
Tidak lama Rio datang menjemput Leo.
Leo langsung menghampiri Rio dengan Jessly yang masih larut dengan pikirannya sambil menatap kearah Leo.
Mobil telah berlalu, Jessly mulai tersadar, ia pun masuk kedalam rumah dan kembali kemeja makan, namun ia tersenyum samar kala mengingat saat Leo tadi mengusap pucuk kepalanya dan mencium keningnya.
Hatinya terasa berbunga-bunga.
Jessly segera menyuap makanannya.
Uweekk..uweeekk
Jessly menyemburkan makananya, lalu meminum air sebanyak mungkin.
"Nasi goreng ini asin sekali, ini tidak layak dimakan, rasanya tak seenak penampilannya." Ujar Jessly sambil mendorong sedikit piringnya.ia mengelap bibirnya dengan tisu.
Ia melihat kearah piring makan Leo tadi, nasi gorengnya habis tak tersisa.
"Ya ampun Leo mengabiskan makanannya."
"Kenapa dia tidak memberitahuku kalau makanannya tidak enak."
"Ish, , Apa leo tidak ingin mengecewakan aku?.." Ucapnya lagi.
"Leo , lama -lama aku bisa gila karenamu." Rengek Jessly.
Jessly segera menelpon Nia.
"Hallo Nia, , hari aku tidak masuk kantor, jadwalku hari ini tolong dialihkan besok, Ok." Ucap Jessly.
Jam telah mununjukkan Pukul 11 siang, sebentar lagi jam makan siang tiba.
"Nona semuanya sudah siap." Ucap Pelayan.
"Baiklah, terima kasih bi." Ucap Jessly.
"Sama -sama Nona." Pelayan itu menundukkan sedikit kepalanya.lalu kembali kedapur
"Apa meetingnya berjalan lancar, aku takut dia sakit perut karena makananku tadi." Ucap Jessly dengan cemas.
Breslin Group
Sebelum keluar dari mobil Jessly memakai maskernya terlebih dahulu, ia tidak ingin orang-orang mengenalinya.
Setelah mengaku sebagai saudara dekat Leo, bagian administrasi mengantar Jessly keruangan Leo setelah menelpon Rio untuk memastikan kebenarannya.
Karena Leo masih meeting , Jessly diminta untuk menunggunya Leo dirungannya.
Jessly memperhatikan setiap sudut ruangan Leo lalu beralih kepada pintu kamar Leo.
__ADS_1
"Enak sekali, diruangannya ada kamar begini." Pikir Jessly.
Jessly meletakkan tempat makan Leo diatas meja.
Cukup lama Jessly menunggu Leo, ia merasa bosan, ia pun iseng-iseng duduk dikursi Leo.
"Wak enak Juga kursinya, jauh banget dari kursi yang aku pakai, kalau kursiku seperti ini, aku bisa sering tertidur saking nyamannya." Ucap Jessly sambil menggesek-gesekkan kepalanya, saking nyamannya Jessly mulai memejamkan matanya.
"Leo lama sekali." Ucap Jessly, ia baru sadar kalau ada fotonya dimeja Leo.
Jessly mengerutkan keningnya sambil mengambil foto tersebut.
"Kenapa ada fotoku disini?."
"Hemmm, , mungkin ini hanya untuk meyakinkan Papa Breslin." Batin Jessly.
Jessly menyandarkan kepalanya kekursi, ia tampak tengah berpikir, namun lama kelamaan Jessly tertidur sambil memeluk fotonya sendiri.
"Emina, segera siapkan berkas yang aku minta tadi, jangan ada satupun poin-poin dari client kita yang tertinggal." Ujar Leo.
"Baik Tuan Bos." Jawab Emina.
"Hemmms.."
Rio membukakan pintu untuk Leo.
Rio mempersilahkan Leo untuk masuk
Namun Langkah Leo terhenti kala melihat seorang wanita tengah tertidur cantik dikursi kerjanya.
"Jessly.." Leo menatap kearah Rio.
"Iya Tuan muda, maaf saya lupa mengabari anda,tadi Bagian administrasi mengabari saya , bahwa Nona datang Kesini ingin menemui anda.
Leo tersenyum tipis.
" baiklah, , kau dan Emina boleh kembali."
Ucap leo.
Rio mengangguk mengerti lalu segera pergi dari sana bersama Emina.
Leo menghampiri Jessly, ia memperhatikan istrinya yang tertidur sambil memeluk foto dirinya sendiri.
Leo membungkuk lalu mengusap pucuk kepala jessly, dan menciumnya.
Leo mengambil foto tersebut, ia bermaksud hendak memindahkan Jessly kekamarnya, namun Jessly keburu terbangun dan terkejut.ia berdiri dan langsung mendorong tubuh Leo namun karena ia kurang keseimbangan Jessly hampir saja terjatuh kebelakang kalau tidak ditarik oleh Leo.
Jessly jatuh ketubuh Leo
__ADS_1
Deg deg deg
Mereka saling tatap
"Ya ampun kenapa dengan jantungku." Batin jessly.
Sementara Leo, jantungnya tak kalah mendebarkan saat Jessly berada diatasnya, ia menelan salivanya beberapa kali.
"A-apa kita akan tetap seperti ini." Gugup Leo.
"Hah.." Jessly langsung tersadar, buru-buru ia bangun dari tubuh Leo.
"Ma-maaf, A-aku minta maaf , aku tidak sengaja." Ucap Jessly gugup sekaligus malu.
Leo tersenyum tipis, ia menarik tubuh Jessly, ia menyentuh dagu Jessly dan langsung mencium bibir ranum Jessly.
Jessly membulatkan matanya.tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Leo.
Setelah berciuman Leo menatap Jessly sambil menyentuh pipi Jessly.Leo mempersatukan kening mereka, saat ini jantung mereka sama-sama tidak aman.
Leo memejamkan matanya
Ceklek..
Tiba tiba pintu ruangan terbuka, ada beberapa orang yang hendak masuk , membuat Jessly terkejut.ia segera melepaskan tangan Leo dan bersembunyi dibawah meja Leo.
Leo menoleh kearah pintu, ia terkejut saat Jessly menghempaskan tangannya dan segera bersembunyi.wajah leo tampak datar menatap kearah sekretarisnya.
"Maaf Tuan bos, , asisten client kita ingin bertemu dengan anda." Ucap Emina.
Dengan wajah datarnya Leo duduk di kursi kerjanya, sementara dibawah meja Jessly tampak cemas akan ketahuan.
Sebenarnya Leo ingin marah, karena sekretarisnya itu telah menganggunya dengan Jessly, tapi karena ada tamunya ia tidak bisa melakukan itu.
"Maaf menganggu sedikit waktu anda lagi Tuan, ini ada berkas-berkas yang harus anda tanda tangani sebelum kerja sama anda dan bos kami dimulai." ucap sekretaris A.
"Hemmm baiklah.." Leo mengambil bolpoint miliknya.
Sekretaris A pun menghampiri Leo kesampingnya, namun ada beberapa berkasnya yang terjatuh, membuat Jessly bertambah cemas, ia pun menggigit kukunya.
Sekretaris A hendak mengambilnya, namun Leo menahannya.
"Biarkan saya yang mengambilnya." Ucap Leo.
Leo membungkukkan badannya untuk mengambil berkas itu, Leo menatap Jessly yang juga menatapnya, tampa malu Leo mencium bibir Jessly lagi yang tengah bersembunyi dibawah meja.
Leo tersenyum tipis lalu kembali mengubah posisinya ia tersenyum penuh arti.
"masih sempat-sempatnya dia menciumku dalam situasi seperti ini." batin Jessly dengan kesal.
__ADS_1