
Semua peserta lelang menjabat tangan Leo secara bergantian memberi ucapan selamat. perusahan Breslin Group keluar sebagai pemenang tender besar kali ini.
"Selamat, Le..." Kau memang hebat." Ucap Jimi menjabat tangan Leo.
"Ah, kau terlalu berlebihan kak, hari ini mungkin hanya keberuntunganku saja." Ujar Leo merendah, tapi matanya melirik kearah Jessly.
"Kau benar,mungkin hari ini adalah hari keberuntunganmu, tapi lain kali aku akan mengalahkanmu." Ucap Jimi sembari tertawa.
Leo hanya hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Aku tidak percaya, Leo menawarkan harga Lebih rendah dengan kualitas yang begitu tinggi , bahkan kurang dari harga yang aku tawarkan." Batin Jessly.
Jimi melirik kearah Jessly.
"Jess, apa kau tidak ingin memberikan selamat kepada calon suamimu?." Jimi menyikut lengan Jessly.
"Kak , kau jangan berbicara sembarangan." Sahut Jessly,ia sangat jengah dengan Jimi .
"Siapa yang berbicara sembarangan, memang benarkan, Leo adalah calon suamimu bukahkah begitu tuan muda?." Tanya Jimi Leo.
Leo hanya tersenyum tipis.
Jessly menghela napas kasarnya.
"Kak, aku belum memberi keputusan , apakah aku menerima perjodohan ini atau tidak, ah sudahlah." jessly berdecak sambil berpangku tangan.
"Ya terserah saja, kalau kau menolak perjodohan ini, maka Hotel LEJEMI akan menjadi milikku sepenuhnya." Ujar Jimi yang sebenarnya tidak berharap seperti itu.
"Ck.. kenapa kau membahas itu disini." jessly memutar matanya semakin jengah ia sedang tidak ingin membahas masalah itu" ayo kita pulang, aku sudah lelah." Rengek Jessly.
"Iyaiya, tapi setidaknya Beri selamat terlebih dahulu kepada Leo."
"Kak, kau .." Jimi melototkan matanya.
"Dasar pemaksa." Guman Jessly.Jessly sebenarnya belum terima ia kalah ditender pertamanya kali ini, tapi apalah daya ia baru seorang pemula.
"Selamat atas kemenanganmu." Ujar Jessly datar.
"Nampakkan senyumanmu itu , jess. jangan membuat aku malu, didunia bisnis kalah menang itu biasa, kita harus menerima kekalahan dengan lapang dada." Bisik Jimi.
"Dengan sopan dong Jessly." Ucap Jimi melototkan matanya kearah Jessly.
"Hemmmms.."tersenyum paksa.
"Ck..harus seperti itukah , kalau bukan karena kak Jimi aku malas memberi selamat kepada laki -laki menyebalkan ini, mereka sama -sama menyebalkan." Kata Jessly dalam hatinya sembari menatap Leo.
"Ehemmm." Jimi berdehem.
"Selamat tuan Leo atas kemenangangan mu." Jessly tersenyum manis, lalu mengulurkan tangannya.
Leo pun ikut tersenyum tipis.
"Hemmms, terima kasih Nona Jessly, aku harap kau menerima dengan lapang dada kemenangan Breslin Group, semoga dilain waktu Aiden Group juga yang akan menjadi pemenang." Ujar Leo sambil menjabat tangan Jessly.
"Ia tampak sombong, , awas saja lain kali aku pasti bisa mengalahkanmu Leo anggara." Batin Jessly.
__ADS_1
"Tentu.." Ujar Jessly menarik salah satu sudut bibirnya, lalu melepaskan tangannya.
"Kak aku tunggu dimobil."ujar Jessly lalu meninggal Leo dan Jimi.
Leo menatap kepergian Jessly.
" Kau tenang saja, aku yakin Jessly pasti akan menerima perjodohan ini, kalau dia menolak, kita jalankan rencana kita." Bisik Jimi.
"Bukan itu , , aku takut jessly akan semakin membeciku, kalau aku menjadi suaminya kak." Ucap Leo.
"Kenapa begitu?" Tanya Jimi
"Lihatlah sikapnya, , setiap bertemu denganku, dia selalu menunjukkan rasa tidak sukanya, dia selalu memasang wajah galak seperti dulu, berbeda saat bertemu denganku saat di Breslin Group, dia berusaha meyakinkan aku, tapi sekarang...
"Sudahlah itu tidak perlu kau pikirkan, Jessly aslinya tidak galak, dia anak yang sangat manis dan juga baik, mungkin saat ini ia masih kesal, karena Aiden Group belum mendapatkan kemenangannya hari ini." Ujar Jimi.
"Bagitukah?
" hemmmss..."Jimi mengangguk yakin.
"baiklah kalau begitu, terima kasih kak, kau telah mendukungku ."
"santai saja." Ujar Jimi lagi sambil memeluk bahu Leo.
" aku harus menemuinya sekarang, kalau tidak dia juga akan marah kepadaku." Ujar Jimi yang diangguki oleh Leo.
Sambil berjalan Jimi tampak menelpon seseorang.
"[Kau dimana Mic? kenapa aku tidak melihatmu?]
"[Oh ya, kenapa tidak menemuiku lebih dulu]
" [ku lihat kau tampak sibuk dengan pimpinan baru dari Breslin Group, aku tidak ingin mengganggumu]
"[Ah tidak, aku hanya memberikan selamat untuk sepupumu itu, apa kau tidak memberikan selamat untuknya? ]." Tanya Jimi lagi.
Diseberang sana Michelle mengepalkan tangannya.
"Belum, , tadi aku sedikit terburu-buru, jadi tidak sempat untuk memberi selamat kepadanya." Ujar Michelle sambil mengepalkan tangannya, rahangnya terasa mengeras.
"[Oh baiklah, kalau begitu aku tutup dulu]." Ujar Jimi, telepon langsung dimatikan.
Perlahan Michelle menurunkan ponselnya.
"Damn it ." michelle melemparkan ponselnya hingga pecah.
Michelle menyatukan kepalanya dengan setir mobil, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil.
"Bisa-bisa aku kalah oleh bocah itu." Michelle mengertakkan giginya.
"Dan apa ini?kenapa sekarang Jimi tampak akrab dengan Leo." Ucapnya lagi.
"Aku semakin ingin menjatuhkan dia." Batin Michelle dengan sorot mata yang menggebu-menggebu.
..._______...
__ADS_1
..._______...
..._______...
Beberapa hari kemudian
Dua keluarga tengah berkumpul diruangan tamu mansion.
"Maksud kedatangan kami kesini,kami ingin mendengarkan keputusan dari Jessly ." Ujar Tuan Breslin kepada Jimi dan Chantika.
"Kalau Jessly menerima perjodohan itu, maka kami akan segera melamarnya untuk Leo.
Jimi dan Chantika tampak senang.
sedangkan Jessly langsung tersentak, ia begitu terkejut mendengar ucapan Tuan Breslin, sementara Leo hanya tersenyum tipis dengan sorot mata yang tidak lepas dari Jessly.
" ke-kenapa secepat itu, aku harus menjawab apa?." Batin Jessly.
"Jessly bagaimana keputusanmu?apa kau mau menerima perjodohan ini?, kalau kakak dan mama tidak akan ada masalah, semua keputusan ada kepadamu." ujar Jimi pada Jessly.Jesssly diam sebentar.
"Ah lebih baik aku tolak saja perjodohan ini, lagian mereka tidak akan memaksaku, toh kalau Hotel itu hilang, aku juga tidak akan jatuh miskin, dari pada hidup dengan Leo yang sudah mencintai wanita lain." Batin Jessly lagi melirik kearah Leo.
Leo memperhatikan gerak gerik Jessly
Ia tahu Jessly pasti akan menolaknya.
"Maaf sebelumnya, apa aku bisa bicara sebentar dengan Jessly.
Leo beranjak dari tempatnya , lalu menarik tangan Jeasly dan membawanya kehalaman belakang.
" hey kenapa kau membawaku kesini?
"Katakan, apa kau ingin menolak perjodohan ini?." Ucap Leo langsung to the point.
"Hemmms iya, aku tidak ingin menikah denganmu." Ucap Jessly sembari berpangku tangan.
"Apa kau sudah siap kehilangan semuanya?
" Cuman hotel itukan, tidak masalah."Jessly menaikkan kedua bahunya.
leo menarik salah satu sudut bibirnya.
"Kau salah.." Jessly mengerutkan keningnya.
"Kau akan kehilangan segalanya." Ucap Leo.
"Apa maksudmu?
" Sebenarnya Breslin Group juga memberikan suntikan dana yang sangat besar kepada Aiden Group demi kembali maju, aku bisa saja menarik investasiku disana jika aku mau, dan Aiden Group akan hancur berkeping-keping ."
"Kau, , kau mengancamku, aku tidak menyangka kau seperti ini." Marah Jessly dengan kerutan dikeningnya.
"kau sudah mempunyai kekasih, kenapa mau menerima perjodohan ini." ucap Jessly lagi.
Tampa menjawabnya Leo pergi meninggalkan Jessly.
__ADS_1
"Siall, dia mengancamku, , apa maksudnya kenapa dia ingin sekali aku menerima perjodohan ini, padahal dia mempunyai kekasih." Jessly mengepalkan tangannya.