Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 05


__ADS_3

jessly sedikit menghela nafasnya sambil berkacak pinggang.ia berdiri didepan cermin, sambil memperhatikan penampilannya yang casual.


kemudian setelah itu ia mengambil sepatu dockmart miliknya dan memakaikan kekakinya.


setelah semua itu selesai, jessly mengambil tas kecil serta ponsel yang berada diatas nakas, lalu bergegas membuka pintu kamarnya.


keluar dari kamar , jessly menutup pintu kamar dengan sangat hati -hati , sementara matanya sibuk menelisik situasi sekitar.


"jangan sampai mbak ruki tahu atau asisten yang lainnya melihat ku akan pergi." batin jessly.


pelan pelan jessly menuruni anak tangga agar tidak menimbulkan bunyi sedikitpun.


sampai dilantai bawah, jessly kembali menyelusuri keberadaan semua asisten rumah tangganya.


senyuman seketika muncul dikedua sudut bibir jessly.tidak ada tanda tanda keberadaan mbak ruki, asisten yang bertugas mengawasi dirinya.


"baguslah tidak ada orang, aku yakin semua mbak pasti ada didapur untuk menyiapkan makan siang, jadi aku aman untuk pergi." batin jessly merasa lega.


jessly hendak melangkahkan kakinya untuk pergi.


"nona jessly." namun tiba tiba terdengar suara dari belakang yang membuat jessly melototkan matanya.itu adalah suara mbak ruki.


jessly memejamkan matanya kesal.


"nona jessly mau kemana? " mbak ruki tampak menghampiri jessly sambil memperhatikan penampilan nonanya itu.


" siall, aku ketahuan" batin jessly


"nona jessly mau pergi?


" aku mau keluar sebentar." jawab jessly.


"aku izin pergi sebentar ya mbak." ucap jessly pada mbak ruki.meminta izin dengan cara baik baik.


" maaf nona,tapi nona tidak diizinkan pergi keluar oleh tuan jimi, kalau nona tetap ingin pergi, saya harus ikut dengan nona jessly." sahut mbak ruki.


" sudah ku bilang, aku hanya pergi keluar sebentar, kenapa mbak ruki harus ikut." ucap jessly kesal.


"maaf mbak, itu perintah dari tuan jimi." ucap mbak ruki sambil menunduk.


jessly mendengus kesal.

__ADS_1


"kak jimi lagi."


"pokoknya , aku mau pergi sendiri, aku bukan anak kecil lagi yang kemana -mana harus ditemani." ucap jessly pada mbak ruki.


"tapi nona,tuan jimi bisa marah pada saya kalau nona tetap ingin pergi sendiri." sahut mbak ruki.


"kak jimi tidak akan marah pada mbak ruki, mbak ruki tenang saja."ucap jessly menahan kekesalannya.


" kalau nona memaksa, sebaiknya nona izin terlebih dahulu dengan tuan jimi."


jessly berdelik sambil berpangku tangan.


mbak ruki mengambil ponselnya didalam saku untuk menghubungi jimi.


namun saat mbak ruki lengah, tampa asistennya sadari jessly telah pergi dari hadapannya.


"tuan jimi tidak mengangkat teleponnya, mungkin tu...


saat melirik kearah jessly, dia sudah tidak ada ditempat.


" nona jessly."


seorang pria tampan tengah duduk dengan serigai diwajahnya sambil memperhatikan sebuah foto gadis cantik yang sedang tersenyum manis kearah pria yang ada disampingnya.


"cantik dan manis, tapi sayang sudah menjadi milik seseorang."


pria itu kemudian menyandarkan punggungnya kekursi sambil mengusap -usap dagunya yang sedikit tumbuhi oleh bulu -bulu halus itu.


ceklek...terdengar suara pintu dibuka.


masuklah jimi kedalam ruangan itu, pria tadi memutar kursinya ke arah pintu.


"sudah menunggu lama? '' tanya jimi sambil menghampiri pria itu.


" tidak juga ." pria itu menaikkan kedua bahunya, lalu beranjak dari kursinya lalu berdiri berhadapan dengan jimi.


mereka saling pandang , memperhatikan satu sama lain dengan serigai liciknya nya masing masing, namun sesaat kemudian mereka pun saling tertawa.


jimi tampak memeluk seseorang tersebut dan dibalas oleh pria itu.


"bagaimana kabarmu bro ." tanya jimi sambil menepuk nepuk punggung sahabat lamanya.

__ADS_1


"aku baik, bagaimana dengan kau? " sembari melepas pelukannya.


"seperti yang kau lihat " jimi merentangkan tangannya.


"heem, sepertinya kau terlihat baik baik saja, tidak kurang satu apapun, masih tetap tampan." ucapnya sambil mengamati penampilan jimi, lalu sedikit tertawa dan diikuti oleh jimi.


"kau terlalu pandai memujiku, bahkan kau lebih tampan dariku." ucap jimi sambil tertawa , lalu berlalu duduk dikursi kebesarannya.


"silahkan duduk Michelle." jimi mempersilahkan sahabatnya itu untuk duduk kembali.


sambil duduk Michelle masih tetap memperhatikan foto jimi dengan seorang gadis cantik yang diletakkan disamping dirinya.


"beruntung sekali jimi mendapatkan gadis muda secantik itu." batin Michelle


"kau sudah lama menunggu ku,Michelle ? sorry, meeting dengan para client secara mendadak tidak bisa di elakkan, aku sedikit lama." ujar jimi sambil menggeleng- nggelengkan kepalanya yang sedikit berdenyut- denyut ulah mengurus pekerjaannya yang begitu banyak hari ini.


namun michelle tidak mendengarkan perkataan jimi.


"michelle, kau mendengar ku? jimi menatap kearah michelle yanag tengah sibuk menatap kearah figura yang berisi foto dirinya dan jessly.


jimi tersenyum.


" maaf jim, kau bilang apa tadi?."


"sebegitunya menatap foto ku, hingga perkataan maaf ku tidak kau tanggapi." ucap jimi masih dengan senyuman dibibirnya.


hahahaha


"sorry, aku tidak dengar, kau beruntung sekali mendapatkan gadis muda secantik ini, aku iri padamu." ucap michelle terus terang.


jimi hanya tertawa, sahabatnya mengira pasti foto yang ada didepannya itu adalah jimi dan kekasihnya.


jimi tidak memberitahu bahwa gadis yang ada didalam foto itu adalah adiknya.


mereka kemudian mereka berbincang bincang sebagai sahabat lama.


" aku yakin perusahaan george group akan lebih maju lagi dibawah kepemimpinan mu, mich" ucap jimi.


"aku harap begitu, aku tidak boleh mengecewakan papa, aku akan membuat papa ku bangga dengan ku." ucap michelle yakin.


jimi hanya mengangguk angguk sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2