
‘’duhhh,,,"pakai macet segala lagi,,dari tadi nggak jalan jalan.’’ Gerutu viona saat menunggu antrian yang sangat panjang di tengah kemacetan.
Sedari tadi viona juga tak henti hentinya membunyikan klackson mobilnya, ia membuka kaca mobil itu , lalu mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil,dan berteriak kepada pengendara yang ada didepannya.
Nana hanya bisa menggeleng nggelengkan kepala sambil menghela nafasnya,melihat tingkah sahabatnya itu.
"sabar kali vi,orang sabar disayang tuhan,bentar lagi juga jalan .’’ ucap nana yang sudah mulai risih dengan tingkah viona,semua pengendara yang ada disamping mereka,menatap kearah mobil yang mereka tumpangi.
‘’lo dari tadi nyuruh gue sabar sabar mulu,,,udah telat nih kita..’’ jawab viona lagi.
‘’ya terus aku harus ngapain lagi,,kamu teriak teriak nggak jelas,bikin malu aja.’’ Lihat mereka semua melihat kearah kita.
Viona melihat kearah semua orang yang tengah melihat kearahnya dan nana,dengan cepat viona menutup kaca mobilnya.
‘’bodoh amatlah,,siapa suruh mereka bikin sempit jalanan.’’ Ucap viona tampa dosa.
Ckkkk.....’’ nana hanya bisa berdecak.
‘’semoga aja anak gue masih ditungguin sama gurunya,kalau arz sendirian bisa berabe,bisa diculik anak gue,kalau dijual anak gue ,bisa untung banyak tu yang jual.’’ Lirih viona lagi sambil melihat kearah jam yang ada dipergelangan tangannya.
‘’kamu kenapa ngomong begitu sih,jangan sampailah arz diculik,lagian salah sendiri,,pakai telat jemput nya,, kita jadi kena macet ginikan.’’ Timpal nana.
‘’udah deh ,,, lo nyalahin gue aja dari tadi...’’ ucap viona pada nana.
‘’terus aku harus nyalahin siapa dong?.’’ Tanya nana sambil melirik kearah viona ,lalu kembali fokus menatap kedepan.
‘’ya...yaa salahin aja tu si alice,ngapain dia datang ketoko gue dan bikin rusuh.’’ Ucap viona yang membuat nana kembali melirik kearahnya.
"kenapa malah kesana, ujung ujungnya..
‘’aku juga nggak tau kalau si nona alice itu akan datang ketoko kamu,lagian dari mana dia tau kalau aku ada disana.’’ Ujar nana sambil memangku tangannya.
‘’ah,sudahlah,ngapain juga pakai kita ngebahas si alice,,pelokor nggak penting itu.’’ Viona menatap fokus kedepan,begitu pula dengan nana.
‘’ padahal dia duluan yang membahas sialice.’’ Gerutu nana tampa melihat kearah viona,namun viona mendengar ocehan nana dan melirik kearah sahabatnya itu.lalu kembali fokus kedepan,, ia tak mau berdebat lagi dengan sahabatnya itu.
‘’kalau tau nih kevin gue telat jemput arz bisa marah besar dia.’’ Guman viona dalam hatinya,untung suaminya saat ini lagi diluar negeri .
Drtt..drttt...drrttttt.
__ADS_1
Suara ponsel nana memecah kesunyian diantara mereka,membuat viona menoleh kearah nana.
‘’siapa?.’’ Tanya nya.
‘’my husband.’’ Ucap nana, lalu menggeser tombol berwarna hijau yang ada dilayar ponselnya.
‘’hallo hubby.’’ Jawab nana
‘’sayang,,kamu lagi apa?.’’ Tanya pandu dari seberang telepon.
‘’hmm ,pandu pasti sudah tau apa yang terjadi di toko kue.’’ Ucap viona pelan.
‘’speakerin dong nak,gue pengen tau laki lo ngomong apa.’’ Ucap viona antusias.
Nana langsung menekan tombol speaker untuk memperkeras suara pandu.
‘’hallo ..hallo sayang,,kamu baik baik sajakan,,,nana jawab aku.’’ Ucap pandu yang tak mendengar jawaban dari nana.
‘’kayaknya laki lo udah tau deh, kalau lo diserang preman .’’ bisik viona..dia panik gitu.’’ Ucap viona lagi sambil cekikikan.”
‘’mungkin,,jawab nana santai.
‘’kamu ada ada aja vi,masa kamu mau ngerjain suami aku sih.’’ Balas nana dengan suara pelan.
“sekali kali na.” Jawab viona enteng.
Nana hanya menggelengkan kepalanya,namun menuruti apa yang dikatakan oleh viona.
‘’sayang.’’ Teriak pandu
‘’kamu ada dimana sekarang,,,ya ampuuun.’’ Ucapnya lagi sambil meremas rambutnya frustasi.
‘’sayang tolong jangan bikin aku panik,jawab aku.’’
‘’seharusnya aku tidak meninggalkanmu sendiri na.’’
‘’anak buahku sudah menceritakan semuanya,ada preman yang menyerang kamu ditoko viona hari ini.
Nana masih tak bergeming,sebenarnya ia juga tidak tega membuat suaminya kalang kabut seperti itu.
__ADS_1
‘’sudah ah.’’ Ucap nana pada viona yang terlihat menahan tawanya.
Ia pun memencet tombol speaker kembali untuk memperkecil bunyi suara pandu.
‘’iya hubby,,aku baik baik saja kok.’’ Ucap nana sambil tersenyum,walaupun pandu tak melihat senyuman nya.
Pandu yang duduk dibangku rumah sakit tampak tengah tertunduk sambil memikirkan istrinya.pandu mengira nana kenapa napa.airmatanya sebentar lagi hampir mau keluar.
‘’sayang ,,kamu mendengar suaraku.’’ Kepala pandu langsung mendongak kala mendengar suara istrinya.
‘’iya hubby,aku mendengarmu ,,maaf tadi jaringannya disini sempat terputus .’’ ucap nana berbohong.
‘’ishh sinana,padahal sedikit lagi gue mendengarkan tangisan pandu.’’ Ucap viona sambil berdelik pada nana,namun nana tak mempedulikan ocehan viona.ia sibuk mendengarkan omongan suaminya.
‘’ tidak papa, , sayang lagi ada dimana sekarang?.’’ Tanya pandu.
‘’aku,,aku lagi ada dijalan hubby.’’ Jawab nana.
‘’dijalan,, memang sayang mau kemana?,sama siapa?.’’ Tanya pandu secara beruntun.Seketika satu persatu mobil yang ada didepan mobil viona mulai bergerak,menandakan macet akan segera berakhir,vionapun melajukan mobilnya secara perlahan.
‘’aku lagi sama viona kok,ini kami mau ketempat sekolahan arza , kami mau jemput arza.’’ Jawab nana.
‘’oh syukurlah kalau kamu sama viona,sayang.’’ Ucap pandu lega.
‘’memangnya ada apa hubby?.’’ Kali ini nana yang bertanya.
‘’aku tahu sayang,kamu hampir saja dicelakai preman .’’ Ujar pandu lagi,untung kamu berada didekat viona,jadi dia bisa melindungimu sayang.katanyan lagi.
‘’ hmmm iya hubby.’’
‘’syukurlah pandu tidak tahu kalau,aku juga ikut berkelahi melawan preman itu.’’ Batin nana.
‘’sayang dengarkan aku,,untuk hari ini,,aku minta menginaplah dirumah viona terlebih dahulu,aku takut para preman itu datang lagi dan akan mengganggu kamu dirumah disaat aku tidak ada disampingmu ,besok aku pulang dan akan menjeput kerumah viona.’’ Jelas pandu.
‘’hamm baiklah , hubby.’’ Ucap nana patuh.
jangan lupa like, vote dan commen yah.
biar auhtor rajin lagi upnya
__ADS_1