Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 34


__ADS_3

Pandu tampak sibuk dengan laporan yang menumpuk dimeja kerjanya.


Menandatangani satu persatu dari laporan tersebut,sedangkan nana sibuk membuka bekal yang ia bawa dari rumah tadi.


‘’sayang apa kamu sudah jadi pergi restoran mama?.’’tanya pandu sambil menutup kertas dan bolpoinnya.


‘’hmmmm belum, sepulang dari kantor ini aku akan pergi kesana.’’ Ucap nana yang masih sibuk menata kotak makanan diatas meja.


‘’hmmmm,suapin ya sayang.’’ Ujar pandu yang sudah mendekat kearah nana.


‘’kenapa harus disuapin sih,biasanya makan sendirikan.’’ Ucap nana sambil mengrinyitkan dahinya.


‘’apa kamu lupa apa yang tadi aku katakan.’’ Ucap pandu santai kayak dipantai.


‘’kok sekarang malah ngancam ngancam sih.’’ Balas nana ketus.


‘’kalau kamu nggak mau nurut sama suami kamu,ya terpaksa aku harus ngancam.’’ Ucap pandu sambil terkekeh .


‘hah..’’ nana membuang nafasnya dengan kasar sambil menurunkan kedua bahunya dengan lemas.


Dengan berat hati,eh dengan senang hati yang dipaksa,nana pun menyuapi pandu.


‘’makasih sayang.’’ Ujar pandu tersenyum tipis sambil mengunyah.


‘’hemmmm.’’ Balas nana lalu menatap pandu dengan malas.


Setelah selesai makan nana pun kembali membereskan kotak makannya.


‘’ini minumnya.’’ Ucap nana sambil menyodorkan segelas air putih yang memang sudah tersedia dimeja kerja pandu.pandu mengambilnya dan segera meneguknya,lalu memberikannya kembali pada nana.


‘’sudah selesai sekarang aku bisa pergi.oh ya mana kotak makanan yang tadi pagi biar sekalian aku bawa.’’ Ucap nana pada pandu,bukannya menjawab pandu malah menatapnya dengan lekat.


‘’ada apa,kenapa menatapku seperti itu, mana kotak makanannya?.’’ Ujar nana lagi.


Bukannya menjawab pandu malah menarik tangan nana dan membawa nana kepelukannya.


Nana yang terlihat kaget hanya bisa membulatkan matanya.pandu menyembunyikan kepalanya dicuruk leher nana sambil memejamkan matanya,sedangkan nana tidak ada pemberontakan sedikit pun darinya,entah ia senang dipeluk oleh pandu, tapi matanya tetap membulat dengan begitu sempurna.


‘’a-ada apa ,kenapa begini.’’ Jawab nana gugup setelah 2 menit kemudian.


‘’biarkan seperti ini sebentar saja.’’ Ucap pandu tampa membuka matanya,dan memeluk nana lebih erat.


‘’pandu,kenapa begitu tenang dipeluk olehnya.’’ Batin nana kemudian memberanikan memeluk punggung pandu,ada seberkas senyuman di bibir nana.


Setelah melepaskan pelukannya,pandu memandangi wajah cantik yang depannya itu,menarik dagunya dan lalu mulai mencium bibir nana dan ********** dengan lembut .


Nana kembali membulatkan matanya saat mendapatkan serangan yang begitu tiba tiba.


‘’hanya itu yang bisa kulakukan saat.’’ Ucap pandu sambil mengusap bibir nana lalu tersenyum yang dipaksakan setelah selesai mencium bibir manis istrinya itu.


nana begitu tertampar oleh perkataan pandu, karena selama menikah dia belum memberikan hak pandu sebagai seoarang suami.


Didalam hati nana menjadi tidak enak dengan suaminya itu.


‘’aku harus pergi sekarang ,mama pasti sudah menungguku.’’ Ucap nana datar.


Pandu tampak menelpon seseorang,lalu mengakhiri panggilannya.


‘’aku sudah membatalkan janjimu dengan mama, saat ini aku ingin kamu menemaniku disini , temani aku hari ini , okey.’’ujar pandu


‘’kok gitu sih,nggak mau,kamu sudah memecatku ngapain aku disini,lagian akan bosan kalau aku tidak mengerjakan apa apa.’’ Ucap nana lagi.


‘’tidak ada kata membantah,temani suami kamu bekerja atau tidak....

__ADS_1


‘’iya iya iya...selalu mengancam .’’ gerutu nana memotong omongan pandu sudah tau kemana arahnya.


‘’Baru tadi aku senang dengan sikapnya sekarang malah bikin kesal lagi” batin nana kesal melihat kearah pandu yang tersenyum menang dari istrinya.


Nana tengah duduk diatas sofa sambil memperhatikan pandu yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.


"ngapain aku mengawasinya disini, mending aku pulang, dan beristirahat, tapi kalau aku pulang, dia pasti mengancamku lagi, dasar laki laki aneh." guman nana dalam hati mulutnya menguap berkali kali matanya jadi berair karena menahan kantuk, berkali kali juga nana mengusap matanya agar tetap terbuka , hal itu menjadi perhatian bagi pandu.


‘’sayang kalau kamu mengantuk,masuklah kekamar pribadiku,dan beristirahatlah disana.’’ Ucap pandu sambil menunjukkan melihat kearah nana.


"aku disini saja, aku tidak mengantuk." tolak nana sambil menahan kantuknya.


"ternyata mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu sangat melelahkan, apa aku minta pandu cari asisten rumah tangga saja ya, buat bantu aku dirumah, sungguh kalau begini setiap hari aku tidak sanggup." batin nana


"jangan protes, istirahatlah disana, aku tidak suka dibantah, atau...pandu lagi lagi menunjukkan senyuman misteriusnya.


" *ah ini orang, sekarang kenapa suka sekali mengancamku."batin nana lagi


"tapi ya sudahlah, aku juga mengantuk*."


"ya udah iya." ucap nana


yang kemudian beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju kamar pribadi milik pandu,dia memang mengetahui ada kamar pribadi milik pandu didalam ruangannya,tapi nana belum pernah masuk kekamar itu sekali pun selama jadi sekretaris pandu.


Saat masuk kekamar,nana membulatkan matanya,karena terpesona akan kamar tersebut,kamarnya tidak jauh beda dengan yang dirumah,seketika kantuk nana terasa hilang saat menyusuri kamar yang lumayan luas itu.


‘’ wah kamarnya bagus banget, interior disainnya kesukaanku banget, kenapa semua ruangan milik pandu didisain dengan semua warna kesukaanku, apa kita menyukai warna yang sama?." mata nana tak hentinya menyelusuri tiap sudut kamar.


"ada banyak buku juga disini.’’ ucap nana saat langkahnya terhenti pada sebuah rak buku yang sangat besar.


Nana bergegas kembali keluar setelah mengambil salah satu buku.


‘’ada apa sayang,bukankah kamu aku suruh beristirahat?.’’ Tanya pandu saat nana kembali keluar dari kamar.


pandu ikut tersenyum melihat senyuman bahagia nana.


‘’boleh,tapi ada syarat.’’ Ucap pandu yang membuat kening nana mengrinyit.


‘’aku cuman mau pinjam buku,kok pakai syarat sih.’’ Ketus nana yang kembali kesal, baru saja mood bahagianya keluar.


‘’ya sudah,kalau gitu nggak usah dipinjam .’’ balas pandu balik lalu tersenyum menatap kelayar komputernya.


ck


‘’ya udah apa syaratnya?.’’ Jawab nana melas sambil melipat kedua tangannya.


‘’seharusnya aku tidak usah minta izin padanya,dia pasti akan menggunakan kesempatan dalam kesempitan lagi.’’ Batin nana.


‘’syaratnya,kamu harus cium aku dulu sayang.’’ Goda pandu sambil melihat kearah nana.


‘’apa...”


“tukan dia memangfaatkannya lagi.’’batin nana.


‘’ya sudah kalau kamu tidak mau.....


“”okey okey..nana melototkan matanya sambil mendekat kearah pandu dan segera mencium pipi pandu.


“bukan itu,tapi ini.” Ujar pandu sambil menunjuk bibirnya.


Ck


"dasar...nana memalingkan wajahnya .tapi kemudian

__ADS_1


Cup


Nana mencium bibir pandu dengan cepat.


“yang lama dong sayang.”


“udah ah ,kamu pasti mau ngerjain aku doang kan.” Kesal nana dan hendak beranjak dari sana.


Tok tok tok


“masuk.” Jawab pandu


Perhatian nana juga teralihkan pada pintu melihat siapa yang akan datang.


Masuklah jello,sekretaris pandu yang baru,nana mengrinyitkan keningnya melihat kearah jello,pasalnya wanita itu berjalan berlenggok lenggok dengan memakai rok pendek diatas lutut yang sangat ketat menampakkan lekuk tubuhnya.


”apa dia sekretaris baru yang menggantikan ku.” Tanya nana dalam hatinya dengan masih melihat kearah jello .entah kenapa ia kesal sendiri melihat jello.


“siapa gadis ini.’’ Ucap nana yang ternyata perhatiannya juga tertuju pada nana.


Pandu yang melihat nana yang terlihat kesal hanya tersenyum senyum sendiri.


‘’sebegitunya dia memakai pakaian,pakaiannya ketat sekali,apa yang ia lakukan dengan pakaian seperti itu,bekerja atau ingin menggoda bos.apa dia ingin menarik perhatian pandu?guman nana dalam hati sambil melihat kearah jello yang semakin dekat kearahnya.


“maaf ternyata bos ada tamu.” Ucap jello memandang tidak suka pada nana.


“siapa wanita ini,kapan dia masuk,kenapa aku tidak melihatnya masuk kesini.” Batin jello sambil menatap nana dengan sinis.


Ck


“awas saja kalau berani menggoda suamiku.” Batin nana tak kalah menatap jello dengan sinis.


“apa laporannya sudah siap.” Ucap pandu yang membuat perhatian nana dan jello teralihkan padanya.


“oh ini pak laporannya,sudah selesai saya kerjakan.” Kata jello sambil tersenyum pada pandu.lalu menyodorkan laporan tersebut.


Pandu tengah asyik memeriksa laporan tersebut sedangkan dan jello saling bersitatap sibuk dengan pikirannya masing masing.


"apa dia kekasih bos, tapi rasa tidak mungkin." batin jello sambil melirik kearah nana.


"hah walaupun gadis ini sangat cantik, tapi aku jello sekretaris sexsi yang akan mendapatkan hati pak bos pandu."batin jello pun melirik nana dengan sinis.


“okey,tidak ada kesalahan dalam laporannya,ini sudah bagus.” Ucap pandu setelah selesai menandatanganinya.


“baik pak.” Dengan berat hati jello keluar dari rungan pandu,dengan hati yang bertanya tanya siapa gadis yang ada diruangan pak bos.


" kalau bukan kekasihnya, kenapa berani sekali masuk keruangan bos, tapi sejak kapan gadis itu masuk keruangan bos pandu, kenapa dia tidak izin dulu padaku saat ingin bertemu pak bos." batin jello saat berjalan keluar


Nana hanya diam menatap kepergian jello sampai pintu ditutup kembali.


‘’sayang,kenapa diam,tadi katanya mau baca buku.’’ Ucap pandu yang membuat perhatian nana teralihkan pada pandu.


“wah sekretaris barumu cantik dan sexsi ya beda dengan sekertaris lamamu yang sudah kamu pecat,tambah semangat dong kerjanya, digoda sama wanita seperti itu.” Ucap nana dengan kesal.


“sayang apa kamu cemburu?.” Pandu berdiri dan mengahampiri nana dengan senyuman diwajahnya.senang melihat istrinya cemburu padanya.


“siapa yang cemburu,jangan geer deh, jadi itu ya alasan kamu pecat aku, supaya bisa cari sekretaris yang montok.” ketus nana sambil berlari kembali masuk kedalam kamar pribadi pandu.


"*aku tau kamu pasti cemburu sayang." batin pandu sambil melihat kearah pintu kamar yang dibaru saja ditutup oleh nana.


"tidak lama lagi, kamu akan segera menjadi milikku suutuhnya*."


jangan lupa like, vote dan commen yah

__ADS_1


__ADS_2