Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 26


__ADS_3

Suatu hari disebuah gedung tempat tender besar diadakan .


semua pebisnis-pebisnis hebat telah berkumpul untuk bersaing mendapat tender kali ini.


Dua orang yang tengah duduk berseberangan saling menatap tajam kearah satu sama lain.


Sementara Jimi yang duduk di sampimg michelle sibuk menelpon Jessly.


[Kau ada dimana?sebentar lagi acara akan dimulai] "ucap Jimi.


[Aku dan Nia sedang menuju ketempat acara, sabar sebentar lagi]." ujar Jessly.ia tampak berjalan tergesa-gesa dengan asistennya.


"Lewat sini, bu." Ujar Nia menunjukkan arah kepada Jessly.


Selesai menelpon Jessly jimi menatap kearah Michelle dan Leo secara bergantian, nampak aura dingin diantara kedua.


"Aku tidak menyangka, ternyata pewaris Breslin Group adalah Leo Anggara teman Dira.Batin Jimi.


" Tuan Bos ini berkas kita." Emina menyerahkan sebuah laporan yang akan dipersentasikan Oleh Leo.


"hmmmm baiklah."Leo menerimanya.


" aku pasti akan menghancurkan Breslin Group."batin Michelle dengan seringainya.


Jessly berjalan dengan anggunnya menuju kesebuah ruangan yang hanya dibatasi dengan sebuah kaca transparan.dimana semua orang sudah berkumpul disana.


Semua pengusaha muda menatap kearahnya , termasuk Leo dan Michelle, Leo dan Michelle sama-sama menarik kedua sudut bibirnya ketika melihat Jessly.


"kenapa semua orang menatapku?" batin Jessly gugup melirik kedepan.


merasa diperhatikan, Jessly tampak sedikit grogi .


Jessly menyelipkan anak rambut kebelakang telinganya.


Nia berikan laporannya itu kepadaku." untuk mengalihkan perhatiannya ia meminta laporan miliknya kepada Nia, ia pura Pura sibuk melihat -lihat isi laporan tersebut.


"Nona hati-ha..


Braaaakkkk....


" Awwwww..


belum sempat Nia meneruskan ucapannya kening Jessly sudah lebih dulu mencium kaca bening itu , membuatnya sedikit terpental kebelakang.


semua orang yang ada didalam ruangan sedikit terkejut melihat kening Jessly yang terhantuk dengan kaca , tapi kemudian mereka saling menahan tawanya, sangat Lucu pikir mereka.


Termasuk Leo dan Michelle mereka tidak habis pikir dengan kelakuan Jessly.


Michelle memperhatikan Leo yang juga terus menatap kearah Jessly, membuat ia tidak suka.


" Jessly-Jessly gadis itu." guman Jimi yang merasa malu dengan adiknya itu.ia geleng -geleng kepala.


Jessly mengusap -usap keningnya.

__ADS_1


"Nona Jessly, apa anda tidak Apa-apa?Tanya Nia.


" ah, siapa yang memasang pintu tak terlihat ini?.." Omel Jessly, tapi kemudian Jessly tersadar, ia menatap kearah semua orang yang tengah menatap balik kearahnya, ia membulatkan matanya karena sangat malu.


"Nia apa mereka tadi melihatku?


Jessly menggingit bibit bawahnya.


Nia mengangguk


" Tentu Nona." pertanyaan Jessly ada -ada saja , pikir Nia.


Jelas -jelas ruangannya Transparan, tentu mereka melihat Jessly menabrak kaca tersebut.


" ah malu sekali aku" Jessly menutup wajahnya.


sakitnya tidak seberapa, tapi malunya, hahahah.


Jessly lalu menatap kearah Leo yang tampak seperti sedang mengejeknya.


"kenapa dia juga ada disana." rengek Jessly semakin malu.


Nia tampak bingung dengan sikap bosnya itu.


"mari Nona." ajak Nia.


karena harus masukJessly terpaksa menyingkirkan rasa malunya.ia masuk dengan cemberut.


"kenapa mereka begitu dekat?." batin Jessly, Jessly sedikit memonyongkan bibirnya serta menampakkan raut wajah tidak suka.


Tender dapat artikan lelang atau sistem jual beli yang dilakukan suatu pihak dengan cara mengundang vendor (penjual atau penyedia) .


acara lelang pun dimulai,masing masing perusahaan atau vendor diberi kesempatan untuk melakukan persentasi dihadapan tim penilaian.


Jessly sangat kagum melihat Leo saat sedang persentasi, membuat ia tidak bergeming karena wawasan Leo yang sangat luas tentang bisnis.


" Aku tidak pernah melihat sisi Leo yang seperti ini."batin Jessly.ia tersenyum kagum.


"Dulu alu pikir dia sangat lebay dan juga pasti manja."


Lelang hampir selesai, tibalah waktu yang ditentukan, yaitu pengumuman hasil persentasi.sambil menunggu hasilnya, semua peserta diminta untuk menikmati hidangan yang telah disediakan terlebih dahulu.


Michell tampak yakin akan menang, sedangkan Leo terlihat sangat santai.


" semua orang sudah terlihat tegang, namun kenapa dia tampak biasa saja seperti itu." guman Jessly sambil melirik Leo dengan sudut matanya.Jessly terlihat berpangku tangan.


"tuan,Nona Yuliana menghubungi anda, ia bilang anda janji dengan anda hari ini." Ucap Rio .


"Minta Emina untuk menghubungi Yuliana kembali, saya tidak bisa mengadakan pertemuan dengannya saat ini, dan mulai besok proyek Hotel Mr.Kris saya serahkan kepadamu." Ujar Leo yang menatap kearah Jessly.


"baiklah , tuan." Rio membungkukkan setengah kepalanya.


"Nia , apa masih lama?aku sudah bosan disini." Ucap Jessly yang sudah mulai bosan.

__ADS_1


"tunggu sebentar lagi, Nona." ujar Nia.


Jessly tampak memutar matanya.


"Kau harus bersabar Jess, kenapa harus terburu-buru." Ucap Jimi tampa melirik kearah Jessly, ia sibuk berkirim pesan dengan Clientnya.


" mau sabar bagaimana lagi kak, aku sudah lelah" Adu Jessly.


Jessly semakin jengah ketika melihat Leo menghampirinya.


"Hey Bro.." menepuk bahu Leo, ketika melihat Leo, Jimi langsung menyimpan ponselnya.ia menyapanya seperti orang yang sudah akrab.


Leo hanya menyunggingkan senyuman tipis.


"Kenapa kau sok akrab dengannya kak?." bisik Jessly, agar tidak terdengar oleh Leo.


"Tentu,kenapa tidak?sebagai calon kakak ipar dan adik ipar kami harus akrab, bukankah begitu Le?" ucap Jimi sambil tertawa.


Leo mengangguk sambil tersenyum tipis menatap kearah Jessly.


"Kau benar kakak ipar." Ujar Leo pada Jimi, membuat Jessly mengerutkan keningnya.


"kenapa dia memanggil kak Jimi dengan sebutan kakak ipar, Dia pikir aku menerima perjodohan itu apa, tapi kalau aku tidak menerima perjodohan itu, Kak Jimi yang bakalan mendapat keuntungannya"batin Jessly sambil menatap kearah Jimi.


sementara Michelle yang melihat Keakraban antara Jimi Leo juga tidak terima akan hal itu.


" Kalian berbicaralah, aku harus kesana sebentar." pamit Jimi.


"Hmmmms.."


"Kak, kau mau kemana?" Jessly melototkan matanya.


Jimi memberi isyarat dengan matanya.


"Nia kau ikut aku." pinta Jimi yang diangguki oleh asisten adiknya itu.


Setelah kepergian Jimi dan Nia, mereka sama -sama hening, tidak ada yang berniat untuk berbicara.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?." ucap Jessly, karena sedari tadi Leo hanya tersenyum menatap kearahnya.


"Kenapa kau selalu bersikap galak kepadaku?tanya balik Leo santai.


" Itu karena aku tidak suka melihatmu, itu saja." Jessly mengalihkan pandangannya


" Benarkah, kau tidak menyukaiku?Leo menatap mata Jessly lebih dalam untuk melihat kebenaran.


"I-iya, , kau tahu sendiri, aku tidak pernah suka melihatmu." Ucap Jessly sambil mengelakkan matanya.membuat Leo tersenyum tipis.


" Baiklah, , apa keningmu tidak apa-apa?." Leo hendak menyentuh kening Jessly, tapi ia menghindarinya.


"Jangan sok perhatian denganku." ucap Jessly lalu pergi meninggalkan Leo.Leo menggeleng -nggelengkan kepalanya menatap punggung Jessly.


"Akan ku pastikan kau akan menerima perjodohan itu , Jessly." guman Leo dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2