Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 115


__ADS_3

hari ini author up ya


jangan lupa tekan tombol like commen dan vote yah


terima kasih


selamat membaca😊😊😊😊😊


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


apartement menteng square


tampak bu hamida tengah sibuk menata makanan diatas meja.


"pagi mami sayang, , muachhh hehhehe." sapa seorang gadis yang menghampirinya.


" kebiasaan deh ,, , bu hamida tersenyum , , dari dulu tidak pernah berubah." bu hamida menggeleng nggelengkan kepalanya sambil tersenyum kearah gadis itu. setiap pagi gadis itu pasti akan mencium bu hamida.


hehehe ...gadis itu nyengir kuda


bu hamida balas tersenyum.


"wahhh ada omelet keju." mata gadis itu menatap binar kearah makanan yang ada didepannya.


"mami sengaja membuatkan sarapan ini untukmu, , omelat keju, , , masih suka kan?tanya bu hamida.


gadis itu langsung mengangguk girang.


" masih dong mi, sudah lama aku tidak memakan makanan ini, apalagi yang membuatnya mamiku tersayang "ucap gadis itu sambil memeluk bu hamida.


" anak ini."..


" ya sudah, kalau begitu makanlah, , habiskan ya." ucap bu hamida.


gadis itu melepaskan pelukannya.


"tentu mam, , makasi." jawab gadis itu matanya menyipit karena tersenyum , lalu menarik salah satu kursi untuk ia duduki.


"kakakmu jimi dimana, sedari tadi mami tidak melihatnya?." tanya bu hamida yang baru saja duduk didepan jeslee.


ya gadis itu adalah jeslee, dia adalah sepupunya dira.


" katanya sih ingin berolah raga diluar mam, ditaman dekat apartement ini."ucap jeslee yang sedang asyik mengunyah makanannya.


"hmmmm omelet buatan mami sangat lezat." puji jeslee.


"benarkah?


" hemmms tidak pernah berubah sedikitpun,


"habiskan kalau begitu ya." ucap bu hamida, ia sangat senang jeslee masih menyukai omelet buatannya.


"dira udah sarapan mi?tanya jeslee lagi


" sepertinya juga sedang sarapan, , mami sudah antar sarapan kekamarnya, kata dokter dira harus banyak istirahat tidak boleh terlalu banyak bergerak dulu. jadi sarapannya ditempat tidur saja.


jeslee mengangguk angguk mengerti.


"bagaimana kabar mamamu ?tanya bu hamida


" mama baik mi, semenjak ayah meninggal , yah , , jeslee sejenak menghentikan sarapannya, , mama bertambah sibuk dengan pekerjaannya, makanya yang mengurusku hanya kak jimi karena mama tidak peduli sama sekali denganku." ucap jeslee sambil tersenyum kecut.


"ternyata mamamu tidak pernah berubah, selalu mementingkan karirnya dibandingkan keluarga, terutama saat ayahmu meninggal." ucap bu hamida sedih.


tiba tiba jeslee ikut sedih melihat raut wajah bu hamidah.


"maafin mama ya mi, saat ayah meninggal , , mama bahkan tidak melihat ayah dimakamkan karena tidak bisa pulang dari luar negeri, karena pekerjaannya tidak bisa ditinggal" ucap jeslee sambil menyentuh punggung tangan bu hamida.


ayah jeslee adalah kakak dari bu hamida.


bu hamidah tersenyum lalu mengangguk.

__ADS_1


jeslee merasa tidak enak karena kelakuan ibunya , selama ini bu hamidalah yang lebih banyak merawat dirinya dan jimi kakaknya .


" bagaimana kerjaan jimi di china? lalu bagaimana kuliahmu kalau kalian pindah kesini?." tanya bu hamida untuk mencairkan suasana.


"oh..itu mi, kak jimi sudah mengurus semuanya." ucap jeslee sambil tersenyum.


"kalau urusan kuliahku gampang, hanya tinggal satu semester lagi, , aku hanya akan menyelesaikan skripsiku, habis itu wisuda deh." ucap jeslee lagi .


"syukurlah kalau begitu, , besok kita semua akan pindah kerumah utama.


" baik mi."ucap jeslee lalu melanjutkan sarapannya.


"pagi mi." sapa jimi yang baru masuk kedalam apartement, badannya penuh dengan keringat, maklum selesai berolahraga.


"sudah pulang jim?." tanya bu hamida yang tengah duduk membaca majalah.


"iya mi."


"kamu pasti belum sarapan ya, sarapan dulu gih sana." ucap bu hamida.


"bentar mi, jimi mau mandi dulu." ucap jimi yang diangguki oleh bu hamida.


...--...


...--...


...--...


kamar dira


dira tampak memenung sendiri, tatapannya kosong.


ceklek


"hey dir, boleh aku masuk." ucap jeslee hanya menampakkan separuh kepalanya.


dira menoleh keasal suara lalu tersenyum.


kini jeslee sudah duduk ditepi tempat tidur.


"kamu kenapa sih dir, , semenjak sakit aku lihat kamu kurang bersemangat, , jiwa garangmu seperti tiba tiba hilang separuh gitu." tanya jeslee sambil tertawa kecil.


"maksud lo?." tanya dira sambil mengerutkan keningnya.


"biasanya kamu akan bersorak sorai dengan kedatanganku dan kak jimi, , dan juga akan selalu bicara ketus padaku, tapi sekarang kamu tiba tiba aneh, lebih banyak diam, , apa karena sakit kali ya?." ucap jeslee sambil berpikir.


"jadi lo mau gue marah marah ke lo kayak biasanya?" tanya dira sedikit menyunggingkan senyumannya.


"tidak begitu juga sih,hehehe , aku hanya berasa aneh aja, , tapi aku suka kamu yang seperti ini, , agak lebih lembut orangnya." ucap jeslee.


"ck..gue masih sama kali." ucap dira sedikit tertawa.


" nah gitu dong ketawa,, dari kemaren aku lihat murung mulu."ucap jeslee balas ketawa.


"kenapa sih kamu?


"apaan sih lo, gue baik baik aja kok." ucap dira lagi.


"dir..jeslee manatap dira lama.


" apaan sih?ucap dira bingung dengan jeslee


"nggak , , , cuman mau cerita aja." ucapnya santai kemudian.


"mau cerita aja, muka lo tegang amat, mau cerita apa?


jadi gini...


jeslee mulai bercerita, ceritanya sangat lah lucu dan itu membuat dira sedikit terhibur.


"parah nggak Teman kampus gue." ucap jeslee.setelah selesai bercerita panjang lebar.

__ADS_1


"parah banget." ucap dira sambil tertawa.


"dan lo juga parah, kan kasihan teman lo, lo jadiin kambing hitam.


" ya habisnya, dia bikin aku kesal, , aku sudah bilang , aku nggak suka sama teman cowoknya , masih aja maksa aku buat nerima tuh orang.yah akhirnya gitu deh."ucapnya lagi


"lagian kak jimi nggak pernah bolehin aku pacaran." ucap gadis itu sambil berpangku tangan.


"kenapa tidak boleh?


" katanya pacaran itu hanya akan bikin sakit hati, membuat kita menderita memikirkan sidia, nah nan sidia belum tentu dia mikirin kita, , iyakan?"


deg


mendengar ucapan jeslee jantung dira bergerak dengan kencang.


ia teringat akan arka, betapa menderitanya arka kerena ulahnya, , dira sudah tau apa yang dilakukan arka setelah putus darinya, nana memberitahunya tadi malam.


dira terdiam.


dira."panggil jessle membuat dira menoleh padanya.


"malah diam." ucap jeslee


"ada satu cerita lagi yang lebih lucu yang belum aku ceritain sama kamu." ucap jeslee yang masih belum puas bercerita.


"udah, cukup, gue nggak mau dengar cerita lo lagi." ucap dira .


"satu lagi dijamin ini bakalan ngocok perut kamu." ucap jeslee.


"nggak, , bisa bisa gue ngompol ditempat tidur karena ulah lo." tolak dira.


"yah." jeslee mengembungkan kedua pipinya.


"kamu tidak asik dir, padahal ceritanya seru lo.


" biarin."


"ya kumat lagi, aku pikir udah bisa diajak bercanda." jeslee memutar mutar kedua bola matanya.


dira tidak menghiraukan jeslee lagi


sibuk dengan ponselnya.


"dikacangin aku." ucap jeslee lagi.


ceklek , , pintu kamar terbuka, dira dan jeslee menoleh.


"kak jimi." ucap jeslee.


"kayaknya lagi pada asyik ya." ucap jimi sambil menutup pintu lalu menghampiri kedua adiknya itu.


"tadinya sih iya, , tapi sekarang udah nggak." ucap jeslee.lalu beranjak dari tempatnya.


"mau kemana?." tanya jimi pada adiknya itu.


"kak aku izin bentar ya mau ke mall, ada yang ingin aku beli." pamit jeslee, sambil menunjukkan gigi rapinya.


"paling juga mau beli alat kosmetik lagi." cibir jimi.


"hehehe kakak tau aja." jeslee cengengesan, tangannya berhasil meraih handel pintu.


"ya udah, hati hati, jangan pulang lambat." teriak jimi karena adiknya sudah diluar kamar.


"iya." balas jeslee.


"masih? tanya dira.


jimi mengangguk


" uangku habis untuk membeli barang yang tidak berguna itu."ucap jimi.

__ADS_1


dira hanya tersenyum, kalau jeslee mendengarnya apa yang dikatakan oleh jimi, ia bisa marah besar, karena barang kesukaannya dianggap tidak berguna.


__ADS_2