Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 110


__ADS_3

πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Perusahaan zz


Pandu baru saja selesai meeting diluar kantor dengan beberapa kliennya .


Ia kembali kekantornya pada saat jam makan siang .


Pandu berjalan bersama tyan masuk kedalam kantornya.


β€˜β€™selamat siang bos,ada tamu yang sedang menunggu bos .’’ Ucap salah satu resepsionis di kantor itu.


Pandu mengrinyitkan keningnya.


β€˜β€™tamu..?


β€˜β€™ tyan,,apa ada klien kita lagi yang harus bertemu dengan saya hari ini?.'’ Tanya pandu.


β€˜β€™setau saya tidak ada bos.’’ Jawab tyan.


β€˜β€™siapa tamu yang kamu maksud?.'’ Ucap pandu.


β€˜β€™itu tuan,,namanya nona alice,,dia juga sudah pernah datang kemari waktu itu.’’


β€˜β€™ada apa lagi dia datang kesini,,suruh dia pergi dari sini,saya tidak ingin menemuinya,,lain kali kalau dia datang lagi ,usir saja.’’ Tegas pandu


β€˜β€™baik bos’’ ucap resepsionis itu sambil menunduk.


kaki Pandu melangkah pergi kearah lift menuju ruangannya berada.


Kedua resepsionis itu mulai bergunjing ,tentang alice yang pastinya pelakor,ingin merebut bosnya dari nona mereka .


β€˜β€™nona itu alice terlihat sombong,,,meski badannya terlihat seksi dengan pakaian kurang bahannya itu ,,tapi masih kalah jauh dari nona nana untuk mendapatkan hati seorang bos pandu.’’ Ucap para resepsionis itu sambil tertawa cekikikan.


apartment menteng square


"jadi ini apartment baru lo dir." tanya viona sambil melihat sekeliling ruangan itu.


"hmmmm ya begitulah vi, apartment ini baru gue beli beberapa tahun belakangan." jawab dira.


"wah..apartment nya bagus banget dir." nana terpesona.


dira hanya tersenyum tipis, ia mengingat kejadian saat arka sangat kecewa padanya.


"ya udah, nak nana, viona, , bawa dira kekamarnya untuk beristirahat ya, tante mau masak makan siang dulu untuk kita." ucap bu hamida.


"siap tante." ucap viona semangat, , ayo dir..nana dan viona segera memapah dira kekamarnya.


pelan pelan nana dan viona merebahkan tubuh dira keatas kasur.


"gue haus, gue ambil minum dulu ya, , , na lo mau sekalian?tanya viona.


" boleh deh." ucap nana yang sudah duduk ditepi tempat tidur.


"bentar ya."viona keluar dari kamar dira.


nana sedikit membantu memijit kaki dira yang terasa kaku.


" makasi ya na, lo baik banget sih." ucap dira.


"nggak papa, , oh ya ponsel kamu mana dir?." tanya nana.


"sepertinya ditaruh mami didalam laci deh na." ucap nana sambil melirik sebuah nakas.

__ADS_1


nana membuka laci nakas, dan benar saja, ia menemukan sebuah ponsel disana.


segera ia menghidup ponsel tersebut.


"nah sekarang hubungi arka dan minta maaf padanya." nana menyodorkan ponsel tersebut.


dira tampak ragu, namun tetap mengambil ponsel tersebut.


"tapi akan lebih baik kamu temui arka langsung untuk meminta maaf padanya.


" tapi gue nggak tau dimana dia sekarang." ucap dira bingung.


"iya juga ya, aku juga tidak tau keberadaan arka sekarang."


nana tampak berpikir.


"kalau begitu coba hubungi dulu nomor ponselnya." ucap nana.


"tapi apa lo yakin dia bakalan maafin gue na." dira sangat sanksi arka akan semudah itu bakalan maafin dia.


"aku yakin , dan kamu juga harus yakin, , , ayo cepat lah." desak nana lagi.


dengan ragu dira mencari nomor ponsel arka dikontaknya, , saat ini memang diralah yang harus menurunkan egonya untuk meminta maaf, karena , memang ini murni keselahannya sendiri.


"baiklah, , semoga arka mau menjawab telepon dari gue." dira menghela nafasnya.lalu menekan kontak nama arka.


saking gugupnya dira memejamkan matanya.


nomor yang tuju sudah tidak aktif


mata dira langsung terbuka.


"tidak aktif." dira melihat kearah nana.


dirapun mencoba berulang kali.


"tetap tidak aktif." dira menghempaskan ponselnya keawang awang.


nana menurunkan bahunya.


"arka pasti sudah memasukkan kontakku kedaftar hitam, supaya aku tidak bisa menghubunginya." dira berucap dengan lesu.


"tenang dir, masih ada cara lain, yaitu bertemu langsung dengan arka, mungkin itu lebih baik dari pada menghubunginya lewat telepon." ucap nana mengusap usap bahu dira memberinya semangat.


"kalaupun arka tidak bisa kembali sama gue, setidaknya dia memaafkan kesalahan pahaman yang telah gue lakukan, , , paling tidak dia sudah mendengarkan penjelasan gue yang sesungguhnya." ucap dira, menghela nafasnya sambil tetsenyum tipis.


nana mengangguk sambil tersenyum.


3 detik mereka terdiam satu sama lain.


"gue dengar tadi kalian lagi bahas arka, kesalahpahaman apa yang lo perbuat dir?." tiba tiba suara viona memecah kesunyian diantara keduanya.


"viona.." nana membulatkan matanya.


"jadi lo benaran ada hubungan dengan arka?.tanyanya lagi sambil menaikkan kedua alisnya.


" sejak kapan?" tanyanya lagi.


"vi dengarin dulu penjelasan dari dira."nana yang menjawab.


pada saat kembali mengambil air, viona mendengar obrolan nana dan dira.


"lo juga tau semua ini na?tanya viona , , tapi kenapa gue nggak tau ya, lo nggak pernah ngasih tau gue masalah ini, kalian anggap apa gue ini?." ucap viona sambil tertawa sinis.

__ADS_1


"dengar dulu vi, , nana tau viona emosian orangnya, , aku juga baru tau kemaren kamaren kok, baru diberitahu dira juga." jelas nana.


"benar dir." viona menatap dira.


dira mengangguk.


"okeylah kalau lo dan arka ada hubungan, jujur gue sempat kaget, , tapi kenapa gue dengar lo mau minta maaf sama arka? tanya viona.


nana begitu lega viona tidak gampang emosian lagi.


dirapun menjelaskan semua yang terjadi antara dirinya dan arka .


" ya ampun dira." sama dengan nana viona juga kaget mendengar cerita dira.


"tega amat lo lakuin itu , kalau kayak gitu gimana arka nggak marah coba." viona cukup tercengang dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu.


"gue terpaksa lakuin itu, , gue terpaksa acting dengan sepupu gue sendiri, gue kira penyakit gue nggak bakalan sembuh, dan gue takut hanya akan menyusahkan arka nantinya, makanya gue lakuin itu." lagi lagi dira menyeka sudut matanya yang sudah basah


"dir, jangan nangis dong, , maafin gue, , gue nggak nyalahin lo kok, gue cuman nggak nyangka aja lo bisa acting kayak begitu demi merusak citra baik lo sendiri didepan arka." viona mengahampiri dira lalu memeluk dira, begitu pun dengan nana yang ikut memeluk dira.


ketiga sahabat itu memeluk satu sama lain.


" jadi itu penyebabnya arka berubah." ucap viona melepaskan pelukannya.


"maksud lo apa?tanya dira.


" kemaren kevin sempat nanya kegue, , tentang hubungan lo dengan arka, , cuman gue bilang nggak tau apa apa, memang gue nggak taukan." ucap viona.


"pandu nanya sama lo nggak na?tanya viona.


"pandu tidak pernah bertanya apa apa." jawab nana.


"memangnya arka berubah kenapa vi." tanya nana balik.


dira mengangguk menunggu jawaban dari viona.


"katanya arka mulai berubah semenjak pergi dari sini dan menetap di negara thailand, sifatnya berubah dingin, dia juga suka mabuk, , dan satu lagi, setiap dia mabuk arka pasti teriak teriak nyebut nama lo dira.


dira sedikit terdengung, menyalahkan dirinya sendiri, arka berubah pasti karena ulah dirinya.


nana menatap kearah dira yang sudah menangis


" dia pasti benci banget sama gue." ucap dira menundukkan kepalanya menangis.


jangan lupa like dan commen ya, vote juga.


yang mintak visual arka.



arka bramantya



leo anggara



srifira andira



faras wijaya

__ADS_1


😁😁😁


__ADS_2