
Satu minggu kemudian..
Dr.faras tengah melamun didalam ruangannya ,pandangan matanya melihat sebuah foto yang tengah ia pegangnya. foto seorang gadis berseragam SMA yang sedang tertawa bergembira.
sepertinya foto itu diambil dari jauh.
‘’mendengar gadis pujaanku telah menikah,hatiku terasa begitu sakit.’’ Guman dr.faras.
‘’tidak ada lagi kesempatanku untuk mendapatkan nana.’’ Lirihnya dengan sedih .
Ya Nana.. dialah gadis yang ada difoto tersebut.
Tok..tok..tok....
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan dr.faras.
Ia segera menyimpan foto itu kembali..
‘’masuk..’’ sahut dr.faras kemudian.
Dari sebalik pintu munculah suster ilka.
‘’maaf menggggu dok,,, sudah saatnya pemeriksaan bagi nona dira.’’ Ucap suster ilka.
Dalam hatiya Suster ilka tampak bertanya tanya saat melihat wajah dokter faras yang tak terlihat seperti biasanya.
walaupun wakah dr.faras terlihat selalu bersikap dingin , namun kali ini suster ilka melihat tampak ada yang beda.raut wajah de.faras tampak murung.
‘’baiklah saya akan segera keruangan dira.’’ Ucap dokter faras..lalu beranjak dari kursinya.
Ruangan dira.
‘’apa kamu sudah meminum obatmu?.’’ Ucap dr.faras melirik sebentar kearah dira,ia tampak sibuk memeriksa tekanan darah dira.
‘’sudah.’’ Jawab dira melirik kearah dr. Faras.
‘’baguslah,,kondisimu semakin baik,,,,besok kamu sudah bisa pulang kerumah.’’ Ujar dr.faras sambil membereskan peralatannya dibantu oleh suster ilka.
‘’hemms, okey.’’ Hanya itu jawaban dari dira.
dia juga sudah ingin pulang, dirumah sakit sangatlah membosankan.
‘’benarkah dira sudah bisa pulang dok?.’’ Tanya bu hamida dengan senang.
Perhatian dr.faras teralihkan pada bu hamida.
‘’ sudah bu,,dira sudah diperbolehkan pulang,,karena kondisi dira sudah semakin membaik,,,tapi saya sarankan untuk dira saat ini jangan terlalu banyak berpikir dulu, karena itu bisa mempengaruhi kesehatannya kembali."
"gue juga udah tau kali, , dasar bawel, , dia selalu mengingatkannya.
‘’ hah syukurlah...terima kasih dokter,,ini semua berkat dokter juga ’’ Ucap bu hamida mengucap syukur sembari berterima kasih kepada faras.
‘’sama sama bu.’’ Jawab dokter sedikit tersenyum tipis.
‘’ tapi dokter ini kenapa ya?,,setiap nana datang kesini dia pasti selalu menghindar.’’ Batin dira sambil memperhatikan dr.faras.
Setiap berpapasan dengan nana dr.faras kerap kali menghindari tatapan dengan nana,,dan dira selalu memperhatikan hal itu..dr. faras akan langsung keluar dari ruangan dira setelah selesai memeriksanya tampa bertegur sapa terlebih dahulu dengan nana ataupun viona.
‘’apa dia menyukai nana?..dan dia kecewa setelah mengetahui kenyataan bahwa sudah menikah.’’ Dira mengerutkan keningnya.
" kalau benar benar begitu, kasihan juga dia."
Suster ilka begitu tidak suka melihat dira menatap dr.faras seperti itu.
Begitu pula dengan bu hamida yang tengah memperhatikan anaknya,bu hamida sedikit tersenyum.ia menyangka dira menyukai dokter faras.
‘’kalau bagitu saya perminsi bu .’’ ucap dr.faras lagi.
__ADS_1
Dr.faras hendak beranjak dari tempatnya..
‘’eh tunggu dokter faras.’’ Tahan bu hamida.
‘’ada apa bu.’’ Tanya dr.faras
Dira yang melihatnya mengerutkan keningnya.
‘’haduh sebenarnya ibu malu mengatakannya ,,tapi,,,yasudah lah.’’ Ucap bu hamida yang membuat dr.faras menjadi bingung.
‘’apa dokter faras masih jomblo.?’’ Tanya bu hamida kemudian dengan sedikit malu malu.
Sontak dira dan dr.faras membelalak sedikit matanya.
‘’ih mami apa – apaan sih....dira nggak mau punya papi tiri yaa mi,,apalagi papi tirinya seumuran dengan dira.’’ Ucap melirik kearah dr.faras..
"siapa juga yang ingin punyak anak tiri seperti dia." batin dr.faras
Dr.faras pun melirik kearah dira.
mereka saling melempar tatapan tidak suka.
‘’ih astaga kamu dira,,siapa yang ingin memberikan kamu papi baru,,,justru kamu yang harus memberikan mami menantu, dan mami mau dr.faras jadi mantunya mami.’’ Ucap bu hamida,yang membuat dr.faras mengerti arah pembicaraan bu hamida.
" hah ..siapa juga yang akan mau sama cewek jutek ini." batin dr.faras.masih melirik kearah dr.faras.
" gue sama dokter ini , ogah amit amit cabang ya deh, ,yaah..walaupun dia ganteng sih, , tapi nggak ah, , dokter dingin begini" batin dira .
"eh kenapa gue malah muji dia sih..ingat arka dir..ingaat...mudahan mudahan lo masih punya kesempatan buat dapetin dia lagi." batin dira lagi.
Suster ilka yang hanya diam,,menyimpan kekesalannya didalam hati.
‘’jawab dong dokter.’’ Ucap bu hamida lagi. dokter faras mengalihkan pandangannya .
‘’hahh...belum bu.’’ Jawab dr.faras.
senyuman lebar muncuk dari bibir bu hamida.
‘’mami,,apa apaan sih.’’ Ucap dira melototkan matanya kearah ibunya itu.
mendengar perkataan bu hamida , dr.faras tampak malu, bisa bisa ibu pasiennya berbicara seperti itu..ya walaupun ia sering mendengar ucapan itu, , tapi kali ini ia tampak canggung..
dr.faras menggaruk nggaruk kepalanya yang tidak gatal
‘’maaf bu ,saya harus pamit ,,,masih banyak pasien yang harus saya tangani.’’ Pamit bu dr.faras lagi.
‘’ya silahkan pak dokter.’’ Ucap bu hamida.
Setelah pergian dr faras.
‘’mami apa-apaan sih ,, tadi kenapa ngomong seperti itu pada si dokter dingin itu’’ ucap dira,,ia melihat selama dia rumah sakit itu,tidak ada senyuman yag terpancar diwajah dr.faras.makanya dia memanggil faras dengan sebutan dokter dingin.
‘’mami kenapa? hah,,mami hanya ingin mendekatkanmu dengan dr.faras...mami sedang membantumu dir, , mami tau kalau anak mami ini suka sama dokter tampan itu.’’ Ujar bu hamida.
‘’kenapa mami berasumsi seperti itu,,,sok tau deh mami.’’ Sahut dira dengan jengkel.
‘’mami nggak sok tau ya,,memang mami tau,,kamu pikir mami tidak tau,,kamu diam diam memperhatikan dokter tampan itu.’’ Goda bu hamida sambil tersenyum.
‘’jadi selama ini mami melihat aku diam diam menatap dokter faras.’’ Batin dira wajah mulai memerah karena ketauan oleh maminya.
‘’jangan bohong,mami tau itu,,tidak papa kalau kamu suka sama dokter faras,,toh si pak dokter juga masih jomblo,,,melihat dia begitu perhatian dalam merawatmu ,,mami jadi ingin mengambilnya jadi menantu.’’ Ucap bu hamida,sambil membayangkan betapa telatennya dr.faras dalam merawat dira.
‘’apaan sih mami.’’ Gerutu dira.
‘’gue lihatin dia bukan karena gue suka sama dia kali,,tapi hanya ngelihat perubahan sikap sidokter dingin ini kalau lagi papasan sama nana.’’ Batin dira.
Masion mama galih
__ADS_1
Nana baru saja sampai dirumah mertuanya,,seluruh perhatian mama ratna dan mama galih hanya diberikan kepada menantunya itu.mama galih langsung menghubungi sahabat sekaligus besannya untuk datang kerumahnya,mareka berjanji tidak akan bertengkar lagi perkara masalah cucu.selama nana hamil,mereka sudah berjanji akan menjaga nana secara bersama sama sampai cucu mereka lahir..hal itu juga dilakukan oleh mama ratna,saat nana berkunjung kerumahnya,ia juga segera menelpon mama galih untuk segera datang kesana.
‘’mama sudah masak masakan kesukaan kamu,,dimakan yang sayang." ucap mama ratna sambil meletakkan bawaannya didepan nana.
"wah lontong paris khas aceh..ini buatan mama?." tanya nana dengan senang pada mama ratna
mama ratna mengangguk.
"makanlah sayang, kemaren kamu menginginkannyakan." ucap mama ratna yang diangguki oleh nana.
"makasih ya ma." ucap nana memeluk mama ratna lalu mengambil mangkuk yang telah berisi dengan lontong tersebut.
beberapa saat kemudian
"kue bolu kukus pandannya sudah jadi." teriak mama galih sambil menghampiri nana dimeja makan.
mama galih meletakkan kue tersebut diatas meja.
"wah ternyata mama benar benar membuatkan kuenya, seketika mata nana berbinar melihat kearah kue berwarna hijau itu.
" iya dong sayang, , , tentu saja mama akan membuatkannya kalau menantu dan calon cucu mama yang memintanya." ucap mama galih sambil menyentuh dagu nana.
"kalau aku dan papa yang meminta dibuatkan kue itu mama pasti sangat susah untuk membuatkannya, tapi untuk nana, , dengan cepat mama membuatkannya." batin pandu sambil tersenyum sekaligus menggeleng nggelengkan kepalanya.
"wah makasi ya ma, kalian berdua memang mama yang terbaik." ucap nana sambil melirik kearah mama galih dan mama ratna secara bergantian.
"jelas dong sayang, sekarang habiskan dulu lontongnya, setelah itu makan kuenya ya." ucap mama galih lagi lalu memeluk nana sebentar.
"okey ma." jawab nana sambil tersenyum manis.
Sementara pandu yang merasa terabaikan , hanya bisa menggeleng nggelengkan kepalanya melihat perhatian yang begitu besar yang berikan oleh mama dan mama mertuanya kepada istrinya.namun pandu sama sekali tidak cemburu akan hal itu.
justru ia sangat senang semua keluarganya menyambut kehamilan nana dengan sukaria
"hubby mau." tawar nana sambil menyodorkan satu sendok lontong paris miliknya kedepan mulut.
nana sangat kasihan pada suaminya itu,
sedari tadi mertua dan mamanya hanya sibuk kepadanya..malah tidak menawarkan apa apa pada pandu, mengabaikan suaminya.
"oh ya ampun, , karena sibuk dengan menantu, aku jadi melupakan anakku ." ucap mama galih sambil tertawa kecil lalu berdiri disamping pandu.
"sedari tadi anak mama disini, baru sadarkah?." tanya pandu lagi.pura pura ngambek.
"hehehe maaf sayang..mama lupa." ucap mama galih sambil nyengir kuda.
"mama ini, selalu saja lupa terhadap anaknya kalau sudah bersama menantunya." ucap pandu
pandu hanya berdelik.
"mama juga minta maaf ya nak pandu, mama juga turut mengabaikan kamu." ucap mama ratna merasa tidak enak.
"mama tidak perlu minta maaf , pandu cuman bercanda kok." ucap pandu lalu tersenyum melirik kearah nana.
nana ikut tersenyum pada pandu, , tadinya ia juga berpikir pandu akan marah karena terabaikan karena dirinya.
"sayang kalau begitu, kamu disini aku tinggal sama mama ya...aku harus kekantor...ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan." ucap pandu.
"hemm baiklah hubby." jawab nana tersenyum pada suaminya.
pandu pergi setelah mencium kening nana.tidak lupa pula mencium tangan mama dan mama mertuanya.
.
.
.
__ADS_1
.
.