
perusahaan george group
"kenapa bro? ." tanya jimi seketika melihat ekpresi wajah michelle berubah dingin setelah menerima telepon dari ayahnya.
"apa yang dikatakan paman george? ." selidik jimi.
"papa tidak mengatakan apa-apa ." elak george sedikit tersenyum .membuat jimi mengerutkan keningnya.
jelas saja wajah michelle tampak berubah setelah menerima telepon dari ayahnya tadi.
"leo, aku pasti bisa menghancurkan usaha perusahaan ayahmu." batin michelle sambil tersenyum sinis.
"oh ya mich, apa kau sudah melihat berita hari ini?." tanya jimi lagi.membuat michelle menoleh kearahnya...perusahaan breslin group berganti pimpinan hari ini , tuan breslin menyerahkan kepemimpinannya kepada anaknya, aku baru tahu tuan breslin mempunyai pewarisnya."ujar jimi lagi yang memang tidak mengetahui secara detail tentang keluarga breslin.
"bakalan ada breslin junior nih, kau tau bukan seperti apa tuan breslin itu dalam berbisnis, dia sangat terkenal, aku yakin anaknya pasti juga akan mengikuti kesuksesan tuan breslin." perkataan jimi membuat michelle mengepalkan tangannya.
tapi michelle mencoba tersenyum mendengar apa dikatakan oleh jimi. walaupun dia sebenarnya tidak suka mendengar pujian jimi terhadap keluarga breslin.
berungkali jimi membanggakan tuan breslin dan dan pencapaian -pencapaian yang dihasilkan breslin group, dan memang perusahaan itu sangatlah terkenal , membuat michelle jengah mendengarnya, namun ia tidak bisa menunjukkan ketidaksukaannya atas pujian sahabatnya itu pada keluarga breslin.
" semua tantang keluarga breslin di sorot oleh media, tetapi kenapa aku tidak pernah mendengar tentang anaknya ."ucap jimi sambil berpikir.
"dan setelah aku melihat wajahnya dimedia, aku seperti pernah bertemu dengan anak tuan breslin , tapi dimana ?."ujarnya lagi.
" apa dia temanmu mich, ayah kalian kan masih bersaudara?tanya jimi pada michelle.
"tidak,.. aku juga tidak tahu bahwa paman breslin mempunyai seorang anak, dia tidak dibesarkan disini." sahut michelle dengan ekpresi dinginnya.
beberapa saat kemudian
jimi melihat jam dipergelangan tangannya.
"baiklah mich, , sudah waktunya aku balik ke kantor, urusan kerja sama kita, biar sekretarisku yang akan mengirimkan kontrak kerja nya kesini." ucap jimi sambil berdiri dari tempatnya.
"baiklah, , semoga kerja sama pertama kita berhasil." sahut michelle yang juga ikut berdiri dari tempatnya.
jimi mengangguk lalu menjabat tangan sahabatnya itu.
"oh ya soal adikmu , aku akan memberikan posisi yang bagus untuknya diperusahaan ini, kau tenang saja." ucap michelle setelah mendapat cerita dari jimi..
"baiklah, aku harap adikku mau bekerja disini, nanti aku akan berbicara dengannya, , aku tidak bisa melepas adikku bekerja diperusahaan lain, selain disini .aku percayakan dia kepadamu." ujar jimi.
"hah sudah seperti siapa saja, adikmu sudah menjadi adiku juga jim, jadi kamu tidak perlu khawatir, tentu aku juga akan menjaga dan melindunginya seperti mu, tenang saja." menepuk nepuk punggung jimi sambil berjalan keluar ruangannya.
"kau yakin mich, menganggap adikku sebagai adikkmu sendiri?tanya jimi sedikit tersenyum .
" tentu ."ucapnya yakin..kenapa bertanya seperti itu?michelle mengerutkan keningnya.
"tidak apa-apa , aku senang." ucap jimi
"thank's
" michelle mengangguk.
__ADS_1
"aku pamit ." ucap jimi
"hati hati jim." ucap michelle yamg diangguki oleh jimi.
jimi berjalan dengan salah satu tangannya dimasukkan kedalam saku celananya.
"aku tidak yakin mich, apakah kau masih menganggap adikku sebagai adikmu setelah melihatnya nya nanti."batin jimi sambil tersenyum
karena michelle belum tahu seperti apa wajah jessly,wajah gadis yang sempat ia puji saat ia melihat fotonya diruangan jimi.
michelle kembali masuk kedalam ruangannya.
ia mencoba menahan amarahnya sejak sedari tadi.
michelle menghidupkan televisi yang ada diruangannya.bahkan sampai siang ini berita tentang pergantian pemimpin perusahaan breslin masih menjadi trending topik yang utama.banyak yang memuji ketampanan leo anggara, pewaris satu satunya breslin group.
lagi lagi michelle dibuat emosi olehnya, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat..
"bahkan sahabatku sendiri,membangga -banggakan keluarga mereka." batin michelle sambil menggertakkan giginya..
"aku semakin bertekad untuk menghancurkan kalian." teriak michelle dalam ruangan kedap suara itu.
"hmmm tunggu saja waktunya paman breslin." "kau , , dan anakmu itu pasti akan hancur."michelle tersenyum sinis.
disisi leo
leo sudah duduk dikursi kebesaran milik ayahnya.
ia tengah sibuk memeriksa berkas berkas yang baru saja sekretaris tuan breslin berikan kepadanya.
tok...tok...tok..
" masuk." jawab leo tampa mengalihkan pandangannya.
"maaf tuan leo, ini ada beberapa berkas baru yang harus anda tanda tangani." ucap bu evelin sekretaris tuan breslin.
leo mengambil berkas tersebut dan segera membubui tanda tangannya.
"terima kasih tuan." ucap evelin.
leo hanya mengangguk, lalu melanjutkan pekerjaannya, evelin pun keluar dari ruangan leo.
diluar ruangan leo , bahkan diseluruh isi kantor breslin group semua karyawan tengah membicarakan pimpinan baru breslin group, banyak yang tidak menduga tentang pergantian pimpinan baru itu, dan banyak juga dari mereka terutama karyawan perempuan tengah membicarakan ketampanan seorang leo, pewaris satu satunya breslin group.banyak yang ngehalu akan menjadi istri directur presiden leo anggara itu.breslin group seketika menjadi heboh.
"aku akan memasukkan emina ke perusahaan ini, siapa tahu tuan leo tertarik dengan anakku." dan aku mendapat manantu kaya raya.besanan dengan tuan breslin yang sangat terkenal."ucap evelin dalam hatinya sambil tersenyum penuh harap
selesai memeriksa pekerjaanya, leo pun menyandarkan tubuhnya kesadaran kursi kebesarannya.untuk menenangkan pikirannya , leo memejamkan matanya sejenak, namun tiba matanya kembali ia buka.menarik tubuhnya.
"shiit..kenapa aku memikirnya." ucap leo sambil memompang keningnya.
bayangan jessly saat dirumah sakit , masih terngiang ngiang dikepalanya.
leo menepuk-nepuk keningnya, agar jessly tidak memenuhi pikirannya lagi.
__ADS_1
sementara disisi jeesly
"yes, , akhirnya selesai juga." ucap jessly senang.seharian ini jessly berada didepan layar Komputer nya untuk membuat surat lamaran pekerjaan.
"akh tidak peduli kak jimi marah, yang jelas aku akan mencari pekerjaan." ucapnya sambil memegang beberapa surat lamaran yang telah ia buat.
tok..tok..tok..(suara kamar diketuk)
"nona jessly, tolong buka pintunya non." sahut mbak ruki dari luar.
mbak ruki sangat khawatir, karena sejak siang tadi nonanya itu tidak menyahut panggilannya. dia takut terjadi apa -apa kepada nona jesslynya itu.
jessly melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"ya ampun , sudah jam segini." jessly membulatkan matanya, sejak pertengkarannya dengan jimi tadi pagi, ia belum keluar kamar sama sekali.
ia teringat akan helena
buru buru ia menghidupkan ponselnya yang sempat ia matikan tadi.
ada beberapa pesan dari helena dan dira
helena
"jess, kau dimana, apa kau baik baik saja?
"apa jimi memarahi mu lagi?
"nomormu tidak aktif."
"aku tidak apa -apa hel, kau tenang saja, jimi tidak memarahiku kok."**😊😊
jessly**
sementara mbak ruki juga sibuk menggedor nggedor pintu kamar jessly.
"mbak ruki berisik sekali." jessly berjalan kearah pintu.
ia pun membuka kunci pintu kamarnya.
"kenapa sih mbak ruki?." tanya jessly sambil membuka pintu lebar.
"syukurlah nona tidak kenapa-napa." ucap mbak ruki lega.
"makan malam sudah siap nona, apa nona mau makan sekarang? nona belum makan dari tadi siang."
"nanti saja lah mbak, saya mau bebersih terlebih dahulu, sekalian tunggu kak jimi pulang, makan malam bersama." jawab jessly.
"baiklah nona." ucap mbak ruki, lalu pergi dari kamarnya, sekarang dia sudah lega.
jessly menggeleng-nggelengkan kepalanya, "sebegitunya mbak ruki, dia takut sekali dengan kak jimi, sampai seperti itu memastikan aku baik baik saja."
jessly kembali masuk kedalam kamarnya, tampa melihat pesan dari dira jessly melemparkan ponselnya keatas ranjang, lalu mengambil handuk dilemari dan segera masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
jangan lupa like , vote dan commen yah.