Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 36


__ADS_3

"pandu kenapa tiba tiba diam setelah menerima telepon,memangnya siapa yang menghubunginya.’’ Batin nana sambil melirik kearah pandu yang tengah fokus menyetir.


Nana sedikit heran ,karena pandu tak melintasi jalan menuju kerumahnya.


‘’apa ini jalan pergi kerestaurant mama?.’’ Tanya nana sambil memandang kearah jalan lalu melirik kearah pandu.karena nana memang belun tahu dimana alamat restaurant mama galih.


‘’bukan sayang,kita akan pergi kerumah stella sebentar.’’ Ujar pandu sambil melirik kearah nana dengan tatapan datar,kemudian kembali fokus melihat kedepan.


Nana sedikit mengrinyitkan keningnya.


‘’untuk apa dia juga membawaku kerumah pacarnya,ternyata benar pandu masih ada hubungan dengan stella ,kenapa hatiku terasa sakit begini,aku tidak akan pernah memiliki hati pandu.’’


Nana memutar lehernya kearah pandu,melihatnya dengan sangat lama.


‘’ada apa sayang?.’’ Tanya pandu ketika merasa diperhatikan oleh pandu.


‘’bukannya kita akan pergi kerestaurant mama,kenapa malah mau pergi kerumah stella.’’ Ucap nana meluruskan pandangannya,dia tidak ingin pandu melihat wajahnya ketidaksukaanya.


‘’aku tidak ingin melihat kemesraan mereka disana.


‘’cuman sebentar kok sayang,aku hanya ingin melihat keadaan stella sebentar,dia bilang dia sedang sakit.’’ Ucap pandu sambil melihat kearah nana.


‘’sebegitu perhatiannya dia sama pacarnya ,bahkan dia membawa istrinya kerumah pacarnya itu,sungguh tidak tahu malu.’’ Batin nana airmatanya sudah berlinang,namun nana tetap berusaha menahannya mengalihkan pandangannya kesamping kaca mobil.


hening...


Hening...


Kedua mata pandu berungkali melirik kearah nana yang sedang memandang kearah jalanan dari balik kaca mobil.


‘’sayang.tidak papakan kalau kita kesana sebentar.’’pertanyaan pandu membuat perhatian nana teralihkan.


‘’terserah kamu saja.’’ Ucap nana tampa senyuman dan melipat kedua tangannya diatas perut,dia berusaha tidak peduli,biar bagaimanapun stella adalah orang yang dicintai pandu,dan pandu tidak pernah mencintai nana,pernikahan mereka hanya berdasarkan paksaanya orang tua, dia tidak bisa melarangnya untuk bertemu stella.


Mobil yang pandu kendarai kemudian berhenti disebuah halaman yang tidak terlalu besar,rumahnya tampak biasa saja,tidak seperti rumah orang kaya seperti umumnya.


‘’apa benar ini rumah stella?.’’ Dari dalam mobil nana mengedarkan pandangannya keluar.


Saat pandu hendak membuka pintu mobil untuk turun,namun terurungkan saat nana terdiam tampa mengubah posisinya.


‘’sayang ayo turun.’’ Ucap pandu membuat nana perhatian nana teralihkan.


‘’tidak,aku akan menunggu disini.’’ tolak nana,ia tidak ingin melihat suaminya bermesraan dengan pacarnya,sudah cukup sakit hati nana selama ini.


‘’ayolah sayang,temani aku menemui stella sebentar saja.’’ Ujar pandu yang membuat kening nana sedikit berkerut.


‘’dia memintaku untuk menemaninya bertemu pacarnya, dasaaar.’’


‘’tidak ,aku disini saja pergilah,kasihan stella dia sedang sakitkan,dia pasti sangat membutuhkanmu ,aku akan menunggu disini.’’ ucap nana yang membuat pandu menyipitkan matanya.


‘’aku ingin kamu ikut supaya ,agar kamu tidak salah paham kepadaku,sayang.’’ Batin pandu.


Nana dan pandu saling beradu pandang .


Pandu keluar dari dalam mobil ,setelah menghakiri pandangannya.


‘’kenapa sakit sekali.’’ Batin nana.


Nana memperhatikan pandu yang sudah keluar dari mobil,dia pikir pandu akan segera masuk kedalam rumah itu,tetapi pikirannya salah,pandu malah membukakan pintu untuknya.


‘’ayo turun,aku tidak ingin kamu berpikiran macam macam nantinya,stella didalam hanya sendirian,dan aku sebagai sahabatnya hanya ingin menjengukknya dengan istriku.’’ Ucap pandu yang membuat nana bingung.

__ADS_1


Dengan terpaksa nana pun turun dari mobil.


‘’sahabat.sahabat yang sudah menjadi pacar.’’ Batin nana dengan kesal.


Nana dan pandu berjalan beriringan dengan pandu yang terus menggengam tangan nana,langkah mereka terhenti didepan pintu utama rumah tersebut.


Nana kembali mengedarkan pandangannya kearah sekitar rumah.


‘’apa benar ini rumah stella,aku tidak yakin.’’ Batin nana ingin ia bertanya pada pandu,tapi untuk saat ini nana sedang malas berbicara.


Setelah pandu mengetuk pintu sebanyak tiga kali,suara lemas stella terdengar menyaut dari dalam.


Pintu pun terbuka,sedikit senyuman dibibir pucat stella,saat melihat orang yang ditunggu tunggu sudah datang,namun senyumannya sirna saat dirinya juga melihat nana bersama dengan pandu disana.


‘’kenapa dia juga datang kesini?.’’ Batin stella.


‘’hey stella.’’ Sapa nana saat pandangan mereka bertemu cukup lama,nana menampilkan sedikit senyuman tipisnya,namun stella tak membalasnya.


‘’dia pasti tidak suka aku ada disini.’’ batin nana dengan masih memperlihatkan senyuman paksanya.


‘’hah siall ....kenapa pandu malah mengajak nana kesini,aku pikir hanya akan ada aku dan pandu disini.’’ batin nana.


‘’uhhuk uhuk stella pura pura batuk.....ayo masuk pan,nana.’’ Ajak stella.


‘’ stella,aku cukup terharu dengan apa yang kamu alami,aku tidak percaya papamu bisa setega itu padamu,sampai mengusirmu dari rumah demi istri barunya,dan melihat kondisimu yang sedang sakit ini,aku sebagai sahabatmu juga sangat perhatin"ujar pandu setelah melihat kondisi stella, pandu sungguh tidak tega setelah mendengar cerita stella dari sambungan telepon.


stella hanya menunduk,ia terlihat sedih,saat apa yang menimpa dengan dirinya.


‘’terima kasih pandu,kamu sudah mau peduli dengan ku.’’ Ucap stella sambil mendongakkan kepalanya.


‘’aku tidak menyangka papaku juga berbuat seperti itu padaku.’’ Ucap stella sambil menangis.


‘’sebenarnya apa yang terjadi.’’ Batin nana tidak mengerti apa yang dikatakan oleh pandu dan stella.


‘’tidak ada yang berubah,cuman hanya sedikit pucat.’’ Dengan masih memperhatikan stella.


‘’tapi tidak papa kok pan,aku sudah mengikhlaskannya,aku hanya bisa berharap semoga papa bisa bahagia dengan istri barunya itu.’’ Ucap stella sambil tersenyum pada pandu.


‘’aku senang kamu tidak dendam sama papamu,oh ya aku sudah menelpon dokter dari rumah sakit untuk datang kesini,mereka akan memeriksa keadaanmu.’’ Ucap pandu yang membuat stella terkesiap,sedangkan nana hanya terlihat diam saja.


‘’apa....ti-tidak usah pandu,tadi aku sudah pergi berobat ,jadi kamu tidak perlu lagi mengirim dokter untukku,aku tidak ingin kamu repot repot..’’ Ucap stella.


‘’kalau pandu mengirim dokter kesini itu bisa gawat,aku akan ketahuan hanya pura pura. Batin stela sambil memutar matanya.


‘’aku yakin stella tidak sakit,dia hanya pura pura untuk mendapatkan perhatian dari pandu.’’ Batin nana yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik stella.


‘’oh ya aku juga sudah menelpon kevin dan viona kesini untuk melihat kondisimu,sebagai sahabat ,kami tidak akan membiarkan kamu tersiksa seperti ini stell.’’ Ucap pandu lagi.


‘’pandu hanya mengangap stella sebagai sahabatnya,jadi apa mereka tidak pacaran.’’


‘tapi kenapa stella mengaku kalau dia adalah pacar pandu.’’batin nana yang masih bingung.


‘’kenapa malah mereka yang terlihat dekat.’’ Batin stella melihat tidak suka saat pandu dan nana duduk berdekatan


‘’sayang ,sebentar lagi dokternya akan datang,setelah stella diperiksa,baru kita pergi kerestaurant mama.’’ Ucap pandu pada nana yang duduk disampingnya.


‘’hmmm baiklah.’’ Ucap nana sambil mengangguk dan sedikit tersenyum pada pandu,hatinya sedikit lega,ternyata yang dikatakan stella tidaklah benar,pandu hanya menganggap stella sebagai sahabatnya.mungkin stellanya aja yang kepedean menganggap pandu sebagai pacarnya.


Mendengar kata dokter,tubuh stella gementaran,dia takut kalau pandu akan tahu kalau dia sebenarya tidak sakit.


‘’dia terlihat takut.’’ Batin nana

__ADS_1


‘’kenapa dokternya lama sekali.’’ Ucap pandu sambil melihat kearah jam tangannya.


"‘sabar,sebentar lagi dokternya pasti akan.’’ Ucap nana tersenyum sambil mengusap usap lengan pandu.dia sengaja memperlihatkan kemesraannya didepan stella,sedangkan pandu hanya membalas senyuman istrinya,tidak pernah istrinya itu bersikap manis kepadanya.


‘’iya sayang,tapi kita akan telat pergi kerestauran mama,apa kita pergi sekarang saja.’’ Ucap pandu lagi.


‘’bagaimana kalau besok saja kita kerestaurant mama,kita tunggu dokter yang akan memeriksa stella,kasihan kan stella sendirian disini,lagi sakit pula.’’ Ucap nana tampa memudarkan senyumannya.


‘’sial,dia pasti sengaja menahan pandu agar tetap disini .’’ batin stella menatap nana dengan tajam.


‘’sebentar lagi pandu pasti akan tau kebohongan mu stell,aku yakin stella hanya berpura pura.’ Batin nana sambil melirik kearah stella.


Drttttt drtttt drtttttt


‘’hallo .’’ ucap pandu setelah mengangkat teleponnya


..............


‘’benarkah.’’ Ucap pandu sambil mengrinyitkan keningnya.


..........


‘’okey tidak papa,iya.’’ Ucap pandu lalu mengakhiri panggilannya.


‘’ada apa pan.’’ Tanya nana melihat kearah pandu.


‘’ada sedikit kendala,mobil dokter yang aku suruh kesini mogok dijalan,jadi dia tidak bisa datang kesini.’’ Ucap pandu dengan datar.


Sedangkan stella dapat hatinya bernafas dengan lega,karena kebohonganya tidak akan terbongkar.


‘’benarkah.’’ Ucap nana yang terlihat kecewa.


Pandu hanya mengangguk.


‘’stella mengeluh sakit dibagian perut,aku takut kalau ginjalmu yang bermasalah.’’ Ucap pandu dengan khawatir akan gadis yang diaggap sahabatnya itu.


‘’tidak papa pan,kamu sudah berusaha menolongku,tadi sudah aku bilang aku juga sudah memeriksakan kondisiku pada dokter.’’ Ucap stella dengan suara dibuat selemas mungkin sambil memegangi perutnya.


‘’selamat.’’ Batin stella dengan lega


‘’dokter bilang memang ada sedikit masalah dengan ginjalku.’’ Ucap stella lagi.


‘’dengan penyakit ini pandu pasti akan lebih sering memperhatikanku,dari dulu kevin dan pandukan selalu perhatian sama aku.’’ Batin stella sambil tertawa dalam hati.


‘’tapi kok aneh ya,kenapa hatiku yakin sekali kalau si stella tidak benar benar sakit.’’ Batin nana sedari tadi memperhatikan gerak gerik stella.


‘’aku akan mencoba berbicara dengan papamu nanti,kenapa dia bisa setega itu terhadapmu.’’ Ujar pandu pada stella.


‘’terima kasih pan,kamu selalu baik padaku.’’ Balas stella sambil menunduk.


"aku masih penasaran dengan stella."


.


.


.


.


..segitu dulu ya, maaf author bakalan slow up.

__ADS_1


ada banyak hal yang harus author kerjakan.


tapu like sama votenya jangan lupa ya.


__ADS_2