
Tengah asik memainkan Instagram notif pesan masuk dengan nama yang seketika membuat Aera menjadi begitu girang nya.
✉ Azka
"Kalo besok senggang mampir ke cafe ya ada sesuatu buat lo"
Aera tersenyum memperlihatkan deretan giginya begitu seneng dengan pesan masuk yang dibacanya.
"Mmm senggang ko, besok gua kesana ya. Jangan lupa masakin lagi:)"
Balas Aera dengan cepat.
Azka menjadi tertawa dengan pesan nya yang dibalas begitu cepat oleh Aera, dan dengan isi balasan nya.
"Siap, yang sepesial buat Aera"
Aera kembali merekah senyuman dengan balasan Azka.
"Harus dong"
Balas Aera.
"Ditunggu ya"
Balas Azka.
Aera menutup handphone akan bergegas turun dengan perutnya yang dirasa lapar dan ngidamnya yang menginginkan mie instan dengan campuran telor dan potongan cabe.
Saat turun dilihatnya mba Ana yang baru saja membukakan pintu untuk mama yang baru pulang.
"Mama"
Aera dengan menghampiri mama.
"Belom tidur?"
Tanya Mama dengan Aera yang menghampiri nya.
"Mau masak mie ma, laper. Mama udah makan"
"Mama udah makan, mama masuk ya"
Aera tersenyum mengangguki nya.
"Eh iya ma ada yang cariin mama tadi sore"
Jelas Aera menghentikan langkah mama.
Mama yang baru melangkah pun kembali menoleh berhadapan dengan Aera.
"Siapa?"
"Mba Ana belom kasih tau mama"
Aera menoleh menatap mba Ana.
Mba Ana tersenyum.
"Belom mba belom sampein ka ibu"
"Ada yang cariin saya siapa"
Tanya Mama memastikan.
"Nenek-nenek bilang nya mau cari Nayara, tapi ngga tau itu siapa"
Jelas Aera membuat mama menatapnya dengan bingung.
"Siapa Na?"
__ADS_1
Mama yang kemudian menoleh menatap mba Ana yang terlihat kebingungan.
"a.. itu Bu... namanya.. nek Parsiah"
Jelas mba Ana tampak bingung dan gugup.
"Par.. Ah iya.. itu nenek nya temen kerja mama"
Mama yang ikutan menjadi aneh setelah mendengar nama nenek tersebut.
Aera memperhatikan mama dan mba Ana dengan glagat nya yang menjadi aneh, Aera pun ingat dengan nenek yang juga ikut aneh sore tadi.
Ada yang mengganjal tidak nyaman dengan apa yang telah dilihat dan diperhatikan nya.
"Oo gitu"
Singkat Aera memperhatikan mama.
"Mmmm, kalo gitu mama masuk"
Aera memperhatikan mama yang tampak aneh dan mencurigakan. Dengan apa yang dilihatnya hari ini menciptakan kembali tebakan tebakan tidak berdasar hanya karna apa yang dilihat Aera.
"Jadi mau masak mie ngga?"
Tanya mba Ana kepada dengan Aera yang tengah menatap mama pergi.
"Jadi mba"
Aera mengalihkan tatapannya untuk menatap mba Ana.
"Yaudah yuk mba Ana masakin"
"Yuk"
Dengan Aera yang menggandeng lengan mba Ana.
"Biar Aera aja yang masak"
Dengan Aera yang memposisikan dirinya didekat kompor.
"Mmm tumben"
Mba Ana tersenyum dengan menatap dengan tatapan penuh.
Aera tersenyum memperlihatkan deretan giginya, pikirnya ada baiknya jika Aera membiasakan diri untuk berada di dapur dan memasak jadi sewaktu waktu dengan Azka tidak akan terlalu memalukan.
"Ko malah senyum senyum aja"
Mba Ana yang memperhatikan Aera yang diam tampak begitu seneng dengan pipinya yang memerah dalam senyuman nya.
"Ah mau biasain di dapur aja"
Mba Ana tersenyum memperlihatkan deretan giginya setelah mendengar alasan Aera.
"Yaudah terserah mau kamu"
"Nah mba Ana duduk aja temenin Aera"
Dengan Aera yang menarik mba Ana untuk duduk memperhatikan Aera.
"Mba mau Aera bikinin apa?"
Tanya Aera setelah mendudukan mba Ana.
"Apa ya, ngga deh ngga usah"
Jawab mba Ana ikut senang dengan kebersamaan nya dengan Aera terlebih dilengkapi dengan tawa dan ceria ditengah kebersamaan nya.
"*Yah ko gitu, kapan lagi Aera mau ribet di dapur"
__ADS_1
"Iya udah mba mau teh panas buatan Aera"
"Gitu dong*"
Bergegas Aera menyalakan kompor memanaskan air untuk nya memasak mie, ditinggal nya membuat teh untuk mba Ana.
Teh nya pun selesai di buat, Aera memasukan sayuran di dalam panci kecil yang sudah berisikan air mendidih, menghampiri mba Ana dengan teh yang sudah dibuatkan nya.
"Silahkan"
Dengan Aera yang meletakan teh panas di meja dihadapan mba Ana.
"Makasih Aera"
Aera ikut duduk di hadapan mba Ana sembari menunggu sayur nya menjadi setengah matang.
"Mba? Mba pernah ngga? Mimpiin sesuatu dengan berulang kali"
Tanya Aera ingat dengan mimpi terakhir nya, tampak seseorang yang tengah berbaring tidak sadarkan diri.
"Ngga pernah, mba ngga pernah mimpiin hal yang sama dalam beberapa kali, kenapa emang nya?"
Jawab mba Ana.
Aera bangun sekedar memasukkan mie setelah sayuran nya dirasa sudah setengah matang.
"Aera terus aja mimpiin hal yang sama mba, itu kenapa ya?"
Tanya Aera dengan kembali duduk di hadapan mba Ana.
Mba Ana meletakan teh yang baru diminumnya dengan sangat pelan.
"Mba pernah dengar sih, cuman ngga tau itu beneran atau sekedar mitos, jadi mimpi yang dimimpiin lebih dari satu kali itu bisa jadi pertanda atau petunjuk"
Jelas mba Ana.
"Pertanda atau petunjuk?"
Lanjut Aera.
"Mmmm"
Mba Ana mengangguki nya.
"Emang mimpiin apa Ra? Sampai berulang kali?"
Tanya mba Ana memastikan nya.
"Ah bukan mimpi apa apa sih mba, mimpi biasa aja, cuman mimpi nya terus keulang"
Jelas Aera kembali bangun untuk memastikan mie nya yang tengah dimasak.
Aera terdiam sembari mengaduk mie nya, mengingat dengan setiap mimpi yang pernah dimimpikan nya.
"Untuk hal apa"
Gumam Aera dengan pelan.
Aera menyadarkan diri ingat dengan mie yang tengah dimasak nya.
Setelah memakan habis mie yang dibuat nya sendiri Aera kembali ke kamar dengan perut begah dan dengan beberapa hal yang saat ini tengah mengisi kepalanya.
Mimpi, tersesat dan terulang, tiga kata yang tengah terngiang dalam kepalanya.
Untuk alasan apa mimpi itu ada.
Bahkan setiap hari tidak menjadi hari hari yang sama, lantas kenapa sekedar mimpi dalam ketidak sadaran terjadi dalam waktu yang begitu lama, terulang lagi dan lagi. Pertanda, petunjuk akan hal apa?
Jadikan lah segala yang tengah terjadi dan ditatata Tuhan sebagai petunjuk dan pertanda baik. Dan begitu waktu yang lama sekedar untuk memimpikan dan lelah memikirkan maksud dan arti nya dapat terganti dengan baik.
__ADS_1