Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 87


__ADS_3

Nana saat ini sudah berada diruangan dira.tepatnya duduk disamping dira dengan ditemani oleh viona,sementara yang lain menunggu diluar karena hanya dua orang yang bisa masuk kedalam ruangan itu.


‘’dir,, sampai kapan kamu akan terus tidur disana,apa kamu tidak bosan?.’’ucap nana dengan lirih sambil mengusap usap tangan dira.


Nana sedikit menghela nafasnya lalu menyandarkan punggungnya ke punggungan kursi roda.


‘’kamu tau dira,,saat ini aku sedang hamil.aku tengah mengandung anaknya pandu.’’ ucap nana lagi tersenyum melihat kearah dira,sambil mengusap usap perutnya yang masih rata.


‘’apa kamu tidak ingin melihat aku bahagia dengan pandu hemms?,,dulu kamu adalah orang yang sangat mendukung aku untuk mendapat laki laki itu.’’ Ucap nana lagi.


Nana bercerita panjang lebar tampa dijawab dan diberi komentar oleh lawan bicaranya,sedangkan viona ia hanya mempehatikan kedua sahabatnya itu sambil berpangku tangan.


‘’aku mohon dira,bangunlah .aku ingin kita bertiga berkumpul lagi seperti dulu,sahabat yang tidak akan terpisahkan,,apakah kamu tidak ingin melihat kedua keponakanmu lahir kedunia ini?.’’tak terasa bulir air mata keluar dari sudut mata nana.nana berusaha untuk mengusapnya.


Melihat nana yang sudah menangis ,viona mengusap usap bahu nana untuk menenangkannya.


‘’gue juga berharap semoga lo cepat sadar dir.’’ Batin viona melihat kearah dira,dengan masih mengusap usap bahu nana.


‘’semoga ketika dira bangun dari komanya nanti,dia tidak marah padaku ,karena dia tidak melihat aku berada disampingnya.’’ lirih nana.


‘’tenang na,,kalau dira sadar nanti ,dan menanyakan keberadaan lo,,gue yang bakalan ngasih pengertian buat dia,,,dia pasti bakalan gerti kok.’’ Ujar viona.


‘’vi,,tolong jaga dira,,jangan tinggalkan dia sedetikpun,sudah cukup dira menahan penderitaannya sendirian tampa ada sahabat sahabatnya disampingnya.


viona tersenyum lalu mengangguk,ia pun memeluk bahu nana.


‘’lo tenang aja na,,gue pasti jagain dira disini.’’ucapnya lagi.


‘’semoga persahabatan kita berlanjut sampai tua na,,bahkan gue nggak nganggap kalian itu sahabat gue,melain saudara kandung gue sendiri.’’ Ucap viona yang dibalas senyuman oleh nana.


nana viona pun keluar dari ruangan itu.


‘’tante,,maaf,, nana harus pamit pulang.’’ Ucap nana dengan sedih merasa tidak enak.


Tente hamida tersenyum.


‘’tidak apa-apa sayang,,ada banyak yang menjaga dira disini,,nana tidak perlu khawatir meninggalkan dira ,yang harus nana pikirkan saat ini adalah kesehatan dua bayi kembar yang ada dalam kandungan nana.’’ Ucap tante hamida.


Nana tersenyum karena tante hamida mau mengerti.


‘’terima kasih tante.’’ Ujar nana.


‘’tante sangat senang,disaat dira mengalami kesusahan seperti ini ternyata para sahabatnya ada untuk mendukungya. Tante yang salah telah menyembunyikan kondisi dira pada kalian.’’ Sesal bu hamida dengan sedih.


‘’tidak tante,,tante tidak perlu merasa bersalah seperti itu,,yang penting saat ini kita berusaha melakukan yang terbaik demi kesembuhan dira.’’ Sela viona yang berada disamping nana.


Nana mengangguk sambil tersenyum.


Bu hamida menatap viona dan nana dengan senyuman .


‘’betapa beruntungnya dira mendapatkan sahabat seperti kelian nak’’ ucap bu hamida lalu memeluk viona dan nana secara bergantian.


‘’nana ,,jangan lupa selalu jaga kesehatan ya nak,,dan selalu jaga kedua cucu tante.’’ Pesan bu hamida yang sudah menganggap anak nana sebagai cucunya sendiri.


‘’iya tante pasti,,nana akan selalu menjaga cucu tante dan keponakan dira ini.’’ Balas nana sambil mengusap usap perutnya.


‘’nak pandu,tolong jaga istrimu dengan baik ya.’’ Perintah bu hamidah pada pandu.


‘’siap tante,,saya pasti akan menjaga nana dengan sebaik mungkin.’’ Ucap pandu yang berada dibelakang nana.


Mereka semua tersenyum.

__ADS_1


‘’dir ,,aku pamit pulang .semoga kamu cepat sadar.’’ Batin nana sambil melirik kearah pintu ruangan dira.


Nana dan pandu sudah keluar dari rumah sakit,saat ini pengawal pandu sedang mengantar mereka menuju bandara.


Nana tampak gelisah namun pandu menyadarinya.


‘’sebenarnya masih ingin tetap disini menemani dira.’’ Batin nana sambil melirik kearah jendela kaca mobil


‘’ada apa ,sayang?.’’ Tanya pandu


Membuat nana menoleh kearah suaminya itu


‘’hahh,,tidap apa –apa,hubby.’’ Jawab nana tersenyum lalu kepalanya kembali menoleh posisi semula.


‘’aku tau,nana pasti masih belum ingin tetap disini.’’ Batin pandu masih memperhatikan kearah nana.pandu merentangkan tangannya kebahu nana,membuat gadis itu kembali menatap kearahnya.


Mata mereka saling pandang pandu tesenyum dan lalu menyenderkan kepala nana kedadanya.


‘’istirahatlah sayang,,aku tidak ingin kamu capek.’’ Lirih pandu sambil mencium pucuk kepala istrinya itu.


nana mengangguk, , tidak bisa dipungkiri pelukan suaminya adalah pelukan ternyaman bagi dirinya saat ini.nana menghirup napasnya dalam dalam lalu mengeluarkannya dengan pelan,lalu memejamkan matanya sambil memeluk pinggang pandu.


Pandu pun ikut tersenyum sambil mengusap usap pucuk kepala nana.


Rumah sakit


Selepas kepergian pandu dan nana dari rumah sakit,viona nana bu hamida kembali masuk kedalam ruangan dira.


Tampak viona tengah duduk disamping dira,sedangkan bu hamida duduk disofa yang memang tersedia didalam ruangan itu.


sementara diluar kevin tampak menerima telepon dari leo.


‘’sudahlah kalau memang dia tidak mau .tidak perlu dipaksakan, kita bisa cari patner dari perusahaann lain.’’ Ucap kevin pada leo.


‘’gue juga tidak tau , tiba tiba arka bersikap aneh , dia mulai dingin, dia sudah memutuskan untuk stay disini’ dan tidak mau lagi pulang keindonesia"Jawab leo lagi.


Kevin tampak berpikir menimbang apa yang dikatakan leo


Cukup lama kevin membahas tentang perubahan sikap arka melalui telepon bersama leo.


‘’sebenarnya apa yang terjadi dengan dia.’’ Pikir kevin saat sambungannya dengan leo terputus.


" pulang dari kantornya, arka lebih suka pergi ke bar dan menghabiskan waktunya disana untuk bersenang senang ." kata kata leo selalu terngiang ngiang dikepala kevin.


‘’ aku harus menanyakan langsung pada arka ,kenapa dia bisa seperti itu."ucapnya.


Jam telah menunjukkan pukul 16.00 waktu singapoera.


Beberapa kali viona tampak menguap sambil mengusap matanya yang terlihat berair,matanya tampak lelah ,sudah beberapa hari ini viona begadang karena menjaga dira dan nana secara bergantian.


Tidak ada orang lain selain dirinya dan dira diruangan itu,bu hamida pamit keluar untuk melaksanakan kewajibanya.


Viona menggeleng nggelengkan kepalanya,agar matanya bisa terbuka kembali dengan lebar


Viona terus menatap kearah dira,walaupun matanya tampak lelah dan butuh diistirahatkan,ia menahan semua itu,ia tidak ingin lengah sedikitpun dalam menjaga dira.sesekali kantuk memang datang menerpa matanya,namun viona tetap berusaha membuka matanya lebar lebar,bahkan sempat beberapa kali ia tersentak karena sudah tak tahan lagi menahan kantuknya.


‘’aku harus kuat.’’ Lirih viona sambil mengusap usap matanya lalu tersenyum sambil memegang tangan dira.


Tiba tiba viona merasakan ada pergerakan pada tangan dira.


Viona membulatkan matanya tidak percaya.

__ADS_1


‘’dira.’’ Ucap viona sambil berdiri dari tempat duduknya.


‘’bangun dir,kamu pasti bisa.’’ Ucap viona dengan senang,setelah melihat tangan dira bergerak.


Tiba tiba mata dira terbuka lebar menatap tepat kearah langit langit ruangan itu,membuat viona terkejut dan reflek menutup mulutnya tidak percaya.


‘’dira.’’ Ucapnya lagi dengan keras,membuat kevin dan para pengawal yang ada diluar mendengarnya.


Takut terjadi apa- apa kevin langsung masuk kedalam ruangan itu.


‘’ada apa yank?.’’ Tanya kevin yang tidak fokus pada dira yang terdiam kaku.


‘’dira vin,,,dia sudah sadar,ce-cepat hubungi dokter .’’ Ucap viona membuat kevin dengan cepat menoleh kearah dira.


‘’dira sadar.’’ Ucap kevin yang juga tidak percaya.


Dengan cepat ia menekan tombol yang ada disamping dira untuk menghubungi dokter.


‘’aku akan akan memberitahu tante mida,kamu tunggu disini dulu.’’ Ucap kevin yang diangguki oleh viona.


Kevin segera berlari keluar dari ruangan dira.


Para pengawal yang ada diluar tampak bingung saat teman bos mereka berlari keluar,apa yang terjadi? pikir mereka


Beberapa saat kemudian tampak bu hamida dan kevin berjalan tergesa gesa ,mereka masuk kedalam kamar dira.


Tampak dokter tengah melepas alat alat yang terpasang ditubuh dira setelah memeriksa kondisi.hanya selang infus yang belum dilepaskan dari tubuh dira itu.


‘’dira.’’ Ucap bu hamida sambil menitikkan airmatanya menatap kearah anaknya.


‘’mami .’’ lirih dira dengan bibir yang masih tampak pucat , ia menoleh kearah maminya.


‘’dira anakku.’’ Ucap bu hamida menangis sambil memeluk tubuh dira.


‘’mami sangat senang,kamu sudah sadar dir.’’ Ucap bu hamida tak berhentinya menangis bahagia,begitu pula dengan dira yang ikut menitikkan airmatanya karena melihat maminya menangis.


Viona pun ikut menangis haru melihat melihat dira dan bu hamidah saling melepas rindu.


‘’kami tidak percaya dira bisa sadar kembali, saat kondisinya buruk, kami hampir ingin menyerah, tetapi mukjizat datang padanya.."jelas dokter pada viona dan kevin.


"jadi untuk saat ini bagaimana kondisi dira dok, apa dia benar benar telah pulih?tanya kevin.


" ya kondisi dira semakin membaik, kami juga tidak percaya hal ini akan terjadi, tapi untuk memastikan lagi kondisinya , ia masih perlu dirawat".jawab dokter itu.


"apa dira sudah bisa kami bawa ketanah air dan dirawat dirumah sakit disana saja dok?tanya viona.


" karena kondisi sudah cukup baik, untuk pemulihannya , saya rasa bisa,kami akan mengizinkan tuan dan nyonya membawa dira, tapi pastikan dira dirawat dirumah sakit disana."ucap dokter itu lagi.


"baiklah dok,terima kasih." ucap viona mengerti.ia sangat senang.


dokter pun pergi meninggalkan kevin dan viona.


"oh ya aku lupa memberitahu nana, kalau dira sudah sadar." ucap viona


"sepertinya pandu dan nana sudah berada diatas pesawat sekarang, nanti saja setelah mereka tiba, baru hubungi meraka." ucap kevin.


"hemmm baiklah." ucap viona


dengan perasaan senang viona dan kevin kembali masuk kedalam ruangan dira.


__ADS_1


terima kasih bagi yang sudah vote😁😁😁😁🙏🙏🙏🙏


__ADS_2