
Sementara pandu membuka pintu kamar tamu dan melihat nana sedang berbaring diatas tempat tidur .
pandu mendekati nana dan mencium kening nana dengan sangat lembut.pandu ikut membaringkan tubuhnya disamping nana dan memeluk pinggang nana dengan sangat erat,pandu sangat khawatir dengan istrinya itu, ada perasaan bersalah pada istrinya itu karena sudah tidak mempercayainya.
Nana pun membuka matanya secara perlahan,karena tidurnya terusik saat pandu menyentuh pelipisnya.
‘’kenapa kamu bisa ada disini?.’’ ucap nana dengan ketus saat melihat pandu sudah berada disampingnya.
‘’ aku membangunkanmu ya?,maafkan aku.’’ Ucap pandu sambil mengelus rambut nana,namun nana mengalihkan pandangannya.
Pandu memaklumi sikap istrinya tersebut.
"kenapa kamu tidak menganggkat telepon dariku sayang,sedari tadi aku mencarimu ,aku sangat mencemaskanmu sayang.’’ Ucap pandu .
mata nana terlihat mengeluarkan airmata kala mengingat kejadian tadi.
‘’aku tidak memintamu untuk menelpon dan mencariku.’’ Jawab nana tampa melihat kearah pandu.
‘’kamu jangan seperti ini sayang.’’ Ucap pandu.
‘’jadi aku harus seperti apa?.’’ Tanya nana cepat memutar kepalanya kearah pandu.
‘’jangan pernah pergi dari aku.’’ Jawab pandu lagi.
‘’apa pedulimu,jika aku pergi kamu tidak akan peduli,kamu tidak percaya denganku,bahkan....nana tidak melanjutkan perkataannya dadanya terasa begitu sesak mengingat kejadian tadi.
‘’tidak,,,aku peduli terhadapmu,aku takut kehilangan kamu,aku percaya sama kamu,dan apa yang kamu lihat tadi,itu tidak benar.’’ Ucap pandu menatap istrinya lalu mengusap airmatanya.
‘’itu tampak jelas,aku melihat semuanya.’’nana menepis tangan pandu,lalu kembali memandang kearah lain.
‘’maafkan aku,aku memang salah tidak percaya padamu sayang,tapi jangan seperti ini,kamu bisa membuat aku gila sayang.’’ Pandu memeluk erat tubuh nana dan membenamkan kepalanya dibahu nana.
‘’tapi apa kamu cemberu dengan sekretaris itu sayang.’’ Tanya pandu saat berusaha menjangkau wajah nana.
Namun nana hanya diam.
‘’aku sudah melihat hasil rekaman cctv,ternyata memang wanita itu yang salah,maafkan aku yang dari awal tidak mempercayaimu.’’ Ucap pandu lagi.
‘’tapi jawab satu pertanyaan aku sayang.’’
‘’apa kamu cemburu melihat aku bersamanya?.’’ Tanya pandu lagi
Namun nana hanya diam sambil memejamkan matanya.
‘’jawab aku sayang,tolong jangan diamkan aku.’’ucap pandu lagi.
‘’iya aku memang cemburu,dan kamu tidak pantas seperti itu dengan wanita itu.’’ Ucap nana sambil melihat kearah pandu.
pandu tersenyum mendengar ucapan istrinya.
‘’aku sangat senang kamu cemburu,itu artinya kamu sangat mencintaiku.’’ Ucap pandu sambil mencium pucuk kepala nana.
Nana sedikit melunak.
‘’aku tidak pernah ada apa apa dengan wanita itu,apa kamu tidak melihat dia yang memegang lenganku,dan dengan cepat aku menepisnya.’’ Jelas pandu dengan masih memeluk nana.
__ADS_1
‘’lepaskan aku.’’ Ucap nana yang membuat senyuman pandu manjadi surut.
‘’tidak ,,aku tidak akan melepaskanmu.’’ Ucap pandu sambil memejamkan matanya.
Nana hanya pasrah ,karena percuma ia memberonta,pelukan pandu juga tidak akan terlepas,yang sebenarnya ia sangat nyaman dengan pelukan suaminya itu.
‘’jadi kamu sudah melihat hasil rekaman cctvnya? .’’ tanya nana sesaat setelah mereka berbaikan.
‘’hmmmm iya,aku melihat semuanya,aku sudah memecat dirinya,semua urusan pekerjaannya akan aku serahkan pada tyan.’’ Ujar pandu.
‘’apa tyan sudah menjadi asistenmu sekarang?’’ Tanya nana lagi.
‘’iya ,,sekarang dia sudah menjadi asisten pribadiku.’’ Ucap pandu sambil memainkan rambut nana.
Nana dapat tersenyum dengan lega,karena wanita itu sudah dipecat dan digantikan oleh tyan.
‘’tapi kenapa aku tidak tahu,kamu bisa beladiri?.’’ Tanya pandu mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajah istrinya.
‘’aku tidak menyangka kamu bisa meghajar jello seperti itu.’’ Ucap pandu lagi.
Nana tersenyum
‘’viona dan dira yang mengajari aku bela diri,dan mereka juga yang menguatkan aku untuk kuat menghadapi wanita penggoda seperti itu.’’ Ucap nana sambil menyipitkan kedua matanya.
‘’aku pikir istriku ini hanya gadis lemah lembut,yang anti dengan kekerasan.’’ Ucap pandu sambil menarik hidung nana dengan gemas lalu mencium pipinya.
‘’wanita itu yang mulai duluan,jadi aku harus bertindak.’’ Ucap nana yang mulai tersenyum pada pandu.
Pandu menatap nana dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
‘’sayang..’’ panggil pandu.
‘’hmmmm.’’ Tatapan nana tak teralihkan dari mata pandu.
‘’bisa kita melakukannya sekarang.’’ Ucap pandu sambil memainkan kancing kemeja nana.
Deg ..tiba tiba jantung nana berdesir dengan cepat matanya sedikit membulat kala tangan pandu telah menyulusup kedalam bajunya itu.
‘’tapi ini dirumah viona,a-aku tidak enak.’’ Ucap nana malu malu.seketika menghentikan aktivitas pandu.
‘’ya sudah kalau begitu ayo kita pulang.’’ Ucap pandu lagi yang di angguki oleh nana.
"kita akan melakukannya dirumah kita." ucap pandu sambil tersenyum devil.
nana mengangguk dengan malu malu.
‘’awas ya lo kalau buat nana nangis lagi.’’ Ancam viona.
Pandu hanya tersenyum lalu mengangguk , lalu memeluk bahu nana.
"itu tidak akan terjadi lagi." ucapnya kemudian sambil melihat kearah istrinya.
‘’dan lo nak kenapa secepat itu sih memaafkan pandu.’’ Ucap viona.
Namun hanya dibalas dengan senyuman oleh nana.
__ADS_1
"ya mungkin , karena aku memang salah paham padanya." ucap nana sambil menjangkau wajah pandu,karena pandu lebih tinggi dari padanya.
kedua mata mereka saling pandang.
"Justru itu malah bagus dong sayang.’’ Sela kevin yang senang melihat pandu dan nana sudah berbaikan.
Lagi lagi viona mengerlingkan matanya tidak suka dengan ucapan kevin.
Nana dan pandu pun pamit pulang pada kevin dan viona.
‘’ayo sayang kita tidur,sudah malam .’’ ajak kevin sambil memeluk bahu viona.
‘’apa apaan ini,lepaskan.’’ Ucap viona sambil menjauhkan dirinya dari kevin.
‘’kamu kenapa sih sayang?.’’tanya kevin sambil menaikkan kedua alisnya.
" jangan marah marah dong sayang, nanti cepat tua lo." ujar kevin.
"aku masih 22 tahun, jadi belum tua , aku lagi kesal sama kamu." ucap nana sambil melipay kedua tangan diatas perut.
"masak kamu kesal sama aku sih, aku hanya ingin mempersatukan nana dan pandu, aku menyuruh pandu kesini supaya dia bisa cepat menyelesaikan masalahnya dengan istrinya." jelas kevin
‘’terserah lah, aku mau kekamar arz,aku mau tidur disana.’’ Jawab nana ketus.
‘’kok gitu sih,jadi kamu mau ninggalin aku tidur sendirian gitu.’’ Ucap kevin lagi.
‘’iya,aku masih kesal sama kamu,ngapain bilang sama pandu kalau nana ada disini.’’ ucap nana lagi dengan ketus pada kevin.
‘’ya ampun sayang aku tidak mengerti denganmu ."tukas kevin lagi
"ya tapi tetap aja kan, aku kesal dengan pandu, dia berungkali membuat nana menangis." Jengkel nana lalu berlalu pergi.
‘’ya ampun salah lagi.’’ Guman kevin sambil menatap punggung istrinya yang sedang menaiki anak tangga.
‘’bisa bisanya dia memberitahu pandu kalau nana ada disini, padahal aku ingin memberi pelajaran pada pandu.’’ guman viona .
‘’sayang...’’ panggil kevin dari bawah tapi tidak digubris oleh viona.
Kevin hanya bisa nggeleng nggeleng kepala sambil berkacak pinggang memperhatikan istrinya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1