
Keduanya Aera dan Sia berjalan berdampingan untuk pergi ke kantin.
Sudah duduk berhadapan dengan dua mangkuk bakso dan dua gelas es teh.
"Tadi gua ketemu sama Fina"
Jelas Aera, menceritakan pertemuan nya dengan Fina kepada Sia sambil mengunyah bakso. Kembali ingat dengan perkataan Fina yang belum dipahami nya. Tidak hanya sekedar kata yang asal di ucapkan, pasti punya maksud tersendiri karna itu lah Fina.
"Ketemu dimana? Terus dia ngapain?"
Sia yang menjeda makan nya sekedar untuk mendengarkan Aera.
"Deket toilet, dia ada ngomong aneh sih yang bikin gua ngga paham maksud dari omongan nya"
Aera ikut menjeda makan nya,menjadi serius menjelaskan nya kepada Sia.
Kembali mencoba memahami maksud dari ucapan Fina.
"Kata dia apa?"
"Semua akan berbalik, dan gua akan merasakan apa yang dia rasakan"
Jelas Aera mengatakan apa yang Fina katakan kepadanya.
Sia ikut terdiam mencoba memahami maksud dari perkataan Fina yang Aera katakan.
Drett..
Handphone Sia yang tergeletak di meja bergetar dengan telfon yang masuk.
Sia dan Aera dengan bersamaan menoleh dengan getaran yang didengar nya. Baru akan memastikan siapa yang menelfon Sia, handphone nya sudah keburu di ambil Sia untuk mengangkat panggilnya. Sekedar huruf A yang sempat Aera lihat dari nama seseorang yang menelfon Sia.
Sia bangun dari duduknya menjauh beberapa langkah sekedar untuk mengangkat telfon nya.
"Kenapa?"
Jawab Sia setelah telfon nya tersambung.
"Balik lo sekolah ada waktu buat temenin gua cari tanaman? Gua ngga tau tempat nya"
"Mmm lo tunggu dirumah aja"
"Oke"
Tut...
Sia kembali ketempat duduknya dengan handphone yang kembali di letakan di atas meja.
"Siapa Sia?"
Tanya Aera memastikan.
"Tetangga gua minta temenin beli tanaman"
Jelas Sia kembali memakan bakso nya.
Dengan sesuatu yang menjadi senang dirasakan setelah seseorang yang baru saja menelfon nya.
"Oooo, eh iya malam Minggu kalo ngga salah gua liat lo sama cowo deh"
Aera ingat dengan Sia yang dilihat nya dari toko buku tengah berjalan berdampingan dengan seseorang.
"Ah, itu tetangga gua"
Sia dengan tersenyum.
"Tetangga? Ah jadi maksud lo cowo yang pernah lo ceritain baru pindah dan jadi tetangga lo? Dan malem Minggu kemaren lo jalan berdua dan nanti lo juga akan keluar berdua. Wah ada apaan nih"
Aera yang langsung memahami, ingat dengan beberapa hari yang lalu Sia pernah bercerita tentang tetangga baru nya.
__ADS_1
"Mmm itu dia"
Sia yang tengah menahan senyum dengan pipi nya yang memerah.
"Lo suka sama dia?"
Seru Aera kencang,memastikan? Dengan Sia yang tampak salah tingkah.
"Ah, apaan sih, ngga jelas lo, udah makan"
Menjadi salah tingkah dengan gumam dan tebakan Aera. Rasa nya benar ada sesuatu yang beda setiap kali membahasnya atau sekedar mengingatnya.
"Syukur deh kalo akhirnya lo normal"
Jetus Aera kembali sibuk dengan mangkuk baksonya
"Bahasa lu Ra bener bener sih"
Sia menatap tajam Aera dengan kesalnya.
"Ada yang salah?"
Gurau Aera tanpa menatap Sia.
Akan sesuatu yang tumbuh dalam rasa yang disebut perasaan, entah sekedar suka atau cinta Aera lega mengetahui nya. Jika tetap terpaku dengan nya dan dengan beberapa kesalahan yang terjadi di masa lalu Sia hanya akan berdiam diri di tempat dengan hati yang tertutup rapat hanya terus sibuk mengurusi dan memikirkan Aera.
"Lo balik duluan aja Sia, gua balik sendiri"
Dengan keduanya yang sudah berada di parkirkan sekolah.
"Apaan sih, udah ayo naik gua anterin"
Sia yang sudah berada di atas motornya.
"Lo kan ada janji, lagi gua juga mau mampir ke tempat lain"
Aera ingin membiarkan Sia untuk pulang lebih dulu dengan janji yang Sia miliki.
"Ngga papa gua anterin dulu lo mau kemana, ayo"
Sia yang bersikeras akan tetep mengantarkan Aera. Karna janjinya dengan orang lain harus mengabaikan Aera, Sia tidak menyukai hal seperti ini.
"Sia gua mau pergi sama Titan, nah tuh orang nya dateng, udah sana gua duluan ya"
Aera yang berlari menghampiri Titan yang baru saja keluar dari lorong kelas dan akan menuju mobilnya.
"Hai"
Sapa Aera kepada Titan.
Sia memperhatikan Aera, tampak aneh tidak seperti biasa. Aera yang sudah berada bersama Titan, membuat Sia percaya dengan Aera yang memiliki acara dengan Titan.
"Mmm"
Titan yang melebarkan tatapannya bingung dengan Aera yang tiba tiba menyapa begitu ceria kepada nya.
"Tin.. tin"
Suara klakson motor Sia.
"Gua duluan"
Teriak Sia kencang melaju meninggalkan Aera yang tengah bersama Titan.
"Mau balik bareng?"
Tanya Titan memastikan dengan Aera yang tiba-tiba menghampiri nya.
Aera menggelengkan kepalanya dengan tersenyum berbalik dan melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Gua duluan, dah"
Sengaja Aera lakukan, untuk Sia mau pulang lebih dulu. Memanfaatkan Titan agar Sia percaya Aera akan pergi dengannya. Maksud dan tujuan tidak lain untuk membantu Aera lebih dekat dengan waktu yang cukup bersama seseorang yang baru baru ini membuat pipinya memerah.
"Hhhh"
Titan mengehelai tawa dengan Aera yang tiba tiba menghampiri menyapa dengan ceria dan kembali pergi begitu saja.
"Gareng ayo Ra"
Mobil Titan yang berhenti di samping Aera dengan membuka kaca mobilnya.
"Ngga usah Tan lo duluan aja"
"Kalo gitu gua duluan"
"Mmm"
Aera tersenyum dengan Titan yang kembali melaju pergi menjauh.
Berada di halte duduk dengan mendengarkan lagu dari handset kesayangan nya.
Motor tiba tiba berhenti di hadapan Aera.
"Aera"
Panggil Titan dengan melepaskan Helen nya.
Aera melepaskan handset setelah dilihatnya Azka yang berada di hadapannya.
"Azka"
"Ngapain disini?"
Dengan Aera yang sebelumnya dilihat duduk dengan handset yang dikenakan nya.
"Nunggu bus"
Jawab Aera tersenyum.
"Lo sendiri mau kemana? Ngga jaga kafe?"
Lanjut Aera.
"Mau balik sebentar Ra, kafe ada yang jaga ko"
Jelas Azka ikut tersenyum.
"Gua anterin balik yu"
Tawar Azka kepada Aera.
"Ngga usah gua naik bus aja, lo juga kan mau ada urusan"
Aera menolak nya. Sebenarnya ingin di antar pulang oleh Azka tapi Aera tidak ingin hanya karna mengantar nya urusan Azka jadi tertunda.
"Bisa nanti ko urusan gua, yuk"
Minta Azka. Tidak ingin memberikan Aera pulang sendiri.
Aera tersenyum dengan akhirnya mengangguki menerima tawaran Azka.
"Kalo nanti urusan lo gimana gimana jangan salahin gua loh ya"
Dengan Aera yang sudah berada di atas motor.
Urusan yang Azka maksud adalah urusan nya dengan Sia. Meminta di temani untuk mencari bibit tanaman yang nantinya akan diperuntuk untuk di halaman dan akan diberikan kepada seseorang sebagai hadiah. Karna Sia yang tau tempat dengan bibit tanaman yang baik Azka meminta Sia untuk menemaninya.
Tetapi karna harus mengantar Aera lebih dulu, Azka akan terlambat sampai dirumah.
__ADS_1
Padahal Sia sudah menunggu dengan beberapa hal yang disiapkan nya.