
"kemaren aku memang menyembunyikan pernikahan kita,tapi itu karena permintaamu,tapi sekarang... pandu menatap mata nana sambil menyentuh salah satu pipi nana...aku akan memberitahukan semua orang kalau kamu adalah milikku.’’ Ucap pandu sambil tersenyum melihat bibir nana lalu menyentuh bibir ranum itu.
Dengan perlahan pandu menarik dagu nana dan mulai mencium bibir yang sudah lama ia damba dambakan .nana sedikit membulatkan matanya.
Pandu mendorong tubuh nana agar terbaring diatas sofa,pandu yang sudah berada diatas nana dengan liarnya kembali mencium bibir nana,dan tangannya sudah memulai membuka kancing baju nana,bukannya menolak ,nana malah terbuai dengan sentuhan yang diberikan oleha pandu,bahkan gadis itu mulai membalas ciuman pandu, ya walaupun masih terlihat kaku,karena nana belum pernah berciuman sama sekali.
mmmm...
Ciuman pandu beralih kearah leher nana, sedikit menggigit leher tersebut,sehingga meninggalkan bekas disana. berkali kali laki tampan tersebut mencium leher istrinya itu, pandu pun menyudahi ciuman tersebut dan menatap sambil tersenyum tipis pada nana yang terlihat ngosngosan karena perbuatannya.
‘’aku sangat senang,karena kamu tidak menolakku.’’ Pandu membawa nana kepelukannya lalu mencium pucuk kepala nana.
"aku sangat mencintaimu nana." kata kata itu kembali lolos dari bibir pandu.
‘’terima kasih sayang.’’ Dengan masih memeluk nana.sedangkan nana hanya bisa memejamkan matanya sambil membalas pelukan pandu.
‘’aku tidak tahu apakah keputusan aku ini sudah benar,tapi aku akan mencoba kembali membuka hatiku untuk pandu,memulai hidup baru bersama dengannya.’’ Batin nana ,kembali membuka matanya sambil sedikit tersenyum.
‘’ingin sekali dirinya menghabisi istrinya saat ini juga,namun saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi pandu,karena dia sudah ditunggu oleh clientnya diruang meeting.
Tok..tok ..tok..
suara ketukan dari luar,mengejutkan nana dan melepaskan pelukannnya dari pandu.
‘’masuk.’’ Jawab pandu lalu beranjak dari sofa menuju kursi kebesarannya.
Sedangkan nana dengan cepat merapikan kembali bajunya yang terlihat berantakan karena ulah pandu.
‘’perminsi bos.’’ Ucap jello ketika sudah berdiri didepan meja kerja pandu.
‘’maaf,bos sudah ditunggu bapak khail diruang meeting, sambil menunggu bos saat ini beliau tengah mengobrol dengan kepala manejer kita.’’ Pandangan jello lurus pada pandu yang ada didepannya.
‘’baiklah, saya akan segera kesana.’’ Jawab pandu lalu beralih menatap kearah nana yang tengah duduk memperhatikannya dari sofa.
Jello pun mengikuti kemana arah pandangan pandu.
‘’astaga gadis itu,aku sungguh tidak menyukainya,tapi kenapa baju terlihat sedikit kusut.’’ Batin jello sambil memperhatikan penampilan nana yang masih terlihat berantakan.
__ADS_1
‘’apa jangan jangan dia...astaga dasar wanita murahan...jello tersenyum sinis aku belum sampai kesana untuk bertindak,dia malah sudah mendahulukanku.tidak akan aku biarkan.’’ Batin jello dengan masih menatap nana,kedua tangannya terliahat terkepal.
‘’kenapa dia menatapku seperti itu,dia pasti sedang memperhatikan penampilanku,aku tau apa yang ada didalam benaknya saat ini.’’ Nana tak kalah sinisnya menatap kearah jello.
‘’kita lihat saja ,siapa yang akan patah hati,ketika pandu mengumumkan tentang pernikahan kami.’’ Batin nana lagi .
‘’sayang,tunggulah sebentar,aku akan kembali setelah menemui clientku.’’ Pandu menghampiri nana lalu mencium kening nana.
‘’hmmm baiklah,aku akan menunggu.’’ Ujar nana sambil terseyum,hal itu disaksikan langsung oleh jello.
‘’dasar gadis murahan.’’ Jengkel jello dalam hatinya,jello geram melihatnya dan nana melihat ekpresi kesal jello tersebut,dia pun tersenyum menang.
‘’kalau kamu ngantuk,kamu bisa menungguku dikamar,nanti aku akan menyusul.’’ Bisik pandu dengan senyuman devilnya.
‘’apaan sih.’’ Jawab nana malu sambil memukul pelan bahu pandu,namun pandagannya tak lepas pada jello.
‘’jangan kemana mana okey.’’ Ucap pandu lagi memperingatkan.
‘’bukankah tadi aku disuruh pergi kekamar kalau ngantuk.’’ Nana sedikit mengeraskan suaranya agar terdengar oleh jello.
Pandu tertawa lalu mencubit hidung nana gemas.
‘’iya..nana mengangguk ,kamu lama lama cerewet ya.’’ Ucap nana lagi yang dibalas senyum lega oleh pandu.
Pandu kembali mendekati mejanya untuk mengambil ponselnya.
‘’ayo..’’ ucap pandu pada jello dengan dingin namun tetap tampan.
Jello mengangguk dan mengikuti pandu berjalan dari belakang.
Beberapa saat kemudian.
‘’kenapa pandu lama sekali,katanya cuman sebentar.’’ Gerutu nana kerena bosan.
Berungkali nana terlihat menguap .’’apa aku menunggu dikamarnya saja,aku sangat mengantuk.’’ Nana terlihat meletakkan ponselnya diatas meja,lalu beranjak dari tempatnya.
Ceklek...
__ADS_1
Tiba tiba pintu ruangan pandu terbuka mengalihkan pandangan nana kearah sana,menampakkan jello yang tengah berjalan kearah meja kerja.
‘’aku pikir pandu,ternyata kamu,kemana dia apa meetingnya belum selesai.’’ Tanya nana sambil mendekat kearah jello.
Jello yag tengah mengambil dokumen yang tertinggal mengalihkan pandangannya kearah nana.
‘’ sebenarnya lo itu siapa sih ,kenapa bos pandu manggil lo dengan sebutan sayang?.’’ Tanya langsung jello karena sedari tadi pertanyaan itu masih terngiang ngiang dalam kepalanya. jello terlihat menautkan kedua alisnya.
‘’aku...
‘’ah sudahlah,aku yakin kamu pasti cuman wanita simpanan bos pandu kan.’’ Tanya jello dengan ketus,memotong omongan nana.
‘’maksud kamu.’’ Nana mengerutkan keningnya gagal mencerna apa yang dikatakan jello.
‘’alah jujur aja,kamu pasti cuman dijadikan alat oleh bos pandu untuk jadi pemuas nafsunya.’’ Ucap jello lagi yang membuat nana kesal.
‘’jaga ya ucapan kamu,aku tidak seperti itu.’’ Ucap nana sambil melototkan matanya,dia tak terima dibilang seperti itu.
‘’lihat aja ya,sebentar lagi,aku akan merebut perhatian bos pandu dari kamu,jello menegaskan jari telunjuknya didepan nana ...dan setelah itu kamu pasti akan dicampakkan oleh bos pandu.’’ Jello tertawa sinis..
Nana tidak bisa berkata kata saat ini,dia sangat kesal dengan ucapan jello,tapi ia akan menunggu saat waktu telah tiba,jello akan meminta minta maaf kepadanya.
Dengan santainya jello pun berlalu keluar dari ruangan pandu sambil tersenyum menang.
‘’melawanku berbicara saja dia tidak bisa,apalagi berlawan berebut laki laki,dia pasti akan kalah,mukanya boleh cantik,tapi body,,aku menang daripada dia.’’ Batin jello sambil tesenyum sinis.
‘’hmmm,sekarang kamu boleh senang,tapi lihat aja nanti.’’ Batin nana menatap punggung jello yang hampir hilang dari pandangan.
.
author hanya bisa nulis segitu .
terima kasih ya, bagi yang sudah mendukung author
selebihnya author meminta maaf karena belum bisa membuat para readers semuanya puas dengan cerita author.
terima kasih sudah mengerti posisi author saat ini.
__ADS_1
ini author bela belain nulis tadi malam setelah tugas author selesai 🙏🙏🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗🤗