantu Titan membawakan pesanan keduanya.
Setelah berada duduk berhadapan,Aera dan Titan banyak berbicara dan bahkan tertawa. Aera benar benar mengabaikan keberadaan Sia.
Sia tersenyum dengan emosi yang berada memanas, tengah dikendalikan nya.
Begitu pun dengan Fina yang menjadi sangat geram dan tidak dapat menahan emosi nya melihat kebersamaan Aera dan Titan, terlebih dengan tawa yang keduanya perlihatkan.
Fina bergegas menghampiri keduanya,dan tanpa berfikir panjang Fina meraih segelas jus yang berada di hadapan Aera untuk ditumpahkan Fina diekepala Aera.
Aera memejamkan matanya setelah dengan kepala dan wajahnya ditumpahi jus yang menjadikan rasa dingin dirasakan Aera.
"Aera"
Seru Titan menjadi terkejud melihat dengan apa yang terjadi dengan Aera.
Tegas Titan bangun dari duduknya setelah pandangan nya di alihkan untuk menatap Fina, seseorang yang dengan sengaja menumpahkan jus kepada Aera.
"Iya kenapa? Ngga terima cewek yang lo suka gua perlakukan kaya gini?"
Seru Fina dengan tatapan tajam nya.
"Fina"
Seru Sia masih berada di tempat memperhatikan Fina dan apa yang dilakukan nya.
Sontak orang-orang yang berada di kantin memperhatikan dengan apa yang saat ini menjadi tontonan, yang digelar Fina, Aera dan Titan. Gunjingan pun mulai terutarakan, terbisik bisik sampai Aera dapat mendengar nya.
"Aera sama Fina hubungan nya emang udah ngga baik, tapi gua ngga sangka bakal ada adegan kaya gini"
"Katanya mereka bertiga terjalin cinta segitiga gitu"
"Gila sih Fina sampe berani nyiram Aera depan banyak orang kaya gini"
Seruan seruan dari suara suara yang terdengar memenuhi kantin dengan apa yang tengah di pertontonkan.
"Lo bener bener udah keterlaluan tau ngga"
Seru Titan dengan tatapan tajam dan kepalan tangan yang sudah terkepal kuat siap meninju Fina. Tapi Titan menahan diri mengingat dengan perempuan yang saat ini tengah di hadapi nya.
"Mana yang lebih keterlaluan gua atau lo berdua? Lo juga dulu pernah nglakuin hal kaya gini, jadi apa salah nya kalo sekarang gua ikut cara lo? Dan lo berdua seharusnya lebih ngertiin perasaan gua dong kalo ngga mau gua bertindak dehal hal konyol kaya gini"
__ADS_1
Fina dengan kata kata tajam nya.
Aera memberikan wajahnya dan bangun dari duduknya menatap Titan dengan menggelengkan kepalanya, mengartikan Titan untuk tidak lagi berbicara atau meladeni Fina karna Aera sendiri yang akan meladeni nya.
Dan setelah nya Aera mengalihkan tatapannya untuk menatap Fina dengan senyuman nya.
"Dengan segelas jus lo melampiaskan kekesalan lo, ketidak terimaan lo dengan Titan dan gua yang seneng seneng di depan lo, cuman ini"
Fina ikut tersenyum dengan tatapan tajam nya dengan perkataan Aera yang menjadikan nya semakin memanas dengan emosi nya.
"Jadi lo memperbolehkan gua buat ngelakuin hal yang lebih dari sekedar jus yang tertumpah di wajah lo"
"Mmm, tentu"
Aera mengangguki dengan senyuman nya.
"Dengan begitu gua punya alasan buat ngelakuin hal yang lebih konyol dan memalukan dari pada yang lo lakuin"
Lanjut Aera menjadikan ekspresi serius dan tatapan tajam diperlihatkan nya.
"Hhhe.."
Fina menghelai tawa dengan rasa geram yang masih berada di tahan nya.
"Atas apa lo minta pengertian dari gua sama Titan? Emang nya lo siapa?"
Lanjut Aera kembali dengan senyuman nya, senyum manis yang menjadikan Fina semakin geram dengan emosi nya.
Aera meraih jus milik Titan dan menumpahkan begitu saja di kepala Fina.
Fina ternganga, terkejud dengan apa yang saat ini Aera lakukan kepada nya.
Begitu pun dengan Sia yang menjadi terkejud menyaksikan nya.
"Sorry gua juga harus lakuin ini, karna gua ngga mau dengan ini dendam menjadi ada"
Jelas Aera kembali meletakkan gelas yang menjadi kosong kembali ke tempat nya.
"Prkkk.."
Tamparan keras melayang di pipi Aera dengan Fina yang tidak lagi dapat menahan emosi nya setelah dengan apa yang Aera lakukan.
Dan.. "Prkk.."
Balas Aera menampar Fina, tidak kalah keras nya.
"Aera"
Seru Titan menjadi khawatir dengan suasana yang semakin memanas.
"Aera udah, Fina mending sekarang lo pergi"
Lanjut Titan mencoba melerai perseteruan diantara keduanya.
__ADS_1