Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 29


__ADS_3

Selesai mengantar pandu keluar,nana kembali kemeja makan untuk membereskan piring kotor bekas sarapan mereka.


Selesai membersihkan piring nana mengedarkan pandanganya pada setiap sudut rumah.


‘’sekarang saatnya bersih bersih rumah .’’ ucap nana dengan semangat.


Nana mulai menyapu,mengepel rumah besar tersebut,setelah itu menata barang barang yang masih belum berada ditempat yang cocok.


Cukup lama nana berkutat membersihkan seisi rumah,termasuk membersihkan 3 kamar yang ada dilantai 2.


‘’huuuf akhirnyaaa.’’ Nana merebahkan dirinya diatas kasur sambil mengelap peluh yang ada dikeningnya.nana memejamkan matanya sejenak karena benar benar kelelahan.


Drttt drrttt drttt


Ponsel nana bergetar diatas nakas,nana kembali membuka matanya dan segera mengambil dan menjawab panggilan telepon tersebut dengan sangat malas.


‘’ hallo.’’ Ucap nana dengan suara malas.


‘’hallo na,lo dimana,jadikan demanin gue ama arza keluar. ’’ Ucap viona dari seberang.


‘’emang harus hari ini ya vi.’’ Ujar nana sambil duduk diatas kasur.


‘’ya iyalah,arz udah nungguin lo dari tadi,katanya dia ngambek kalau lo nggak ikut sama kita ketaman.’’ Ujar viona lagi.


Sebenarnya hari ini nana tidak ingin keluar rumah,dia begitu lelah setelah membersihkan rumah yang sebesar itu tapi ia tidak mungkin mengingkari janji yang telah ia buat dengan arz.


‘"sekarang arz lagi ngambek ,karena kamu belum juga datang kesini.’’ Adu viona lagi.


‘’arz ngambek.....ya udah aku siap siap dulu,bilang sama arz aku akan segera kesana.’’ Ujar nana lalu beranjak dari dari atas tempat tidur.sambungan telepon terputus dan nana segera bergegas kekamar mandi.


Sementara dikantor z


Pandu tampak duduk santai diatas dikursi kebesarannya sambil melamun dan tersenyum senyum sendiri.


‘’kamu lagi apa sayang,kenapa aku jadi merindukanmu ya.’’ Batin pandu sambil menepuk nepuk meja dengan jarinya.


‘’coba mama tidak menyuruhku untuk memecatmu,pasti sekarang aku bisa melihat senyuman manismu.’’ Ucap pandu memandang langit langit ruangannya sambil membayangkan wajah cantik istrinya yang sedang ia rindukan.


Tok tok tok....


Terdengar pintu diketok mengalihkan pandangan pandu kearah pintu.


‘’masuk.’’ Jawab pandu sambil mengubah posisinya lalu mengambil ponselnya.


Seseorang langsung masuk setelah mendapat instruksi.


.


‘’pagi pak ini file yang bapak minta tadi.’’ Ucap seseorang tersebut yang diketahui bernama jello sekretaris baru pandu.


‘’hemmm letakkan saja diatas meja saya .’’ ucap pandu tampa melihat kearah sekretarisnya,ia malah sibuk dengan ponselnya.


‘’ satu lagi pak,sebentar lagi kita akan meeting bersama para investor.’’ Ucap jello yang masih diacuhkan oleh pandu.


‘’baik,apa mereka semua sudah datang.’’ Ucap pandu dengan menatap jello datar.


‘’sudah pak, mereka semua sudah berkumpul diruang meeting.’’ Jawab jello lagi.


‘hmmmm baiklah saya akan segera kesana.’’ Ujar pandu kemudian kembali fokus melihat kelayar poselnya.


‘’kenapa dia tak menelponku,apa dia tidak merindukanku.’’ Batin pandu,ternyata sedari tadi ia tengah menunggu telepon dari istrinya.


Sementara jello hanya menatap pandu dengan kecewa,semenjak bu fatma memperkenalkannya dirinya pada pandu ia sudah terpesona dengan bos tampannya ini,jello langsung jatuh cinta pada pandu,tetapi bosnya itu malah tidak meliriknya sama sekali,bersikap biasa saja pada wanita cantik itu.namun ia tidak akan pernah menyerah, ia sudah bertekad ingin mendapatka hati bosnya.


‘’kalau begitu saya perminsi pak.’’ Pamit jello.


‘’hmmmm silahkan.’’ Masih dengan tatapan yang sama.


Jello meletakkan filenya diatas meja,lalu segera keluar dari ruangan pandu.


Drrrrrt drrrt drttttt


Tiba tiba ponsel pandu berbunyi membuat ia tersenyum kegirangan saat melihat nama nana yang tertera dilayar ponselnya.


"dia benar benar menghubungiku."Ucap pandu dengan kegirangan yang kemudian mengangkat teleponnya.


‘’hallo sayang.’’ jawab pandu dengan sedikit berteriak karena kesenangan.


Nana yang mendengar suara pandu dari sebebrang sedikit terkejut.


" dia kenapa sih."batin nana sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya.

__ADS_1


‘’pandu ma-maaf mengganggumu aku....belum sempat nana melanjutkan ucapannya pandu sudah memotongnya terlebih dahulu.


‘’apa kamu merindukanku sayang.’’ Ujar pandu dari sambil tersenyum disebalik telepon,membuat nana mengriyitkan keningnya.


Belum sempat nana berbicara lagi ,pandu kembali memotongnya.


‘’tenang saja,aku akan pulang lebih awal hari ini,tunggu aku dirumah, okey.’’ Ucap pandu lagi.


‘’apa kamu sudah makan siang?.’’


‘’haduh kenapa dia begitu cerewet sekarang,bahkan dia tak memberiku kesempatan untuk bicara."nana hanya bisa membatin.


‘’hallo sayang ,apa kamu masih ada disana.’’ Ucap pandu yang tak mendengar suara nana.


‘’bahkan sekarang belum saatnya makan siang,tapi dia sudah menanyakan aku makan siang atau belum.’’ Batin nana dengan menggeleng nggelengkan kepala sambil tersenyum,tapi kenapa ia sangat senang dengan perhatian yang diberikan oleh laki laki yang sudah menjadi suaminya itu.


‘’iya..aku masih ada disini,kamu tidak memberi kesempatanku untuk bicara .’’ jawab nana yang hanya dibalas dengan senyum oleh pandu.


‘’maaf sayang,kamu mau bicara apa.’’ Tanya pandu sambil merebahkan badannya kepunggung kursi,ia sangat senang bisa mendengar suara istrinya.


‘’aku izin keluar menemui arza dan viona sebentar.’’ Ucap nana yang membuat pandu mengrinyitkan keningnya,dia tidak menyangka nana meminta izin kepada ketika hendak ingin keluar.


‘’keluar?.’’


‘’iya,apa boleh?." ucap nana dengan harap.


Pandu menarik kedua sudut bibirnya untuk tersenyum.


‘’tentu boleh sayang,tapi jangan lupa pulang sebelum aku sampai kerumah ya.’’ Ucap pandu.


‘’ hmmm iya,terima kasih.’’ Jawab nana lalu terdiam ia bingung ingin mengakhiri teleponnya.


‘’tapi apa kamu tidak ingin menjawab apa yang ku tanyakan tadi.’’ Tanya pandu yang tengah menunggu jawaban dari nana.


‘’ pertanyaan yang mana?.’’ Tanya nana balik dengan bingung.


diam beberap detik


‘’sudah lupakan,tidak penting.’’Pandu memaksakan senyuman,ia kira nana akan merindukannya.. tutuplah teleponnya ,sebentar lagi aku ada meeting.” Ujar pandu.


“hmmmm iya.” Nana pun menutup telepon pandu dengan kecewa ,karena pandu tak bertanya lagi padanya,malah menyuruhnya menutup telepon.ia memang bingung mau bicara apa,tapi ia suka saat pandu cerewet kepadanya,kapan lagi bisa dicerewetin sama laki laki dingin.


‘’lesu amat sih lo na,emang semalam habis berapa ronde sama pandu.’’ tanya viona sambil menggoda sahabatnya yang duduk sambil menahan kantuknya,saat ini viona dan nana tengah duduk dibangku taman mengawasi arza yang sedang bermain.


‘’habisnya lo kelihatan lelah dan tak bersemangat gitu hari ini.’’ Nana terkekeh sambil memutar kepalanya kearah nana.


‘’bahkan pandu belum menyentuhku.’’ Batin nana


“hey kok malah diam sih.”tanya viona sambi memegangi bahu nana.


" aku habis bersih bersih rumah, capek banget, ngurus rumah sebesar itu."ucap nana dengan lesu , viona hanya tertawa sekarang sahabatnya itu juga merasakan apa yang ia rasakan.


‘’oh ya na,gimana sikap pandu ama lo, apa dia masih dingin sama lo?” Tanya viona yang begitu penasaran.


Nana sedikit ragu bercerita pada sahabatnya .


“lo ragu cerita sama gue,gue kan sahabat lo,ceritain dong gimana sikap pandu selama tiga hari ini sama lo,apa dia masih cuek badai ama lo.” Tanya nana lagi.


“mmmmm nggak sih,sekarang ia malah terlihat hangat padaku,dia sudah mengungkapkan cintanya padaku.” Pelan nana pada viona.


“oh ya benarkah,bagus dong.” Ujar nana dengan senang.


“tapi aku tidak mengerti,begitu cepat dia berubah padaku.” Ucap nana sambil memandang kedepan.


“lo kenapa begitu,lo kan juga cinta sama pandu.” Membuat nana menoleh kearah viona.


"aku nggak tau vi, apa aku masih cinta sama pandu atau tidak, yang jelas gue masih takut harus jatuh cinta lagi.” Jawab nana


“lo kenapa malah takut,diakan udah ngaku cinta ama lo,sekarang cinta lo udah nggak bertepuk sebelah tangan lagi.” Ucap viona sambil mengubah posisinya menghadap kearah nana.


“aku rasa sekarang aku yang sudah tidak cinta dia.” Ucap nana sambil memaksakan senyumannya.


“loh kok gitu,lo nggak boleh gitu ,biar gimanapun sekarang itu dia suami lo,masa lo nggak cinta sama suami lo.” Ucap viona ,viona yakin kalau viona masih mencintai pandu.tapi ia berusaha membohongi hatinya.


Nana hanya tersneyum dengan ucapan viona.


“ nana .” tiba tiba seorang memanggil namanya membuat nana dan viona menoleh keasal suara secara bersamaan.


“bryan.” Ucap nana yang membuat viona menoleh kearah nana yang ternyata mengenal laki laki tampan yang ada disamping mereka.


Bryan tersenyum pada nana.

__ADS_1


‘’lo kenal na.’’ Bisik viona.


‘’iya , ini bryan teman aku dulu diamerika.” Jawab nana saat ini mereka sudah duduk disebuah kafe.


‘’oh,tampan juga.” Ucap viona sambil tersenyum melirik kearah bryan yang ada didepan mereka.


‘’mommy arz mau pipis .” ucap arz yang ada dipangkuan viona.


“arz mau pipis,ya udah ayo mommy antar ke toilet.” Ucap viona sambil beranjak dari kursinya.


“na,bentar ya.” Ucap viona yang diangguki oleh viona.


“perminsi sebentar ya.” Ucap viona pada bryan.bryan hanya mengangguk sambil tersenyum.


“manis juga senyum bule cakep ini,tapi masih kalah ama senyuman manis langka suamiku, hehehehe .” Batin viona sambil membayangkan suaminya.


Kini Tinggallah nana dan bryan berdua,mereka hanya diam suasana terasa sangat canggung.


“bagaimana kabarmu na.” Bryan memulai bicara.


“seperti yang kamu lihat,aku sangat baik.” Ucap nana sambil tersenyum.


“syukurlah,oh ya,selamat ya atas pernikahanmu,maaf waktu itu aku tidak bisa hadir kepernikahanmu.” Ujar bryan sambil memaksakan senyuman,hatinya belum bisa menerima gadis yang ia cintai sudah menikah.


“makasi bry., tidak papa kok, lagian pernikahanku terjadi begitu saja” Jawab nana lalu meminum sedikit jus pesanannya.


“aku akan kembali kemerika.” Ucap bryan yang membuat perhatian nana teralihkan padanya.


“loh kenapa?,bukankah kamu akan menetap disini untuk mengurus perusahan keluargamu.” Tanya nana sambil meletakkan gelas minumannya.


bryan menggeleng..


“aku harus kembali tinggal disana,ada sedikit masalah diperusahanku yang ada disana.’’ Ucap bryan.


‘’aku tidak bisa melihatmu bahagia dengan orang lain na, aku akan memilih untuk pergi.’’ Batin bryan.


‘’berarti kita tidak akan ketemu lagi dong.’’ Jawab nana dengan cemberut.


‘’ya sudah ,aku berdoa semoga masalah kerjaanmu selesai disana,dan kembali secepatnya ke sini,supaya aku bisa berkumpulkan lagi dengan sahabatku ini.’’ Ucap nana tersenyum sambil menepuk nepuk tangan bryan yang ada diatas meja.


Bryan hanya tersenyum melihat tangannya ditepuk tepuk oleh nana.


“andai saja kamu tau perasaanku na.” Batin bryan,ingin sekali bryan menggenggam tangan nana dan mengucapkan aku mencintaimu nana,sangat mencintaimu.” Namun apalah daya itu tidak mungkin lagi bisa ia katakan.


“oh ya aku harus segera pergi.” Pamit bryan ia tidak ingin nana melihat wajah sedihnya .


“kenapa terburu buru,kamu perginya besok kan.” Ucap nana.


"mmmm tapi aku belum berkemas, tadi aku hanya ingin pergi kesupermarket sebentar, dan kebetulan melihatmu ditaman." ujar bryan sambil tersenyum.


bryan beranjak dari tempatnya dan perlahan lahan pergi dari kafe setelah pamit pada nana.


sedangkan nana masih menunggu viona dan arz keluar dari toilet.


"sudah selesai." ucap nana pada arz.


"udah tante, sekarang arz udah lega." jawab anak kecil tampan itu.


"syukurlah." ujar nana sambil sedikit memencet hidung mancung arz dengan gemas.


"temanmu tadi mana na?tanya viona melihat bryan sudah tak ada disana.


" dia udah pulang." ucap nana sambil beranjak dari tempatnya.


"oooo." viona hanya beroria.


"untunglah laki laki tampan itu sudah pergi, aku tidak akan membiarkan dia dekat dekat dengan nana." batin viona , sedari tadi viona melihat bryan tak henti henti menatap nana, sepertinya bryan mempunyai perasaan pada nana, dan ingin mengharapkan lebih daripada seoarang teman.


"hahahhaha, aku akan mengirim foto ini pada pandu, supaya dia melihat kelakuan istrinya." batin stella sambil tersenyum jahat.


ternyata stella yang tak sengaja melihat nana dikafe itu, mengambil foto nana dengan bryan, yang tengah berbicara berdua dari kejauhan.


"pulang yuk, ajak nana mereka juga telah selesai makan siang."


"mmmm ayo arz." ucap viona pada anaknya , agar beranjak dari tempatnya.


setelah mengantar viona dan arz, nana sempat belanja sebentar dan tiba dirumah sekitar jam 3 siang.


***jangan lupa like dan commen.


terima kasih

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗***


__ADS_2