Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 52


__ADS_3

Selesai sarapan tour guide yang memjemput mereka kemeren, membawa mereka kesebuah pulau yang sangat terkenal akan keindahannya dibali.


Nana dan pandu disuguhkan pemandangan yang sangat indah, pulau ini mempunyai keindahan alam berupa pasir pantai yang putih yang membentang sepanjang pantai, serta pohon pohon kelapa yang berjejer dipinggiran panatai, lautnya yang berwarna biru indah juga tak luput memberi keindahan bagi pulau ini.


‘’wow ini cantik sekali.’’ Ucap nana sambil memandang air laut yang tampak kebiruan itu.


Kedua mata pandu mengamati punggung istrinya yang sudah berlari kedepannya dan bermain main dengan pasir putih tersebut.seketika kedua sudut bibir pandu terangkat ,dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku,pandu pun menghampiri nana yang tengah asyik menulis diatas pasir.


‘’sayang,apa kamu suka disini?.’’ tanya pandu sambil memandang kearah jauh sebelum melihat kembali kearah nana.


Seketika nana menoleh


‘’pandu,kamu tahu,aku sangat sangat suka disini.’’ ucap nana dengan senang,lalu melanjutkan menulis diatas pasir.


pandu pun tersenyum melihat istrinya begitu senang.


‘’apa yang kamu tulis." Ucap pandu sambil mengamati tulisan yang dibuat oleh nana.


Nana tersenyum malu saat melihat pandu sedang serius mengamati tulisannya.


‘’ I Love you too ,sayang.’’ Seketika pandu mendonggakkan kepalanya kearah nana dan tersenyum tampan.


Nana tampak malu malu setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh pandu,ia membuat gadis itu jadi salah tingkah menatap suaminya itu.


‘’ehemmm.’’ Ucap nana berusaha menetralisir kegugupannya saat ditatap oleh pandu.


Pandu tersenyum saat melihat wajah nana yang masih saja terlihat memerah.


‘’bodoh ,kenapa aku bisa menulis seperti itu.’’ Batin nana saat mengalihkan pandangan dari pandu.


Untuk beberapa saat terjadi kesunyian diantara mereka.


‘’ehem,sepertinya pemandangan disana lebih bagus sayang,ayo kita kesana.’’ Ajak pandu memecah kesunyian diantara mereka.


Nana melihat kearah yang ditujukan oleh pandu,seketika iapun mengangguk.


Pandu membantu nana berdiri dan menggandeng tangannya menuju tempat yang ia tunjuk tadi.


‘’oh,disini memang sangat bagus.’’ Ucap nana pada pandu yang masih setia menggandeng tangannya.


‘’apa kamu senang dengan bulan madu ini sayang?.’’ Tanya pandu lagi.


‘’hmmmmm .’’ nana mengangguk senang menoleh kearah pandu.


‘’aku sangat senang.’’ Ujar nana lagi sambil menunjukkan senyuman manisnya.


Seketika senyuman pandu juga ikut muncul kala melihat kebahagian istrinya.


Saat ini nana tengah sibuk memotret pemandangan yang ada didepannya,ia benar benar takjub dengan semua yang ada di pulau itu.


‘’sayang,apa kamu tidak ingin berfoto?.’’ Tanya pandu pada nana karena sedari tadi ia hanya asyik mengambil gambar pemandangan.


Seketika nana menatap kearah pandu.


‘’kalau mau berfoto ,aku mengambilkannya untukmu.’’ Ucap pandu tersenyum tampa menunggu jawaban dari pandu.


sebenarnya pandu juga ingin berfoto dengan berdua dengan nana, namun nana tidak pernah mengajaknya untuk berfoto.


‘’boleh?.’’ Tanya nana lagi.


‘’tentu boleh dong.’’ Ucap pandu sambil mengambil kamera dari tangan nana.


Nana berpose secantik mungkin saat pandu sudah membidikkan kemera kearahnya.


‘’hmmmm cantik.’’ guman pandu saat melihat hasil jepretannya.


Nana pun menghampiri pandu yang juga ingin melihat gambarnya.


‘’bagaimana,apakah fotonya terlihat bagus?.’’ Tanya nana saat sudah berdiri disamping pandu.


‘’hmmm tidak.’’ Pandu menggeleng sambil menyipitkan kedua matanya.

__ADS_1


‘’hasilnya sangat buruk,kamu terlihat gemuk disini.’’ ucap pandu lagi.


‘’hah... benarkah coba aku lihat.’’ Ujar nana hendak mengambil kameranya ,tetapi pandu malah menjauhkan kamera tersebut dari nana.


‘’sini aku mau lihat.’’ Ucap nana sambil menangadahkan tangannya.


‘’tidak usah,disini sayang terlihat sangat jelek sekali,wajahmu itu terlihat berisi,biar kita ulang lagi ya.’’ Ucap pandu dengan masih menjauhkan kameranya.


‘’masak sih aku gemuk?.’’ Ucap nana sambil menyentuh kedua pipinya.


Terlihat pandu sedang menahan ketawanya .


‘’perasaan masih sama saja,kamu membohongi aku kan?.’’ Ucap nana yang tiba tiba menoleh kearah pandu.


‘’tidak,siapa yang membohongimu sayang?’’ ucap pandu dengan masih menahan senyumannya.


‘’bohong,sini aku mau lihat fotonya .’’ nana berusaha merebut kamera itu dari pandu namun pandu malah menyembunyikannya dibelakangnya.


‘’tidak usah ,biar kamu aku foto lagi,okey.’’ Ucap pandu sambil memegangi tangan nana yang hendak merampas kameranya.


‘’tidak usah aku mau lihat foto itu dulu,kalau aku memang jelek disana,kalau berfoto lagi hasilnya pasti akan sama." Jawab nana dengan masih berusaha merampas kamera dari tangan pandu.


Pandu tidak ingin memberikan kamera tersebut pada istrinya itu ia ingin mengerjai nana


Setelah terlepas dari nana ,pandu berlari untuk menghindar dari istrinya itu.


‘’kalau mau lihat fotonya,kejar aku dulu dong sayang.’’ Ucap pandu ketika sudah berdiri agak jauh dari nana.


‘’ ya ampun pandu,kenapa jadi kekanak kanakan begini sih.’’ Ucap nana yang masih berdiri ditempatnya.


‘’biarkan saja.’’ Ucap pandu sambil mengulurkan lidahnya pada nana,, mau melihat foto jelekmu tidak.’’ Ucapnya lagi sambil tertawa tampan.lalu kembali berlari menjauh dari nana.


‘’pandu,,teriak nana sambil berlari mengejar pandu.


Terjadilah aksi kejar mengejar nan romantis ditepi pantai antara pandu dan nana.


‘’sudah ah aku capek.’’ Ucap nana yang terlihat kelelehan iapun duduk diatas pasir yang ada ditempat teduh.


‘’nggak mau aku capek.’’ Ucap nana sambil menggembungkan kedua pipinya,yang membuat pandu selalu gemas.


Pandu pun tersenyum ,dan ikut duduk disamping istrinya yang sudah mengambek.


Nana tampak memutar matanya,jengah melihat suaminya yang sudah membuat ia kesal.


‘’ini.......’’ ucap pandu sambil menyodorkan kemeranya.


‘’nggak usah.’’ Ucap nana sambil membuang mukanya kearah lain.


‘’ya sudah kalau tidak mau melihat,mending aku hapus.’’ Ucap pandu hendak menekan tombol delete yang ada pada kamera tersebut.


‘’eh jangan dulu, aku mau lihat.’’ Ucap nana sambil merampas kamera itu dari tangan pandu.


‘’memang benar aku gendut.’’ Ucap nana masih sibuk dengan kameranya.lagi lagi pandu kembali menahan senyumannya.


‘’loh ,foto fotonya bagus,aku tidak gendut.’’ Ucap nana sambil menoleh kearah pandu.


Pandu tidak sanggup lagi menahan ketawanya


‘’kamu ingin mengerjaiku ya.’’ Ucap nana dengan kesal sambil melototkan matanya.


‘’siapa suruh kamu percaya, sayang.’’ Jawab pandu santai.


Nana hanya menggurutu kesal.


Pandu tidak berhenti tertawa karena melihat wajah kesal istrinya.


‘’udah dong ketawanya,kenapa malah ketawa sih.’’ Nana mengrinyitkan keningnya,tampak lucu bagi pandu.


‘’pandu kamu benar benar ya.’’gerutu nana kesal


Seketika pandu mencium bibir nana dengan cepat.

__ADS_1


membuat gadis itu terlihat diam mati kutu karena lagi lagi dia kecolongan.


‘’mulai sekarang ,aku tidak mau mendegar kamu memanggil namaku sayang.’’ Ucap pandu sambil menatap mata nana dengan serius.


Nana yang juga menatap pandu masih tak bergeming


‘’ma-maksud kamu apa ?aku tidak mengerti.’’ Ucap nana


‘’mulai sekarang panggil aku dengan panggilan khusus,kalau tidak aku akan menghukummu.’’ Ucap pandu lagi.


‘’menghukumku,tapi pandu.’’


Cup....


Satu kecupan lagi.


‘’itu adalah hukuman kalau kamu berani memanggil namaku.’’ Ujar pandu.


‘’lalu aku harus memanggilmu apa,kita seumurankan?aku panggil kamu pandu saja ya.’’ Ucap nana.


Pandu tersenyum sambil membelai wajah nana dengan sangat lembut.


‘’sekarang kamu sudah menjadi istriku,panggil aku hubby , sayang.’’ Ujar pandu


‘’hubby?


‘’iya sayang, hubby...’’ pandu tersenyum sambil mengulang kata katanya


‘’serius aku memanggil mu hubby.’’ Nana tampak tersenyum malu malu,dulu dia juga pernah berpikir,setelah menjadi istri seseorang ia akan memanggil suaminya itu dengan sebutan hubby,karena akan terkesan gimana gitu.


Pandu sangat gemas melihat wajah istrinya,pandu memegangi bahu istrinya dan memiringkannya agar menghadap kearahnya.seketika membuat jantung nana kembali berdesir saat pandu kembali menatapnya dengan begitu intens.


Ia mengusap kembali pipi nana dengan lembut,mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya dibibir pink milik nana.


Nana tampak memejamkan matanya,membuat pandu semakin berani memagut nana dengan sangat lembut dan juga perlahan.


Nana terbuai akan ciuman yang diberikan oleh pandu,ia pun mulai mengalungkan tangannya dileher suaminya itu.


Dengan dorongan pelan pandu membaringkan tubuhn istrinya itu diatas pasir,pandu pun melepas tautan bibir mereka,pandu baru tersadar bahwa sekarang mereka sedang tidak berada dikamar,melainkan dialam terbuka.mereka bertatapan dengan kening yang saling beradu.


Nana begitu terengah engah karena kehabisan nafas,membuat wanita itu semakin gemas terlihat oleh pandu.


‘’andai kita tidak sedang diluar sayang,aku pasti sudah menghabisimu sayang.’’ Bisik pandu tepat ditelinga nana,pandu pun ikut merebahkan tubuhnya disamping nana.


pandu dan nana saling menatap kearah langit yang tampak biru.dan nana pun memberanikan diri memeluk pinggang pandu.


‘’aku ingin sekali mendengar kamu memanggilku dengan sebutan hubby.’’ Ucap pandu yang juga memeluk bahu nana,karena saat ini tangannya sudah dijadikan tumpuan kepala istrinya itu.


‘’hubby.’’ Ucap nana secara spontan dan membuat pandu sedikit terkejut tapi bahagia.


‘’apa.... ucap pandu masih belum percaya.


‘’my hubby.’’ Jawab nana sambil beranjak lalu dengan mencium pipi pandu.


Karena malu nana berlari menjauh dari pandu ,dan merasakan betapa hangatnya pipinya saat ini,bentuknya sudah bak kepiting rebus.


pandu tersenyum bahagia melihat istrinya yang malu malu dan sudah mulai berani berinisiatif terlebih dahulu.


.


.


.


..jangan lupa like , commen dan vote yah.


tolong jangan ditunggu up selanjutnya dulu, soalnya author nggak janji untuk up setiap hari.


takut mengecewakan lagi.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2