
‘’kenapa tiba tiba pandu memecat tyan,ada apa dengan tyan?
‘’apa dia membuat kesalahan yang tidak bisa dimaafkan,dan pandu ...aku dengar dia sangat marah dengan tyan.’’pada saat kembali ke lift nana mendengar dari karyawan bahwa pandu sangat marah pada tyan. Nana yang masih berada didalam lift tampak berpikir.
Ting...pintu lift terbuka
Nana berjalan keruangannya dan kembali duduk dikursi kebesarannya.
Ting ..ting.ting....
Suara pesan whatsApp dari ponsel nana.
Nana mengambil ponsel tersebut dan membuka aplikasinya.
.’’ tyan!.’’ Nana yang tadinya duduk menyender mengubah posisinya.
‘’ sekretaris nana,maafkan saya karena telah lancang meminta bantuan kepada anda,dan membuat bos pandu menjadi salah paham dan marah terhadap saya ,saya tidak tau kalau sekretaris nana adalah istri bos pandu,sekali lagi maafkan saya.’’ Begitulah isi pesan dari tyan.
‘’ya ampun ,jadi pandu marah pada tyan dan memecatnya hanya karena dia meminta bantuan kepadaku.’’ Ucap nana terlihat marah.
‘’keterlaluan sekali pandu.’’ Ucap nana dengan wajah yang terlihat kesal.
‘’kasihan tyan,aku harus membantunya agar tidak jadi dipecat.’’
‘’lagian aku bingung dengan pandu,walau dia bersikap dingin,tapi dia tidak pernah main pecat seperti ini sebelumnya pada para karyawan.’’ Oceh nana
Tok.. tok.... tok.....
Nana membuka pintu ruangan pandu ,ia masuk dan menatap pandu dengan tatapan datar.
‘’sayang .’’ ucap pandu sambil tersenyum pada nana.
‘’ada apa sayang.’’ Ucap pandu saat nana sudah mendekat kearahnya.
‘’dia benar benar membuktikan omongannya,seharusnya aku bahagia,tapi hari ini aku benar benar tidak suka dengan perlakuan pandu yang memecat karyawan seenakknya seperti itu.kenapa dia bersikap berlebihan seperti ini.
‘’apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan sayang?’’ Tanya pandu lagi karena nana tidak kunjung berbicara.
‘’kenapa bapak memecat tyan?’’ tanya nana dengan kesal.
Seketika senyuman dibibir pandu menyurut ketika nana menyebut nama tyan.
‘’apa kamu marah aku memecatnya?.’’ Pandu malah balik bertanya dengan tatapan tidak suka.
‘’ anda memecat tyan,hanya karena dia meminta bantuan kepada saya.’’ Ucap nana lagi sambil menatap mata dingin suaminya itu.
‘’itu karena dia berani mendekatimu,aku tidak suka ada laki laki lain dekat dengan kamu nana,hanya suamimu yang boleh dekat denganmu.’’ Ucap pandu,bahkan siapapun karyawan laki laki yang dekat denganmu maka ia akan bernasib sama dengan pria itu.’’ Ancam pandu.
‘’tapi dia hanya meminta bantuan padaku,selama aku disini ,dia sudah menjadi temanku dan lala.’’ Ucap nana lagi.
‘’itu menurutmu sayang,tapi tadi aku melihat dia mencuri curi pandang darimu,aku tau dia suka dengan kamu.’’ Ucap pandu tak mau kalah.
Nana sangat kesal dengan pandu,kenapa sekarang dia berubah menjadi kekanak kanakan.
__ADS_1
‘’tapi kamu sudah keterlaluan,kenapa kamu harus memecatnya.’’ Ujar nana lagi.
‘’itulah hukuman yang harus ia terima.’’ Seru pandu .
Nana mengeram kesal ,pandu menatap nana dan senyumannya kembali muncul disudut bibirnya,timbul ide yang akan menguntungkan bagi dirinya.
Pandu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat kearah nana lalu tiba tiba memeluk wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
Nana terlihat panik saat tiba tiba dipeluk oleh pandu,pasalnya saat ini jantungnya berdebar dengan kencang saat pandu memeluknya.
‘’sial,kenapa jantungku selalu berdebar saat dekat dengan pandu,apa aku masih mencintainya.’’ Batin nana tubuhnya tampak menegang.
Pandu melepaskan pelukannya,menatap nana dengan penuh arti,membelai rambutnya lalu mencium kening nana sekilas,kemudian pandu mencium bibir nana dengan sangat lama,membuat wanita itu semakin menegang dan melototkan matannya,tidak percaya apa yang telah dilakukan oleh pandu.
‘’dia menciumku.’’ Ucap nana dalam hati ia masih tak bergeming.
‘’ciuman pertamaku,benar benar bersama pandu.’’ Batin nana lagi,dulu dia pernah mengatakan pada kedua sahabatnya,bahwa ciuman pertamanya akan ia berikan kepada pandu,laki laki yang benar ia cintai,dan sekarang kesampaian.yeeeeeee
‘’aku tidak ingin dia mendekatimu lagi,kamu hanya milikku nana.’’ Ucap pandu sambil meradukan keningnya dengan kening nana.
‘’itu adalah ciuman pertamaku,aku memberikannya padamu sayang .’’ ucap pandu sambil tersenyum tipis dengan posisi yang masih sama.
‘’itu juga ciuman pertamaku.’’ Ucap nana yang masih terbuai akan ciuman pandu tadi.
‘’aku sangat senang ,kalau aku adalah orang yang pertama menciummu sayang.’’ Ucap pandu dengan senang.
Nana dan pandu saling memejamkan matanya masing masing.seketika nana membuka matanya,teringat untuk apa dia datang kesana.nana mendorong tubuh pandu dengan kasar agar menjauh darinya.
‘’ada apa?.’’ Tanya pandu kaget karena didorong oleh nana.
pandu sedikit merapikan jasnya lalu kembali duduk dikursi kebesarannya,jujur ia sangat kecewa dengan perlakuan nana yang mendorongnya dengan kasar.
Nana kemudian duduk dikursi yang ada didepan pandu.
‘’pandu,aku mohon kamu jangan pecat tyan.’’ Mohon nana , ia yakin pandu hanya salah paham.
Pandu tersenyum miris,ia masih terlihat kecewa.
‘’kamu masih saja membelanya.’’ Ucap pandu sambil melihat kesembarangan arah.
‘’bu-bukan begitu pan,nana tau saat ini pandu pasti sedang marah padanya karena sudah mendorongnya dengan kasar.... aku hanya kasihan pada keluarga tyan,tyan adalah tulang punggung keluarganya,kalau tyan tidak bekerja keluarganya mau makan apa,jadi aku mohon jangan pecat dia,kalau kamu mau ,kamu bisa memecatku saja.’’ Ucap nana yang membuat perhatian pandu kembali teralihkan pada nana.
Pandu menarik salah satu sudut bibirnya.
‘’baiklah,aku tidak akan jadi memecat tyan,asalkan....pandu menjeda omongannya.nana menunggu ucapan pandu selanjutnya.
‘’asalkan kita tidak pisah kamar lagi,dan kamu bersedia berhenti bekerja dan fokus untuk mengurusku.’’ Ucap pandu yang membuat nana melototkan matanya dengan sempurna.
‘’apa? ucap nana tidak percaya.’’
‘’kalau kamu tidak mau ya sudah,tidak papa aku tidak akan memaksa.’’ Ucap pandu yang pura pura fokus dengan dokumen yang ada diatas meja.
‘’itu artinya aku akan tidur dengannya,melihat wajahnya setiap hari.’’ Nana berucap dalam hati.
__ADS_1
‘’kalau kami tidur sekamar itu artinya dia pasti akan meminta haknya.’’ Batin lagi jujur nana belum siap.
‘’bagaimana?.’’ Pandu kembali melihat kearah yang masih tampak berpikir.
‘’ya sudahlah,dari pada tyan dipecat,kasihan keluarganya,mereka pasti akan menderita kalau tyan tidak bekerja.’’ Pasrah nana.
‘’okey aku mau.’’ Ucap nana pelan.
‘’mau apa,bicara yang jelas sayang.’’ Ucap pandu sambil tersenyum tipis.
Nana sedikit menghela nafasnya.
‘’aku mau kita tidak pisah kamar lagi dan aku juga akan berhenti dari pekerjaanku.’’ Ucap nana dengan wajah datar.’’
‘’bagus sayang .’’ ucap pandu dengan senang.
‘’aku harus berhenti dari pekerjaanku yang baru seumur jagung ini, ya ampun.’’ Sedih nana dalam hatinya sambil mengrucutkan bibirnya.
Tampak pandu mendekatkan telepon kantor ketelinganya.
‘’iya hallo,segera cabut surat pemecatan atas naman tyan,hubungi dia,dan suruh bekerja kembali besok.’’ Ucap pandu keseberang telepon.
diam sejenak.
‘’ba-baik tuan.’’ Kepala HRD mengrinyit heran.
‘’apa kamu sudah puas sayang.’’ Tanya pandu pada nana setelah mematikan telepon.
‘’hemmmm.’’ Nana mengangguk lalu menatap kesembarangan arah.’’
‘’aku sudah tau kalau tyan ternyata adalah tulang punggung keluarganya,aku jadi tidak tega memecatnya,dia juga membiayai sekolah adiknya.’’
Ternyata setelah memecat tyan,pandu menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tau informasi tentang tyan.dia tau sikapnya sudah keterlaluan,hanya karena cemburu ia tega memecat karyawan tidak tidak mengetahui hubungannya dengan nana.
ternyata dengan memecat tyan ada keuntungan yang bisa diraih oleh pandu,sebenarnya setelah mendapat informasi dari orang suruhanya,pandu sudah membatalkan surat pemecatannya tersebut.namun tiba tiba nana datang dan memberikan penawaran yang baik untuknya.
Sementara diruang HRD kepala HRD tampak kebingungan.
‘’ada apa bu?
‘’tadi bos pandu sudah memberitahuku,kalau dia tidak jadi memecat karyawan bernama tyan,tapi sekarang ia malah memberitahukan hal yang sama lagi.’’ Jawab kepala HRD tersebut dengan heran.
‘’mungkin pak bos tadi lupa kalau sudah memberitahu ibu.’’ Ucapnya lagi.
‘’tidak mungkin,bos kita masih muda ganteng lagi,masa sudah pelupa.’’ Ucap bu fatma sikepala HRD.
.’’ bisa sajakan bu.’’Karyawan hrd menggedikkan bahunya sambil tertawa kecil.
‘’sudah lanjutkan kerja kalian,jangan menggosip.’’ Seketika semua menjadi hening sibuk dengan pekerjaannya masing masing.
Wah author up tiga episode hari ini
Jangan lupa like dan vote yah.
__ADS_1
Terima kasih