
Pukul 06:00 pagi Sinar matahari sedikit sedikit menampilkan wajahnya,burung burung berkicauan dengan suara yang merdu.tampak nana yang masih tertidur dengan pulas.
Pandu membuka matanya dengan perlahan,sedikit mengucek ucek matanya,lalu tersenyum melihat kearah nana yang masih belum berniat untuk membuka matanya.
pandu mengamati wajah istrinya dengan begitu intens, tidak ada niat untuk mengakhirinya
‘’apa yang kupikirkan,aku memaksa mama dan papa untuk menjodohkanku kembali dengannya.” Batin pandu sedikit menyunggingkan senyumannya sambil melihat kesembarangan arah.
Ia mengingat betapa sakit hatinya saat melihat nana begitu dekat, tersenyum bahagia dengan laki laki lain sementara dengan dirinya nana mungkin hanya menganggapnya sebagai bos nya dikantor,padahal pandu menginginkan lebih dari nana. semenjak penyesalan dalam dirinya datang. Pandu menyesal karena dulu tidak pernah melihat cinta nana,dan sekarang ia akan berusaha mendapat cinta itu kembali.
“untung aku bangun lebih dulu,kalau tidak dia pasti akan kaget dan berteriak sepagi ini karena melihatku tidur disampingnya.” Ucap pandu.pandu sedikit tertawa kecil mengingat kelakuannya ,mencium nana secara diam diam.
Sungguh tidak gentle sekali
Cup
Pandu mencium kening nana dengan sangat lama, kemudian secara perlahan turun dari tempat tidur agar tidak membangunkan nana,dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Selesai dengan ritual paginya,dengan masih menggunakan baju kaos dan celana trening pandu turun kelantai bawah untuk menyiapkan sarapan .
Nana membuka matanya saat biasan cahaya matahari mengenai wajah cantiknya.
Nana berusaha menghindari cahaya tersebut dengan tangannya sambil duduk diatas tempat tidur.nampaknya nana masih belum sadar kalau sekarang ia sedang tidak berada didalam kamarnya.
Nana melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
“ya ampun aku terlambat bangun,nana melototkan matanya , cepat cepat ia turun dari tempat tidur dan langsung berlari kekamar mandi.
“haduh,aku harus membuat sarapan untuk pandu.” Ujar nana sambil mencuci mukanya diwastavel kamar mandi.
Nana melihat dirinya didalam cermin,sepertinya ia bukan melihat dirinya,nana kembali melototkan matanya
ketika melihat kamar mandi itu tampak berbeda dari kamar mandi yang kemaren.
“haaaaah,inikan bukan kamar mandiku.” Ucap nana sambil berbalik,ia susuri setiap isi didalam kamar mandi,benar.” Ujarnya lagi.
Masih belum percaya,nana pun kembali ketempat tidur.
‘’banar,i-ini bukan kamarku.” Ucap nana lalu terdiam sejenak.
‘’ya ampun ini kamar pandu.’’ Ucap nana dengan terkejut.
“i-itu berarti semalam aku tidur disini bersama dengan pandu.’’
‘’aaaaaaaa.’’ Teriak nana sambil menyilangkan tangannya didadanya lalu memejamkan matanya,nana berpikir pandu telah melakukan sesuatu padanya.
Nana membuka matanya satu pesatu.
__ADS_1
‘’tapi badanku tampak baik baik saja,pakaianku juga masih utuh.’’ Ucap nana sambil melepaskan tangannya.
‘’syukurlah tidak terjadi apa apa denganku.’’ Ujar nana lagi bernafas dengan lega .
‘’tapi kenapa aku bisa tidur disini ya.’’ Nana pun duduk ditempat tepi tempat tidur,bukankah kemaren aku berada diruang kerjanya pandu untuk menyelesaikan laporanku.’’
Nana tampak berpikir.
‘’oh ya setelah selesai membuat laporan,aku meminta pandu untuk memeriksanya laporannya,karena terlalu lama aku merasa mengantuk dan tertidur .’’ ucap nana sambil mengingat.
‘’berarti pandu yang membawaku kesini.’’ Ucap nana yang sedikit terkejut.
‘’tapi kenapa dia membawaku kesini,inikan kamarnya.’’ Nana tampak berpikir.
Ceklek..
Perhatian nana teralihkan kearah pintu
Pintu kamar yang terbuka menampakkan pandu disana.
Jantung nana berdetak dengan kencang saat melihat laki laki tampan itu berjalan kearahnya.
‘’ke-kenapa dia begitu tampan.’’ Mata nana tak henti menatap pandu yang sudah berada didepannya.
“kamu sudah bangun ternyata?tanya pandu yang membuyarkan lamunan nana.
‘’hah,su-sudah.’’ Jawab nana gugup , berdiri lalu menundukkan kepalanya ,pipinya tampak memerah saat pandu tak henti menatapnya,jantungnya jangan ditanya lagi, sudah seperti orang meraton didalam sana,entah mengapa saat jaraknya dengan pandu begitu dekat,nana selalu merasa jantungnya berdesir tak karuan.nana berusaha menyembunyikan wajahnya.
“apa kamu tidak ingin bersiap siap, sebentar lagi kita akan berangkat kekantor.’’ Ucap pandu lagi berhasil membuat nana mendongakkan kepalanya.
‘’oh iya aku belum memasak sarapan,nana menepuk jidatnya,sebentar aku akan memasakk terlebih dahulu.’’ Nana ingin pergi dari sana namun lengannya malah ditahan oleh laki laki tampan itu.
Pandu kembali menatap nana,yang membuat hati wanita itu merasa meleleh,nana membalas tatapan pandu yang tidak dingin hari ini.kalau begini pertahanan nana bisa runtuh.
Nana tersadar lalu menjauhkan tubuhnya dari pandu.
“kamu harus segera bersiap siap ,aku tadi sudah memasak,jadi kamu tidak perlu memasak lagi,setelah sarapan kita langsung berangkat kekantor.” Ucap ujar pandu yang sedikit kesal melihat nana menghindari dirinya.
“maaf,,seharusnya aku yang memasak,bukan kamu.”sesal nana yang membiarkan pandu memasak untuk mereka ,sementara memasak adalah tugasnya sebagai seorang istri.
‘’tidak papa,tadi aku lihat tidurmu sangat pulas ,jadi aku tidak tega membangunkanmu,hari ini aku yang memasak,tapi lain kali kamu harus melaksanakan tugasmu sebagai istri.” Ujar pandu walau sedikit kesal pandu tetap menampakkan sedikit senyumannya pada nana.
“mmmm iya .” nana mengangguk mengerti
“apa dia bilang tadi,melihat aku tertidur pulas? Batin nana
“itu berarti dia juga tidur disini bersamaku.” Batin nana lagi.
__ADS_1
Nana ingin menanyakan hal itu pada pandu,apakah semalam mereka tidur bersama atau tidak ,tapi apakah pantas dia mempertanyakan hal itu,sekarang mereka adalah suami istri ,wajar kalau tidur bersama,nananya saja yang meminta mereka untuk tidur terpisah.
‘’kamu bersiap lah,aku juga akan berganti pakaianku,setelah itu segera kebawah untuk sarapan.’’ Ujar pandu sambil tersenyum hangat pada nana.
‘’ada apa dengannya,kenapa tiba tiba pandu menghangat seperti ini,biasanya ia hanya memasang wajah yang dingin.” Batin nana merasa ada yang berubah dari pandu.
Pandu hendak mengambil bajunya yang ada dilemari,namun ditahan oleh nana
“tunggu.”ucap nana
“kenapa aku bisa ada dikamarmu? Aa maksudku kenapa kamu membawaku kekamar ini.’’ Tanya nana
‘’oh tu.’’ Ucap pandu sambil memegang tengkuknya ia bingung menjawab pertanyaan nana,tidak mungkin ia bilang jika ingin tidur bersama nana istrinya.
“pada saat aku menggedongmu ,aku kesusahan membuka hendle pintu kamarmu,karena pintu kamarmu seperti dikunci.’’ Bohong pandu pada nana.
“kenapa aku beralasan seperti itu,siapa tau pintunya tidak dikunci,aku akan ketahuan berbohong.” Batin pandu sambil melihat kearah nana yang tampak berpikir.
“bagitukah.’’ Nana menyipitkan matanya mengingat apakah pintu kamarnya dikunci apa tidak.
Pandu pun mengangguk
“ya begitu,jadi aku bawa saja kamu kesini,tidak papakan,lagian kitakan suami istri.” Jawab pandu lagi.
Deg...nana tercenung ketika mendegar pandu menyebut kata suami istri.
“apa dia mengangapku sebagai istrinya.” Batin nana.
“ya sudah cepat lah bersiap,kalau tidak kita akan terlambat.” Lamunan nana seketika buyar,pandu pun sibuk memilih pakaian yang akan ia kenakan.
‘’seharusnya aku yang menyiapkan semua keperluannya.’’ Batin nana memutar kepalanya kearah pandu yang sibuk memilih kemejanya.
Lalu Nana keluar dari kamar yang tak lepas dari pandangan pandu.
“aku pikir dia akan banyak bertanya.” Batin pandu sambil tersenyum tipis.
.
jangan lupa vote dan like
terima kasih🤗🤗🤗
.
.
.
__ADS_1
.
.