Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 13


__ADS_3

Senin pagi.,


Nana tampak berdiri kebingungan disamping mobilnya yang tengah mogok.sesekali ia melambaikan tangannya untuk menyetop taxi yang lewat,namun tidak ada satupun dari taxi tersebut yang berhenti menandakan sudah ada penumpang didalamnya.


‘’kalau begini aku bisa terlambat .’’ ucap nana sambil melihat jam dipergelangan tangannya, waktunya tersisa hanya 10 menit lagi.


nana pun berjalan menuju halte bus yang tidak terlalu jauh jaraknya dari tempat ia berdiri,nana memutar kepalanya untuk melihat kedatangan bus,namun bus yang ditunggu tunggu tak juga kunjung datang.


Tak lama kemudian datang sebuah mobil mewah yang berhenti didepan nana,,lalu seseorang dari dalam mobil menurunkan kaca mobilnya.


Nana memerengkan kepalanya agar dapat melihat seseorang yang ada didalam mobil tersebut.


‘’bry ?.’’ Ucap nana sambil tersenyum.


‘’mau pergi bareng?.’’ Ucap seseorang yang ternyata adalah bryan.


‘’kenapa kamu ada disini?.’’ tanya nana lagi.


‘’kebetulan aku mau pergi kekantor kamu,dan melihatmu disini.’’ ucap bryan yang dibalas senyum oleh nana.


‘’ayo masuk.’’ Ajak bryan lagi.


Nana pun mengangguk sambil tersenyum..lalu masuk kedalam mobil bryan,tidak ada alasan untuknya menolak, sebentar lagi ia pasti akan terlambat.


Bryan pun melajukan mobilnya ke gedung zz.


🍁🍁🍁🍁🍁


Nana melangkahkan kakinya bangkit meninggalkan meja kerjanya,dan berjalan keruangan pandu,dengan membawa setumpuk dokumen serta berkas berkas penting yang harus ditanda tangani oleh pandu.


Tok..tok.tok..


Nana mengetuk pintu dan pandu menyuruhnya untuk masuk.


Nana melangkahkan kakinya menuju meja pandu yang berada didepannya.


Pandu melirik kearah nana.’’ Apa ini sudah semua semua?.’’ Ucap pandu yang sudah fokus melihat kedokumen.


‘’sudah pak.’’ Ucap nana...pandu mengambil bolpennya lalu membubuhkan tanda tangan diatas kertas tersebut.


Setelah ditanda tangani oleh pandu,nana kembali manarik berkas tersebut.


‘’semua jadwal bapak sudah saya kirimkan lewat e-mail.’’ Ucap nana lagi.


‘’ hemmm.’’ Jawab pandu pada nana.


‘’kalau begitu saya perminsi dulu pak.’’ Ucap nan kembali.


‘’baik,tapi jangan lupa ingatkan saya untuk kunjungan divisi’’ Jawab pandu lagi.


‘’baik pak, nana berbalik dan berjalan keluar tapi sebelum itu pandangannya teralihkan pada seseorang yang tengah duduk disofa.


‘’bry ?..eh maksud saya tuan bryan.’’ Ujar nana .


Bryan lalu menghampiri nana.

__ADS_1


‘’akhirnya kamu melihatku juga.’’ Sindir bryan sedari tadi diacuhkan oleh nana.


‘’maaf,aku pikir kamu sudah pulang.’’ Jawab nana sambil terkekeh.


‘’nanti siang,kita makan siang bareng ,okey.’’ Ucap bryan.’’


‘’okey.’’ Jawab nana sambil memperlihatkan jari jempolnya kedepan bryan.


Dari kejauhan pandu,memperhatikan mereka berdua dengan tatapan kesal,pandu pun bangkit dari tempat duduknya,dan mendekati nana dan bryan sambil membawa sebuah laporan.


‘’tolong kamu perbaiki laporan ini kembali,terdapat banyak kesalahan didalamnya.’’ Perintah pandu sambil memberikan laporan tersebut pada nana.


Baik pak.’’ Nana menunduk sambil mengambil laporan dari tangan pandu,takut pandu akan marah lagi padanya.


‘’tuan bryan, mari.’’ Ajak pandu agar bryan


‘’hemmmm.’’ Ucap bryan kemudian kembali ketempatnya tadi.


‘’ jadi kita mulai sekarang ’’ Ujar pandu setelah menyusul bryan untuk duduk di atas sofa.


‘’okey.’’ Jawab bryan santai.


dengan duduk bersandar sambil meletakkan satu kaki diatas kaki yang lainnya.


Bryan memasang pendengarannya untuk mendengarkan penjelasan dari pandu,untuk rencana kerja sama mereka yang baru.


Beberapa saat kemudian setelah pandu selesai menjelaskan.


‘’penjelasanmu cukup bagus,susuai dengan apa yang dikatakan oleh papiku ,selama papi bekerja denganmu perusahaan tidak pernah merugi,bahkan menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan ,aku tertarik bekerja sama denganmu.’’ ucapnya sambil mengubah posisi duduknya.


‘’silahkan diminum kopinya tuan bryan.’’ Ujar pandu lagi pada bryan.


‘’ terima kasih pak pandu,saya tidak bisa berlama lama disini,banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan , mana berkas yang harus saya tanda tangani sebagai tanda kerja sama kita akan dimulai.’’ Ucap bryan dengan angkuh.


‘’angkuh sekali dia,dia pikir dia saja punya banyak pekerjaan.’’ Batin pandu menatap dengan kesal client barunya itu.


‘’baiklah,silahkan anda tanda tangani disini.’’ ucap pandu menyodorkan berkas perjanjian kerja samanya dengan bryan dengan sedikit memaksakan senyumannya.


Selesai memberi tanda tangan,pandu mengantarkan bryan keluar dari ruangannya.


‘’sampai disini saja,terima kasih telah mengantarku.” Ucap bryan pada pandu,namun tatapannya mengarah kekeruangan sekretaris,nana terlihat sibuk dengan komputernya.


“memang siapa yang akan mengantarnya keluar dari kantor ini.”batin pandu sambil menatap bryan dengan kesal...kalau bukan karena permintaan tuan dave ,aku tidak akan mau bekerja sama dengan anaknya ini.


pandu semakin kesal ketika melihat clientnya itu tak berhenti memandang dan tersenyum kearah nana


‘’apa kalian teman yang sangat dekat?.’’ Ucapan pandu membuyarkan lamunan bryan ,senyumannya sedikit menyurut ketika melihat kearah pandu.


‘’waktu itu saya melihat anda sangat akrab sekali .’’ Ucap pandu lagi sambil melihat kearah nana kemudian kembali melihat kearah bryan.


“ ya,jelas kami sangat dekat.” Jawab bryan tampa ragu menjawabnya.


“ aku sangat beruntung bisa mengenalnya.” Ucap bryan lagi sambil melihat kearah nana sedangkan yang diperhatikan tidak menyadari bahwa dia sedang diperhatikan dan menjadi bahan obrolan antara dua bos tampan tersebut.


Pandu mengangguk sambil sedikit menyunggingkan senyumannya,lalu melihat kearah nana lagi.

__ADS_1


Mereka berdua menatap kearah nana secara bersamaan... larut dengan pikiran mereka masing masing.


‘’aku tidak akan membiarkan nana terlalu lama bekerja dengan pandu,aku takut nana akan jatuh cinta lagi padanya.’’ Batin bryan sambil menatap kearah nana,yang kemudian mengalihkan pandangannya kearah pandu.


‘’kalau begitu saya perminsi pak pandu.’’ Ucap bryan


“baik.” Pandu pun mengangguk.


Setelah kepergian bryan dari sana,pandu tak kunjung masuk kedalam ruangannya,ia masih belum bosan menatap nana dari kejauhan.


Nana tidak sengaja melihat kearah pandu yang sedang menatapnya.


‘’apa pandu membutuhkan sesuatu,kenapa dia berdiri disana,kenapa tak menghubungiku kalau memang membutuhkan sesuatu.’’ Ujar nana dengan masih melihat kearah pandu.


‘’apa dia masih marah padaku?.’’ Ucap nana yang terlihat cemas.


‘’sepertinya aku harus meminta maaf karena kejadian kemaren.’’ Ucap nana kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar ruangan untuk menemui pandu.


Pandu ,ia tersadar ketika nana berjalan mendekat kearahnya.


‘’apa bapak butuh bantuan? Tanya nana ketika sudah berdiri didepan pandu.’’


‘’tidak .’’ ucap pandu dengan dingin.


‘’maafkan atas kesalahan saya yang kemaren pak.’’ Pandu hendak masuk kedalam ruangannya,namun tertahan karena suara nana.


Pandu tersenyum saat berbalik menghadap nana.


‘’tidak apa-apa,saya yang salah,tidak seharusnya saya marah pada kamu.’’ Ucap pandu."dengan mode datar.


‘’tapi itu memang kesalahan saya pak,saya lalai dengan tugas saya,dan meninggalkan bapak seenaknya” Ucap nana yang merasa tidak enak.


Pandu tersenyum kemudian melihat kearah meja nana yang terlihat jelas dari sana.


‘’selesaikan tugas yang saya berikan tadi,lalu berikan pada saya secepatnya.” perintah pandu pada nana.


“tapi..apa bapak masih marah dengan saya?ucap nana yang masih penasaran.


Pandu sedikit menyunggingkan senyumanya lalu menggelengkan kepalanya yang membuat hati nana semakin lega.


“terima kasih pak.”ucap nana sambil menunjukkan senyuman manisnya.


"tolong jangan tersenyum seperti itu." batin pandu ketika melihat gadis cantik tersebut tersenyum padanya, jantungnya bergerak lebih cepat dari pada biasanya.


Pandu pun kembali masuk kedalam ruangannya.


dengan tersenyum lega nana juga kembali ketempat kerjanya.


like dan vote yah


yang banyak , biar author semangat nulisnya


hehehhe


🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2