
Selesai dengan dekorasi ruangan, dan dengan Aera yang terkapar di lantai begitu lemas dengan nafas yang dimiliki nya sekedar sisaan.
"Aera, lo cape ya?"
Tanya Azka yang menghampiri Aera. Memperhatikan Aera yang tergeletak di lantai dengan memejamkan mata dan menelentangkan tangan sembari menarik dan menghelai nafas, mengatur pernafasan nya.
"Mm, nafas gua rasa nya hampir habis"
Jawab Aera dengan suara lemas nya, tanpa membuka pejaman matanya, lagi pula sudah tau dengan siapa yang tengah berada dan melontarkan pertanyaan.
"Jadi lo ngga bisa dong tolongin gua?"
Lanjut Azka, tengah berbasa basi.
"Bantu apa? Kalo suruh tiup balon lagi gua nyerah deh, bener"
Gumam Aera dengan prasangka nya. Sudah menjadi begitu pasrah dengan kelelahan nya.
"Hhhhe.."
Azka menghelai tawa dengan gumaman Aera.
"Gua cuman mau minta tolong buat beliin bumbu kari karna gua kehabisan stok. Sedangkan masakan gua harus di lengkapi sama bumbu kari, dan yang lain nya masih pada sibuk. Jadi lo bisa ngga buat beliin?"
"Hhhhh.."
Helai Aera dengan dadanya yang semakin sesak dan pengap setelah dangan hal yang kembali harus di kerjakan nya. Tapi lebih baik lah dari pada di suruh untuk kembali meniup balon.
Aera membuka pejaman mata, tersenyum begitu lebar dengan kesan paksa yang terlihat jelas dalam senyuman nya. Bangun dan langsung berdiri tegak di hadapan Azka.
"Gua jalan sekarang, bumbu kari kan?"
Azka tersenyum mengangguki.
"Iya, Aera. Makasih loh ya"
Aera tersenyum dan beranjak keluar dengan langkah nya yang lemas. Baru beberapa langkah pergi keluar dari cafe Aera menghentikan langkah dengan rasa haus yang begitu dirasakan nya. Setelah sebelumnya sudah di rasakan tapi malah di abaikan karna ingin berleha-leha dengan memejamkan mata. Aera juga lupa menanyakan kepada Azka dimana tempat yang menjual bumbu kari. Secara Aera tidak pernah membeli bumbu bumbu dapur terlebih dengan kari.
Azka kembali kedapur menghampiri Sia dan Titan yang tengah memasangi lilin di atas kue setinggi empat tingkat dengan rasa coklat seperti rasa kesukaan Aera. Azka sengaja mengalihkan Aera untuk keluar sebentar dengan beralasan membelikan bumbu kari agar ketiga nya dapat mempersiapkan sisa nya untuk ulang tahun Aera.
Aera kembali masuk dan pergi kedapur untuk mencari minuman yang segar.
"Ka gua mau minum sebentar ya lagi pula gua_"
Teriak Aera setelah keberadaan nya hampir sampai di dapur. Sesampainya di dapur Aera yang belum menyelesaikan ucapan nya terpaku diam dengan ketiga orang yang tengah menatap nya dengan tatapan tajam dan keterkejutan.
Ketiga menjadi sangat terkejud dan tidak dapat berkutik lagi setelah dengan keberadaan Aera yang memergoki dangan kue ulang tahun yang berada di sangga kedua tangan Titan.
"Kenapa kaget gitu?"
Aera yang ikut menjadi terkejud dengan ketiga nya yang menatap tajam keberadaan nya.
Menghampiri dan melihat dengan apa yang tengah ketiganya lakukan.
"Ko pake acara kue ulang tahun segala?"
Tanya Aera memastikan.
Beberapa detik setelah nya Aera ternganga membuka mulut dan membulatkan tatapan nya.
Merogo handphone yang berada di kantong celana pendek nya.
Dilihat Aera tanggal 25 Juni.
Sontak Aera ikut terkejut dan merasakan rasa senang begitu gembira.
"Ya ampun gua lupa kalo ini hari ulang tahun gua. Dan kalian siapin ini semua, wow.."
Seru Aera dengan ramai ceria nya.
"Ah ela pake acara masuk lagi sih lo, ketauan kan ngga jadi surprise deh, gagal"
Gretu kesal Sia menjadi cemberut kesal menatap sinis Aera. Setelah bersusah payah merencanakan dan menyiapkan ini semua Aera masuk seperti orang tidak berdosa.
Aera tersenyum dengan lebarnya.
"Ngga papa ngga papa, ini udah jadi surprise yang bagus banget lagi, buktinya gua sampe terkejud banget ini.
"His dasar bocah ini"
Cetus Sia tersenyum menatap Aera, tingkah nya memang suka tidak beraturan, tapi ini lah yang menjadi begitu menyenangkan dari Aera yang sekarang.
"Yaudah karna udah ketauan, Happy brthday Aera, wish you all the best"
__ADS_1
Lanjut Sia menghampiri Aera dan memeluk nya.
Aera tersenyum lebar dengan perasaan haru yang tib tiba di rasakan nya.
"Makasih banyak Sia"
"Setelah ini harus jadi dewasa yang lebih baik dan lebih bahagia dari pada sekarang dan sebelum sebelumnya"
Lanjut Sia sembari mengelus pundak Aera dalam peluk nya.
Setelah Sia yang melepaskan pelukannya, bergantian dengan Azka yang memeluk Aera.
"Happy brthday ya Aera, panjang umur, sehat selalu dan bahagia seterusnya"
"Makasih banyak Ka"
Berikutnya pacar tersayang, Titan yang tampan juga menyebalkan, itu yang selalu berada di lafalakan Aera dalam benak nya.
"Selamat ulang tahun sayang, segala harap dan doa adalah hal yang terbaik. Yang pasti harapan nya tetep baik baik aja dan bahagia selamanya"
Memeluk Aera dengan begitu hangat dengan tangan yang mengusap belakang kepala Aera.
"Makasih banyak ya Tan"
Rasa harus menjadikan Aera menjatuhkan air mata nya.
"Yah ko nangis"
Setelah melepas pelukan dan dilihat air mata yang mengalir.
Titan mengusap air mata tersebut dengan satu tangan nya.
Beberapa orang yang mengharapkan kebahagiaan atas dirinya, Aera menjadi tersentuh untuk itu.
"Terharu tau, kalian baik banget. Makasih banyak ya"
Seru Aera dengan ketiganya yang berada memeluk nya. Menjadikan ke empat nya berada menjadi satu dalam pelukan.
Di ikat atau terikat, jika di suruh untuk memilih dari dua pilihan itu Aera akan memilih keduanya. Entah di ikat kah atau terikat kah atau apapun itu selagi berada menyatu bersama ketiganya tidak menjadi masalah dengan seperti akan keberadaan nya. Yang di inginkan, yang pasti Aera hanya ingin berada utuh untuk selamanya bersama ketiganya. Bersama ketiganya terikat cinta dan persahabatan yang menjadi satu dan hal itu adalah hal yang beda hal yang baru dalam hidup nya dan dengan itu semua Aera menikmati banyak rasa dan banyak hal di dalam nya.
Ke empat nya beralih keruang depan yang sudah berada di dekor dengan sangat cantik dan begitu ramai dengan banyak nya balon balon yang sudah susah payah di tiup nya tanpa sadar balon balon itu untuk merayakan hari ulang tahun nya sendiri.
Ke empat nya berada duduk dengan dua meja bundar yang disatukan. Di atas meja sudah di dapati kue ulang tahun setinggi empat tingkat dengan rasa coklat. Dan di antara kue ulang tahun yang berada di tengah di dapati pula hidangan lain nya, dari sepiring bakpao yang dibuat bersusun seperti piramida dan dengan banyak jenis kue, di dapati juga banyak aneka makanan yang Azka sudah buatkan bersama Sia.
"Jadi kalian sengaja bikin gua niup balon sendiri di acara ulang tahun gua?"
Yang lain nya menjadi tertawa setelah Aera menyadari keisengan yang sengaja di buat untuk Aera.
"Iseng dan dengan tujuan sih sebenarnya"
Perjelas Titan.
"Dengan tujuan gua kehabisan nafas gitu?"
Ketua Aera dengan wajah cemberut nya.
"Konon ada mitos yang bilang kalo semakin banyak balon yang lo tiup semakin banyak juga harapan yang bisa lo panjatkan dan menjadi kenyataan"
Perjelas Sia dengan tujuan nya. Jika Aera berada dengan satu harapan yang di inginkan dan belum di panjatkan, bisa saja setelah dengan balon balon yang di tiupi nya harapan itu akan menjadi nyata.
Aera tersenyum tipis, memperhatikan balon balon yang sudah berada menghiasi setiap sudut ruangan ini.
Jika benar balon balon yang sudah begitu banyak di tiup nya dapat menjadikan keterkabulan atas doa dan harap, boleh satu harapan itu di panjatkan kali ini juga?
"Tuhan? Seberada jauh apapun Aera dengan mereka, jangan buat Aera benar benar kehilangan nya. Biarkan Aera memiliki mereka untuk selamanya, untuk waktu yang akan sangat panjang"
Gumam Aera dengan harap dan doa yang di ucapkan nya dari dalam hati.
"Tuhan Aera bersyukur atas semua ini, terimakasih sudah membawa Aera di tempat Aera ingin merasa bahagia dan ingin hidup untuk waktu yang panjang dan sangat lama"
Lanjut gumam Aera setelah mengalihkan tatapannya diantara balon untuk memperhatikan satu persatu orang-orang yang berada di hadapan dan di sampingnya saat ini.
"Aera? Gua penasaran deh sama hadiah dari nenek buat kita. Boleh dibuka ngga sih?"
Dengan Sia yang sudah memperhatikan Bungkus kecil yang berada di hadapan nya. Berukuran kecil, sebagai hadiah untuk ke empat nya. Dengan hadiah apa yang terbungkus di dalam nya.
"Buka lah, punya kita kan itu"
Seru Aera membebaskan dengan hadiah milik bersama untuk dibuka kapan saja, terserah.
"Ka menurut lo apa isi hadiah buat kita ber empat dalam bungkusan itu?"
Tanya Titan ikut menjadi penasaran dengan apa yang akan ke empat nya dapatkan.
__ADS_1
"Uang"
Singkat Azka dengan jawaban nya, melihat dari bungkus kecil yang tidak dapat memuat banyak isi di dalamnya.
"Setuju gua, soal nya enteng gini"
Lanjut Sia menambahi atas kiraan nya.
"Langsung buka aja kalo gitu, bener uang apa bukan"
Lanjut Aera yang menjadi gregetan diantara tebakan dengan isi yang sebenarnya.
Setelah dibuka Sia, di dapati sebuah amplop putih begitu tipis didalam nya.
"Amplop? Bener kan uang"
Azka yang merasa benar dengan tebakan setelah dilihat yang dikeluarkan Sia dari dalam bungkusan adalah sebuah amplop.
"Tapi ko tipis banget"
Setelah berada di sentuh dengan ukuran amplok yang tampak begitu tipis.
"Gua buka ya"
Lanjut Sia merobek pelan bagian ujung amplop.
Didapati empat tiket pesawat tujuan Swiss dan dengan selembaran brosur yang semula di lipat setelah dibuka nya adalah deretan dan rute tempat wisata di Swiss ada selembar surat yang ikut di terlipat di dalam.
"Buat kalian selamat bersenang-senang karna nenek sudah siapkan semua nya untuk kalian berlibur ke Swiss selama 12 hari"
"Lo tau apa ini Aera?"
Sia menjadi berbeda setelah dengan beberapa lembaran yang dibaca dan di pastikan nya.
"Emang apa sih Sia isi nya sampe ekspresi lo kaya gitu"
Aera menjadi penasaran dengan apa sebenarnya isi didalam amplop putih tersebut. Menjadikan Sia menjadi sangat berbeda dan begitu terkejud.
Titan dan Azka pun menjadi terheran dengan ekspresi yang Sia perlihatkan.
"Ini lebih menyenangkan dari pada uang, lo tau apa. Ini ada tiket dan brosur travelling ke Swiss dan nenek lo udah mempersiapkan semua nya untuk kita selama 12 hari lo bayangin"
Aera ternganga, terkejud tidak percaya dengan hadiah yang nenek berikan untuk nya dan untuk sahabat sahabat nya.
"Swiss?"
Bebarengan dengan Titan dan Azka yang juga ikut terkejud mendengar nya.
"Wow.."
Takjub Azka tidak mempercayai dengan dirinya yang akan terbang ke luar negeri untuk bersenang-senang bersama dengan ketiga sahabatnya.
"Keren sih"
Tambahi Titan dengan rasa takjub nya.
"Akhirnya kita bisa holiday jauh sama sama"
Kembali dengan perasaan senang nya, akan hadiah yang nenek berikan akan menjadikan hal yang baru untuk dirinya bersama dengan yang lain nya. Akan menjadi kesenangan dan kenangan yang tidak akan pernah di lupakan.
Mereda dengan histeris kesenangan dan keterkejutan dan tidak percaya dengan apa yang ke empat nya dapatkan.
"Jadi setelah 12 hari kita balik ke Indonesia apa rencana kalian selanjutnya"
Tanya Azka ingin tau setelah dengan ketiga nya yang merupakan siswa yang baru lulus dari SMK. Secara dirinya paling dewasa dari pada yang lain nya, sekedar memastikan apa nanti nya masih berada terjangkau untuk ke empat nya tetap bersama.
"Dari lo Tan?
Lanjut Azka menunjuk Titan lebih dulu.
Titan tersenyum menatap Azka.
"Sejak kapan sih Ka anak papa bisa memutuskan sendiri dengan apa yang di inginkan nya"
Perjelas Titan tidak ada dengan jawaban, pilihan dan keputusan nya. Secara hidup nya harus dengan tataan dan aturan papa dan mama nya.
"Hhhe.."
Azka menghelai tawa dengan dirinya yang melupakan seperti apa adat kehidupan di istana mewah itu.
"Ah iya, gua lupa dengan seperti apa raja nya"
"Tapi tetep lo harus punya pilihan, dan ketentuan sendiri, sekalipun nantinya itu ngga terwujud bahkan ngga menjadi apa apa. Setidaknya lo punya pacuan sendiri"
__ADS_1
Lanjut Azka menasehati Titan, adik nya. Entah dengan jalan yang sudah di tentukan seperti apapun, seseorang tetap harus memiliki sesuatu untuk di pegang nya.
Titan tersenyum mengangguki. Senang rasanya setiap kali dengan Azka yang menasehati atau sekedar memberi tau dirinya.