
Rumah sakit
"Mama yakin Aunty Diana dirawat disini?
Jessly melirik kekanan kekiri.
" iya, , memangnya kenapa , Jess?mama sudah berulang kali datang kesini, masa iya mama lupa." Ucap Chantika Sambil mengambil ponselnya yang berdering didalam tas mewah miliknya.
"Ya tidak apa -apa sih, dulu ayah Helena juga dirawat disini, aku juga sudah pernah kesini sebelumnya." Ujar Helena.
"Oh begitu, Diana juga dirawat disini, Chantika sudah tau bahwa Jessly pernah kerumah sakit ini, karena anak buahnya menemukan jejak Jessly juga saat dia dirumah sakit.
"yasudah, kalau begitu pegang buket bunga ini dulu, mama ingin menerima telepon sebentar." Ucap Chantika sembari memberikan buket bunga untuk Diana kepada Jessly.
"Hemms, baiklah." Ucap Jessly Chantika sedikit menjauh dari Jessly.
"Ruangan Aunty Diana dimana sih?batin Jessly sambil Celingak- celinguk.
Lalu ia duduk dikursi besi panjang yang disediakan disamping kamar rawat rumah sakit.
Jessly mengecek ponselnya, ia menekan nomor ponsel Helena.
" nomor yang anda tuju sedang sibuk, mohon tinggalkan pesan.
"Kenapa nomor Helena selalu sibuk?" Pikir Jessly.
Semenjak kepulangan mereka dari mall, Helena tidak pernah menghubungi Jessly lagi, itu terakhir mereka bertemu.
"Padahal aku ingin bercerita kepada Helena." Jessly menghela nafasnya sambil memasukkan ponselnya kedalam tas.
Jessly kembali berdiri, ia tersentak kala melihat Leo tengah berjalan bersama Tuan Breslin kearahnya, buru -buru ia membalikkan badannya agar Leo tidak melihatnya.
"Apa ini, apa aku sudah gila, kenapa aku selalu bertemu dengannya." Guman Jessly sambil menyipitkan matanya.
Jessly memejamkan matanya sembari menunduk.
Leo tidak memperhatikan Jessly karena ia sibuk bicara dengan Ayahnya.ia lewat disamping Jessly begitu saja.
Jessly membuka matanya ketika Leo sudah jauh didepannya.
"Cieh, , apa Irlandia sesempit ini, kenapa aku selalu bertemu dengan orang itu." Umpat Jessly.
"Atau mungkin ini hanya hayalanku saja?." Jessly menggeleng -nggelengkan kepalanya.Ia mengrinyitkan keningnya ketika melihat bayangan Leo sudah hilang.
"Jess, ayo mama sudah selesai." Suara Chantika mengagetkan Jessly.
"Mama , bikin aku kaget saja." Jessly memegang dadanya.
"Kamu kenapa?kok terkejut begitu, seperti sedang melihat hantu saja." Ujar Chantika.
"Haa, , mama apa-apaan sih, ini Rumah Sakit lo, jangan bicara sembarangan, bagaimana kalau benaran ada hantu yang keluar dari tempatnya." Ujar Jessly mulai ngeri.
" kamu ada -ada saja , Mana ada hantu siang-siang begini."
"Mama yang bilang."
"sudahlah, ayo. ada ada saja anakku ini." Ujar nya sambil menggeleng, Chantika memegang pinggang anaknya, mereka tampak akrab ketika berjalan bersama.
Ruangan Diana.
Perawat telah selesai membereskan semua pakaian Diana.
"Bagaimana, semuanya sudah beres?." Tanya Tuan Breslin.
"Sudah Tuan." Jawab perawat Diana.
Tuan breslin kemudian menyuruh beberapa pengawal untuk membawa barang-barang Diana kedalam mobil.
"Ma , ayo." Leo mengulurkan tangannya untuk memindahkan Diana ke kursi roda.
"Tunggu sebentar ya Le, mama mau menunggu Chantika dahulu."
"Mungkin , bu Chantika tidak bisa datang menjemput mama hari ini." Ujar Leo lagi sambil melirik jam dipergelangam tangannya.
"Tidak." Diana menggeleng
"Chantika pasti datang, dia sudah berjanji akan membawa anak perempuannya untuk menjemput mama kesini." Kekeh Diana.
Leo melirik ayahnya, Tuan Breslin mengangguk, seakan bicara , ikuti saja
Perintah mamamu .
"Dii, kami datang." Panggilan itu membuat Diana senang, pintu yang terbuka lebar menampakkan kedatangan Chantika Dan Jessly.
"Tukan mereka datang." Ucap Diana senang.
__ADS_1
Senyuman yang tadi Jessly dan mamanya munculkan berubah menjadi keterkejutan, seketika ia menghentikan langkahnya.
Lagi lagi dua orang yang saling mengenal, terperangah melihat kearah satu sama lain, mata mereka bertemu pandang.
"A-apa, apa aku memang sudah gila,lagi-lagi aku melihatnya." Jessly menengok kesampingnya sambil memukul-mukul kepalanya.
Sementara Leo hanya menatap Jessly.
"Jessly."
"Apa mungkin Jessly anaknya bu Chantika?." Batin Leo.
Leo menarik salah satu sudut bibirnya.
"Jessly, kenapa berdiri disana?."panggil Chantika yang sudah berdiri disamping Diana.
" ha.." Jessly sadar lalu melirik kesemua orang , terutama Leo.ia tampak malu, lalu tersenyum kikuk.
"Eeh, i-iya ma." Dengan wajah merah , Jessly menghampiri Chantika.
"Ini anakmu Chan?" Tanya Diana sambil tersenyum kearah Jessly.
"Iya Di, ini Jessly anak perempuanku satu -satunya." Ujar Chantika.
"Cantik." Puji Diana.
"Jess.." Chantika memberi kode.
"Jessly ,Aunty." sambil membawa tangan Diana kekeningnya , Jessly masih terlihat bingung, kenapa ada Leo dan pria paruh baya yang bersama Leo tadi disini.
"Uh, manis sekali." Ujar Diana melihat sikap Jessly yang sopan.
"Terima kasih Aunty."
Jessly tersenyum lebar kepada Diana lalu melirik kearah Leo, kemudian Jessly sedikit menunduk.
"Aunty sangat senang, Jessly mau menjenguk Aunty kesini." Ujar Diana sembari memandang wajah imut Jessly.
Jessly kadang-kadang imut, kadang -kadang terlihat seperti wanita muda yang sudah dewasa, tergantung pakaian dan riasan yang ia pakai.😊😊
Jessly mengangguk
"Semoga Aunty cepat sembuh ya." Ujar Jessly lagi yang diangguki Oleh Diana.
"Oh ya, kenalkan ini suami dan anak Aunty." Ucap Diana lagi sambil melirik kearah Leo dan Tuan Breslin.
" Jess, kok malah diam, ayo disapa paman Breslin dan Leo ." Ucap Chantika.
"Hallo paman, , Hallo Leo." Jessly membungkukkan setengah badannya.
Tuan Breslin mengangguk , lalu tersenyum menghampiri Jessly.
" Jadi Kau anak kedua alm. Aiden?Tuan Breslin memegangi pundak Jessly.
Jessly mengangguk
"Boleh, paman memelukmu sebentar saja, paman merindukan ayahmu, dulu kami begitu dekat sebagai sahabat." Ucap Tuan Breslin menatap Jessly berkaca -kaca, menurutnya Jessly sangat mirip dengan Aiden.
Sedikit ragu, namun jessly menganggukkan kepalanya.
Tuan Breslin segera memeluk Jessly.
Jessly merasakan kenyamanan , ia merasa ayahnya kembali memelukknya.
"Anakmu telah tumbuh menjadi gadis cantik Aiden, , aku harus memenuhi janji kita." Ucap Breslin membuat Jessly sedikit bingung dengan kata-kata Tuan Breslin
"Janji apa?
Diana dan Chantika juga ikut bingung, mereka saling lirik.Tuan Breslin tidak bercerita apapun.
Tuan Breslin melepaskan pelukannya, sudut matanya tampak berair.
" janji apa yang Kau maksud Tuan Breslin?"Tanya Chantika , kerena melihat Tuan Breslin menangis memeluk Jessly.
Ia kemudian sedikit mencubit pipi Jessly yang menggemaskan.
"Nanti akan kuceritakan dimansion kami." Ujar Tuan Breslin sambil tersenyum kepada Jessly.
"Janji apa yang akan segera terlaksanakan.
" biar aku bantu mendorong kursi rodan) Diana."Pinta Chantika kepada perawat.
Jessly masih menatap Leo dengan raut wajah tidak suka.
"Cieh, , Kemaren dia Sok pura -pura tidak mengenalku, sekarang aku juga akan pura -tidak mengenalmu Leo, bahkan aku akan berpura-pura tidak pernah melihat mu Leo anggara." Batin Jessly.
__ADS_1
Mata Jessly dan Leo kembali bertemu.sedari tadi Leo hanya diam, entah apa yang dia pikirkan.
Jeslly segera memutusnya.
"Jess." Chantika menyikut lengan Jessly.
"Terpesona boleh, tapi tidak boleh seperti itu." Sindir Chantika sambil melirik kearah Diana , mereka berdua senyam -senyum melihat tingkah kedua anaknya , mereka menyangka Jessly terpesona oleh Leo.
"Terpesona olehnya , ck tidak akan lagi." Jessly Berdecak dalam hatinya.
Berati Jessly mengakui kalau dia pernah terpesona akan Leo.
Kenapa sedari tadi Jessly menatapku seperti itu, apa dia masih marah kepadaku?."batin Leo.
Semua orang meninggalkan Ruangan yang Diana tempati, begitu pula dengan Jessly.
Leo dan Jessly keluar paling belakang.
"Jess, , Tunggu." Leo berjalan lebih cepat dan memblokir jalan Jessly.
Jessly hendak maju kesamping kiri, Leo juga menghalanginya, begitupun seterusnya.
"HEY, Kau apa-apaan." Kesal Jessly
"Minggir, kau menghalangi jalanku." Ucap Jessly mendongak kearah Leo yang lebih tinggi darinya.
Entah kenapa Jessly begitu kesal melihat pria tampan itu saat ini.
"Aku ingi bicara denganmu sebentar saja."Jessly hendak melangkah kearah samping Leo lagi.
" aku tidak ada waktu untuk bicara denganmu, awas." Paksa Jesly
Leo memegang lengan Jessly.
"Lepaskan aku Tuan Leo, kita baru saja kenal bukan, kenapa kau betingkah seolah -olah kita sudah kenal lama." Ujar Jessly.
"Jessly, maafkan aku, waktu itu aku pura -pura tidak mengenalmu , karena aku belum siap bertemu kau lagi." Ucap Leo tampa bersalah.
"Aku tidak butuh maaf dari mu, kau sudah mempermalukan aku." Jessly menyentakkan tangannya lalu pergi meninggalkan Leo.
"Jessly.." Panggilan Leo tidak dihiraukan oleh Jessly.
"Ah, , sekarang dia yang balik marah kepadaku." Ucap Leo frustasi.
"jadi Jessly adalah anak paman Aiden, itu berarti yang menjadi pimpinan Aiden Group saat ini adalah Jimi." Batin Leo.
"Ma, aku naik mobil yang mana?." Tanya Jessly , ia tidak membawa mobil tadi kerumah sakit, karena mereka diantar oleh supir.jadi Jessly begitu bingung.
"Di mobil ini ada, Aunty Diana, mama dan Tuan Breslin , Kau ikut Mobil Leo ya, siapa tahu kalian cepat akrab." Ujar Chantika.
Jessly menoleh kearah Belakang, disamping pintu mobil ada Leo yang tengah berdiri menatap Jessly.
"Kok gitu sih?."
" disini sudah penuh, sayang."
Jessly sangat kesal, baru saja ia marah-marah dengan pria itu, masa sekarang ia harus menebeng mobilnya, kalau tahu begini mending Jessly membawa mobil sendiri dan pulang ke mansionnya sendiri.
Leo menarik kedua sudut bibirnya, itu artinya ia bisa berlama lama bersama Jessly.
Jessly menghentak-hentakkan kakinya kesal.
Sementara Chantika tersenyum kearah Breslin dan Diana yang sudah berada didalam mobil.
"Ckk."
Dengan rasa dongkol, Jessly menghampiri mobil Leo.
Karena fokus melihat kearah Leo, tiba-tiba Jessly tertungkai kakinya sendiri, tubuhnya hampir saja mencium lantai basement kalau Leo tidak cepat menangkapnya.
Leo tampak menahan pinggang Jessly, posisi mereka begitu dekat, jantung Jessly berdetak dengan kencang, begitu pun dengan Leo mereka saling bertatapan.
"K-kau." Ucap seketika gugup.
"lepaskan." pinta Jessly , Leo segera melepaskan tangannya.
"awww.." Ringis Jessly, Pantatnya berhasil menyentuh lantai.
"kau tidak apa-apa?Leo merungkuk
" kenapa kau lepaskan? "kesal Jessly.
"Kau yang memintanya bukan?seharusnya kau berterimakasih kepadaku."
" tapi tidak begitu juga kali, seharusnya kau lepaskan pelan-pelan, bagaimana sih." Jessly bangun menatap Leo dengan kesal , tampa berkata -kata lagi ia masuk kedalam mobil .
__ADS_1
Leo menarik sudut bibirnya kala melihat tingkah Jessly.