
Pandu dan nana sedang dalam perjalanan menuju rumah.sepanjang perjalanan nana hanya melamun sambil menatap lurus kedepan.
‘’seharusnya pandu tadi tau kalau stella hanya berpura pura sakit.’’ Nampak raut kekecewaan diwajah nana.
‘’ya ampun kenapa bisa ketinggalan.’’ Ucap pandu yang membuyarkan lamunan nana.
Pandu kembali putar balik menuju rumah stella.
‘’ada apa,kenapa kamu putar balik?.’’ Tanya nana bingung sambil melirik kearah pandu.
‘’maaf sayang ponselku ketinggalan rumah stella ,kita ambil sebentar ya.’’ Ucap pandu yang melirik kearah nana lalu kembali fokus menyetir.
‘’ooooo.’’ Ucap nana beroria.
Sementara....
‘’hahahahahhahahh..’’ stella tertawa bahagia,karena rencananya untuk mendapat perhatian dari pandu berhasil.
‘’dengan aku tetap berpura pura sakit seperti ini,pandu pasti akan lebih sering kesini melihatku.’’ Ucap nana sambil tertawa sinis.
Stella dengan santainya duduk diruang tamu.
‘’dengan sedikit cerita bohong,dan lemah karena penyakit,pandu mau mengangkat telepon dan mau melihat keadaanku,aku harus memangfaatkan situasi ini untuk mendapatkan hati pandu,aku harus merebut dia dari istrinya.ucap stella dengan pandangan sinis kedepan.
Flash off
‘’haaahggrrr sial,pandu selalu menolak panggilan dariku.’’ Geram stella sambil melempar barang barang yang ada didekatnya.
‘’nana,ini semua karena dia,kenapa pandu lebih memilih dia dari pada aku.’’ Teriak stella sambil melempar bantal dan guling yang ada dikamarnya,stella duduk ditepi tempat tidur sambil memegangi rambutnya dengan frustasi.
‘’aku tidak tau lagi harus cara mendapatkan pandu’’ stella menggeram frustasi.
Ting....satu pesan masuk kedalam ponsel stella
“stella 1 bulan papa kasih kamu waktu untuk mendapatkan hati pandu,rebut kembali pandu dari istrinya,kalau tidak papa akan menjodohkanmu dengan anak teman papa sebagai istri ketiganya,kalau tidak mau maka papa benar benar akan melepas semua fasilitasmu.’’ Ancam Papa stella
‘’haaaahhggrrrh papa selalu mengancamku.’’Stella menggertakkan giginya setelah melihat pesan dari papanya
‘’ tampa papa paksa aku memang ingin mendapatkannya ,karena aku sangat mencintai pandu.’’
‘’nana tidak berhak mendapatkan pandu,yang berhak memiliki pandu hanyalah aku.’’ Ucap stella geram kala mengingat wajah nana.karena nana hidupnya menjadi hancur,kesempatannya untuk mendapatkan pandu hilang karena gadis yang bernama nana itu.
‘’tenang stella..tenang...pandu pasti akan menjadi milikmu,dia pasti akan melepaskan istrinya itu untukmu.’’ Batin stella sambil tersenyum sinis untuk menenangkan dirinya.
‘’aku ada rencana.’’ Stella berdiri dari tempat duduk sambil menarik salah satu sudut bibirnya.’’
‘’kalau aku telepon ,dia pasti tidak akan mengangkatnya,sepertinya aku harus mengirim dia pesan terlebih dahulu.’’ Ucap stella sambil mengetik dilayar ponselnya.
‘’dengan begini,sebentar lagi dia pasti akan menghubungiku.aku tau pandu paling tidak tegaan orangnya.’’ Ucap stella dengan masih senyum angkuhnya.
‘’1..2..3.sebentar lagi dia akan menghubungiku.’’ Stella duduk menghitung dengan gaya sesualnya sambil menarik salah satu sudut alisnya.
Drrrt ...drttt drrtttt.
‘’seperti yang kuduga.’’ Stella melihat kelayar ponselnya dengan senyuman seringai.
Nana mengetes sedikit suaranya,sedikit mengubah posisinya lalu menjawab panggilan dari pandu.
‘’hallo.’’ Jawab stella dengan suara serag.suaranya dibuat selemas mungkin seperti orang sakit.
.............
__ADS_1
‘’iya pan,papa begitu tega padaku,saat ini aku berada disebuah dirumah kontrakan,dan aku sedang sakit.’’ Ucap stella dengan suara lemas lalu pura pura sengukan.
‘’sudah...aku sudah pergi kedokter,cuman aku sendiri disini aku tidak bisa berbuat apa apa pan.’’ Ucap stella.
‘’aku tahu kamu pasti akan datang kesini pan.’’ Batin stella dengan tertawa seringai.
..........
‘’iya ,makasih pan.’’ Ucap stella lalu mengakhiri panggilannya.
‘’yes ,,aku berhasil,,,,setelah pandu datang kesini,,,aku akan berakting sebaik mungkin,supaya dia simpati taehadapku.’’ Ucap stella dengan tawa serigainya.
‘’sungguh ide yang brilian.’’ Katanya lagi.
flasback
‘’lo lihat na,sebentar lagi pandu pasti akan menceraikanmu demi aku....hahahahhah.’’ ucap stella sambil tertawa.
‘’siapa yang akan menceraikan nana.’’ Ucap seseorang yang sudah berdiri dibelakang stella.
mata stella melotot,keningnya berkerut.tawanya hilang seketika saat mendengar suara itu.dengan cepat stella berdiri dari tempatnya dan berbalik untuk melihat seseorang tersebut.
‘’pandu..’’ bibir stella berucap dengan gemetaran,matanya melotot dengan sempurna,kala melihat pandu dan nana berdiri didepannya.
Pandu menatap stella dengan tatapan tajam,dia telah mendengar semuanya dari mulut stella sendiri.
Nana yang juga ikut mendengarkan perkataan stella juga tidak percaya,nana melihat kearah pandu yang tengah menatap tajam stella sambil mengepalkan tangannya.
‘’pandu aku bisa jelaskan.’’ Ucap stella mendekat kearah pandu bermaksud ingin memegang tangan pandu,tapi keburu ditepis olehnya.
‘’jangan sentuh aku.’’ Ucap pandu menahan emosinya.
Stella hanya menunduk sambil menangis.
‘’jangan perlihatkan airmata palsumu itu didepanku.’’ Ucap pandu meninggikan sedikit suaranya,yang membuat stella sangat takut.
pandu sangat marah saat ini
Nana hanya diam sambil melihat pandu yang tengah marah,nana belum pernah melihat pandu seperti itu.
‘’aku tidak percaya pandu bisa semarah itu pada stella.’’ Batin nana sambil melihat kearah stella dan pandu secara bergantian,berungkali nana menelan salivanya.
‘’dan jangan harap aku akan menceraikan istriku demi kamu,karena aku sangat mencintainya.’’ Ujar pandu lagi sambil memegangi jemari nana namun tatapannya tidak lepas dari stella yang masih menunduk.
Nana terkejut mendengar ucapan pandu,perhatiannya teralihkan pada tanganya yang digenggam oleh pandu.sedangkan stella dia membaranikan mengangkat kepalanya untuk melihat pandu,dia juga tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pandu.
‘’aku tidak menyangka kamu bisa berbuat seperti itu,kamu tidak hanya membohongiku,tetapi juga membohongi kevin.’’ Tegas pandu lagi.
Stella hanya bisa menggeleng sambil menangis.
‘’tidak pandu..maafkan aku.’’ Ucap stella dengan airmata yag telah bercucuran.
‘’kami berdua sangat menyayangimu sebagai sahabat,tetapi apa yang kamu lakukan stell.’’ Pandu memandang kesembarangan arah ia begitu tidak percaya akan kelakuan stella.
‘’aku sangat kasihan terhadap stella,sebegitu besar cintanya pada pandu,sampai sampai dia berbuat hal seperti ini.’’ Batin nana yang iba melihat kondisi stella.
Nana melirik kearah pandu yang tampak diam memalingkan wajahnya dari nana.
‘’ternyata pandu memang memang mencintaiku,aku tidak menyangka hal ini.’’ Batin nana sambil melirik kearah pandu sambil tersenyum bahagia.
Nana melepaskan tangannya dari genggaman pandu,lalu beralih mengusap bahu pandu,hal itu membuat pandu menoleh kearahnya.
__ADS_1
Nana meggelengkan kepalanya Sambil tersenyum
‘’sudah jangan marah marah lagi.’’ Ucap nana dengan masih mengusap usap bahu sampai lengan pandu.
Pandu tersenyum melirik kearah nana lalu mengalihkan pandangan kearah stella yang masih terlihat menangis.
‘’stella..panggil pandu .’’ suara pandu yang sudah bisa dikotrol membuat stella melirik kearah pandu.
‘’kamu tidak boleh seperti ini lagi,aku tidak ingin kamu berharap lagi padaku,sekarang aku sudah punya istri,dan aku akan tetap selamanya menjadi sahabatku.’’ Ucap pandu dengan suara lembut.
‘’maafkan aku,mulai sekarang aku tidak akan menggangu hubungan kamu dan nana lagi.’’ Ucap stella dengan nada lirih.
Nana hanya tersenyum begitu pula dengan pandu seketika mereka saling pandang.
‘’aku sudah memaafkanmu,tapi tolong jangan lakukan hal seperti ini lagi.’’ Tukas pandu lagi yang diangguki oleh stella.
‘’sepertinya aku tidak akan pernah bisa memiliki pandu,lebih baik aku pergi dari kota ini untuk melupakan pandu.’’ Batin stella sambil melirik kearah pandu dan nana.
‘’sayang aku ambil ponselku dulu.’’ Ucap pandu pada nana.nana hanya mengangguk sambil tersenyum.
Pandu pun berjalan kemeja dekat sofa stella,lalu mengambil ponselnya yang ketinggalan.
‘’kami pamit dulu.’’ Ucap pandu dengan wajah datar yang diangguki oleh stella menuduk tampa senyuman,badan stella masih bergetar,ia masih takut melihat tatapan pandu yang begitu menakutkan,tidak pernah dia melihat pandu semarah ini,pandu pernah bilang dia paling tidak suka dibohongi.
Stella menelan salivanya dengan kasar setelah kepergian pandu dan nana.
Sesaat sebelum pandu mengetahui kebohongan stella.
‘’sayang ,ayo aku harus mengambil ponselku.’’ Ucap pandu setelah turun dari mobil nya dan berdiri disamping pintu dimana nana duduk.
‘’aku harus ikut lagi kedalam? ,aku disini saja,cuman ambil ponselkan?’’ Ucap nana lagi.
Pandu pun mengangguk
‘’ya sudah kamu tunggu sebentar ya.’’ Ucap pandu yang diangguki oleh nana.
‘’kenapa pandu lama sekali.’’ Ujar nana yang menunggu dimobil,pandu memakirkan mobilnya ditepi jalan,jadi stella tidak tahu bahwa pandu kembali kerumahnya.
Nana berniat menyusul pandu
‘’kena.....pandu segera membekap mulut nana sambil memegangi bahunya.
Nana melototkan matanya saat melihat stella sedang tertawa didepannya.
Nana melirik kearah pandu ,pandu memberi kode kepada nana agar tetap diam sambil meletakkan jari telunjuknya ditengah bibirnya.
Nana mengangguk mengerti,dan memperhatikan gerak gerik stella yang tengah membelakangi meraka.sedangkan pandu mengepalkan tanganya menahan emosi dengan apa yang dikatakan oleh stella.
.
.
.
.
.
jangan lupa like commen dan vote yah
terimakasih🤗🤗
__ADS_1