
Leo tampak khawatir saat menunggu Jessly yang tengah diperiksa oleh Dokter. Leo mondar mandir tidak karuan sehingga membuat Rio yang memperhatikannya sedari tadi mengriyit keheranan melihat tingkah bosnya itu.
namun dia tidak berani bertanya lebih jauh , ada hubungan apa Leo dan gadis itu.
Dokter keluar dari kamar pribadi Leo, Leo segera menghampiri Dokter itu.
"Bagaimana , Dok.apa dia baik baik saja?" tanya nya dengan sedikit khawatir.
"Nona tidak Papa , Tuan.ia hanya mengalami sedikit cidera ringan dibagian kapala bagian depannya." Ucap Dokter.
"Apa dia sudah sadar , dok? " Leo tidak mau menyebut nama Jessly.
"Belum Tuan, saat ini Nona memang belum sadar, tapi Tuan tidak perlu khawatir, itu hal Biasa terjadi saat terjadi benturan pada tubuh kita.apalagi benturan ini terjadi dibagian kepala yang akan menyebabkan seseorang kehilangan kesadarannya .sebentar lagi mungkin Nona akan sadar." Jawab Dokter Itu.
"syukurlah jessly tidak apa-apa"batin Leo dengan Lega.sejenak ia mengehela nafasnya
" apa dia akan segera pulih?" tanya Leo lagi
"Setelah minum obat dan istirahat yang cukup , maka Nona akan segera pulih seperti biasa lagi"
setelah mendengar penuturan Dokter itu lagi, Leo semakin bertambah lega
" tumit kaki Nona juga sedikit luka , tapi tenang saja itu juga sudah saya obati, sepertinya ulah sepatu hak tinggi yang Nona kenakan kaki sedikit lecet."
"kenapa Jessly bisa sampai kesini ? dia juga datang menggunakan sepatu hak tinggi." batin Leo.
"Maaf tuan, tugas saya sudah selesai, saya perminsi." pamit Dokter tersebut.
"Hemms, terima kasih." Ucap Leo yang diamgguki oleh si dokter.
Rio mengantar dokter keluar ruangan.
Leo masuk kedalam kamar untuk melihat keadaan Jessly.
Gadis itu masih tampak memejamkan matanya dengan kening yang di tempeli plester .namun tidak mengurangi sedikitpun kecantikannya.
Leo duduk disamping Jessly berbaring.
dipandangai terus wajah Jessly sampai akhirnya Leo memberanikan untuk menggenggam tangan gadis itu.
"kenapa sulit sekali untuk melupakanmu" tutur Leo sambil menyentuh kepala Jessly.
"aku sudah berusaha melupakanmu, Jessly.tapi kenapa kamu selalu hadir dihadapanku, " Ucap Leo lagi.
Sejak ia memutuskan untuk pulang ke Irlandia, Leo sudah tidak ingin memikirkan Jessly lagi, namun ia malah bertemu kembali dengan Jessly , membuat pikirannya tertuju kembali kepada Jessly, tapi saat ini Leo berusaha menepis perasaannya , ia tidak ingin kecewa lagi.
Leo terus menatap Jessly , kemudian ia tersenyum .tidak bisa dipungkiri entah kenapa ia sangat senang bisa melihat Jessly lagi , apalagi sedekat ini. sebelumnya tidak pernah Leo berani menyentuh Jessly apalagi menggengam tanganya seperti yang dia lakukan saat ini.
Tampa malunya Leo mencium pucuk kepala Jessly, ingin sekali Leo melakukannya sedari dulu, namun Jessly selalu bersikap galak kepadanya , jangankan menciumnya mendekati Jessly saja sangat sulit.
"sepertinya , Tuan memang ada hubungan dengan Nona Itu."
Rio yang berada didepan pintu hanya tersenyum memperhatikan apa yang dilakukan oleh Tuannya , Leo.
Beberapa saat kemudian.
Kedua mata Jessly seketika terbuka dengan sayup -sayup.
Jessly bangun dari tempat tidur sambil mengucek -ngucek matanya yang masih buram.
"Nona ? panggil Rio yang membuat Leo menengok kearah Jessly.
Leo memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya didalam kamar untuk menjaga Jessly .
__ADS_1
Jessly memperhatikan kesekeliling ruangan.
" Aku ada dimana?" Ujar Jessly.
"Nona " panggil Rio membuat Jessly melirik kearah Rio.
"Kau .." Jessly melototkan matanya, melirik lagi kesekitar, dan memperhatikan penampilannya.
Ia merasa lega, karena bajunya masih utuh.
"Kenapa aku ada disini, aku ada dimana?" tanya nya sekali lagi dengan panik.
"Kau sekarang ada diruanganku, tepatnya ada dikamar pribadiku." suara seseorang menarik perhatian Jessly.
Leo tiba - tiba muncul dari arah belakang Rio.
Jessly melirik kearah Leo yang sudah berdiri dengan tampan didepannya sambil menyimpan salah satu tangannya didalam saku.
ekspresi Leo kembali berubah 180 derajat dari sebelumnya.membuat Rio sedikit bingung.
"Leo.." Ujar Jessly
"Maaf.." Leo pikir Jessly masih saja belum mengenalinya.
"Kau Leo bukan?" tunjuk Jessly ,
Leo hanya diam saja sambil menatap mata Jessly, sejenak mata mereka saling pandang.
Jessly mengerjap ngerjapkan matanya,, sebentar melirik ke arah asisten Leo yang masih kebingungan atas sikap Leo.
"Dia Leo bukan? " Tanya Jessly pada Rio karena Leo tidak memberikan respon.
Rio tampak ragu menjawab pertanyaan Jessly, ia menatap sebentar kearah Leo.
"Kenapa kalian diam saja." tanya Jessly menatap Leo dan Rio secara bergantian.
Masih Tidak ada jawaban.
Jessly turun dari kasur
"awww." kepalanya masih terasa sakit.refleks Leo ingin membantu Jessly , tetapi ia urungkan.
Jessly mendekat ke Leo.
"Akuu yakin , kau adalah Leo, tetapi kenapa kau berpura -pura tidak mengenalku, Aku Jessly." tunjuk Jessly pada dirinya sendiri.
"Jessly, , siapa Jessly, aku tidak mengenalmu." seru Leo sambil menggerak- gerakkan matanya.
"Namaku memang Leo, tapi apa aku harus mengenalmu, aku tidak mengenalmu, yang aku tahu kita pernah bertemu sebelumnya, karena kau membuat masalah denganku." Ujar Leo dengan nada dinginya.
Jessly tertawa kecil membuat Leo mengrinyitkan keningnya.
"Le, , kau pikir , aku anak kecil yang bisa kau bohongi?
" Siapa yang membohongimu?
Rio hanya diam melihat drama yang dilakukan oleh Tuannya.
"Tuan Leo kenapa kau berpura pura tidak mengenal Nona ini?"
Jessly lalu menghentikan tawanya.
"Apa kau masih marah kepadaku, sehingga Kau pura -pura tidak mengenalku?." Jessly menatap mata Leo.membuat hati Leo tidak tahan dengan tatapan Jessly.
__ADS_1
"Dengar ya gadis aneh, apa untungnya bagiku berpura -pura tidak mengenalmu, aku benar-benar tidak mengenalmu" Tekan Leo.
"lagian, apa keperluanmu datang kesini?
"bertemu denganmu hanya akan membawa sial saja" kau tahu ?kau sudah mengganggu ketenangan disini."
"membuat orang repot saja" Leo mengalihkan pendangannya kearah lain.
"bertemu denganmu hanya akan membawa sial saja"
Jessly menatap Leo dengan perasaan sedih.
"kenapa dia bicara seperti itu, dia memamg , laki -laki menyebalkan, tetapi kenapa hatiku begitu sakit sekali ketika dia bicara seperti itu, perasaan apa ini." mata Jessly berkaca -kaca airmatanya hampir saja menetes kalau dia tidak berusaha menahannya.
"aku yang bodoh, kenapa aku datang kesini.
Jessly memilih untuk mengalah.
" baiklah.."
" maaf, saya sudah menganggu ketenangan anda, dan para karyawan anda disini, tapi bisakah anda jangan mengatai saya pembawa sial, saya sangat malu." Jessly menundukkan kepalanya, matanya tidak mampu lagi menahan airmatanya.
Hal itu dilihat oleh Leo, dia juga sakit melihat Jessly menangis karena ulahnya sendiri, ingin sekali ia menarik Jessly kepelukannya kalau bisa.
"Maafkan aku , Jessly, semua ini aku lakukan, supaya kau mengerti bagaimana rasanya dianggap tidak ada oleh seseorang."
"tapi apa aku tidak berlebihan, , aku selalu menyesal setelah berkata kasar kepadanya.
"Mungkin memang mataku yang salah, Kau memang bukan Leo yang kukenal." Jessly memberanikan diri mendongakkan kepalanya, lalu sedikit tersenyum sedih.
Jessly merasa sesuatu menempel di keningnya, dan dia juga melihat tumit kearah kakinya.
"terima kasih sudah mengobatiku." Ucap Jessly pada Leo.
Jessly mendekat kearah Rio.
"Boleh ,aku Tahu dimana tas ku? tanya pada Rio.Rio Sangat kasihan dengan Jessly.
" kenapa Tuan Leo selalu memperlakukan Nona ini dengan Buruk."
"Disana Nona, tunjuk Jessly.
ternyata Tas jessly ada didekat meja tempat Leo berdiri.
Jessly kembali kearah Leo sambil menatapnya.
ia berjalan dengan sedikit sempoyongan sehingga saat Jessly hendak mengambil tasnya hampir saja ia terjatuh kalau Leo tidak memegangi pinggangnya dan menompang tubuhnya, mereka kembali lagi saling pandang.
" hati -hati." kata itu lolos begitu saja dari mulut Leo masih dengan ekpresi dingin.Leo mengalihkan pandangannya.
Jessly tersadar , Lalu menarik tubuhnya.
"maaf telah mengganggu waktu anda." Ucap Jessly , kemudian pergi begitu saja dari ruangan Leo.
"Tuan kenapa anda membiarkan Nona pergi, diakan masih belum pulih." Tanya Rio.
" cepat kau ikuti dia." Perintah Leo.
"baik Tuan" Rio segera keluar dari ruangan Leo.
Leo terduduk begitu saja diatas sofa, entah apa yang ada dipikirannya saat ini.
jangan Lupa like , commen dan vote ya, biar uathor semangat lagi nulisnya.😊😊
__ADS_1