Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh

Seperti Rapuh Yang Mencoba Tetap Utuh
34


__ADS_3

Azka tersenyum memahami tatapan Aera


"Cari sesuatu nya disini"


Jelas Azka.


Aera tersenyum dengan di ikuti sedikit tawanya.


Keduanya masuk di dalam toko dengan Aera yang membuntuti.


Setelah berada di dalam toko Aera memisahkan diri dengan Azka. Aera terbawa suasana dengan begitu menikmati barang barang yang begitu unik dan cantik.


Azka tengah berbincang dengan pak tua pemilik toko.


Setelah selesai dengan obrolan nya Azka menghampiri Aera yang tengah memperhatikan cangkir cangkir polos bergambar. Tatapan Aera tertuju di sebuah cangkir bergambarkan matahari dengan awan yang berwarna oren seperti senja yang tergambar.


"Bagus bagus ya Ka"


Aera yang menyadari keberadaan Azka dibelakang nya.


"Ngga salah dong gua ngajak lo kesini"


Aera menggelengkan kepalanya dengan senyum tipis tanpa menoleh menatap Azka.


"Cantik"


Singkat Aera masih dengan tatapan nya di satu cangkir bergambar senja.


Aera meraih nya mengambil cangkir yang sudah cukup lama menjadi perhatian nya.  Di pegang Aera di dekatkan dekat bibir seolah sedang meminum nya.


"Mm kopi nya begitu manis, dan hangat"


Ujar canda Aera menatap Azka tersenyum dengan malu nya.


Candaan dengan maksud dan arti didalam nya.


Azka pun memahami, ucapan Aera bukan sekedar kata-kata candaan. Azka begitu senang mendengar nya, tertawa dengan tingkah dan candaan Aera. Keduanya pun tertawa dengan ramai.


"Terimakasih nona, tetap dengan posisi seperti itu sebentar"


Azka dengan menahan tawa dan  mengeluarkan Handphone dari dalam saku celana dan memfoto Aera.


Aera tersenyum senang dan juga malu, ditahan dengan bergaya secantik mungkin.


Azka dan Aera kembali tertawa, menghampiri Aera dengan menunjukkan hasil fotonya. Aera tertawa melihat hasilnya.


"Cantik ya?"


Dengan Azka yang tengah memperlihatkan hasil foto kepada Aera.


Sontak Aera terkejut mendengar nya, detak jantung nya lagi lagi meledak ledak setiap mendengar pujian manis dari Azka. Aera dengan canggung mengalihkan pembicaraan.


"Mmmm gua mau liat yang disana Ka"


Aera meletakkan kembali cangkir yang dipegang ketempat nya semula,dan bergegas menenangkan detak jantungnya lebih dulu.


Azka tersenyum menahan tawa dengan tingkah Aera yang menjadi canggung memperhatikan Aera yang menjauh dan kembali tertuju dengan foto Aera.


Pak tua pemilik toko menghampiri Azka.


"Mas Azka"


Pak tua yang sudah di samping Azka.


Azka menoleh menghadap pak Tua.


"Gimana pesanan saya sudah rapih pak"


Dengan Azka yang kembali memasukkan handphone kedalam saku celana nya.

__ADS_1


"Sudah mas,sudah di rapihkan semua. Mau di bawa sekarang?"


"Nanti saja pak, saya temani dia dulu"


Azka dengan menunjuk Aera dengan tatapan nya.


"Pacar mas Azka ya,cantik loh mas"


Azka sedikit terkejut mendengar Aera yang dibilang sebagai pacar nya. Seolah senang Azka merah senyum dan menahan tawa.


"Bisa aja bapak"


Kembali mengalihkan tatapannya memperhatikan Aera. Aera yang tengah menggeser tatapan nya dari satu sisi ke sisi yang lain memperhatikan tataan keramik yang beranekaragam.


"Ra?"


Panggil Azka yang sudah berada di belakang Aera.


Aera menoleh berbalik menatap Azka.


"Kalo udah gua tunggu di kasir ya"


"Mmm"


Aera yang mengangguki nya.


Baru saja ingin menghampiri Aera, Aera sudah berada di belakang Azka


Setelah dirasa cukup dengan memperhatikan semua yang ditata indah dilihat nya, Aera menghampiri Azka.


Azka berbalik akan menghampiri Aera, tetapi Aera sudah tepat di belakangnya dengan tersenyum.


"Udah selesai Ka?"


Tanya Aera kepada Azka.


"Udah Ra, mana ko lo ngga ambil apa apa?"


Azka menghelai tawa mendengar penjelasan Aera.


"Makasih ya pak"


Lanjut Azka berpamit kepada pak tua pemilik toko.


Aera ikut tersenyum kepada pak tua.


"Sama sama mas mba, semoga langgeng ya hubungan nya"


Aera tercengang melebarkan tatapan nya mendengar ucapan pak tua.


Begitu pun dengan Azka terkejut sampai membuat nya kembali menghelai tawa.


Aera dan Azka saling berpaling menatap dengan tawanya.


"Mmm Makasih pak"


Jawab Azka menahan tawa.


Keluar dari toko keduanya masih saja dengan tawa.


" Kita dikira pacaran"


Jelas Azka menatap Aera dengan tawa yang sudah reda.


Begitu pun dengan Aera tersisa tatapan serius dengan tawanya yang mereda.


"Lo masuk mobil duluan gua naro barang di bagasi terus masuk toko sebentar ada yang ketinggalan"


Lanjut Azka.

__ADS_1


Aera mengangguki masih dengan serius nya.


Aera masuk kedalam mobil dan Azka meletakkan kotak cukup besar dibagian bagasi mobil dan kembali kedalam toko.


Azka kembali ketempat dimana cangkir yang menjadi pusat perhatian Aera berada. Cangkir dengan gambar senja, Azka memperhatikan nya sebentar sebelum diambil nya dibawa dibagian kasir.


Azka keluar dengan menenteng kotak yang berukuran sedang dan meletakkan nya di bagian bagasi.


mobil Azka kembali berhenti di sebuah gedung tinggi seperti hotel.


Aera turun dan memperhatikan sekitar.


Menatap Azka dengan skelibat prasangka.


Azka yang memahami tatapan Aera pun merekah tawa dan menjelaskan nya.


"Di lantai atas ada restoran yang makanan nya enak, gimana mau coba?"


Lega rasanya mendengar penjelasan Azka dikira Aera Azka pria brengsek yang akan membawa paksa gadis orang.


"Mmm laper" Aera dengan tersenyum memperlihatkan deretan giginya.


Sampai di rooftop restaurant Aera tercengang terpaku dengan segala senang nya memperlambat langkahnya.


"Aera.." Panggil Azka yang sudah di dekat kursi yang ingin di duduki nya.


"Hah.. iya Ka" Aera berpaling menatap Azka


"Duduk"


Aera menghampiri duduk dengan kursi yang ditarik oleh Azka, duduk dengan saling berhadapan.  Menghadap senja semesta dengan sorotan cahaya yang indah meski sedikit menyilaukan mata. Terpaku seolah mengabaikan Azka.


Begitu indah begitu Aera sangat menyukai nya, dapat dilupakan dengan mudah segala sulit yang ada bila senja seindah ini sudah berada memeluk nya.


"Segitu bagus nya?"


"Mmm bagus banget"


Jawab Aera menoleh menatap Azka yang memperhatikan nya.


Dilihat Azka Aera yang semakin cantik dengan cahaya senja yang mengenai nya


memperjelas matanya yang semakin terlihat coklat.


Sekarang ada yang di pahami sesuatu yang baru Azka tau, Aera menyukai senja.


Setelah memesan makanan, Azka kembali tertuju dengan Aera.


"Kenapa dengan senja, segitu suka nya"


"Entah lah. Mungkin karna ada sesuatu yang terjebak di malam yang menakutkan dan di pagi yang melelahkan sampai ada yang indah seperti senja yang menjadi terlupakan"


Jelas Aera dengan luka yang kembali dirasakan nya.


Aera di antar pulang karna waktu yang sudah cukup larut.


Sebelum turun dari mobil Aera menoleh menatap Azka dengan tatapan serius dilengkapi dengan senyuman.


"Terimakasih untuk kesan yang menyenangkan"


Azka ikut tersenyum menatap serius Aera.


"Jika menyenangkan, akan begitu pula untuk saya"


"Kalo gitu gua duluan, lo hati hati di jalan"


"Thanks ya Ra"


Azka dari kaca mobil yang dibuka.

__ADS_1


Aera tersenyum mengangguki nya.


__ADS_2