
Baru tertidur setelah hampir menjelang pagi. Dalam pejaman yang begitu nyenyak dan nyaman Aera menikmati lelapan nya, tidak ada mimpi buruk, tidak ada hamparan ruang gelap, tidak ada cahaya yang menerobos masuk di antara pejaman Aera, tidak ada juga suara mba Ana yang membangun kan, kenapa demikian? Karna hari ini hari Minggu. Dimana sekolah libur dan menjadi hari bebas untuk Aera tertidur sampe siang sekalipun.
Sudah pukul 10:45 Aera belum juga turun membuat mba Ana menghampiri sekedar memastikan nya.
"Tok..tok, Aera?"
Ketuk mba Ana pelan.
"Udah bangun belom Ra?"
Lanjut Mba Ana.
Tidak juga ada jawaban mba Ana membuka pintu kamar Aera yang tidak terkunci. Melihat Aera yang masih tertidur dengan selimut yang masih menyelimuti Aera sampai dada.
Mba Ana tersenyum dengan menggelengkan kepala.
"Udah siang masih aja belom bangun"
"Udah bangun ko mba, cuman males buka mata"
Jawab Aera pelan seperti seseorang yang sedang mengigau.
Mba Ana melebarkan tatapan nya menatap Aera dengan tertawa.
"Bangun udah siang, mandi terus makan"
"Mmmm"
Aera membuka matanya,menatap mba Ana.
"Mba buka hordeng nya ya"
Mba Ana membuka hordeng yang semula masih tertutup rapat, menjadikan kamar Aera menjadi begitu terang.
Aera menyipit kan matanya merasa silau dengan cahaya matahari yang ikut masuk dan memenuhi mata Aera.
"Mau mba masakain apa?"
Tanya mba Ana.
"Makan diluar aja yuk mba, udah lama juga kan kita ngga keluar berdua"
Dengan Aera yang bangun dari tidurnya, membuka selimut yang menutupi nya.
Mba Ana menarik selimut untuk melipat nya.
"Yaudah kamu mandi ya"
"Mba Ana juga siap siap yang cantik nanti kita foto buat update di Instagram Aera"
"Ngga ah malu"
"Ah mba Ana ko gitu sih"
"Yaudah iya, udah sana mandi"
"Gitu dong,
Makasih Mba Ana"
Dengan Aera yang mendekatkan dirinya dengan mba Ana dan mencium pipi mba Ana sebentar dan berlari ke kamar mandi.
Mba Ana terkekeh dengan melebarkan tatapan nya, rasanya begitu senang dengan tingkah Aera barusan.
Sampai dengan saat ini, dunia nya masih indah dengan Aera, berdua saja dengan nya sudah jauh lebih dari cukup. Keberadaan, kepribadian dan peduli Aera menjadikan mba Ana bahagia meski sekedar hidup sebatang kara, sepi sendiri di muka bumi.
Keduanya sudah tampak rapih dan begitu cantik
Aera sudah dengan kemeja putih lengan panjang dengan celana pendek yang tertutup dengan kemeja putih yang panjang nya sampai sepaha Aera.
__ADS_1
Mba Ana pun sudah siap dengan celana bahan yang panjang dengan kaos polos warna putih dan menggulung rambut nya seperti biasa.
Aera menatap mba Ana tanpa ekspresi memperhatikan nya dengan begitu seksama.
"Ada yang salah sama tampilan Mba?"
Aera menggelengkan kepala masih tanpa ekspresi.
"Ngga ada yang salah cuman Aera suka liat baju dan rambut mba Ana yang digulung gitu"
"Terus gimana"
Mba Ana yang ikut bingung tidak memahami
"Aera dandanin dikit ya"
Aera dengan menarik tangan mba Ana mengajak nya untuk kekamar Aera.
Aera memberikan kemeja yang serupa, kemeja putih polos.
"Mba Ana pake ini ya biar kita samaan"
Dengan menempel kan kemeja kepada mba Ana, mengukur nya.
"Ko bisa ada dua gini"
"Satu tadinya buat Sia, tapi Sia nya mana mau make gini ginian. Jadi mba aja ya yang pake bagus ko, coba deh"
Saat keluar setelah mengganti dengan kemeja putih mba Ana memaparkan kecantikan yang sebenarnya.
"Tuh kan cantik, cocok lagi sama mba Ana"
Ujar Aera memuji mba Ana,memperhatikan dari ujung kepala sampe ujung kaki.
Mba Ana tersenyum senang mendengar pujian Aera.
Aera yang mempersilahkan mba Ana untuk duduk di meja rias dengan kaca yang besar.
"Hah, mau ngapain lagi"
"Udah duduk aja, percaya aja sama Aera"
Mba Ana duduk dengan Aera yang mulai me makeup mba Ana. Membersihkan wajah mba Ana, memberikan toner penyegar wajah, pelembab, sanscrin setelah di biarkan beberapa menit Aera mulai mengoleskan bedak di wajah Mba Ana dilengkapi dengan pensil alis dan pewarna bibir, sudah begitu cantik Aera menggerai dan menyisir rambut Mba Ana.
"Udah selesai deh"
Mba Ana membuka matanya menatap dirinya yang tampak begitu berbeda dari gambaran cermin yang saat ini menampakkan dirinya.
"Cantik kan, ini baru bener umur 24 tahun"
"Mmm, Makasih ya Aera"
Aera tersenyum dengan mengangguki
Kedua nya pergi dengan menggunakan taksi yang di pesan nya.
Berhenti disebuah mall, berjalan untuk menyusuri dengan Aera yang menggandeng tangan mba Ana.
Aera dan mba Ana bersenang senang dengan memainkan banyak permainan.
Setelah itu keduanya berbelanja baju dan makeup, tidak lupa juga Aera membelikan mba Ana.
Sudah lelah berkeliling dan menjelajahi banyak toko Aera dan mba Ana berhenti di toko aksesoris yang terdapat photobok. Keduanya banyak memilih aksesoris dan menggunakan nya untuk berfoto didalam photobok. Tidak lupa Aera berfoto dan segera memosting nya dalam Instagram yang dilengkapi beberapa kata 'kembaran, sama cantik nya kan'.
Aera keluar dari mall berniat akan mencari cafe untuk makan.
Dan Aera berhenti disebuah cafe yang cukup unik dengan ramai pelanggan.
Aera duduk berhadapan dengan mba Ana didekat kaca. Seorang pelayan datang menghampiri.
__ADS_1
"Silahkan"
Dengan menyodok buku menu.
Aera meriah membuka buku menu tanpa sempat menatap wajah pelayan.
"Mba mau makan apa"
Tanya Aera kepada Mba Ana.
"Samain aja ya"
"Menu utama disini apa ya"
Tanya Aera dengan menoleh menatap pelayan.
Aera terkejut dengan melebarkan tatapan nya menatap si pelayan.
"Hai,Aera"
"Hai"
Singkat Aera melebarkan tatapan nya.
"Menu utama kita pasta, mau coba?"
Jelas Azka, yang tengah melayani pesanan Aera. Tergambar senyum selalu di wajah tampan nya.
Aera menyadarkan dirinya.
"Ah iya mau, dua pasta ya"
"Di tunggu sebentar"
Azka setelah mencatat pesanan Aera.
"Kerja disini?"
Tanya Aera memperhatikan.
Azka mengangguki nya.
"Oooo"
"Ah iya, mba Ana kenalin ini temen Aera. Azka kenalin ini Kaka gua"
Lanjut Aera mengenalkan Mba Ana dengan Azka.
"Nanti malem jadi?"
Tanya Azka setelah tersenyum dan berjabat tangan dengan mba Ana.
"Mmm, jadi"
Azka tersenyum dengan lebar nya begitu pun dengan Aera.
Sedangkan mba Ana memperhatikan ikut tersenyum melihat nya, ada yang menyenangkan yaitu saat Aera mengenalkan nya sebagai Kaka bukan pengasuh nya.
"Gua duluan ya"
Pamit Aera setelah selesai cukup lama untuk menghabiskan pesanan nya dengan sering kali memperhatikan Azka.
"Nanti jam 7 gua jemput"
Azka dengan senyum nya selalu.
"Mmmm"
Aera yang mengangguki.
__ADS_1