Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
Episode 23


__ADS_3

Mentari telah bersinar di ufuk timur, siap menyapa bumi dengan cahayanya.


Senin pagi, Jessly telah bersiap dengan pakaian rapinya.hari ini adalah hari pertama Jessly untuk bekerja di Aiden Group.


"Mbak, bagaimana penampilanku?." Tanya Jessly pada mbak Ruki yang sedari tadi berada disampingnya.


Jessly berkaca sambil melirik penampilannya.


" sempurna, Nona Jessly terlihat sangat cantik sekali ." puji Mbak Ruki.


"Benarkah?." Ucap Jessly senang


Mbak Ruki terlihat mengangguk sambil memperlihatkan jempolnya.


"Nona Jessly tidak ada tandingannya, saya yakin semua orang yang melihat anda, pasti akan langsung terpesona ." Ujar mbak Ruki yang membuat Jessly tersenyum .


"Mbak Ruki bisa saja, Terima kasih." Ujarnya lagi lalu tersenyum kearah cermin.


"Semangat Jessly, kau pasti bisa." Gumannya dalam hati.


"Ma , aku dan Jessly pamit." Ujar Jimi saat Chantika mengantar mereka ke depan mansion untuk berangkat kekantor.


Chantika tersenyum lalu mengangguk


"Untuk Jessly...mama senang , sekarang kamu mau membantu kakakmu mengurus perusahaan papamu." ujar Chantika sambil mengelus pipi anaknya itu.


Jessly balas tersenyum


"Iya ma, mulai hari ini, Jessly berjanji akan membantu kak Jimi memajukan perusahaan kita." Ucap dengan penuh tekad sambil menggengam tangan Chantika.


Jimi senang adiknya semangat ingin membantunya sekarang.


"Bagus, kalian berdua harus berusaha lebih memajukan perusahaan Aiden Group ,supaya usaha papa untuk mempertahankan perusahaannnya tidak sia-sia, buat papa kalian bangga , ok." Ucap Chantika dengan sedikit sedih mengingat suaminya yang telah tiada.


Jimi merangku ibunya dan membawa kepelukannya.


"Mama jangan bersedih,Jimi dan dan Jessly pasti akan membuat perusahaan kita lebih maju lagi." Ujar Jimi .


"Dan Jimi akan mencari siapa orang yang telah berani meracuni papa." Bisik Jimi dengan tatapan yamg tajam.


Chantika memeluk erat Jimi sambil mengangguk.


Selesai memeluk Chantika, Jessly pun menyusul Jimi untuk masuk kedalam mobil.


Mobil berlalu meninggalkan mansion.


Aiden Group


Mobil yang ditumpangi oleh Jimi dan Jessly sudah sampai digedung Aiden Group.


Jessly sedikit deg-degan.


"Sudah siap untuk membantuku di Aiden Group?." Tanya Jimi sambil menoleh kearah adiknya itu.


"Hmmmm." Jessly mengangguk dengan pasti.


"Ayo kita turun." Jimi turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk adiknya itu.


Diluar para keamanan yang bertugas didepan gedung menundukkan kepalanya tanda hormat kepada directur mereka.


Jessly melirik gedung Aiden Group.


"Papa sudah memperjuangkan Aiden Group untuk masa depanku dan juga kak Jimi, aku akan membuat papa bangga dialam sana atas pencapaianku dan kak Jimi." Batin Jessly sambil menatap kearah Jimi yang sedang tersenyum kearahnya.


Jimi mengajak Jessly untuk masuk kedalam gedung, semua staf dan karyawan telah berkumpul untuk menyambut mereka.

__ADS_1


Dan benar saja, semua karyawan laki-laki terpesona melihat kearah Jessly.mereka tidak bergeming sama sekali.


"Bidadari ?


" itu adiknya bos? Wah cantik sekali."


begitu pula dengan karyawan wanita yang merasa iri sekaligus menganggap Jessly sangat beruntung, mempunyai segalanya termasuk mempunyai kakak yang lumayan sangat tampan.


Jimi meminta Jessly untuk memberi sedikit pidato, Jujur Jessly sangat deg-degan saat naik keatas podium dadakan yang dipersiapkan untuk menyambutnya.


Setelah itu Jimi mengantar Jessly keruangannya yang berada tepat disamping ruangannya miliknya.


Setelah 3 bulan Jessly bekerja di Aiden Group , peningkatan Jessly cukup cepat atas bantuan Jimi ,perlahan ia mulai melupakan Gejolak hatinya terhadap Leo yang selalu memenuhi pikirannya.


Sedangkan disisi lain


"Ini laporan yang di minta oleh tuan muda Leo, pak." Ujar Emina pada Rio.


"Hemmm, , terima kasih." Jawab Rio dengan datar sambil mengambil berkas tersebut.


Emina mengangguk lalu keluar dari ruangan Rio.


Tiba-tiba ada yang menarik tangan Emina, membuat ia sedikit terkejut.


"Ibu, , kau mengagetkan ku saja." Ujar Emina.


"Kenapa Kau tidak masuk saja kedalam ruangan Tuan muda, ha." Bengis Evelin.


"Maksud ibu?


" ini anak, tidak mengerti-mengerti juga rupanya." Ucap Evelin kesal.


"Kau kan sekretaris baru Tuan muda , kau harus bisa mendapatkan perhatiannya, kalau begini terus, tuan muda tidak akan melirikmu." Jelas Evelin sambil berpangku tangan.


" lagian tujuanku disini adalah untuk bekerja, tidak untuk menggoda bos Leo." Ujar Emina.


"Kau ini, , kenapa sejak dulu tidak pintar-pintar sih." Ujar Evelin.."


Emina memasang wajah melas menanggapi ibunya, semensejak ia menjadi sekretaris Leo, ibunya terus memintanya untuk mendekati bosnya itu.


"Ah , sudahlah bu, banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan sekarang." Ucap Emina lalu berlalu meninggalkan ibunya itu.


Evelin terus memanggil anaknya, tapi malah tidak dihiraukan, membuat Evelin bertambah kesal, karena anaknya tidak mau diajak kompromi.


Sementara disebalik pintu, sedari tadi ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka.dia adalah Rio.


Group Aiden


Tawa Jimi dan michelle memecah seisi ruangan.entah apa yang mereka bicarakan.


"Jadi bagaimana, kau juga akan ikut tender ini?." Tanya Jimi.


"tentu, aku juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan besar ini."


"Jadi kita akan bersaing? tanya Jimi


"Ya, mau bagaimana lagi, teman ya teman, bisnis is bisnis, Bro." Ujar Michelle sambil menaikkan kedua bahunya.


"Yap, kau benar, , kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, siapapun yang menang diantara kita, harus berbesar hati, setuju." Ujar Jimi sambil tersenyum kepada michelle, lalu menyodorkan gelasnya untuk diadu.


Michelle menyerigai tipis


"Setuju." Jawabnya sambil meradukan gelas minumannya.


Mereka kembali tertawa

__ADS_1


Ceklek, pintu ruangan terbuka.


"Boleh aku masuk?" Ucap seseorang, jimi menoleh kearas asal suara.


orang itu adalah Jessly.


Jessly pun menghampiri Jimi, membuat perhatian Michelle terfokuskan kepada Jessly.


Jimi memperhatikan Michelle yang tidak bergeming menatap adiknya.


"Bukankah dia gadis yang waktu itu?batin michelle.


Jessly tersenyum kearah Michelle, namun tidak menyadari kalau mereka pernah bertemu sebelumnya.


" Ada apa Jess?." Tanya Jimi."


"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada kakak." Ujar Jessly .


"Apa?


Jessly memperlihatkan berkas yang ada ditanganya.


"Tapi, kalau saat ini kakak sedang sibuk, aku bisa kembali lagi nanti ." ujar Jessly sambil melirik kearah michelle.ia tidak bisa berbicara sekarang


Jimi pun ikut melirik kearah Michelle dan tersenyum padanya


"Oh ya kakak lupa memperkenalkan Kak michelle padamu, ini adalah Michelle,sahabat kakak yang kakak pernah ceritakan kepadamu.


" Oh, ini Kak Michelle, Kenalkan aku Jessly kak, adiknya Kak Jimi." Jessly mengulurkan tangannya.


"adik.." ucap Michelle.


Jessly mengangguk.


"Sepertinya aku pernah melihat dia sebelumnya." Batin Jessly.


"Aku Michelle, , senang bertemu denganmu, Jessly." Ujar Michellle sambil membalas uluran tangan Jessly.


Jessly mengangguk sambil tersenyum manis, membuat Michelle semakin terpesona, dan tak kunjung melepaskan tangan Jessly.


Jessly mulai sedikit risih


"Eheeem.." Jimi berdehem , membuat michelle tersadar.dan segera melepaskan tangan Jessly.namun ia tidak berhenti memperhatikan wajah cantik Jessly, lalu melirik kesebuah foto.


"Aku pikir, Dia kekasih Jimi, baguslah." Batin michelle sambil menarik salah satu sudut bibirnya.


Sementara ditempat Leo.


Leo tengah sibuk menandatangani berkas-berkas yang dibawa oleh rio.


"Jadi kedua perusahaan tersebut juga akan ikut dalam tender besar ini? Tanya Leo pda Rio.


"Menurut informasi yang saya dapatkan, memang seperti itu, tuan."


"Michelle." Guman Leo sambil mengepalkan tangannya.


"Dan siapa pemimpin Aiden Group saat ini?." Tanya leo


"Semenjak tuan Aiden meninggal, perusahaannya dipimpin oleh anak tertuanya , tuan." Ujar Jimi.


Leo tampak berpikir.


Apa yang sebenarnya ia rencanakan oleh Leo?


hallo , jangan lupa like , commen, vote dan beri jadiah author yah, terima kasih😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2