Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
Episode 35


__ADS_3

Matahari telah kembali kepusat kepengedarannya, siang telah berganti dengan malam.


Didalam kamar Jessly tengah sibuk dengan ponsel dan Laptopnya.


Sementara mobil Leo baru saja masuk kedalam perkarangan rumah.


Leo melihat pintu rumah tertutup dengan rapat.sedari tadi ia berusaha menelpon Jessly tapi Jessly mengabaikan panggilan darinya, tiba -tiba terbesit ide dipikiran Leo.


"Tunggu sebentar.." Tahan Leo saat Rio hendak keluar membuka pintu mobil untuk Leo.


Leo pun menghubungi Telepon Rumah.


Pelayan yang menjawabnya.


Panggilan pun terputus,Rio hanya tersenyum mendengar perintah Leo kepada pelayan.


Tok..tok..tok..


Ceklek..


Pelayan membuka pintu kamar Jessly, membuat siempunya kamar menoleh kearah Pelayan.


"Nona, maaf menganggu anda." Ucap pelayan sopan.


"Kenapa, Bi?


"Tuan muda Sudah pulang Nona, saat ini Tuan sudah berada didepan pintu utama." Ucap sipelayan.


"oh, , .." Jessly mengangguk-angguk.lalu fokus kembali keperkerjaannya.


"makan sudah siapkan bi."


"sudah nona.."


"baiklah.."


" Tuan muda meminta Nona untuk menyambutnya .."


Jessly menatap pelayan sambil mengerutkan keningnya.


"Tuan masih diluar Nona, anda diminta untuk menyambutnya."


"Kenapa Leo tidak masuk saja, kenapa harus disambut segala.." Ucap Jessly sembari memainkan ponselnya.


"Tuan muda bilang, Dia tidak akan masuk rumah sebelum Nona Jessly menyambut kedatangannya." Kata pelayan itu lagi.


"Hah.., ada -ada saja, ckk."

__ADS_1


"Saya perminsi Nona.." Pamit si pelayan.


"Ish...Apa lagi yang dia rencanakan Leo, , kenapa aku harus menyambut kepulangannya.." Pikir Jessly.


Jessly turun dari atas ranjang, Ia pun keluar menuju lantai dasar.


Jessly membuka pintu utama, Terlihat mobil Leo sudah terparkir didepan.


Jessly berdiri sedikit didepan pintu dengan ekspresi datarnya menatap kearah pintu mobil sambil berpangku tangannya.


Rio keluar dan membukan pintu untuk Leo.


Jessly menggembungkan pipi saat melihat suaminya.tapi dalam hatinya ia sangat senang melihat suami itu, Leo melonggarkan sedikit kerah kemejanya ia terlihat sangat tampan.


"Saya perminsi , tuan muda.." Pamit Leo yang membungkukkan sedikit kepalanya.


"Nona Muda.." Rio juga sedikit membungkukkan kepalanya.


Jessly hanya tersenyum samar.


Rio telah berlalu, kini tinggallah suami istri itu yang saling tatap-tatapan.


Leo menghampiri Jessly, memegang kedua bahu Jessly dan mencium pucuk kepala Jessly, lagi -lagi Jessly melotot tidak percaya.


"Sayang, Aku pulang.." Ucap Leo sambil tersenyum tampan.


Jessly mengerjap -ngerjapkan matanya.


"Menyambut suami pulang bekerja itu juga merupakan tugas istri, dan aku ingin kau selalu menyambutku setiap hari." Ucap Leo sambil tersenyum tipis.


Jessly memberanikan diri Untuk menatap Leo.


"Le, , kau tau aku ini hanya istri kon...


Cup..


Leo mencium bibir Jessly.


Leo Membuat Jessly kesal, karena setiap Jessly ingin membicarakan masalah surat kontrak dia selalu memotong ucapan Jessly dengan sebuah kecupan.


Jessly memejamkan matanya sejenak , lalu.


" Le, aku tidak mau seperti ini, kita harus membicarakan masalah ini, Ok lah, kau belum menandatangani surat itu, sekarang aku minta kembalikan surat kontrak yang aku berikan waktu itu kepadamu." Jessly menengadahkan tangannya.


Leo menatap Jessly dengan intens, dia tersenyum sambil mendekatkan wajahnya lagi kewajah Leo.


"Aku tidak tidak tahu surat itu ada dimana, aku lupa dimana menaruhnya." Leo menarik salah sudut bibirnya.

__ADS_1


"cup..." Lagi lagi Leo mengecup bibir Jessly.


Jessly berusaha meredam kekesalannya.


"Kenapa kau suka sekali mencium bibirku."


"Karena bibir istriku ini sangatlah manis." Jawab Leo mengedipkan matanya sambil mencoel hidung mancung Jessly.


"Itu baru bibir sayang, bagaimana dengan yang lainnya ya?pasti akan sangat manis." Bisik Leo ditelinga Jessly dengan suara seraknya.


Leo tersenyum penuh arti.


Tampa salah dan dosa Leo melenggang mendahului Jessly dengan tersenyum puas.


""Leooo.." Geram Jessly sambil menyatukan giginya.padahal sebenarnya Jessly senang dengan perlakuan Leo, lihat pipinya saja sudah merah meroma karena digoda oleh Leo.ia hanya kesal karena ada wanita lain dalam hidup Leo yang akan mengambil posisinya.


Kamar


" Leo tidak membaca surat perjanjian itu, habislah aku sekarang." Ucap Jessly kacau.


"ah ya sudahlah aku menyerah saja, terserah apa yang akan dia lakukan kepadaku."Jessly melemparkan tubuhnya keranjang dan menyembunyikam wajahnya.


Ponselnya berbunyi


Tertulis nama Leo.


" mau apa lagi Dia.." Ucap Jessly sambil melempar ponselnya kekasur.


Berungkali ponsel itu berbunyi, Jessly tetap mengabaikannya.


Datang lagi pelayan, Jessly membukakan pintu.


"Ada apa lagi , bi?.." Ketus Jessly moodnya sangat kacau.


"Tuan muda memanggil Anda untuk segera datang keruang makan , Nona." Ucap sipelayan


"Ckkk.." Jessly berdecak.


"Bilang saja saya sudah tidur, bi.." Ucap Jessly, ia malas bertemu Leo.


"Tapi Nona , Tuan muda ingin anda datang , ada sesuatu yang ingin dia berikan kepada Nona Jessly, sepertinya sebuah dokumen"


Membuat Jessly membuka matanya.


"Dokumen.?.."


Pelayan mengangguk

__ADS_1


"Sepertinya itu surat kontrak ku.." Pikir sambil tersenyum.


"Ya sudah, aku akan menemuinya." Ucap Jessly senang.


__ADS_2