
Rumah Sakit
" Leo, anak mama." Lirih Diana saat melihat anak semata wayangnya berdiri didepannya.mereka sama-sama menatap dengan sendu.
"Mama ." Ucap Leo sambil menghampiri Diana.
Kedua anak dan ibu tersebut saling berpelukan, saling meluapkan emosi dan kerinduan mereka masing -masing.
Tuan Breslin hanya tersenyum memperhatikan anak dan istrinya itu.
"Mama sangat senang kamu ada disini Le." Setelah agak tenang Leo duduk disamping Diana , Sementara kasur Diana sedikit ditinggikan agar ia dapat menyandarkan punggungnya.
Leo hanya tersenyum menatap Diana sembari mengusap- usap punggung tangan Ibunya itu.
"Leo juga sangat senang akhirnya mama sadar dari koma." Ucapnya kemudian.
Diana mengusap pelipis Leo, anaknya harus melihat kondisinya yang seperti ini.
"Katakan padaku ma, siapa yang sudah berani membuat mama seperti ini, Leo akan membalaskannya untuk Mama." ucap leo dendam sambil mengambil tangan Diana yang menempel di pipinya.
Diana tersenyum.
"Sayang, kau tidak perlu membalas dendam kepada siapa pun, karena mama sudah memaafkannya , nak." Ucap Diana tulus, dia tidak mau Leo atau Suaminya memperpanjang masalah ini.
"Ma, Mama jangan terlalu baik kepada orang, lihatlah apa yang sudah mereka lakukan kepada mama, mereka membuat mama hampir kehilangan nyawa, Dan sekarang mama lumpuh karena mereka, pokoknya aku tidak akan membiarkan mereka begitu saja." Tolak Leo tidak setuju.
"Leo benar ma, Siapapun yang sudah berbuat jahat kepada keluarga kita, harus kita beri pelajaran balik." Sela Tuan Breslin yang tiba -tiba saja datang."
"Papa jangan mendukung Leo." Diana menoleh kearah Suaminya itu.
" Pokoknya Mama tidak Ingin memperpanjang masalah ini."
"Leo, Mama tidak ingin kamu terkenapa-napa nantinya, justru mama sangat senang, dengan adanya kejadian ini, Anak mama yang selama ini tidak mau pulang, akhirnya kembali, sayang." Ucap Diana memberi peringatan.
Leo hanya diam menatap Diana, sebenarnya betul apa yang dikatakan oleh ibunya itu, kalau tidak ada kejadian ini dia pasti tidak akan pernah pulang ke Irlandia.
namun tetap saja, Leo tidak akan diam dengan semua ini, ada waktunya nanti membalas orang itu.
"Baiklah kalau itu mau mama, saat ini kita akan fokus untuk kesembuhan mama saja." Ucap Leo dengan senyum samar.
Diana sangat senang , anaknya menuruti permintaannya, sementara Tuan Breslin dia juga tidak bicara lagi,Saat ini semua urusan ia serahkan kepada Leo.
Sementara disisi jessly
Jessly tiba di mansionnya , Hari ini ia begitu sangat senang .
Sambil menenteng beberapa paper bag Jessly hendak naik keatas menuju kamarnya.
"Nona Jessly, Tunggu sebentar Non ."Suara Mbak Ruki menghentikan langkah Jessly.
" Iya, , kenapa , Mbak?" Jessly menoleh kearah Mbak Ruki.
"Maaf Non, Non ditunggu Tuan Jimi dimeja makan." Kata mbak Ruki.
Jessly menoleh kearah Meja Makan.
"Memangnya Kak Jimi sudah pulang ya mbak, tumben tidak biasanya dia pulang jam segini." Jessly melirik jam dipergelang tangannya.
"Ya sudah, Mbak antar ini kekamar ya, Aku mau menemui Kak Jimi sebentar." Menyerahkan paper bag nya.
"Baik Nona." Ujar mbak Ruki.
Sementara Jimi tampak duduk sendiri diruang makan , ia sedang melamun larut dengan pikirannya.
"dooor ...."
" Jessly ." Jimi Reflek ia sedikit terjingkat karena dikejutkan oleh Jessly.
Jessly tertawa lalu duduk disamping Jimi.
"Kau mengangetkanku saja, kebiasaan." Ucap Jimi lagi.
"eh, , ya sorry , kak ." Ucap Jessly lalu tertawa kembali ketika melihat expresi Jimi.
"Bagaimana kalau tadi aku mati karena kau kagetkan." Ucap Jimi lagi.
"Ish, ,Kakak ini sangat berlebihan sekali " Ucap Jessly sambil menuangkan air putih lalu meminumnya.
" Ada apa ? tumben Kak Jimi pulang cepat hari ini?." Tanya jessly kemudian.
__ADS_1
Jimi memperhatikan adiknya itu sambil berpangku tangan.
"Apa tidak ada yang ingin kau ceritakan pada kakakmu apa yang terjadi hari ini? Tanya Jimi .
" ciehhh apa yang harus aku ceritakan, tampa aku kasih tahu kakak pasti juga sudah tahu bukan?" Jessly kembali menengguk minumannya.
Jimi menghela nafasnya.lalu memeriksa badan adiknya.
"kau tidak papa? ada yang lecet?." tanya nya sambil membolak-balikkan badan adiknya.
"Kenapa sih kak, aku tidak apa-apa." Jawab jessly.
"Syukurlah, Kakak Lega mendengarnya."
"Tapiii Kenapa kau harus kabur dari mobil?." Tanya Jimi.
"Hampir saja kau celaka."Ucapnya lagi.
Jessly memutar matanya
" Ya itu karena salah kak Jimi sendiri, Kenapa harus ada bodiguart yang mengikutiku, padahal aku akan pergi melamar pekerjaan , apa kata orang -orang disana nanti jika melihat mereka ."Sahut Jessly sambil berpangku tangan.
"Sudah ku bilang, mereka ditugaskan untuk menjaga keselamatanmu, jadi mereka harus ikut kemanapun kau pergi." Ucap Jimi.
"ck...., kak aku mohon jangan ada bodiguart lagi ya." Rayu Jessly.
"Tidak bisa, mereka akan tetap mengawasimu, dan untuk beberapa hari ini jangan pernah keluar dulu dari mansion ." Kata Jimi.
"Kenapa harus begitu ? aku tidak mau " Ucap Jessly sambil mengerutkan kening.
" Sepertinya anak buah mama sudah mengetahui tempat kita ." Ujar Jimi
"Mama ." Ucap Jessly senang
"Aku tidak akan membiarkan mama menemuimu, ia pasti akan membawa kau pergi bersamanya" tekan Jimi
"kau jangan coba-coba menemui mama"
"Kakak kenapa selalu berburuk sangka terhadap mama, , belum tentu mama seperti itu kak " Ujar Jessly.
Jimi menoleh kearah Jessly lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Kak, kita tidak tahu alasan kenapa mama melakukan hal tersebut, dan kakak juga tidak memberikan kesempatan kepada mama untuk menjelaskannya kepada kita." Jessly juga mulai tersulut emosi karena dibentak oleh Jimi.
"Aggghhhkk." Jimi mengebrak meja kali ini Jessly yang terperanjat.
Jessly pun ikut berdiri dari tempatnya.
Menatap Jimi sebentar
"Terserah kak Jimi mau membenci mama dan tidak mau bertemu dengannya, tapi aku tidak , , aku ingin bertemu dengan mama." Ucap jessly lalu pergi meninggalkan Jimi.
"Jessly.." Teriak Jimi
namun Jessly tidak menghiraukan Jimi.
"Aku tidak mengizinkan kau bertemu mama, aku tidak aka membiarkannya." Ucap Jimi lagi.
...________...
...________...
...________...
Sejak pertengkarannya dengan Jimi satu minggu yang lalu , Jessly jadi mengurung dirinya didalam kamar, dia tidak mau bertemu atau pun berbicara dengan Jimi. ia hanya akan keluar ketika akan makan saja, itupun jika Jimi sudah pergi bekerja.
Jimi terus menggedor-gedor pintu kamar Jessly.
Ia terus Berusaha untuk meminta maaf kepada adiknya itu, karena sudah membentaknya waktu itu.
"Jess, ayo buka pintunya, kakak mau berbicara, jessly." Jessly tidak menyahutinya.
"Jessly , jangan seperti ini." Ucap Jimi lagi.
"Aduh, Kak Jimi berisik sekali, padahal ini adalah adegan yang aku tunggu-tunggu." Jessly kesal , karena Jimi terus mengganggunya yang sedang menonton Drama china favoritenya yang tengah on going.
didalam kamar Jessly tengah asyik menonton film sambil ketawa ketiwi.Jimi yang menyahutnya dari luar sejak tadi tidak di hiraukan, Dramanya pun bersambung, suara Jimi tidak terdengar lagi.
"Yaaah, , harus menunggu sampai minggu depan lagi" Jessly merebahkan tubuhnya kekasur,lalu menutup kepalanya dengan bantal.
__ADS_1
breslin group.
"Tuan, ini beberapa berkas para pelamar yang diberikan oleh kepala HRD.
" Ada dua warna map ? "Tanya Leo.
" Iya , Tuan. Map berwarna biru adalah berkas para pelamar yang akan menjadi sekretaris anda, dan yang merah adalah map berkas para pelamar untuk bagian devisi keuangan.
"Baiklah, pilih masing-masing 20 berkas dari calon pelamar yang dianggap berkompeten." Ucap Leo lagi.
"Apa Tuan, ingin memilih sendiri?
" Tidak perlu, aku percayakan semuanya kepada Kau dan bu Nia.
"Baiklah kalau begitu , Tuan." Rio kembali menarik berkas- berkas tersebut dari meja Leo.
Rio kembali keruangannnya, sebagai asisten pribadi Leo Rio juga mempunyai ruangannya sendiri.
Leo melanjutkan pekerjaannya, melihat kontrak yang ditanda tangani oleh Mr.Kris beberapa hari lalu.
Sementara dirumah sakit.
Keadaan Diana juga semakin baik, namun kaki Diana masih belum bisa digerakkan, kata dokter yang menangani Diana, kakinya bisa balik kembali dengan cara diterapi.
Saat ini Tuan breslin tengah sibuk menyuapi Diana makan.
"Satu suapan terakhir, biar mama cepat sembuh." Ucap Tuan Breslin.
"Pa, aku sudah kenyang." Diana menggelengkan kepalanya.
"Ayo, satu suapan lagi." Bujuk Tuan breslin.
Namun Diana malah tertawa kala melirik kearah Tuan Breslin.
"Kenapa kau tertawa, Ma, ayo habiskan makananmu." Tuan breslin menyodorkan sendokan terakhirnya.
"Mama senang saja, Papa bisa menyuapiku, dulu jangankan menyuapiku, aku ingin bicara dengan kau saja begitu sulit, kau sangat sibuk sekali." Ucap Diana
Tuan Breslin melirik Diana lalu sedikit tersenyum.
"Maafkan papa ya ma, karena sedari dulu papa kurang memperhatikanmu." Ucap Breslin yang tiba -tiba menyurutkan senyumannya.
"Kenapa Papa meminta Maaf, , Mama tahu semua yang papa lakukan itu untuk mama dan juga Leo." Ucapan Diana kembali membuat Tuan breslin tersenyum.
" Papa senang , mama sangat pengertian, papa janji, papa akan mengganti hari -hari kita yang sudah terlewati." Ucap Tuan breslin sambil menggenggam tangan Diana.
Diana mengangguk sambil tersenyum, Tuan breslin pun mencium tangan Diana.
Ceklek..
Pintu ruangan Diana terbuka
"Maaf Tuan ." Ucap salah satu pengawal yang menghamipiri , Tuan Breslin.
"Kenapa?
" Diluar ada tamu yang ingin menjenguk, nyonya." Ucap pengawal itu.
"Siapa ?
" Nyonya itu memperkenalkan dirinya sebagai Chantika Karen teman Nyonya Diana dari
China.
Diana dan Tuan Breslin saling pandang.
Diana tersenyum
"Dia datang, pa." Ucap Diana senang, membuat Tuan Breslin bingung dia tidak mengenal wanita bernama chantika itu.
"Suruh Nyonya itu masuk untuk menemuiku" Ucap Diana kepada pengawal itu.
"Baik Nyonya" pengawal itu menunduk hormat lalu pergi meninggalkan ruangan Diana.
"Ma, Benar wanita itu temanmu?
" Iya pa, dia Chantika, akhirnya Chantika menemuiku." Ucap Diana senang.
Tuan Breslin hanya tersenyum, dia tetap harus berhati -hati , siapa tahu wanita itu adalah kirimin George untuk mencelakai Istrinya lagi.
__ADS_1
jangan lupa like , commen, dan vote ya