Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 21


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


"Helena..!" jessly menghampiri Helena yang sedang berbincang -bincang dengan Chantika Diruang tamu.


Helena beranjak dari tempatnya.


"Aku sudah siap, ayo berangkat." Ajak Jessly


"Hemmms, , tante .kalau begitu kami pergi dulu." Pamit Helena.


"Iya, kalian hati -hati ya" pesan Chantika."


"Iya ma, Mama tenang saja, kami pasti berhati -hati kok ." Jawab Jessly lalu mencium tangan Chantika.


"Tante ." Helena ikut mencium tangan Chantika.


"Jangan lupa , sampaikan salam tante untuk ayah kamu ya, Hel." Pinta Chantika.


"Pasti tan,Helena pasti akan menyampaikan salam tante kepada ayah." Ujar Helena sambil tersenyum.


Chantika tersenyum sambil mengangguk.


Mereka berdua pun meninggalkan ruang tamu.


Diluar mereka berpapasan dengan Jimi yang baru saja pulang dari berolahraga.


"Kak..!" Sapa Jessly


Jimi menatap kearah Helena dengan tatapan tidak suka.Sementara Helena menunduk saat matanya dan mata Jimi hampir bertemu.


" kau mau kemana ?." Tanya Jimi pada Jessly.


"Ini aku dan Helena mau pergi ke mall, kami mau belanja." Jawab Jessly


"heeemms, ya sudah jangan lama-lama, setelah selesai belanja, kau langsung pulang." Ucap Jimi .


"Iya iya,kak Jimi bawel banget sih." Kesal Jessly pada Jimi.kakaknya masih saja over kepadanya.


"Kakak tidak mau menyapa Helena?dia kan teman kakak juga." Ujar Jessly pada Jimi.


Sejenak Jimi kembali menatap Helena,namun tiba tiba telepon Jimi berbunyi.setelah melihat ponselnya ia pergi begitu saja.


"Ish...kak Jimi keterlaluan sekali." Geram Jessly.


"Sudahlah Jess, ayo." Helena berusaha tersenyum meski hatinya begitu sakit saat melihat sikap dingin Jimi kepadanya.


"Yang sabar ya, Helena.suatu saat nanti pasti kak Jimi bisa melihat cinta tulusmu." Ujar Jessly pada Helena.


"Heemms iya." Jawab Helena sambil tersenyum.


Disalah satu Mall terbesar di Irlandia.


mereka menatap kearah satu sama lain dengan satu sama lain.


"Let's go , , kita belanja sepuasnya." Ujar Jessly senang."


Mereka masuk kedalam salah satu toko pakaian yang lumayan terkenal disana.


Jessly dan Helena asyik memilih baju, semua pakaian yang dianggap cocok baginya diambil oleh Jessly.


Helena tersenyum sambil melihat tingkah Jessly yang begitu senang, namun senyumannya kembali surut ketika membayangkan sikap dingin jimi yang tidak berubah kepadanya.

__ADS_1


"sebenarnya apa salahku kepadamu Jim."Helena membatin.


Lamunan Helena seketika buyar, saat Jessly menghampirinya.


"banyak sekali , Jess." ucap Helena saat melihat begitu banyak pakaian yang ada dipangkuan Jessly.


"lumayan Hel, sekali -kali aku mengerjai kak Jimi itu, biarka saja Uangnya habis." kata Jessly lalu tertawa kepada Helena.


"Kamu jahil ya." Helena tersenyum sambil menggelemg -gelengkan kepalanya.


"Aku coba dulu ya?." Jessly masuk kedalam ruang ganti.


Beberapa saat kemudian,Jessly keluar dari ruang ganti.


"Bagaimana, Hel ? bagus tidak.." Jessly tampil cantik bak wanita kantoran yang modis.


"wow, , kau sangat cantik dengan menggunakan pakaian itu. Jess." Puji Helena sambil mengacungkan jempolnya.


"benarkah?." tanya Jesly.


"Hemmms, cocok sekali dengan style mu." Jujur Helena.


"Terima kasih, dengan pakaian seperti ini, aku tidak perlu memakai high heels, sangat cocok apabila menggunakan sepatu.


Helena mengangguk


" ayo kita bayar, setelah ini kita makan siang, ok." ucap Jessly yang lagi diangguki oleh Helena.


Jessly menghabiskan beberapa puluh juta uang Jimi untuk berbelanja, setelah selesai membayar dikasir Jessly mengajak Helena untuk makan.


"Kita makan dimana Hel?." tanya Jessly , karena ia kurang tahu tempat makanan yang enak.


"Aku akan merekomendasikan tempat yang bagus untuk kita makan siang, dijamin kau akan suka dengan makanannya, Ayo ikut aku." Ajak Helena.


Karena tidak melihat jalan Jessly menabrak seseorang yang membuat Jessly dan orang tersebut terjatuh, barang -barang laki -laki itu berserakan dilantai.


"Aduh kenapa aku selalu saja ceroboh." guman Jessly lalu melirik kearah pria tersebut.


"Kau kalau jalan lihat - li...." Ucapan Michelle terhenti kala melihat kearah Jeesly ,ya pria yang ditabrak oleh Jessly adalah Michelle , ia terpaku melihat kearah Jessly karena terpesona.


" Maaf maaf aku tidak sengaja, maafkan atas cerobohanku." Ucap Jessly dengan sedikit tidak enak hati, ia tidak mau dimaki lagi seperti saat kejadian bersama Leo.ia membatu mengumpulkan beberapa berkas Michelle yamg berserakan.


"Sekali lagi saya meminta maaf." Jeesly menyerahkan dokumen milik Michell.


Namun Michelle tidak bergeming.


"Tuan, Kau tidak apa -apa? tanya Jessly karena Michelle tidak menanggapi permintaan maafnya.


" Ehemm.." Michelle pun sadar dari lamunannya.


"Aku tidak apa-apa." Michelle dan Jessly sama berdiri.


"Syukurlah, ini punya , Tuan." Jessly menyerahkan berkas yang ia kumpulkan.


"terima kasih." Ucap Michelle sambil tersenyum.


"Jess, kau tidak apa-apa?." tanya Helena, Jessly menggeleng."


"sekali lagi, aku meminta maaf." Jessly menundukkan sedikit kepalanya kearah Michelle, lalu tersenyum.


"Ah, tidak masalah, aku juga yang salah, aku juga tidak fokus melihat jalan."Ucapnya sambil memandang wajah cantik Jessly.

__ADS_1


" kalau begitu, perminsi.kami harus pergi." Ujar Jessly, lalu mengajak Helena pergi dari sana.


Michelle masih memperhatikan kearah Punggung Jessly.


"Hemmm, Gadis yang manis, sepertinya aku pernah melihatnya sebelumnya?." pikir Michelle.


Sementara disisi Leo


Leo dan Rio masuk kedalam sebuah restoran mewah yang ada sebuah mall.


"Di sebelah sana Tuan muda ." Rio mempersilahkan Leo sambil menunjuk kearah meja yang sudah diduduki oleh seorang wanita.


"Baiklah.." Leo melirik kearah wanita muda itu lalu berjalan kearahnya.


"Nona, Lusiana?" Ujar Leo setelah menghentikan langkahnya tepat didepan gadis tersebut.


Wanita yang dipanngil oleh Leo mendongakkan kepalanya, seketika ia terdengun melirik kearah Leo.


"Dia Mr.Leo ? Batin wanita itu sambil menatap Leo.


" Hemms, , masih muda dan tampan." Lusiana menarik kedua sudutnya bibirnya, ia lalu berdiri dari tempatnya.


"Tuan Leo ?." Leo mengangguk


"Saya Lusiana, Putri Mr.Kris yang akan bekerja sama dengan , Anda." Ucap Lusiana sambil mengulurkan tangannya.


Leo menyambut uluran tangan Lusiana sambi tersenyum tipis, maklum kalau sedang bernisnis Leo wajib memberikan sedikit senyumannya.


Mereka kemudian duduk saling berhadapan, Lusiana tidak hentinya menatap kearah Leo.


Leo menjelaskan seperti apa bentuk pembangunan hotel yang akan kerjakan oleh para teamnya.


"Cukup bagus, saya sangat suka dengan ide anda Tuan Leo." ujar Lusiana.


"dalam beberapa hari ini kita akan melihat ke lokasi proyek , untuk memantau sudah sampai dimana pekerjaan para tukang "Ujar Leo lagi.


" Baiklah, saya setuju." Ucap Lusiana sambil tersenyum manis .


selesai dengan Meetingnya, kemudian mereka sama-sama menikmati makanan siang mereka.


Jessly masuk kedalam restaurant bersama Helena.


tampa sengaja, Jessly duduk bersebelahan dengan meja tempat Leo.


Jessly dan Leo sama melirik kesamping , membuat mata mereka kembali bertemu, Leo tersedak kala melihat Jessly, sedangkan Jessly melirik kearah wanita yang ada didepan Leo.


Dia menatap Leo dan Lusiana secara bergantian.


"Ya ampun Kenapa aku bertemu lagi dengan laki -laki menyebalkan ini." guman Jessly.


"Jeesly " guman Leo .


Jessly berdiri dari tempatnya,lalu menepuk meja membuat semua orang terperanjat termasuk Leo


"Ah, kenapa dunia ini sempit sekali." Ucap Jessly sambil berkacak pinggang tampa malu, semua orang menatap kearahnya.


"Jess, Kau kenapa?lihatlah semua orang melihatmu." bisik Helena.


"Hel, aku tidak mau makan Disini, kita cari tempat lain." Ucap Jessly sambil melirik kearah Leo.


Helana kebingungan "Kenapa?..

__ADS_1


"Sudah ayo ikut saja, , " Jessly menarik tangan Helena sambil menatap kesal kearah Leo, ia masih sakit hati dengan Leo.


Jangan lupa like, commen dan vote ya😊😊


__ADS_2