
Maaf menunggu lama.’’ Ucap nana setelah kembali ketempat pandu.
‘’hemm.’’ Ucap pandu dingin.
Semua tamu sudah duduk dikursi yang berjejer disamping meja makan yang panjang ,diatas meja tersebut sudah terhidang berbagai macam makanan untuk dinikmati para tamu.
‘’terima kasih kepada semua rekan kerja sekalian yang sudah mau menghadiri undangan makan malam keluarga kami.’’
Ucap tuan dave ,disampingnya sudah berdiri putra semata wayangnya dan serta istrinya.
Nana tersenyum kearah bryan,begitu juga dengan bryan yang membalas senyuman nana,tapi tidak saat dirinya melihat kearah seseorang yang duduk disamping nana, pandu yang melihat kearah bryan juga menatapnya tidak suka,mereka saling melemparkan tatapan dingin.
saya akan memperkenalkan putra semata wayang kami,dia bryan anak saya yang baru saja kembali dari amerika.’’ Ucap tuan dave sambil memegang pundak bryan.
Bryan menoleh kearah papinya kemudian menyunggingkan senyum yang lebar kearah semua para tamu .
‘’sekarang bryan yang akan menggantikan saya dalam mengelola perusahaan,saya akan menyerahkan semua urusan perusahaan pada bryan,dialah yang akan menghendel semua bisnis saya .” ucap tuan dave lagi yang mendapatkan tepukan gemuruh dari para tamu undangan .
Selesaikan memperkenalkan bryan tuan dave mempersilahkan tamu untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia dihadapan mereka.
30 menit kemudian,makan malam pun selesai,pandu tengah mengobrol dengan client- client yang pernah bekerja sama dengan dirinya.
Sedangkan nana ,Bryan mengajaknya untuk bertemu dengan tuan dave dan wina.
“ mi ,pi,aku akan perkenalkan temanku.” Ucap bryan.
“ini kan sekretaris tuan pandu? Jawab wina
Nana tersenyum pada wina.
“ini nana yang ingin aku perkenalkan pada mami dan papi,temanku diamerika yang pernah aku ceritakan.” Ujar bryan pada wina.
“benarkah.” Ucap wina sambil tesenyum melihat kearah nana.
“kami tidak menyangka ,kalau nana adalah teman bryan,dia sering menceritakanmu pada kami.” Ucap wina saat berpindah posisi kesamping nana lalu memeluk bahunya.
“iya nyonya,kebetulan saya dan bryan satu tempat kuliah diamerika.’’ Ucap nana dengan malu malu.’’
“aku sangat senang ,bahwa teman wanita bryan yang sering ia diceritakan adalah dirimu.’’ Ucap wina lagi sambil memeluk nana
‘’ oh ya kamu adalah teman byan, jadi jangan panggil nyonya,panggil saja tante ya.’’ Seru wina lagi.
‘’i-iya tante .’’ ucap nana sambil tersenyum pada wina.
🍁🍁🍁🍁🍁
Cukup lama nana mengobrol dengan wina,entah apa yang mereka bicarakan.
Dari kejauhan nana melihat pandu yang tengah menatapnya dengan tatapan dingin.
Bryan yang tengah mengobrol dengan tuan dave langsung mengalihkan pandangannya ketika nana memaggil namanya.
__ADS_1
‘’ada apa na?.’’ Tanya bryan ketika ia membenarkan posisi untuk menghadap kearah nana.
‘’sepertinya bosku menungguku untuk pulang ,aku harus pamit pergi sekarang."Ucap nana sambil melihat kearah pandu.
Bryan mengikuti arah pandangan nana.
‘’dia bosmu?.’’ Tanya bryan tampa memindahkan pandangannya dari pandu.
‘’mmmm iya.’’ Ucap nana diiringi dengan anggukan.
‘’bukankah dia orang yang kamu ceritakan selama ini padaku?.’’ bryan beralih menatap nana.
Nana melihat kearah pandu sebentar lalu mengiyakannya dengan mengangguk.
‘’kenapa kamu bisa bekerja dengannya,bukankah bersama dengan dirinya,itu akan semakin menyakiti hatimu .’’ ujar bryan.
‘’aku tidak tahu kalau dia adalah pemilik perusahaan dimana tempat aku melamar pekerjaan.’’ Jawab nana.
‘’na.’’ Bryan berucap sambil memegangi kedua tangan nana,kedua matanya menatap kearah mata nana,mereka saling menatap satu sama lain.
‘’sebaiknya kamu mengundurkan diri dari perusahaan dia,kalau kamu ingin bekerja,kamu bisa bekerja diperusahaan papaku,aku tidak mau kamu tersakiti lagi olehnya.’’ Ucap bryan dengan masih menatap bryan.
nana hanya diam atas perkataan sahabatnya itu,selama bekerja dengan pandu ia sudah berusaha bekerja dengan profesional ,dan merasa sudah melupakan cintanya pada pandu,ya walaupun kadang ia masih teringat akan masa lalunya dengan pandu.
Pandu yang melihat kemesraan nana dan byan hanya bisa mengepalkan tangannya,ia tidak bisa berbuat apa apa,karena nana bukanlah siapa siapa dirinya selain dari sekretarisya.
Nana melepaskan tangannya dari tangan dari kepalan tangan bryan dan berbalik memegangi tangan sahabatnya itu.
’’untuk saat ini aku belum bisa mengundurkan diri dari pekerjaanku,karena aku mulai nyaman bekerja disana.’’ Ucap nana lagi.
‘’itu pasti karena kamu bekerja dengan laki laki itu,aku yakin kamu tidak akan pernah bisa melupakan dia na, semakin sulit bagiku untuk bisa masuk kedalam hatimu,selama ini kamu hanya menganggapku sebagai sahabat,tetapi aku....’’ batin bryan.
‘’kalau gitu aku pamit ya.’’ Ucap nana sambil membuyarkan lamunannya.
‘’bagaimana kalau kamu aku antar,aku belum puas mengobrol denganmu?.’’ Ucap bryan.
‘’maaf tuan bryan ,bisa saya pinjam sekretaris saya sebentar.’’ Ucap pandu dengan gaya angkuh, Belum sempat nana menjawab perkataan bryan tiba tiba pandu datang menghampiri mereka.
Nana menatap kearah pandu begitu juga dengan bryan yang memutar kepalanya kearah orang yang ada disampingnya.tampa menunggu jawaban dari bryan..
‘’ada yang perlu saya bahas ,ikut saya sekarang.’’ Ucap pandu setelah melihat kearah nana dengan tatapan dingin,ia tampak angkuh dengan memasukkan kedua tangannya kedalam sakunya.
Pandu pun berjalan lebih dulu meninggalkan tempat nana.
‘’ bryan aku ...bryan tersenyum lalu mengangguk tanda mengerti apa yang akan dikatakan oleh nana.
nana pun keluar dari mashion,ia melihat pandu tengah duduk didepan mobil sambil berpangku tangan,ia pun menghampirinya.
‘’maaf pak,bapak mau berbicara apa?.’’ Ucap nana ketika sudah berdiri di depan pandu.
Pandu menatap nana dengan dingin,lalu mengganti posisinya dengan berdiri.
__ADS_1
‘’sudah kubilang,diluar pekerjaan panggil aku pandu.’’ Ucap pandu yang sedikit kesal.
’’ Kenapa dia kesal,hanya karena aku memanggil dia bapak.’’ Batin nana sambil mengriyitkan dahinya.
‘’kamu datang kesini bersamaku,tapi kamu malah asyik dengan anak tuan rumah,tampa mempedulikan kebutuhanku,ingat aku ini bosmu,seharusnya kamu berada disampingku.’’ Bentak pandu papa nana saking kesalnya.
Nana hanya menunduk,tidak percaya pandu akan memarahinya.’’
Melihat nana yang tertunduk,pandu jadi merasa bersalah,tidak seharusya dia marah pada nana.
‘’ayo pulang.’’ Ucap pandu lalu beranjak dari tempatnya menuju pintu kemudi.
‘’tapi...nana mendongakkan kepalanya
‘’bu-bukankah tadi ada yang ingin kamu bahas,kenapa tiba tiba sekarang pulang.’’ Ucap nana yang belum beranjak dari posisinya lalu kembali menunduk,ia begitu takut melihat sorot mata pandu.
‘’kita bahas besok saja,sekarang mari aku antar pulang.’’ Ucap pandu lalu masuk kedalam mobilnya.
‘’dasar aneh,tapi kenapa sikapnya berubah begitu,selama aku bekerja dengannya dia tidak pernah bersikap sedingin ini padaku,dia pasti akan tersenyum walau sedikit saja ,tapi..batin nana sambil menatap kearah pandu yang sudah masuk kedalam mobil.
‘’nana ayo cepat masuk.’’ ucap pandu yang sudah duduk dikursi kemudi.
‘’ba- baik .’’ jawab nana lalu buru buru masuk kedalam mobil.
Pandu menatap nana sebentar ,lalu fokus kedepan ia menarik pedal dan menancap gas mobil keluar dari gerbang mashion.
Dalam perjalanan ,seperti biasa mereka hanya diam, larut dengan pikiran masing masing.
‘’sial kenapa mereka terlihat sangat dekat,kenapa hatiku sakit saat dia memegang tangannya,mencium tanganya.’’ Batin pandu dengan kesal membayangkan saat melihat nana dan bryan di acara tadi,ia mengkungkung setir mobil kuat kuat untuk menahan emosinya.
‘’kenapa aku sedih saat pandu bersikap seperti padaku,selama ini dia tidak pernah marah begitu padaku.’’ Nana yang menatap kedepan ia tidak berani melirik kearah, nana berusaha menahan airmatanya yang sudah tergenang dipelupuk mata.
30 menit kemudian.
Mobil berhenti tepat dihalaman rumah nana.
Nana memutar kepala kearah pandu yang fokus melihat kedepan,ia tidak mau nana melihat wajahnya yang terlihat emosi saat ini.
‘’terima kasih sudah mengantarku.’’ Ucap nana
Pandu hanya mengangguk tampa menoleh.sebenarnya tidak ada alasan baginya untuk marah pada nana,tapi ia begitu kesal melihat keakraban antara nana dengan anak clientnya itu .
Pandu pun kembali menjalankan mobilnya,ketika nana sudah turun dari mobilnya.
Nana tampak menunduk,ia sangat sedih ,air mata yang semula dapat ia tahan keluar dari tempatnya begitu saja.beberapa menit kemudian setelah hatinya agak tenang,nana mengapus sisa sisa airmata dipipinya,mencoba tersenyum ,kemudian masuk kedalam rumahnya.
jangan lupa like dan vote yah
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
terima kasih
__ADS_1