
Pukul 3 sore Pandu dan nana berangkat kebandara ,disana ternyata mereka sudah ditunggu oleh kevin dan viona yang sudah datang lebih dulu.
Di bandara internasional soekarno hatta.
mereka masuk kedalam pesawat yang akan membawa mereka terbang kesingapoera.
‘’sayang,,wajahmu kelihatan sangat pucat, aku tidak mau kamu kenapa napa,bagaimana kalau kita tunda saja dulu untuk pergi kesingapoera.’’ Ucap pandu yang terlihat khawatir dengan kondisi nana.
‘’sudah kubilang hubby,kita tidak papa,aku tidak mau menunda nunda lagi untuk bertemu dira.’’ Nana berucap dengan bibir pucatnya.
‘’iya nak,,bibir kamu pucat banget,,apa kamu sakit.’’ Ucap viona.saat ini viona sudah tidak marah lagi,,dia sudah mau mengerti dengan kebohongan yang dilakukan oleh pandu kevin.suaminya melakukan hal tersebut karena tidak ingin membuat dirinya dan nana bersedih kerena mendengar kondisi dira.
Nana menggeleng menandakan bahwa ia tidaklah sakit.
‘’ndu sepertinya istri kamu memang sakit deh, apa sebaiknya kita tunda dulu kepergian kita... kita kerumah sakit."Timpal kevin .sangat jelas mereka semua melihat wajah nana sangat pucat.
"jangan, aku ingin melihat keadaan dira, kita tidak perlu menunda perjalanan ini.
Nana menatap pandu yang juga tengah mentapnya dengan tatapan khawatir
‘’aku benar benar tidak papa hubby.’’ Ucap nana sambil tersenyum meyakinkan pandu kalau ia benar benar baik baik saja.
‘’kamu yakin sayang?.’’
Nana mengangguk dan tersenyum yakin.
‘’ya ampun kenapa istriku jadi keras kepala begini sekarang,aku tahu saat ini dia pasri sedang menahan rasa sakit.’’ Batin pandu.
‘’aku harus kuat,aku tidak boleh membuat semua orang khawatir.’’ Batin nana.
sebenarnya nana memang merasakan kepalanya sangat pusing,dan perutnya juga lagi lagi terasa sangat kembung.
‘’sebenarnya ada apa denganku,tidak biasanya aku seperti ini, apa aku keracunan makanan ?‘’.......
‘’yasudah ,karena perjalanan kita sangat jauh,,, sebaiknya kamu tidur sayang.’’ Ucap pandu .
‘’baiklah hubby.’’ Nana mengangguk ,memang itu yang ia butuhkan sekarang.
Pandu memeluk bahu nana,nanapun menyenderkan kepalanya dibahu pandu.
Viona dan kevin tersenyum kearah satu sama lain.
‘’kamu juga pengen yank?."’ goda kevin pada viona.
‘’tidak.’’ Ucap viona lalu ia fokus dengan layar ponselnya.
Pandu tersenyum sambil mengusap usap kepala nana,dan sekali kali mengecup keningnya.
Sedangkan nana merasa sangat nyaman dengan posisinya saat ini,dengan cepat ia tertidur lelap.
Setelah berapa jam diatas pesawat,akhirnya mereka tiba singapoera.
Nana merasaka mual lagi
‘’hubby tunggu ,aku ingin ketoilet sebentar.’’ Nana langsung berlari ketoilet yang ada di bandara.
‘’nana tunggu.. gue ikut.’’ Teriak nana sambil mengikuti nana dari belakang.
‘’sebenarnya istri lo kenapa sih ndu,,apa dia mabuk pesawat...tapi rasanya itu tidak mungkin.’’ Ucap kevin.
__ADS_1
Pandu juga bingung ia juga tidak tahu apa yang terjadi dengan istrinya.
Dari bandara pandu dan kevin langsung membawa para istri mereka menuju kerumah sakit tempat dira dirawat.
“tante mida.” Lirih nana dan langsung memeluk bu hamidah.
Tangis keduanya pecah ketika sudah sampai dirumah sakit.
"nana." wanita paruh baya itu ikut menangis.melihat kedatangan kedua sahabat anaknya.
“kenapa tante nggak pernah ngasih tau kondisi dira sama nana.”ucap nana dengan air mata yang tak berhenti keluar dari sudut matanya.
Bu hamida melepaskan pelukannya
“maafkan tante nana,tante hanya tidak ingin membuat kalian sedih dengan kondisi dira saat ini.makanya tante tidak ngasih tau kalian,bahkan tante mematikan nomor kontak tante dan dira supaya kalian tidak bisa menghubungi kami.” Ucap tante hamida sambil mengusap air matanya.
"tante tau, nana berusaha mencari keberadaan dan nomor kontak dira yang baru pada semua teman teman kami saat di sma dulu, tapi tidak ada yang tau ." ucap nana lagi.
"sekali lagi maafkan tante nana, tante tak bermaksud membuat nana susah." lirih bu hamidah.
" tente jangan seperti itu, tante tidak pernah membuat nana susah."ucap nan lagi.
“tante.” Kini giliran viona yang memeluk bu hamida.
“viona .” balas bu hamida sambil mengusap usap punggung viona.
“maafkan viona tante,seharusnya viona dan nana datang dari awal .” Ucap viona .
bu hamida menggeleng.
"tidak ada yang salah disini ..
“viona ,nana,tidak perlu meminta maaf pada tante,atau dira.kalian itu tidak salah apa apa,dira sendiri yang tidak memperbolehkan tante untuk ngasih tau tentang kondisinya pada kalian.” Ucap bu hamida.
Bu hamida menceritakan semuanya tentang kondisi dira mulai dari awal ia terkena penyakit kanker hingga dira menjalankan operasi dan tak sadarkan diri hingga sekarang.mendengarkan cerita bu hamida,nana dan viona tampak menangis mereka saling berpelukan memberi kekuatan satu sama lain.
Pandu dan kevin serta para pengawalnya yang lain hanya diam ,menyaksikan percakapan ketiga wanita itu yang terlihat megharu biru itu.
“ tante boleh kami masuk melihat dira tan.”’ Ucap viona lagi sesaat setelah menata kembali perasaannya.
“tentu boleh sayang.” Bu hamida mengagguk lalu tersenyum sambil menghapus air matanya.
“terima kasih tante.’’ Ucap nana.
"tapi nana, apa kamu tidak papa sayang, kamu kelihatan pucat sekali nak." ucap bi hamidah melihat bibir nana yang pucat tidak dialiri darah sama sekali.
"nana tidak papa , ini mungkin karena nana jarang pakai make up akhir akhir ini , apa bisa kami melihat dira sekarang tan?
bu hamida kembali mengangguk
Viona dan nana pun masuk kedalam ruangan dira setelah memakai pakaian khusus.
Nana dan viona sama sama menatap kearah dira yang terbaring diatas tempat tidur rumah sakit.wajah dira tampak cerah seperti biasanya,ia hanya seperti orang yang sedang tidur, orang tidak akan menyangka kalau dirinya benar benar sedang koma.
hanya saja banyak alat alat yang dipasang ditubuhnya.
Nana yang melihat banyak alat yang dipasang kedalam hidung dira,hanya bisa menahan tangisnya,ia sebenarnya ia tidak tahan melihat dira seperti itu.
Begitu pula dengan viona,ia tak kalah bersedihnya.mereka pun mendekat kesamping dira.
__ADS_1
“kemana dira kita yang dulu,hiks hiks hiks..”” lirih viona yang begitu sendu melihat wajah dira.
Sedangkan nana tidak berani menatap wajah dira,ia terlihat menundukkan kepalanya mencoba membendung airmatanya yang sedari tadi memang sudah keluar dari tempatnya .
“dira ,,bangun dir,,apa kamu tidak ingin melihatku lagi .”’ Ucap nana dengan pelan.nana sedikit memeluk dira dan menyenderkan kepalanya dibahu dira.
Nana mengingat semua kenangan mereka disaat mereka bersama,saat mereka masih SMA mereka kemana kemana selalu bersama,bahkan sekarang nana merasa bersalah mengingat ketika dira terkena masalah karena ulahnya dan viona .mereka berdua pernah mengerjai leo, menguncinya dan menakut nakuti leo didalam toilet.dira yang membantu leo waktu itu ,malah dituduh oleh leo bahwa diralah yang mengerjainya.
Nana tidak tahan melihat kondisi dira,ia beralih memeluk viona.
“bangun dir.” Nana menangis sejadi jadinya,airmatanya tumpah ruah di ditubuh viona.
“vi... dira vi..” ucap nana pada viona.
“ na,tenang na,kita harus sabar,,yang harus kita lakukan saat ini adalah mendoakan dira supaya dia cepat sadar.” Ucap viona ,sebenarnya ia juga sama dengan nana,namun viona masih mencoba untuk tegar,untuk menguat sahabatnya.
Melihat nana yang terlihat begitu lemas,dan terus menangis.viona memutuskan untuk membawa nana keluar dari ruangan dira.
Saat nana dan viona keluar dari ruangan itu, tampak airmata mengalir dari sudut mata dira.
Pandu yang melihat nana dipapah oleh viona langsung menghampirinya dan menarik nana kedalam dekapannya.
“sayang.” Ucap pandu .
Nana hanya diam,ia menatap kesembarangan arah dengan tatapan yang kosong.
“yank ,nana kenapa?” Bisik kevin melihat nana tak bergeming.
“nana sangat shock melihat kondisi dira yank.” Ucap viona yang juga masih terlihat sedih.’’
“hubby,,apa dira akan sadar?.” lirih nana pada pandu dengan suara yang tercekat.
“tentu sayang,,kamu harus yakin ,,dira pasti bisa melewati masa kritisnya.” ucap pandu sambil mengelus elus punggung nana.
"yang harus kamu pikirkan saat ini juga kondisimu sayang.aku tahu sedang tidak baik baik saja." ucap pandu , saat ini ia cemas dengan keadaan nana.
“tapi dira sudah lama koma kan,,apa mungkin dira bisa sadar kembali...
‘’shuttt,,, pandu melepaskan pelukannya...kamu harus percaya sayang,,didunia ini tidak ada yang tidak mungkin kalau tuhan sudah berkehendak,yang penting kamu hari yakin dan percaya kepada yang diatas.” Jelas pandu
‘’aku banyak salah sama dira ,hubby.” Ucap nana sedih sambil menurunkan bibir.
“kamu harus yakin ,sayang. Bahwa dira bisa sadar” ucap pandu sambil mengecup kening nana,lalu memeluk tubuh lemah itu kembali.
"yang aku khawatirkan saat ini adalah kamu sayang." ucap pandu memejamkan matanya menahan airmatanya agar tidak keluar.
Nana tampak memegangi keningnya,kepalanya terasa pusing tak tertahankan.
“aak akhh..” nana mendesah , ia masih berada dalam pelukan pandu.
“ kepalaku.” Batin nana.
“nana.” Panggil viona yang melihat nana memegangi kepalanya, nana juga merasa ingin muntah.
Mendengar nana mendesah pandu melepaskan pelukannya .
“sayang ,kamu kenapa sayang.”teriak pandu sambil memegangi kedua bahu nana.. suara pandu hanya didengar samar samar oleh nana.nana melihat keatas langit langit plafont rumah sakit,kepalanya terasa berputar putar.
Membuat pandu sangat khawatir.
__ADS_1
“hub-by..” lirih nana secara tertahan,kemudian nana jatuh pinsan kepelukan pandu.membuat semua orang terkejut.
“nana bangun sayang.” teriak Pandu mengguncang guncang tubuh nana dengan airmata yang sudah tampak menetes .