
kalau nggak suka, tau udah mulai bosan sama ceritanya, jangan dibaca ya..author nggak maksa para readers buat baca cerita yang author buat..kadang komentarnya bikin sakit hati.🙏🙏😞😞😞
Sore pun menjelang
Pandu dan nana telah sampai dirumah sakit
Mereka berjalan beriringan menuju kamar rawat milik dira dengan nana yang terus menggandeng lengan tangan pandu.
nana tampak melihat seseorang yang ia rasa mengenal orang tersebut,namun sosok orang tersebut tiba tiba hilang dari pandangannya saat seseorang tersebut telah berbelok masuk kesebuah ruangan.
Nana menghentikan langkahnya dan melihat kearah ruangan yang pintunya sudah tertutup rapat itu.
‘’sepertinya aku melihat faras.’’ Batin nana
‘’kenapa sayang?.’’ Tanya pandu pada nana yang tiba tiba menghentikan langkahnya ,pandu mengikuti kemana arah pandangan mata nana.
‘’sayang.’’ Panggil pandu lagi.seketika membuyarkan lamunan nana.
‘’eh iya,hubby.’’ Sedikit terkejut.
‘’ada apa?.’’ Tanyanya lagi.
‘’tidak apa apa ,hubby,,,ayo .’’ nana kembali menarik lengan pandu.
pandu merasa heran.
Setelah sampai diruangan dira,dira yang baru selesai makan,sangat terkejut dengan kedatangan nana.
‘’dira.’’ Dengan mata yang sudah kaca kaca nana berlari kearah dira dan langsung memeluknya.
‘’hati hati sayang.’’ titah pandu sambil mengikuti nana.
‘’bu.’’ Ucap pandu sambil menyalami tangan bu hamida.
‘’ nak pandu.’’ Bu hamida tersenyum pada pandu.
dira membalas pelukan nana,nana menangis sejadi jadinya didalam pelukan dira ,begitu pula dengan dira yang meneteskan air matanya.
‘’dir,,aku sangat merindukanmu,,kamu jangan sakit lagi ya dir.’’ Ucap nana dengan masih memeluk dira.
‘’sama nan gue juga rindu ama lo,,maafin gue ya udah buat lo semua susah.’’ Ucap dira sembari menyeka airmata yang ada disudut matanya.
?
"kamu nggak pernah buat kita susah kok, dir kalau kamu punya masalah jangan disimpan sendiri lagi ya, beritahu pada kami, supaya kami bisa tau apa masalah kamu."
"sebenarnya aku kesal sama kamu, kamu tidak menyembunyikan hal sebesar ini pada kami, kamu menderita penyakit yang sangat ganas." ucap nana sambil mengembungkan pipinya.
"tapi sekarang syukurlah, sekarang sudah baik baik saja." ucap nana dengan senang.
"iya , sekali lagi gue minta maaf sama lo, lo mau maafin gue kan nan?." ucap dira.
"hemms tentu, , nana mengangguk senang.
‘’oh ya viona mana?.’’ Tanya nana setelah melepas pelukannya.
‘’dia pulang sebentar untuk menemui arza nak,.’’ Bu hamida yang menjawabnya.
‘’oo begitu bu.’’ucap nana lalu duduk disamping dira.sementara bu hamida dan pandu duduk diatas sofa.
Drr.drrttt.drtttt...
Tiba tiba ponsel pantu berbunyi.
‘’maaf bu,,saya angkat telepon sebentar,dari kantor.’’ucap pandu.
‘’silahkan nak.’’ Sahut bu hamida.
‘’sayang sebentar ya’’ ucap pandu pada nana.
‘’iya.’’ Nana mengangguk tanda mengerti.pandu pun keluar dari ruangan dira.
__ADS_1
‘’suami lo sibuk amat nak,,’’ ucap dira.
‘’ya begitulah dir..
‘’tapi gue nggak nyangka lo bisa nikah sama pandu....cie yang udah jadi istri pandu sekarang,,selamat ya.’’ Goda dira lagi yang membuat wajah nana seketika memerah.
" iya makasi ya." jawab nana.
‘’ yang dulu ngejar ngejar negejar pandu dari sma, , bahkan sampai nangis karena diabaikan dilapangan.’’ ucap dira lagi sambil tertawa.
‘’apaan sih kamu dir, nggak usah ingat -ingat itu lagi deh,,,kamu buat aku malu aja.’’ Ucap nana malu.karena dari dulu dira memang sangat tau semua perjuangan nana demi mendapatkan hati pandu, , bagaimana dulu nana mengejar ngejar cinta seorang pandu.bahkan nana sempat menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan tanah air demi bisa melupakan pandu.
‘’’ hahahaha.’’dira tertawa melihat ekpresi wajah ketika sedang malu.
Bu hamida hanya menggeleng nggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang tidak pernah berubah.setelah itu beliau pamit sebentar untuk pergi keluar.
Kini hanya dira dan nana yang tinggal didalam ruangan itu.
" saat viona ngasih tau lo mau nikah ama pandu gue sempat kaget sih, cuman waktu itu gue udah berada dirumah sakit, untung gue sempat video call sama kalian saat itu, jadi gue bisa melihat wajah sahabat sahabat gue sebelum gue .
" sekarang ceritain dong kenapa lo bisa nikah sama pandu pada akhirnya?ucap dira lagi.
nanapun menceritakan bagaimana ia bisa menikah dengan pandu.
‘’emang deh, pandu memang udah ditakdirkan untuk jado jodoh lo.’’ucap dira setelah mendengar cerita nana.
‘’ya begitulah dir..dan aku sangat bahagia akhirnya bisa memilikinya,mendapatkan cinta dan kasih sayang seorang pandu. ’’ Sahut nana sambil tersenyum.
‘’hemms..gue ikut bahagia dengan kebahagian lo na.’’ ucap dira manatap kearah nana.
‘’makasi dir, kamu orang yang sangat mendukungku dengan pandu, bahkan kamu sering membantuku.’’ Ucap nana ia lalu mengambil buah diatas nakas disaping dira.
"biasa aja kali na, kitakan sahabat , susah lo susah gue juga." ucap dira lagi.
"nah itu kamu tau." ucap nana lagi.
"jadi jangan seperti itu lagi ya, sama aku dan viona." ucap nana lagi lalu diangguki oleh dira.
‘’ aku tadi bawain kamu buah,aku kupasin ya.’’ Ucap nana.
" dulu waktu kita sma aku udah biasa direpotin sama kamu." ucap nana sambil tertawa.dira pun ikut tertawa.
"ohya, , aku sempat menanyakan kamu pada leo.tapi leo juga tidak tau dimana keberadaan kamu dir, nomor teleponmu juga tidak aktif, aku sempat bertanya pada semua teman satu sekolah nomor baru kamu, tidak ada yang tau satupun." jelas nana.
"leo, , kenapa bertanya pada leo?tanya dira .
" aku pikir dia tau dimana kamu,aku juga meminta dia untuk menanyakan hal itu pada arka.tapi katanya arka juga tidak tau dimana kamu waktu itu.
"arka." ucap dira.
."iya, , nana mengangguk sambil mengupas buah apel.
tiba tiba dira terdiam.
‘’ saat ini arka pasti sangay kecewa sama gue." batin dira.
"kenapa?nana memperhatikan dira yang terlihat melamun.
" hah...lamunan dira buyar.
"mana mungkin mereka tau dimana gie pada saat itu, gue nyembinyiin keberadaan gue pada semua orang, , ponsel gue juga dimatikan." ucap dira.
‘’setelah keluar dari rumah sakit ini,gue bakalan hubungin arka buat minta maaf.’’ Batin dira lagi,,
‘’haaaaahhh.’’ Dira membuang nafas panjang
‘’kamu kenapa dir,ini.’’ Heran nana karena dira menghela nafas panjang.lalu memberikan hasil kupasannya.
‘’makasi,,gue nggak apa apa kok.’’ Ucap dira lalau memakan buah yang diberikan oleh nana.
‘’yakin kamu nggak kenapa -napa lagi,,,awas ya kalau nyembunyiin sesuatu lagi dari aku dan viona.’’ Sahut nana lagi.
__ADS_1
‘’benaran aku tidak ada apa.’’ Ucap dira tersenyum meyakinkan nana.
"pasti ada sesuatu yang masih disembunyikan oleh dira." batin nana.
‘’ hmmm okey...’’ ucap nana masih curiga dengan dira.
dira hanya tersenyum.
"tapi ngomong ngomong, tubuhmu tampak lebih berisi na sekarang, , beda banget lo ." mengalihkan pembicaraan
" benarkah?kelihatan banget ya."ucap nana sambil memegangi kedua pipinya.
"hemmms, dira mengangguk, , , tapi masih tetap cantik kok." ucap dira lagi.
"bisa aja kamu dir."
" apa jangan jangan kamu sudah isi na? tanya dira lagi.
"kelihatan ya." tanya nana.
"benaran na kamu udah isi? ucap dira senang.
" iya aku udah isi dir, , , dan aku sedang mengandung bayi kembar." ucap nana sambil tersenyum lebar.
"benarkah, , , wah selamat ya nan, , ucap dira sambil memeluk nana.
"itu berati , , aku akan mempunyai dua keponakan lagi." ucap dira sambil melepaskan pelukannya.
"makanya cepat nikah juga dong dir, , jadi aku dan viona juga bisa dapat ponakan dari kamu.
dira kembali terdiam setelah mendengar ucapan nana.
ia kembali membayangkan kejadian satu tahun lalu saat arka mengungkapkan isi hatinya dan berniat ingin menjadikan dira istrinya setelah mereka menyelesaikan pendidikan masing masing.
" tapi beberapa bulan setelah kejadian itu, , dira malah memutuskan arka secara tiba tiba, tampa arka tau sebabnya.
" gimana mau nikah, , masih jomblo begini." sahut nana lagi sambil tertawa.
"ngeledek lo ya nan, mentang mentang udah nikah sama pujaan hati." ucap dira pura pura cemberut.
"ya elah aku hanya bercanda kali dir." ucap nana yag dibalas ketawa oleh keduanya.
diam sejenak.
"terus hubunganmu dengan arka gimana sih dir, dulu kalian jadi pacaran atau hanya sampai berteman saja"tanya nana kemudian.
dulu dira sempat bercerita tentang pertemuannya dengan arka dan menjalin komunikasi dengan baik.
mendengar nama arka dira tiba tiba terbatuk batuk.
" minum dulu dir." nana menyerahkan segelas air putih.
"hati hati dong dir." nana mengelus elus punggung dira.
"sebenarnya kamu kenapa sih dir, setiap aku ngomongin arka kamu pasti diam, dan sekarang aku nanya soal hubungan kalian , malah kesendak buah." ujar nana .
" ada apa antara kamu dan arka?." tanya nana.
ia mulai penasaran.
"cerita dong dir." ucap nana lagi.
"na aku mau cerita sama kamu, ucap dira lagi.
" apa ceritalah dir" nana lalu duduk untuk mendengarkan cerita dira
.
.
.
__ADS_1
.
.