Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
62


__ADS_3

Pagi yang kembali. Dengan beberapa hal dan rutinitas seperti pada pagi biasanya.


Dan akan kembali ke sekolah dengan Sia yang akan antar jemput nya seperti biasa.


Hari yang panjang akan terus berlanjut.


Langkah langkah berikutnya akan kembali melaju membawa Aera untuk beranjak dari satu titik ke titik yang lain nya. Meski sudah mulai membaik tidak mengurangi sedikit pun kekhawatiran untuk Aera. Tetap pada prinsipnya. Hari ini, besok, lusa dan seterusnya adalah hari hari yang berbeda. Tidak ada jaminan semua akan tetap baik baik saja setelah ini. Hidup terus berjalan begitu pun untuk aturan yang ada. Silih berganti, antara bahagia dan luka begitu pun sebaliknya. Tetapi dengan ini Aera telah mempersiapkan hatinya meski harus kembali patah.


Sesampainya Aera di kelas sebuah coklat tergeletak dimejanya tertuliskan di sebuah kertas kecil TN, Titan.


Aera segera menoleh ketempat duduk Titan tetapi di dapati kursi nya kosong dengan beberapa buku yang tergeletak dimejanya.


Aera meletakan tas dan membawa coklat nya untuk keluar, mencari Titan. Tempat yang dituju nya pertama kali adalah lapangan basket di lantai 4.


Benar saja Titan ada disana. Terpaku duduk di kursi penonton dengan handset yang terpasang dan dengan buku yang tengah dibacanya.


"Lo ngapain disini"


Aera yang ikut duduk di samping Titan.


Titan menoleh dengan melepaskan handset setelah dilihatnya Aera yang duduk tepat disampingnya.


"Aera"


"Lo ngapain disini?"


Jelas Aera kembali dengan pertanyaan yang sempat tidak didengar Titan.


Titan tersenyum menghelai tawa diwajahnya.


"Ko malah ketawa"


Bingung Aera dengan Titan yang menjadi tertawa tanpa alasan yang jelas.


"Lagi dan lagi, pertanyaan lo"


"Hah?"


Semakin dibuat tidak mengerti dengan Titan yang memang selalu membingungkan, bahkan untuk banyak hal.


"Is jelasan kenapa ketawa apa"


Gretu Aera kesel dengan Titan yang masih tersenyum tipis.


"Pertanyaan lo. Ngapain disini? Selalu itu"


Jelas Titan dengan maksud nya. Ngapain disini, untuk pertanyaan yang selalu sama setiap Aera menjumpai keberadaan Titan.


Aera tersenyum menahan tawa di wajahnya. Tidak disadari memiliki kebiasaan akan jumpanya dengan Titan.


"Spontan kan"


Tegas Aera dengan senyuman nya.


Titan tersenyum tipis dan mengangguki nya.


"Dari lo kan?"


Tanya Aera dengan memperlihatkan coklat yang dibawanya.


"Ada inisialnya kan"

__ADS_1


Balas Titan meniru penegasan seperti yang Aera katakan.


Aera kembali tersenyum bahkan memperlihatkan deretan giginya.


"Buat apa?"


"Mmm?"


Titan yang dibuat tidak memahami perkataan Aera.


"Coklat nya"


Jelas Aera masih tersenyum.


"Lo bilang mau selain novel ya gua beliin coklat"


"Heh? Ngga gitu maksudnya"


Aera terkekeh dengan Titan yang menjadikan ucapan Aera kemarin saat di telfon menjadi diseriusi.


"Terus apa maksudnya?"


Aera mengerutkan dahi dengan pertanyaan Titan kali ini.


"Lo selalu nanya apa maksudnya, his.."


"Dan lo selalu bilang bukan itu maksudnya"


"Hhhhh..."


Aera tanpa ekspresi menghelai nafas tepat di depan wajah Titan yang tengah saling berhadapan, menjengkelkan. Terselip sifat romantis dibalik luarnya yang dingin dan menyebalkan.


"Kalo gitu makasih coklat nya"


Aera berbalik akan meninggalkan Titan untuk kembali ke kelas.


Titan menghentikan dengan memegangi tangan Aera.


"Jam pertama kosong"


Jelas Titan, tau dengan Aera yang akan kembali kekelas.


"Wah.. emang beda sih"


Ucap Aera saat berbalik menghadap Titan. Berbeda dari siswa yang lain nya, seolah semua guru memberi tahu Titan akan jadwalnya di kelas, apa karna Titan ketua kelas? Rasanya hanya 12 Akuntansi 1 yang ketua kelasnya punya banyak akses dan informasi.


"Beda?"


Tiru Titan dengan ucapan Aera, tidak paham.


"Mmm beda"


Aera kembali duduk untuk berada di samping Titan seperti sebelumnya.


"Lo nya yang beda"


"Mmm"


Titan yang mengabaikan ucapan Aera dan malah memberikan satu bagian handset kepada Aera untuk ikut mendengarkan musik bersama nya.


Aera menarik kedua sudut bibirnya tanpa senyuman, memasang handset di telinga kanannya.

__ADS_1


'Novo Amor Anchor' lagu yang tengah Aera dan Titan dengar. Aera mengetahui dengan Sia yang beberapa kali mendengarkan nya. Kata Sia saat itu.


"Gua ngga tau arti dari lagu ini apa. Tapi anehnya gua ngrasa nyaman dengan nada nada nya yang indah sampe kena banget di hati gua"


Hari itu Aera mengabaikan nya, dikira nya hanya sekedar Sia yang terlalu melebih-lebihkan ternyata setelah didengarkan dengan baik, bener menyenangkan, nada yang teruntai berada masuk kedalam hatinya.


Titan memejamkan matanya untuk menikmati lagu ini. Nyaman dan tenang.


"Lo suka sama lagu ini?"


Tanya Aera dengan lagu yang hampir habis keduanya dengarkan.


"Mmm.."


Singkat Titan mengangguki nya.


"Nada nya indah dan arti nya akan penantian"


nada dan arti akan lagu yang saat ini di didengarkan begitu menyenangkan.


"Lo tau lagu ini"


"Pernah dengar sesekali"


Perlahan Titan mulai memasuki tatapan Aera dengan keberadaan nya yang terus menjadi sangat jelas dengan seiring waktu.


Kembali dengan beberapa lagu yang didengarkan keduanya diluar keheningan yang sebenarnya. Ruang lapangan basket yang luas hanya ditinggali Aera dan Titan dalam keheningan dan lagu yang tengah membuat nya sama sama diam terhanyut dalam nada nada indah yang didengarkan nya.


Aera melepaskan handset dan bangun dari duduknya sudah 1 jam lebih bersama Titan. Tidak disadari nya Aera menghabiskan waktu berdua. Dan Aneh nya Aera menyukainya, suasana, ketenangan dan kebersamaan nya.


"Gua harus balik ke kelas jam kedua bentar lagi di mulai, dan kita jangan keluar barengan itu bakal bikin rame kalo sampe ada yang liat"


Jelas Aera.


Titan mengangguki, mengiyakan nya.


Aera lebih dulu pergi ke toilet sebelum kembali ke kelas. Tetapi langkah nya di halang akan seseorang yang saat ini membencinya, Fina.


Fina tersenyum dengan tatapan tajamnya, berdiri dihadapan Aera untuk menghalangi nya.


"Hebat ya sekarang sampe disekolah aja berduaan"


"Gua mau ke toilet Fin"


Tegas Aera, tidak ingin memperkeruh suasana dengan meladeni Fina.


"Silahkan, tapi setelah gua selesai bicara"


Aera diam memperhatikan Fina menunggu engan apa yang akan di katakan nya.


"Nikmatin semua yang ada saat ini, karna ngga akan lama lagi semua akan berbalik seketika. Lo akan merasakan seperti apa rasanya ada di posisi gua"


"Maksudnya?"


Aera yang tidak memahami dengan kalimat yang Fina katakan.


Fina tersenyum begitu manis nya dengan tatapan yang menusuk tajam kepada Aera.


"Nanti lo akan tau sendiri"


Fina yang kemudian berbalik meninggalkan Aera begitu saja.

__ADS_1


Aera berdiam dalam lamunan akan apa yang Fina katakan sedang diresapi dan mencoba untuk dipahami nya.


Entah sekedar gretakan semata atau ada maksud didalam kata katanya.


__ADS_2