
Drtttttt... drtttttt..drrttttt
Ponsel nana berbunyi dan membuyarkan lamunannya.
‘’viona..’’ ucapnya..lalu segera mengangkat telepon itu.
‘’hallo vi...’’ jawab nana sambil tersenyum.
‘’hallo na,,gimana keadaan lo..udah baik baik ajakan?.’’tanya viona dari seberang.
‘’iya aku udah baik baik aja kok,,oo iya bagaimana dengan dira apa udah ada perkembangan vi?.’’ Tanya nana langsung.
‘’ iya,,gue mau beritahu lo kalau dira udah sadar dri komanya.’’...
‘’apa....! syukurlah vi ,, nana terkejut sekaligus senang.
‘’iya na,,kondisinya semakin membaik,,tapi dira masih harus dirawat dirumah sakit untuk sementara,dan kami akan segera membawa dira keindonesia dan akan dirawat rumah sakit disana.
‘’aku ikut senang dira sudah sadar,,,aku tidak sabar ingin bertemu dengannya.’’ Ucap nana lagi.
‘’........
‘’baik aku akan menunggu kedatangan dira disini,,oh iya tolong sampaikan salamku pada dira.’’
‘’baiklah nanti akan aku sampaikan padanya.....
‘’ dan satu lagi vi..,tolong rahasiakan dulu tentang kehamilanku pada dira, aku ingin menyampaikan sendiri padanya.’’ Ucap nana lagi sambil tersenyum lebar.
‘’siap bos.’’ Jawab viona dari seberang sana.
Nana dan viona saling mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
‘’terima kasih tuhan,karena engkau sudah berbaik hati mengabulkan segala doa doa hamba.’’ Lirih nana sambil mengucap syukur karena dira sudah sadar dari komanya.
senyuman nana tiba tiba menghilang kala merasa perutnya yang diaduk aduk.
‘’aku mau muntah.’’ Ucap nana sambil menutup mulutnya.diletakkan ponsel dan foto foto tadi keatas meja,lalu berlari kedalam kamar mandi.
‘’hoek.....hoekk...hoeeeeekkk...nana memuntahkan semua isi perutnya kedalam wastavel.
‘’astaga,,aku pikir ini sudah berakhir.’’ Ucap nana lalu mencuci mulutnya dengan air.
"tapi tidak papa, , mommy tidak akan menyesal mengandung anak anak mommy." ucap nana berdialog dengan anaknya yang masih berada didalan perutnya sambil mengusap usap perutnya.
Setelah merasa lega,nana keluar dari kamar mandi.
bibir nana tampak pucat pasi wajahnya tampak lemas.
"hubby " lirih bibir pucat nana saat mendapati suaminya sudah berada didepan pintu.
Nana tersenyum.
Mendengar suara orang muntah muntah pandu segera terbangun dan dan tidak mendapati istrinya disampingnya ,sudah dipastikan bahwa yang ada didalam kamar mandi itu adalah nana pandu segera berlari kearah kamar mandi,,karena pintu kamar mandi ditutup pandu memutuskan untuk menunggu nana didepan pintu kamar mandi.
Wajah pandu tampak khawatir saat mendengar nana memuntahkan semua isi perutnya.
‘’hubby,,,kamu sudah bangun? .’’ lirih nana dengan bibir yang tampak pucat.tenaganya habis akibat muntah muntah tadi.
Pandu mengangguk dan kemudian langsung memeluk tubuh istrinya.pandu sangat kasihan melihat kondisi istrinya yang harus mengalami ini setiap pagi.
‘’aku tidak apa-apa,dokterkan bilang kalau diawal semester kehamilan memang akan seperti ini,ini biasa bagi wanita hamil, hubby.’’ Ucap nana sambil mengusap usap punggung suaminya.
pandu tampak memejamkan matanya , sambil memeluk pinggang nana erat.
__ADS_1
Nana tersenyum saat teringat saat menemukan foto fotonya didalam kamar pandu tadi.sekarang nana semakin percaya kalau pandu memang sangat sangat mencintainya.
‘’ tapi aku tetap tidak tega melihat sayang seperti ini,andai saja aku bisa mengantikan posisimu sayang.’’ Ucap pandu tidak tega melihat istrinya.
Pandu melepaskan pelukannya,lalu berlutut didepan nana dan mencium perutnya.
‘’hey kedua baby daddy,,jangan nakal lagi didalam sana ya,kasihan mommy kalian,,lihat wajah mommy tampak pucat dan badannya juga lemas ulah kenakalan baby.’’ Ucap pandu bicara pada anaknya yang masih berada didalam perut.pandu mengusap usap perut nana kemudian kembali menciumnya.
Nana hanya tersenyum sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
Pandu bangkit dari posisinya,kemudian mengangkat tubuh nana dan membawanya keatas ranjang .
‘’tunggu sebentar ya sayang,,aku akan minta bi lila untuk membuatkan teh untukmu.’’ Ucap pandu sambil merebahkan tubuh nana keatas tempat tidur.nana hanya mengangguk.
Pandupun keluar dari kamar, pergi dapur untuk meminta bi lila menyiapkan teh sekaligus bubur untuk istrinya nana.
‘’ada apa ndu?’’ Tanya mama galih yang tiba tiba sudah ada didapur.
‘’ini ma,sedari tadi nana muntah muntah terus,,aku minta bi lila untuk membuatkan bubur untuknya.’’
‘’diawal awal kehamilan memang terjadi hal seperti itu .’’ ucap mama galih yang diangguki oleh pandu.
"kamu tidak perlu khawatir ya."
"iya ma." ucap pandu.
‘’ya udah ma,aku kembali dulu kekamar ,kasihan nana sendirian.’’ Ucap pandu sambil membawa teh dan beberapa potong roti yang sempat disiapkan oleh asisten rumah tangganya.
‘’ya udah,,jaga selalu mantu mama, nanti kalau buburnya telah siap, mama akan membawakannya kekamar kalian.’’ Ucap mama galih yang diangguki oleh pandu.pandu pun kembali kekamarnya.
jangan lupa like , commen dan vote
__ADS_1
terima kasih