
Keesokannya...
Matahari menyambut datangnya pagi,pancarannya menembus masuk kedalam celah celah jendela kamar.
Nana membuka matanya yang terasa silau akan cahaya tersebut,membalikkan badannya kesamping untuk menghindari sang mentari yang mengganggu matanya yang masih terasa mengantuk.
Beberapa saat kemudian nana bangun kesiangan,karena semalam ia tidur begitu larut malam,saat bangun ia sedikit terkejut karena tak mengenal tempatnya berada,sesaat kemudian ia baru sadar,bahwa sekarang dia sedang berada dikamar hotel.
Nana segera bangkit dari tempat tidur,ia teringat akan sesuatu saat melihat kearah sofa.
‘’pandu,kemana dia?.’’ Batin nana sambil melihat kesembarangan arah untuk berpikir.
apa dia benar benar tidur diatas sofa semalam?itulah yang dipikirkan nana
Nana pun beranjak dari tempat tidur dan segera membersihkan dirinya didalam kamar mandi.
Selesai mandi,nana pun keluar dari kamar mandi, nana mendapati pandu yang baru saja masuk kedalam kamar,seketika pandangan mereka bertemu,dan kecanggungan diantara mereka terjadi kembali.
Pandu pun mendekat kearah nana‘’kamu sudah bangun?.’’ tanya pandu memulai berbicara.
Namun hanya dibalas dengan anggukan oleh nana.
‘’ya sudah ,tunggu aku sebentar,aku juga akan bersiap siap,setelah ini kita sarapan,semua keluarga sudah menunggu diluar.’’ Ucap pandu yang baru saja mendapat telvon dari mama galih.
‘’i-iya .’’ jawab nana dengan gugup.
Nana pun melewati pandu menuju kearah tempat rias,sementara pandu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
‘’sekarang aku sudah menjadi seorang istri,apa yang harus aku lakukan.’’ Batin nana resah menatap kearah cermin sambil menyisir rambutnya.
Selesai bersiap,nana yang diminta untuk menunggu pandu,duduk diatas sofa sambil memainkan ponselnya.
Tak lama kemudian pandu keluar dari kamar mandi,perhatian nana teralihkan pada pintu kamar mandi yang terbuka,menampakkan diri pandu disana,hal itu membuat nana kaget,dan hampir menjatuhkan ponsel yang ia pegang,pasalnya pandu keluar dari kamar hanya memakai sehelai handuk,menampakkan tubuh atletisnya yang sempurna, nana segera membalikkan tubuhnya dan memejamkan matanya,ia tidak ingin melihatnya lama lama,jantung nana berdesir dengan cepat,dengan pipi yang sudah merah merona.
Nana pun menunggu pandu yang baru saja masuk kembali kedalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
Setelah keduanya nyelesai bersiap siap ,mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju ketempat makan yang sudah disediakan oleh pihak hotel,keluarga mereka sudah menunggu disana,tapi tidak dengan mama galih dan papa danu yang sudah pamit izin pulang terlebih dahulu,karena papa danu yang akan pergi keluar kota, tetapi mereka pergi setelah menghabiskan sarapan mereka.
‘’wah,,pengantin baru,akhirnya keluar juga.’’ goda viona saat melihat pandu dan nana yang baru saja duduk dihadapannya.
‘’apaan sih vi.’’ Ucap nana yang kesal dengan candaan sahabatnya itu.
‘’pagi arza.’’ Perhatian nana teralihkan pada arza yang berada dipangkuan kevin,sedangkan viona tengah menyuapi makan anaknya tersebut.
‘’pagi tante cantik,pagi om pandu.’’ Balas arza yang ikut serta menyapa pandu.
‘’pagi ars.’’ Pandu tersenyum tipis.
‘’oh ya tugas seorang istri.’’ Batin nana,ia sempat mencari di google tugas tugas seorang istri.salah satunya mengambil makanan untuk suami.
Nana mengambil nasi goreng,memasukkannya kedalam piring,dan meletakkannya didepan pandu.
‘’silahkan dimakan pak.’’ Ucap nana smabil tersenyum tipis pada pandu,semua orang yang ada diruang makan dibuat tertawa oleh nana karena memanggil suaminya dengan sebutan pak.
Pandu menatap kesemua orang dan tersenyum tipis pada nana.
Nana begitu heran kenapa semua orang menertawakannya,apa yang ia lakukan salah.
__ADS_1
‘’na,lo manggil suami lo dengan sebutan bapak.’’ Ucap viona yang masih tertawa.
‘’pak pandu kan,bos aku.’’ Ucap nana
Yang membuat semua orang kembali tertawa kecuali arza.
‘’eh,sekarang dia itu udah jadi suami lo.’’ Ujar viona lagi.
Nana melirik kearah pandu yang masih melihat kearahnya.
‘’iya sayang,masak kamu manggil suami kamu bapaksih, yang lebih romantis dong.’’ Sela mama ratna.
Nana menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia tidak tahu harus memanggil pandu dengan sebutan apa.
Mama ratna dan papa evan menyantap sarapannya dan sesekali menggelengkan kepala mereka melihat tingkah putrinya.
‘’makasih ya.’’ Jawab pandu lalu memulai sarapannya.
Semua orang sudah kembali kekamar masing masing,dan akan bersiap siap untuk pulang.
Sementara pandu dan nana mereka akan pulang kerumah baru yang sudah disediakan oleh mama galih dan papa danu untuk mereka tinggali.
Setelah beberapa menit semua sudah berkumpul di loby hotel.
‘’kenapa aku harus tinggal berdua dengan pandu.’’ Batin nana sambil melirik kearah pandu.nana begitu berat berpisah dengan papa dan mama,sudah cukup baginya selama 4 tahun jauh dari kedua orangtuanya tersebut.
Mama ratna yang berada dihadapan nana menghampiri putri kesayangannya itu yang terlihat murung.
“sayang,sekarang kamu sudah menjadi seorang istri,jadilah istri yang baik,nurut sama nak pandu,dan layani dia dengan baik .’’ucap mama ratna sambil mengusap bahu nana.
Nana lalu memeluk mama ratna
‘’tidak bisa sayang,apa kamu tidak kasihan dengan mama galih yang sudah susah susah membelikan rumah untuk kalian,tetapi tidak ditempati, sayangkan.” Jawab mama ratna sambil mengusap usap rambut nana.
Nana masih memeluk mama ratna,sebenarnya ia masih belum bisa menerima pernikahannya dengan pandu,jujur nana sangat ragu dengan perasaan pandu padanya,dan sekarang harus tinggal berdua dengan dirinya.sementara pandu,sebenarnya cintanya pada nana sudah mulai tumbuh sejak empat tahun lalu,bahkan dia sangat menyayangkan perjodohannya batal dengan nana,sebenarnya pandu ingin memperbaiki hubungannya dengan nana sejak dulu,tapi itu sudah terlambat,nana keburu pergi dan memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya diamerika.jadi yang sangat senang dengan pernikahan ini adalah pandu,dia sangat beruntung bisa mendapatkan nana kembali.
“om tante,kalau gitu viona dan kevin pamit dulu ya.” Pamit viona pada mama ratna dan papa evan.
Papa evan dan mama ratna saling mengangguk.
“iya kalian hati hati ya,dan makasi kamu udah bantu tante menyiapkan pernikahan nana ,kamu jadi repot deh.” ujar mama ratna.
“iya sama sama tan,nggak kok.” Ucap viona sambil tersenyum pada mama ratna, disampingnya ada kevin yang tengah memangku arza.
Setelah pamit pada nana dan pandu viona dan kevin pun pergi meninggalkan hotel.
‘’kalau begitu kita juga pamit ma.’’ Ucap pandu sambil mencium tangan kedua mertuanya.
‘’iya nak pandu,kalian hati hati ya,papa titip nana,semua tanggung jawab papa untuk menjaga putri papa ini,papa serahkan padamu.” Ujar papa evan.
‘’iya pa,pasti,pandu janji akan selalu menjaga nana.’’ Pandu tersenyum tipis sambil melirik kearah nana.
‘’baiklah papa percaya padamu.’’ Papa evan mengangguk angguk.
‘’aku tidak percaya,dia akan menjaga ku.’’ Batin nana.
Setelah pandu ,kini giliran nana yang menyalami dan memeluk kedua orang tuanya.
__ADS_1
‘’nurut ya sama suami kamu.’’ Ucap mama sambil menangkup kedua pipi nana,nana hanya mengangguk dan tersenyum pada mamanya itu.
.........
Pandu dan nana pun pergi meninggalkan hotel,begitu pula dengan mama ratna dan papa evan yang ikut menyusul,
Disepanjang perjalanan menuju rumah baru,nana hanya diam tidak bicara sepatah kata pun,yang dilakukan hanya melihat kearah jendela,mengabaikan seseorang yang tengah menyetir disamping nana yang juga tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun.disepanjang perjalanan hanya keheningan yang tercipta.
Nana dan pandu sampai dihalaman rumah baru mereka yang cukup luas,terlalu besar jika hanya tinggali untuk berdua saja,pandu dan nana beriring keluar dari mobil.
“apa rumah ini tidak terlalu besar?.” Batin nana terpaku melihat kearah rumah.
“besar sekali,bagaimana cara mengurusnya.”batin nana lagi sambil menelan salivanya,ia mengingat perkataan mama ratna,bahwa seorag istri harus mampu mengurus rumah tangganya dengan baik.
“ayo.” Ajak pandu yag sedari tadi memperhatikan nana.
Nana sejenak melirik kearah pandu lalu menatap kerah rumah itu kembali.
“aku tidak akan mampu mengurus rumah sebesar ini,belum lagi aku juga bekerja.” Batin nana.
‘’semua barang kita sudah ada didalam,mama yang mengaturnya.” Ucap pandu lagi.
Mereka pun masuk kedalam kedalam rumah.
‘’istirahatlah ,kamar kita ada dilantai dua.’’ Ucap pandu yang membuat nana melirik kearahnya.
‘’kamar kita,itu artinya aku akan sekamar lagi dengan pandu,eh,apa yang kubicarakan bukankah suami istri memang tidur sekamar.’’ Batin nana.
‘’apa ada yang kamu bicarakan ?.’’ ujar pandu saat mata mereka bertemu.
‘’aku tidak mau sekamar dengan pandu,aku takut terjadi sesuatu dengan kami,sementara aku tidak mengetahui perasaan pandu terhadapku.’’
‘’ pak,bisa kita tidak sekamar dulu?.’’ Ucap nana tiba tiba yang membuat pandu mengriyitkan dahinya.
‘’maksudmu ?
Nana hanya menunduk tidak menjawab pertanyaan pandu, dia tidak tau harus menjelaskan apa, tidak mungkin dia mengatakan tidak menerima pernikahan ini.
‘’baiklah ,kamu pilih saja salah satu kamar diatas.’’ Ucap pandu yang mengerti penolakan nana saat ini.raut wajahnya berubah dingin.
Nanapun sedikit mendongakkan kepalanya melihat kearah pandu yang memalingkan wajahnya dari nana.nana hendak berlalu dari dari sana,namun suara pandu kembali menghetikan langkahnya.
‘’oh ya kalau dirumah tolong ubah panggilanmu terhadapku,karena sekarag kita tidak sedang bekerja.’’ Ucap pandu dengan
masih memperlihatkan ekspresi dinginnya.kemudian ia berlalu mendahului nana menuju lantai atas.
"apa dia marah?nana menatap punggung pandu yang sudah menaiki anak tangga.
like dong yang banyak biar author semangat nulisnya.
maaf kalau author slow up.
banyak tugas yang harus author kerjakan.
udah mulai kuliah soalnya.
mohon pengertiannya ya.
__ADS_1
terima kasih🤗🤗🤗
haduh tugas kuliah banyak kali😱😱😱😱😖😖😖😖😖😖😖😵😵😵😵😵😵