Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
68


__ADS_3

✉ Azka


20:15


"Besok sore kita ketemuan aja ya Ra disana"


Pesan masuk dari Azka.


"Iya Ka, sampai ketemu besok"


Balas Aera dengan merekah senyum.


Untuk hidup akan ada dimana saat kita mengharapakan akan satu hari dengan sesuatu yang diinginkan terjadi didalam nya. Menunggu dan membayangkan nya saja sudah membuat jantung rasanya berdebar kencang. Bahkan waktu menjadi begitu lambat berputar, membuat setiap detik dirasakan begitu lama.


Setelah menerima pesan dari Azka Aera bergegas menyiapkan segala sesuatunya yang akan besok dikenakan. Dari mulai baju, sepatu, tas dan tataan rambut.


Entah lah dirasa esok akan menjadi satu moment yang akan terjadi dengan apa yang saat ini tengah dibayangkan dalam benak dan pikiran nya, sampai memenuhi semua ruang yang ada.


Setelah hampir satu jam mengacak ngacak seisi lemari baju dan rak sepatu akhirnya Aera menemukan yang sesuai dengan apa yang akan di kenakan nya besok.


Dan saat nya tiba Aera sudah sangat cantik dengan rok jens pendek yang dikenakan baju sabrina ketat lengan panjang warna hitam dan sepatu hak yang juga berwarna hitam. Rambut yang tergerai seperti biasa tetapi kali ini tampak sedikit berbeda dengan ujung ujung rambut yang di curly.  Untuk di perjalanan nya Aera mengenakan jaket jens. Dengan taksi yang dipesan nya Aera pergi ke Rooftop Restaurant tempat yang pernah Aera dan Azka kunjungi.


Aera sampai dan duduk di tempat yang sama dengan saat pertama kali Aera dan Azka makan. Sudah pukul 04:10 tetapi Azka belum datang.


"Ada yang ingin di pesan?"


Tanya pelayan yang menghampiri Aera. Dengan menyodorkan buku menu.


Aera melihatnya memperhatikan apa yang tampak menjadi keinginan nya.


"Disini kita ada Cocktail dengan rasa yang baru"


Lanjut pelayan menawarkan Cocktail atau yang bisa disebut minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman atau bahan lain yang beraroma. Pelayan restoran tidak menduga dengan Aera yang masih anak SMK sampai berani menawarinya. Bagaimana tidak penampilan juga dengan wajah cantik yang begitu menarik tidak memperlihatkan Aera yang anak sekolah.


Aera tau dan sempat mencicipi sedikit rasanya dengan Fina yang sering kali memesan jika diajak ke kafe atau restoran.


"Mmm kalo gitu saya mau satu ya"


Minta Aera yang ingin lagi merasakan rasanya, penasaran.


"Ada lagi?"


Tanya Pelayan sebelum beranjak pergi.


"Itu dulu aja"


Tidak lama pelayanan kembali datang dengan pesanan Aera. Sebuah gelas yang tampak cantik dengan isi nya yang berwarna juga dengan penambahan lain nya yang semakin mempercantik.


"Silahkan"

__ADS_1


Pelayan dengan meletakkan nya di hadapan Aera dan kembali pergi.


Aera meraih dan mencicipi. Asam, pahit dan manis rasa yang seolah menjadi satu saat kali pertama menyentuh lidah Aera, saat di tenggak dalam tenggorokan pun rasanya berbeda. Jika dijelaskan rasanya memang kurang enak dibandingkan minuman manis atau kopi kopi yang biasanya Aera minum, tetapi anehnya Aera menyukai nya, rasanya unik dan menyegarkan.


Aera menoleh dengan hamparan langit yang berwarna jingga yang tampak begitu indah dan tenang.


Tidak disadari minuman yang Aera pesan telah habis dengan cukup lama sudah Aera menunggu Azka. Aera masih berfikir positif jika Azka akan datang terlambat karna sesuatu yang perlu di selesaikan nya.


lampu pada rooftop di nyalakan satu persatu begitu pula dengan Jakarta, hamparan semesta yang gelap mulai di penuhi bintang di permukaan bumi nya. Jika menatap lurus atau mendengakan sedikit pandangan akan terlihat gedung tinggi dengan begitu banyak lampu yang menyala secara tertata. Jika melihat dengan menunduk kebawah akan melihat hamparan lampu kendaraan yang tidak tertata namun begitu indah layak nya hamparan bintang di langit.


Tidak disadari hampir 2 jam sudah Aera menunggu dengan langit yang mulai menggelap dan dengan dua cocktail yang telah habis diminum nya, Azka belum juga datang. Aera mengeluarkan handphone dari dalam tasnya tetapi tidak ada notif masuk dari Azka yang artinya acara keduanya akan tetap terjadi. Aera masih berfikir positif dan menunggu Azka


dengan kembali mengganti gelas minum nya dengan yang baru.


Pelanggan yang terus datang dan pergi dengan bergantian dan dengan Aera yang sudah sangat pegal terlalu lama duduk Aera melihat jam pada handphone nya, sudah pukul  21:10.


Sudah dengan tiga gelas cocktail yang habis diminum Aera,Kepalanya dirasakan menjadi pusing dan berat. Aera memutuskan untuk menelfon Azka dengan kesabaran yang dirasa mulai habis.


Dua kali mencoba untuk menghubungi Azka tetapi tidak di angkat nya.


"Hhhhh..."


Aera menghembuskan nafas sesak dalam dadanya. Apa yang saat ini Azka lakukan adalah hal pertama yang Aera dapat dari seorang pria, diperlakukan dengan sangat tidak menyenangkan dibuat menunggu berjam-jam tanpa ada penjelasan, bener bener melelahkan.


Aera memilih beranjak untuk pergi dengan rasa kecewa juga pusing di kepalanya, tidak dirasakan sudah terlalu banyak minum dengan sesuatu yang seharusnya tidak diminum nya.


Aera turun dan segera mencari taksi dengan langkah nya yang sedikit tidak beraturan dengan kepalanya yang dirasakan pusing dan berat sampai mempengaruhi penglihatan nya.


Aera ingin menyebrang tanpa lebih dulu melihat kanan dan kiri sampai dengan tiba tiba ada mobil yang melaju kencang dan hampir menabrak nya. Dengan terkejut juga pusing di kepalanya Aera terjatuh dengan lemasnya.


"Aera"


Panggil Titan seseorang yang keluar dari mobil yang hampir saja menabrak Aera.


Aera menoleh dengan suara yang memanggil nya.


"Titan"


Titan membantu membangunkan Aera. Aera hampir kembali terjatuh tetapi ditahan lebih kuat dalam rangkulan Titan.


"Lo mabok?"


Tanya Titan dengan sedikit aroma alkohol yang diciumnya juga dengan Aera yang tampak tidak biasa.


Aera tersenyum tanpa menjawab nya.


Titan membawa Aera masuk dan membawa nya pergi.


"Lo ngapain coba sampe kaya gini?"

__ADS_1


"Emang gua kenapa?"


Tanya Aera yang masih sadar sepenuhnya hanya pusing, mual dan rasa yang tidak enak yang tengah dirasakan nya.


Titan berhenti dan memarkirkan mobilnya di depan minimarket. Titan turun meninggalkan Aera sendiri. Saat kembali Titan sudah dengan sebotol minuman dingin dan beberapa roti yang dibelinya.


"Nih lo minum dulu biar enakan"


Titan dengan menyodorkan sebotol air dingin yang telah dibukanya.


"Makasih Tan"


Aera setelah menghabis setengah dari air di botol.


"Dimakan juga rotinya ya, perut lo biar diisi dan jadi enakan"


Titan juga menyodorkan sebungkus roti yang telah dibukakan nya.


Aera tersenyum menatap Titan.


"Ko lo tau perut gua laper juga ngga enak banget rasanya"


"Lo makan ini terus minum air putih yang banyak"


"Lagi kenapa coba lo bisa sampe mabok gini"


Aera tersenyum dalam mulutnya yang tengah mengunyah roti.


"Tadi gua nyoba cocktail dikit eh tapi kebablasan"


"Cocktail?  Lo tau itu minuman apa?"


Tanya Titan dengan penjelasan Aera. Tidak dipahami dengan Aera yang ingin mencoba minuman beralkohol.


"Mmm tau, alkohol kan"


"Terus lo masih nyobain?"


"Iya, gua pernah dikit nyoba pas Fina minum, katanya enak dan bikin adem jadi gua penasaran"


"Terus menurut lo?"


"Rasanya emang aneh dan ngga terlalu enak tapi nyegerin gitu"


"Terus lo mau nyoba lagi?"


"Entah lah"


Aera yang tersenyum memandangi Titan.

__ADS_1


__ADS_2