Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
Episode 29


__ADS_3

Leo menatap Jessly dengan lekat saat dia sudah kembali keruang tamu.


Jessly duduk kembali ketempatnya dengan wajah yang terlihat kesal.


"Jessly, jangan seperti itu,tidak sopan , ada keluarga Leo." Bisik Jimi.


"Jadi bagaimana Jessly? Apa keputusanmu nak?" Tanya Tuan Breslin.


"A-aku....sedikit lama.


" Aku menerima perjodohan ini paman." Ucap Jessly seketika membuat semua orang bernafas dengan lega.


"syukurlah.." Ucap Diana sambil mengatupkan tapak tangannya dan membawanya kedepan wajahnya, ia begitu senang.


Selesai melamar Jessly mereka mulai membahas tentang pernikahannya, Diantara mereka hanya Jessly yang tampak tidak bahagia.


"Habislah aku, kenapa aku mau saja menuruti perintah Leo, kenapa aku begitu takut dengan ancamannya, aku bisa saja memberitahu paman Breslin bukan." Batin Jessly.


"Baiklah, jadi pernikahannya akan dilaksanakan bulan depan, kita sepakat." Ujar Chantika lagi.


"Apa....ma, ,apa itu tidak terlalu cepat?." Tolak Jessly.


"Lebih cepat lebih baikkan jess." Sela Jimi senang.


"Kak Jimi, dia begitu senang aku akan menikah, pasti dia ingin segera melepas tanggung jawabnya." Batin Jessly menatap sinis kepada jimi.


mereka pun makan bersama untuk mengakhiri pertemuan .


"Bagus Jess, kau memilih keputusan yang begitu tepat." Ujar Leo saat mereka tinggal berdua.


" Justru memilih menikah denganmu adalah keputusan yang salah.duuhh, , bagaimana ini, aku takut akan semakin jatuh cinta kepadanya." Batin Jessly .


"Terima kasih atas jamuan yang kau dan keluargamu berikan Chan, kami izin pulang dulu." Pamit Diana kepada Chantika.


"sama -sama Dii." ucap Chantika sambil tersenyum.


Mereka bertiga mengantar Keluarga breslin kedepan rumah, Jessly masih memasang wajah geramnya sama sekali tidak menunjukkan senyumannya terhadap Leo.


Setelah kepergian Keluarga itu.


Tampa basa basi Jessly masuk kedalam kamarnya.


..._____...


..._____...


..._____...


Dalam perjalanan Leo senyum -senyum sendiri saat tadi melihat Jessly tidak berkutik dengan ancamannya agar mau menerima perjodohan itu.


"Pa, lihatlah anak kita." bisik Diana kepada Tuan Breslin.


Tuan Breslin memiringkan sedikit tubuhnya agar bisa melihat Leo yang duduk disamping pengemudi.


" Leo sepertinya bahagia dengan perjodohan ini , ma." Pelan Tuan Breslin.


"Mama rasa Juga begitu , pa. apa Leo sudah mengenal Jessly sebelumnya?, mama lihat mereka sering ribut ketika sudah bertemu."


"Papa Juga tidak tahu, tapi yang jelas perjanjian Aku dan Aiden akan segera terwujudkan." Ujar Tuan Breslin lagi.


"Hmmms.." Diana mengangguk senang sambil menggenggam tangan suaminya.


...****...


...****...


...****...


Keesokan harinya


Jessly dan keluarga tengah berkumpul untuk sarapan.


"Makan itu pelan-pelan , tidak ada yang akan mengambil makananmu." Ujar Jimi melihat Jessly sarapan terburu-buru.

__ADS_1


"Benar yang dikatakan oleh kakakmu, jess.makanlah pelan-pelan." Kata Chantika.


"Heemmms, ,pagi ini aku harus persentasi didepan client baru ma, aku tidak boleh terlambat menyiapkan semuanya." Sahut Jessly.


"Ada Nia yang membantumu , bukan." Ucap Jimi lagi.


"Nia sangat Lelet, , akan sama saja nantinya." Ujar Jessly lagi.


Jimi menggeleng.


"Ughh, , asisten sama bos sama saja." Ujar Jimi yang mendapat pelototan dan desisan dari Jessly.


"Jimi Jessly Hentikan." Ujar Chantika , melihat kedua anaknya saling melotot.Chantika begitu pusing dengan kedua anaknya yang selalu ribut ketika berkumpul.


"Ma, aku pamit." Jeasly beranjak dari tempatnya.


"hati-hati kamu ya." Ucap Jessly.


"hemmmss." lalu mencium tangan dan pipi Chantika.


sebelum pergi Jessly menoleh sambil mengulurkan lidahnya kepada Jimi.


...*****...


"Pak Budi panggil ." Jessly sambil melirik jam dipergelangan tangannya.


Tin...


Tiba tiba terparkir sebuah mobil mewah didepan Jessly.


jessly mengerutkan keningnya, itu bukanlah mobil miliknya.


Rio keluar dari dalam mobil.


"Ck, , ternyata dia lagi." Jessly memutar matanya melengah.


Leo keluar dari dalam mobil saat Rio telah membukakan pintu untuknya.lalu menghampiri Jessly.


"papa menyuruhku untuk menjemputmu dan mengantarkanmu kekantor, aku tidak bisa menolak permintaanya"


" Ucap Jessly dengan cuek, ia rasa Leo mengada -ngada.


"Kau tidak perlu mempercayainya."


"ck..disini ada banyak supir yang akan mengantarku, kau tidak perlu menjemputku setiap hari begini."


Pak Budi datang


"Pak Budi kemana saja?saya sudah terlambat , buruan pak antar saya, saya ada rapat penting pagi ini."


"Tapi non, , ."


"Tidak ada tapi-tapian , , ayo.." Jessly hendak melangkah ke mobilnya, namun tiba -tiba Leo manarik Jessly untuk masuk kedalam mobilnya.


"Hey, , kau...


" Ayo jalan.." Leo segera masuk kedalam mobil dan menyuruh Rio untuk menjalankan mobilnya.


Jessly berdecak dengan kesal kepada Leo.


"Apa kau tidak punya kerjaan dikantor besarmu itu ?." Tanya Jessly yang masih kesal


"Ada, bahkan sangat banyak sekali, kenapa emangnya? kau ingin membantu ku mengerjakannya." Ucap Leo tampa menoleh kearah Jessly,bahkan saat ini dia sudah sibuk bekerja dengan iPad canggihnya.


"Lalu kenapa harus repot-repot menjemputku, Aiden Group dan Breslin Group itu juga tidak searah bukan." Ucap Jessly


"Itu tidak masalah bagiku, yang penting aku bisa bertemu dengan calon istriku."sahut Leo menoleh sebentar kearah Jessly.


Membuat Jessly semakin emosi dan kesal.


" ck calon istri, terserah kau." ucapnya dengan sinis, lalu Jessly mengilah kearah lain sambil berpangku tangan.


Semenjak hari pernikahan mereka sudah ditentukan ,hampir setiap hari Leo datang kemansion Jessly , demi bisa bertemu gadis itu, Leo rela menjemputnya setiap pagi untuk mengantar Jessly kekantor.

__ADS_1


Drett..drettt..dreettt


Ponsel Jessly bergetar.


Ia mengambil penselnya yang ada didalam tas.


~Kak Michelle~


Leo melirik kearah ponsel Jessly , keningnya langsung berkerut.


"Iya hallo, kak..."belum sempat orang diseberang sana menjawab , Leo sudah merebut ponsel itu dari Jessly, memutus panggilan itu dan menyimpan ponsel tersebut kedalam sakunya.


"Hey kau kenapa?, kembalikan ponselku." Ujar Jessly dengan kesal.


"Dilarang berbicara dengan pria lain saat didepan calon suami." Ucap Leo sambil mengacuhkan Jessly.


"Hah, peraturan dari mana itu , , , Leo tolong jangan bercanda seperti ini, kembalikan ponselku." Jessly hendak merebut kembali ponselnya namun Tangannya ditahan Oleh Leo.


"Siapa yang bercanda, , apa kau ingin mendapat dosa, karena tidak mematuhi perintah suami?."


Jessly menghempaskan tangannya dari Leo.


"Kau bukan suamiku." Dengus Jessly sambil menatap tajam Kearah Leo.


"Dan akan segera menjadi suamimu bukan? Jadi mulai saat ini patuhi perintahku." Ucap Leo sambil tersenyum tipis.


Jessly menggertakkan giginya.


"ugh, , Kau kenapa selalu membuatku kesal." ujar Jessly dengan emosi.


bagi Leo saat marah wajah Jessly sangatlah menggemaskan sehingga membuat Leo semakin ingin menggoda calon istrinya itu.


Sementara Rio ada didepan sibuk mengemudi sambil menahan senyumannya mendengar pertengkaran Tuan dan Nonanya itu.


Tampa terasa mobil telah sampai didepan gedung Aiden Group.


Karena masih kesal jessly hanya diam sambil menatap Leo.


"Nanti siang aku akan menjemputmu lagi, mama minta kita untuk Fitting baju pengantin."ucap Leo sambil menatap wajah cantik Jessly.


" kembalikan ponselku." Jessly mengulurkan tangannya.


Leo mengambil ponsel itu dan memberikannya kepada Jesly, dengan sigap Jessly mengambilnya,lalu Jessly mengambil sesuatu dalam tasnya lalu memberikannya kepada Leo.


"Jangan lupa dibaca dan ditandatangani." Pesan Jessly.


"oh ya, aku hanya ingin fitting baju ditempat temanku, kalau ditempat lain aku tidak akan mau."


tampa berterima kasih karena sudah diantar , Jessly keluar dari dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan keras.


Leo tampak bingung dengan berkas yang disodorkan oleh Jessly.


Jessly masuk kedalam ruangannya dengan wajah yang tidak semangat.


"Ck, , dia bilang aku ini calon istrinya, , , dia melarangku berbicara dengan laki-laki lain, sementara dia,dia bukan hanya sekedar bicara dengan wanita lain, bahkan memiliki hubungan dengannya." Batin Jessly dengan kesal, saking sibuknya melamun, Jessly sampai tidak sadar Nia sudah ada didalam ruangannya.


"Nona...


" Nona...


"Nona Jessly.." Teriak Nia ia memanggil Jessly untuk ketiga kalinya.


"Nia, , kau mengagetkanku saja, kalau jantungku ini copot bagaimana, kau mau ganti pakai apa?" Ucap Jessly marah, ia kaget, karena tiba -tiba Nia sudah ada didepanya.


"Ma-maaf Nona Jessly, habis Nona saya panggil-panggil, tidak menyahut." Ucap Nia takut akan tatapan Jessly.


Seketika Jessly mengatur napasnya.


"Kenapa aku jadi marah-marah seperti ini, ah sudahlah."batin Jessly.


" Nona Client kita sudah pada datang." Ucap Nia kembali, ia bingung, kenapa akhir -akhir ini atasannya itu suka sekali melamun.


"Hmmmm baiklah, mari kita ketemui mereka sekarang, tolong kau bawa berkas-berkasnya keruang meeting." Perintah Jessly.

__ADS_1


"Baik Nona."


Jessly pun keluar lebih dahulu dari Nia asistennya.


__ADS_2