Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 116


__ADS_3

"bagaimana perasaanmu sekarang dir?." tanya jimi , setelah duduk ditempat jeslee tadi.


" hmmmm, , , sudah agak membaik kak." jawab dira sedikit menampilkan senyumannya.


jimi mengangguk angguk


"syukurlah, , tuhan begitu baik pada kita, dia memberi kesempatan hidup satu kali lagi padamu " ucapnya kemudian.


"iya kak." jawab dira.


"kakak minta maaf , ucap jimi , membuat dira mengerutkan keningnya , , pada saat masa masa kritis kamu, kakak dan jeslee tidak bisa menemani kamu dan mami, padahal setelah kepergian nenek hanya aku dan jeslee keluarga kamu dan mami." sesal jimi, ia menampakkan raut wajah sedih.


"kakak merasa bersalah padamu dan mami." ucapnya lagi.


"kakak apa apaan sih, kenapa harus minta maaf sama gue dan mami, , itu bukan kesalahan kakak kok,mami sudah cerita semuanya ke aku kenapa kakak tidak bisa datang menemui kami di sangapoera.


jimi mengangguk


" iya, , selama beberapa bulan , aku dan jeslee tidak bisa keluar dari apartement, , karena memang saat itu kondisi negara sangat parah, , dan kami dilarang untuk bepergian keluar negeri, jangankan keluar negeri , keluar rumah saja tidak boleh, sangat dibatasi, kakak sempat frustasi saat itu, bagaimana dengan pekerjaan kakak kalau tidak boleh keluar dari rumah.


"iya kak gue ngerti kok.


" oh ya kak, jadi kakak sudah yakin buat menetap disini?tanya dira


"iya kakak sudah yakin, kakak juga sudah mengurus semua dokumen dokumen kepindahan kesini." jawab jimi.


"baguslah kak, gue senang dengarnya , itu artinya kita berkumpul lagi satu keluarga , dan kita tidak akan terpisah jauh lagi." ucap dira senang.


" kakak juga senang kita berkumpul lagi kayak dulu,dan sekarang jeslee sudah ada temennya , kakak tidak khawatir lagi, disana dia sering kesepian karena kakak tinggal bekerja.


dira mengangguk angguk tidak semangat.lalu melihat kelayar ponselnya yang mati.


"dir, kakak lihat dari tadi kamu lemas banget, , kamu sudah minum obat? tanya jimi, membuat dira menoleh kearah jimi.


" apa ada yang kamu pikirkan?selama kakak disini kamu tampak murung?


"dira, jangan terlalu banyak berpikir dulu ya, kamu masih belum sehat, kakak tidak mau kamu kenapa- napa lagu, kasihan mami jika harus sedih lagi karena melihat kondisi kamu." ucap jimi.


dira menggeleng


"nggak kak, gue nggak nggak mikirin apa- apa kok." jawab dira datar.


"hmmm , , dira, kamu ingat tidak , , saat terakhir kakak datang kesini?" tanya jimi pada dira.


"aku tidak ingat kak, aku lupa." jawab dira.


" terakhir itu waktu kamu meluk kakak saat itu tidak memakai baju karena baju kaka kebasahan kena hujan ,dan setelah seperkian detik kamu melepaskan pelukan itu, , dan tiba tiba saja kamu menangis sekencang kencangnya , tampa tau sebabnya, , kakak sangat bingung waktu itu.


dira membulatkan matanya , kenapa kakaknya mengingatkannya tentang hal itu.


"ka-kakak mengingatnya?tanya dira gugup


dia sangat sedih mengingat kejadian, yang membuatnya harus dibenci oleh orang yang dicintainya.


"tentu kakak ingat, , saat kakak tanya kamu kenapa, kamu, tidak menjawabnya, dan malah menangis sambil bersimpuh." jelas jimi lagi.


dira tampak meneteskan air matanya, mendapati hal itu jimi mengerutkan keningnya.


"dira kenapa kamu menangis?ucap dira membawa dira kepelukannya.


" kenapa kakak mengungkit ungkit hal itu lagi, hiks..hiks..hisk...."ucap dira menangis dipelukan jimi.


"maafkan kakak dira, kakak pikir tadi saat kamu menangis waktu itu pasti karena mengetahui penyakit kamu yang sangat berat , dan kamu belum bisa nerima semua itu, please jangan nangis kakak tidak tega melihatnya, maafkan kakak, maafin kakak ya." berulang jimi meminta maaf sambil mengelus elus pucuk kepala dira.

__ADS_1


" waktu itu kenapa kamu tidak memberitahu kakak , tentang penyakitmu?.


dira hanya diam sambil cegukan


sebenarnya tadi dira tidak ingin menangis karena pertanyaan dari kakaknya, tapi ketika mengingat kondisi arka sekarang, ia merasa sangat bersalah karena telah melakukan itu pada arka.


dira melepaskan pelukannnya dan menatap kearah jimi dengan mata yang sudah berair.


"sekarang adik tomboy kakak makin cengeng ya?." jimi mengusap arah sekitaran mata dira.


dira masih cegukan sambil menarik ingusnya yang naik turun.hidungnya tampak memerah.


jimi kembali menghibur dira agar dia tidak menangis lagi.


"bagaimana bisa adikku menangis lagi seperti ini dihadapanku, , bersama jeslee kamu tampak tertawa riang, sedangkan saat bersamaku kamu malah menangis histeris seperti ini, , , menjengkelkan sekali." mulut jimi tak berhenti bicara, tangannya masih sibuk mengelap wajah dira.


dira tersenyum menatap kearahnya yang tengah merutuki dirinya sendiri.


"nah senyum kan cantik, , tadi malah nangis jelek tau." ucap jimi sambil tersenyum.


"gue malu maluin ya kak?tanya dira kemudian.


" kenapa bilang seperti itu?balik tanya.


"udah dua kali gue nangis didepan kakak seperti ini." ucap dira.


"jelas kamu malu maluin, masak preman kayak kamu cengeng sih." ucap jimi sambil tertawa.


"iihhh kakak, gue bukan preman kali." elak dira sambil memanyukan bibirnya.


"apanya yang tidak preman, dulu ketika masih sma kakak sering dipanggil guru kamu kesekolah karena ulahmu, , karena mami berbeda kota dengan kita, , terpaksa aku yang mengurus adikku yang satu ini disini, untung jeslee tidak bersekolah disini, , diakan sama kacaunya denganmu." ucap jimi .


"itukan dulu kak" jawab dira.


"tapi ya sudah lah, jangan pernah seperti itu lagi , , udah dua kali lo kamu nangis didepan kakak seperti itu." ucap jimi yang diangguki oleh dira.


" tadi kakak sih, ingat ingatin gue kejadian waktu itu." ucap dira sambil memukul lengan jimi.


"ya kakak pikirkejadian , itu sudah berlalu,kamu juga udah sembuh, kenapa kamu malah nangis lagi sekarang." ucap jimi yang membuat dira diam.


"kak, , dira berpikir sejenak untuk melanjutkan omongannya, , , sebenarnya waktu itu gue nangis bukan karena penyakit gue kak." ucap dira ragu.


jimi mengangkat kedua alisnya.


"ah , , jadi waktu itu kamu kenapa?


-


-


-


" bos bangun bos." panggil tyan dengan pelan.namun pandu masih enggan untuk membuka matanya.kepalanya masih nyaman bertengger dimeja kerjanya.


"bos pandu." ucap tyan dengan sedikit berteriak.


"iya sayang." jawab pandu ia sangka nana yang memanggil dirinya.dengan cepat pandu mengangkat kepalanya.


seketika pandu langsung terbangun dari tidurnya.


tyan terkejut pandu menyahutinya dengan panggilan sayang."


"sayang, aku masih ngantuk kenapa dibangunkan?." ucap pandu yang masih belum sadar, ia mengucek ucek matannya.

__ADS_1


"maaf bos, saya bukan istri anda, tapi saya asisten anda." ucap tyan yang ada didepan pandu.


seketika pandu terperangah menatap kearah tyan.dia sangat malu.


"dimana saya?tanya pandu sambil celingak celinguk.


" anda sedang ada dikantor bos."jawab tyan.


"tidak biasanya bos pandu tidur dikantor seperti ini, pada saat jam kerja lagi." pikir tyan.


"oh iya." ucap pandu, ia sangat malu dengan tyan karena tertidur dikantor saat jam kerja, padahaln ia melarang keras bagi pekerja untuk tidak tidur saat jam kerja.


"ini semua karena leo, gara gara dia saya jadi begadang semalaman." ucap pandu sambil memijit mijit keningnya.


jam berapa sekarang?tanya kemudian.


"hampir masuk jam makan siang bos." jawab tyan.


"oh ya ampun.


" bos, , ini ada berkas yang harus ditanda tangani.


tampa bicara pandu segera membubuhkan tanda tangannya.


setelah kepergian tyan ponsel pandu berbunyi.


"leo sialan " guman pandu.


"apa lagi?." tanya pandu ketus, karena ulah leo , nana jadi kesal dan marah padanya.sedari ia berangkat kekantor, nana mengacuhkan dirinya.


"santai bro, jangan ketus ketus begitu, tenang tenang." ucap leo dari seberang.


pandu memutar matanya jengah.


"katakan ada apa?."


"sekarang gue lagi ada di mall." ucap leo.


"lo di mall kek, di luar angkasa kek, gue nggak peduli, gara gara lo nana jadi marah sama gue, , terancam nggak dapat jatah gue."


"hehehehe segitunya pandu sekarang, takut nggak dikasih jatah sama istrinya." goda leo.


pandu menghela nafasnya.


"kalau lo cuman mau basa basi ama gue, gue tutup teleponnya sekarang." ucap pandu.


"heh jangan gitu dong, tadi gue hanya becanda kok, soal kemaren gue minta maaf ama lo udah bikin nana marah." ucap leo.


"sekarang gue lagi mantau arka di mall, , dia lagi jalan ama cewek." ucap leo.


"terus?


" kayaknya cewek yang arka bawa jalan, bukan cewek baik baik deh, gue dapat info dari anak buah gue, kalau cewek itu cewek jalang."


"apa." ucap pandu terkejut.


"iya makanya , lo dan kevin buruan kesini, kita cegah arka dan cewek jalang itu,, , habis belanja rencananya arka akan pergi kekamar hotel yang sudah mereka booking."


"apa arka sering pergi kehotel bersama para wanita?


" selama di thailand setau gue ngga pernah, tapi disini dia malah nekat, buruan kesini, gue nggak akan bisa cegat dia sendirian."


"okey , , okey gue kesana sekarang." ucap pandu lalu menutup teleponnya.

__ADS_1


ia bergegas keluar dari ruangannya.


__ADS_2