
Selesai bertemu dengan lala,nana pun masuk kedalam ruangan pandu,namun tak menemukan pandu dalam ruangannya,begitu pula dengan sekretaris pandu yang baru dia juga tidak ada dimejanya.
Nana kemudian mengirim pesan pada pandu,karena dari tadi ia tak memberitahu bahwa ia akan datang kekantor .
‘’apa dia sudah menemukan penggantiku.’’ Batin nana sambil duduk diatas sofa yang ada diruangan pandu lalu meletakkan kotak makanan diatas meja.
‘’sepertnya dia sedang meeting,dia sudah membaca pesan yang aku kirim tapi tidak membalasnya.’’ Guman nana sambil melihat pesannya yang sudah dibaca oleh pandu.
Nana yang merasa lelah merebahkan tubuhnya diatas sofa.beberapa saat kemudian.
‘’apa kamu merindukanku sayang.’’ Balasan pandu pada nana.
Ck
‘orang ini pede sekali.”nana berdecak namun tersenyum senang.
“siapa yang rindu kamu, aku sama sekali tidak merindukanmu,aku ada sedikit keperluan disini, ya sekalian saja aku bawakan kamu makan siang,aku akan segera pulang.” Send nana.
“jangan pulang dulu tunggu aku diruanganku,aku lagi meeting sayang,sebentar lagi aku akan kesana.” Balasan dari pandu.
Nana hanya membaca pesan dari pandu,tampa berniat membalasnya lagi.
“aku akan menunggunya,lagian aku juga lelah,aku mau beristirahat sebentar.” Guman nana sambil meletakkan ponselnya diatas meja.
Karena memang lelah, mata nana terlihat sayu karena menahan kantuknya lalu nana pun tertidur diatas sofa.
“jello,siapkan laporan hasil meeting kita tadi,kemudian antar keruangan saya.”pinta pandu pada sekretarisnya itu.
‘’Baik pak.’’ ucap jello sambil mengangguk lalu pergi menuju meja kerjanya untuk mengerjakan apa yang diminta oleh bos pandu.
Ceklek..
Pandu membuka pintu ruangannya,dan masuk kedalam ruangan tersebut.pandu tersenyum tipis saat melihat nana yang tengah tertidur diatas sofa.pandu pun berjalan mendekati nana dan duduk disamping kepala nana,memperhatikan inci demi inci wajah istrinya yang sedang tertidur .
“manis sekali.” Pandu tersenyum sambil mengusap pelipis nana.
__ADS_1
Karena terlalu gemas pandu pun mencium pipi nana satu persatu.
Nana yang merasakan sesuatu yang kenyal diwajahnya perlahan membuka matanya,dengan refleks nana mendorong pandu,pandu yang terkejut pun langsung jatuh kebelakang.tangan nana dipegang oleh pandu ikut tertarik dan nana terjatuh kepelukan suaminya itu.
Deq deq deq
Jantung nana berdesir dengan cepat .pipinya memerah saat memandang wajah pandu yang begitu dekat dengan wajahnya.
‘ke-kenapa dengan jantungku.’’ Batin nana gugup yang masih berada diatas tubuhn pandu sambil menelan salivanya.
Pandu yang juga tengah memandang nana,tak kalah berdebar jantungnya.
‘’sayang,mau sampai kapan kita seperti ini.’’ Suara pandu membuat nana sadar dan mengerjap ngerjapkan matanya.
‘hah ma-maaf.’’ Nana segera beranjak dari tubuh pandu.
Pandu pun berdiri lalu menggaruk nggaruk tengkuknya karena canggung,sedangkan nana saat ini ia hanya menunduk karena malu.
‘’sayang dimana makanan untukku,aku sudah sangat lapar sekali.’’ Tanya pandu untuk mengusir kecanggungan diantara mereka.
“ya sudah kalau begitu aku akan pulang sekarang.” Ucap nana merapikan rambut yang sedikit berantakan dan hendak membuka pintu ruangan pandu.
"‘apa kamu tak mau menemani suamimu makan siang dulu.’’ tanya pandu sambil membawa kotak makanannya kemeja kerjanya.
Seketika nana gagal membuka pintu dan berbalik menengok kearah pandu.
‘’aku tidak bisa,kamu bisa makan sendirikan.’’ Jawab nana.
‘’oh ya sudah kalau begitu,aku akan beritahu mama ratna kalau istriku ini tak mau melayani suaminya.’’ Ujar pandu yang sudah duduk dikursi kebesarannya.
‘’loh,kenapa harus begitu,kapan aku tak melayanimu,ya kecuali itu.’’ Ucap nana dengan pelan,ya tapikan aku sudah melayanimu,kenapa tiba tiba mengamcam begini.’’ Teriak nana sambil melihat kearah pandu.
‘’sekarang malah bawa bawa mama.’’ Gerutu nana sambil memutar matanya.
‘’oh ya sudah aku akan menelpon mama sekarang, aku tidak peduli.’’ Pandu mengetik nomor mama mertuanya lalu meletakkan ponselnya ketelinga.
__ADS_1
nana pun berlari kearah pandu dan merebut ponsel tersebut.
‘’kamu apa apaan sih.’’ Nana melototkan matanya pada pandu dan cepat cepat mematikan ponsel pandu.
‘’kenapa sayang?.’’ Tanya pandu sambil tersenyum tipis setelah nana merebut ponselnya.
‘’kamu pasti mau nelpon mama kan?...’’ucap nana dengan wajah terlihat kesal.
‘’iya dong sayang,mama kan pernah bilang sama aku,kalau kamu tak mau melayaniku ,aku disuruh lapor sama mama’’ Ucap pandu enteng sambil tersenyum senang.
‘’aku selalu melayani kamu kok,cuman hari ini aku ngak bisa temani kamu makan,ada urusan sebentar.’’ Jawab nana kesal.sebenarnya ia tidak ingin dekat dekat dengan pandu terlalu lama,takut jantungnya meloncat keluar karena ulah pandu yang tiba tiba.
‘’apa urusan itu lebih penting dari suamimu.’’ Tanya pandu lagi yang membuat nana diam menatap pandu.
‘’sinikan ponselnya,aku akan telepon mama.’’ Ucap pandu sambil meraih ponselnya dari nana.
‘’tidak bisa,aku tidak akan memberikannya.’’ Nana menyembunyikan ponsel pandu kebelakang punggungnya.
‘’ya sudah kalau begitu temani dan suapin aku makan.’’ Ucap pandu sambil tersenyum tipis pada nana.
‘’ya sudah aku akan temani kamu makan,tapi jangan pernah bicara macam macam sama mama.’’ Ucap nana kesal sambil mengambil kotak makanannya.
‘’iya iya sayang,ya ampun manis banget sih.’’ Ucap pandu karena melihat pipi nana yang mengembung karena kesal.
.
.
.
.
.jangan lupa like dan commen , serta votenya
sabtu minggu author akan slow up ya, atau mungkin tidak up.
__ADS_1
maaf🙏🙏🙏🙏