Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 19


__ADS_3

Pukul 12 malam acara resepsi pun telah selesai,semua tamu sudah banyak meninggalkan tempat acara,begitu pula dengan nana yang sudah kembali kekamar hotel.


Nana masuk kedalam kamar hotel bersama pandu.kamar yang telah dihias dengan indah,dengan ranjang yang ditaburi dengan banyak kelopak bunga mawar,membentuk sebuah hati ditengah tengah ranjang.kamar ini berbeda dengan kamar yang tadi siang ia tempati.kamar yang begitu luas tersebut,juga didesain sedemikian indah,diberi pengharum ruangan yang begitu menggoda gairah sepasang pengantin baru itu.


Nana terlihat sangat canggung,saat melirik kearah pandu yang berada disampingnya.


‘’kamu bisa beristirahat diatas ranjang,biar saya tidur disofa.’’ Ucap pandu melihat kearah nana yang terlihat gugup.


nana terlihat menunduk


hening sebentar..


‘’hmm,saya mau kekamar mandi dulu.’’ Ucap nana setelah melihat kearah pandu.


pandu tersenyum tipis sebelum menganggukkan omongan nana.


Nana pun segera masuk kedalam kamar mandi,membersihkan wajahnya yang masih dibalut oleh make up,lalu merendamkan tubuhnya kedalam bathup.


Selesai mandi dan sudah mengenakan handuk,nana hendak keluar dari kamar mandi,ia pun memegang hendle pintu bersiap untuk membukanya.


‘’tunggu.’’ Nana menghentikan gerakan tangannya.


‘’pandukan ada didalam kamar,kenapa aku bisa lupa, aku tidak punya pakaian ganti.’’ Ucap nana setelah membalikkan badannya dan sejenak berkacak pinggang untuk berpikir .


"seharusnya tadi aku menelpon mama terlebih dahulu." sesal nana yang bingung harus bagaimana.


‘’kalau begini bagaimana aku bisa keluar dari sini.’’ Ucap nana lagi sambil berpikir.


‘’oh iya ,koper juga masih dikamar yang tadi.’’ Batin nana lagi ketika mengingat bajunya masih diletakkan dikamar yang satunya lagi.


‘’ah sudahlah siapa tau viona juga sudah membawakan koperku kesini,aku akan mencarinya didalam kamar.’’ Ucap nana lagi.dengan sedikit ragu nana pun keluar dari kamar mandi.


Nana keluar dengan hanya mengenakan handuk yang membalut tubuhnya dari ujung dada sampai paha kakinya,pandu yang sedang duduk disofa menoleh kearah pintu kamar mandi yang terbuka.


Jantung pandu berdetak dengan kencang seolah habis maraton,saat menatap nana yang hanya mengenakan handuk saat keluar dari kamar mandi.


Nana yang masih berdiri didepan kamar mandi,nampak kaget melihat pandu yang tak berkedip menatap kearahnya,wajah nana terlihat memerah ia menjadi salah tingkah.


‘’kenapa dia menatapku seperti itu.’’ Batin nana


‘’jangan sampai dia berpikir kalau aku sedang menggodanya.’’ Batin nana lagi.


Lama pandu terdiam dan mematung ditempatnya,sampai akhirnya ia tersadar,lalu berjalan mendekat kearah nana.


Nana membulatkan matanya ,kala pandu yang semakin mendekat kearahnya.


"di-dia mau ngapain." mata nana membulat dengan sempurna saat pandu sudah semakin dekat kearahnya.


‘’stop.’’ Teriak nana sambil menyembunyikan wajahnya dengan tangannya saat pandu tepat didepannya.

__ADS_1


Pandu mengerutkan dahinya


‘’jangan mendekat pak.’’ Ucap nana yang masih menutup wajahnya dan memalingkannya dari arah pandu.


Pandu tersenyum melihat tingkah nana.


‘’ada apa? Saya hanya ingin kekamar mandi.’’ Jawab pandu


Nana yang terkejut dengan perkataan pandu membulatkan matanya,ia sudah berpikir yanag tidak tidak,nana memejamkan matanya karena malu.


‘’kenapa aku berpikir seperti itu.’’ Batin nana,sungguh nana sudah berpikir yang tidak tidak terhadap pandu.


Nana memberanikan dirinya untuk kembali menatap kearah pandu,sedikit menelan salivanya.


‘’kamu menghalangi saya untuk masuk kedalam kamar mandi.’’ Ujar pandu lagi.


‘’hah,oh ma-maaf.’’ Ucap nana gugup lalu menggeser tubuhnya kesamping agar pandu bisa masuk kedalam kamar mandi sambil menunduk.


Pandu menatap nana yang masih menunduk dengan sangat lama sampai akhirnya nana menyadari pandu tak kunjung masuk kedalam kamar mandi tersebut.


Nana pun mencoba mendongakkan kepalanya


‘’perminsi pak.’’ Ucap nana lalu berjalan kearah tempat tidur.


Pandu menatap kearah punggung putih mulus nana ,ia kembali menelan salivanya kala melihat tubuh nana dari ujung kaki samping ujung kepala yang hanya dibalut dengan sehelai handuk.


‘’kenapa aku bisa berpikir seperti itu,dia tidak akan melakukannya padaku, aduh malu sekali aku.’’ Batin nana sambil menutup wajahnya yang terlihat memerah.


nana kembali berbalik kearah pintu kamar mandi. ia malah membayangkan kejadian saat dipelaminan tadi,nana membayangkan saat stella memeluk mesra laki laki yang sudah menjadi suaminya itu.


‘’aku yakin mereka pasti belum putus,pernikahan ini kan terjadi dengan tiba tiba,pasti pandu belum memutuskan hubungannya stella.’’ Batin nana yang mengira pandu berpacaran dengan stella.


‘’apa yang kuharapkan dari pernikahan ini.’’ Batin nana ,nana yang sudah duduk ditepi tempat tidur tiba tiba menitikkan airmatanya.


Ia menatap dengan nanar bunga bunga yang menjadi hiasan tempat tidur mereka,diambilnya satu kelopak dari bunga mawar tersebut.


‘’seharusnya ini adalah hari yang membahagiakan bagi setiap pasangan,tapi...nana menangis tak sanggup melanjutkan kata hatinya.


Tok...tok..tok....


Pintu kamar nana diketuk oleh seseorang,seketika membuyarkan lamunan nana dan berjalan kearah pintu kamar.


‘’siapa.’’ Teriak nana dari dalam,ia memastikan apa seseorang dari luar tersebut laki laki atau perempuan,karena saat ini nana hanya mengenakan handuk saja.


‘’ini gue viona.’’ Jawab viona dari luar yang membuat nana sedikit lega.


Nana membuka pintu kamar,dan hanya menampakkan kepalanya saja dari balik pintu.


‘’wah pengantin baru udah mulai aja,lo pasti lagi nggak pakai baju ya.’’ Ucap viona sambil menunjukkan senyum usilnya.

__ADS_1


‘’apaan sih,ada apa ?’’ tanya nana


Viona tertawa saat melihat wajah nana yang terlihat kesal.


‘’ini ,gue disuruh anterin baju lo dan pandu sama tante ratna.’’ Ucap viona sambil menyodorkan paperbag yang ia pegang.


‘’oh ya,makasi ya.’’ Jawab nana lalu mengambil paperbag tersebut dengan senang..


‘’yaudah gue nggak akan ganggu lo,gue pergi ya.’’ Ucap viona lagi sambil senyum senyum .


Nana pun memasang wajahnya dengan mode galak,sebelum mendengar ocahan nana viona pun berlalu sambil tertawa dari tempat temannya itu.


‘’apaasih tu anak.’’ Ucap nana sambil tersenyum melihat kearah punggung viona.namun wajahnya kembali berubah ketika mengingat akan pandu,nana sedikit menitikkan airmata kesedihannya.


Nana telah selesai berganti pakaian dengan baju kaos yang baru saja diantar oleh viona,sedangkan pandu sedari tadi ia masih berada didalam kamar mandi,untuk membersihkan tubuhnya.


Nana yang tengah duduk ditepi tempat tidur membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Sejenak ia menatap nana kearah langit langit kamar hotel tersebut kemudian membaringkan tubuhnya kesamping dan memejamkan kedua matanya.


Ceklek...pintu kamar mandi terbuka dan membuat mata nana yang tadi terpejam kembali terbuka.


nana pun kembali memejamkan matanya.


Pandu yang baru saja keluar dari kamar mandi mengedarkan pandangannya kearah nana yang tertidur membelakanginya.


‘’apa dia sudah tidur?batin pandu lalu menghampiri nana.


“benar dia sudah tidur.” Pandu tersenyum tipis melihat kearah nana yang disangka sudah tertidur tersebut.


Pandu yang baru selesai mandi,tapi belum mengganti pakaiannya, ia bermaksud ingin menelpon mama galih , memintanya untuk membawakan pakaiannya kekamar tersebut.namun belum sempat pandu meletakkan ponselnya ketelinga,ia melihat satu celana pendek dan baju kaos terletak di atas nakas dekat sofa.


ia pun mengakhiri panggilannya lalu berjalan kearah sofa.


ia yakin baju itu pasti disediakan untuk dirinya.


Pandu mengambil baju tersebut dan kembali kekamar mandi untuk memakai pakaianya.


Mendengar suara pintu ditutup,nana membuka matanya kembali,bangun dari tempat tidur,dan melihat kearah kamar mandi,kemudian nana menatao kedepan dengan tatapan yang kosong,nana pun menitikan airmatanya ,entah apa lagi yang ia pikirkan.


Nana kembali membaringkan tubuhnya,menutupnya dengan selimut,lalu perlahan memejamkan matanya .


Pandu yang baru saja kembali dari kamar mandi,berlalu kearah sofa dan membaringkan tubuhnya diatas sofa tersebut.karena benar benar kelelahan tak butuh lama bagi pandu untuk masuk kealam mimpinya.


maaf telat ya,up nya ya


🤗🤗🤗🤗🤗


maaf karena sudah membuat para readers kecewa🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2