
Tepatnya jam 7 Malam pandu dan nana sampai dirumah mama galih,untuk sementara waktu pandu memutuskan untuk tinggal mansion orangtuanya.
‘’ ayo sayang.’’ Pandu membantu nana untuk turun dari dalam mobil.
Pandu pun membuka pintu utama,,betapa terkejutnya mereka saat melihat mama galih,papa danu,dan kedua orantua nana sudah berdiri didepan mereka sambil tersenyum bahagia melihat orang yang mereka tunggu tunggu telah datang.
‘’selamat atas kehamilan mu sayang! .’’ Teriak mama galih dan langsung memeluk nana.
Nana tampak diam dia benar benar tidak percaya kedua keuarganya menyambut kedatangan dirinya.
‘’nana,,selamat ya sayang...kamu sudah membuat mama bahagia.’’ Kali ini gantian mama ratna yang memeluk nana.
Nana melihat kearah pandu yang tampak tersenyum padanya.
‘’nana tidak menyangka,,mama ,dan mama mertuanya sebahagia ini menyambut kehamilannya.’’
‘’terima kasih ma.’’ Ucap nana pada kedua mamanya itu.
‘’nana janji akan menjaga kandungan nana .’’ ucap nana lagi.
"iya sayang." mama ratna mengangguk senang.
‘’papa .’’ ucap nana pada apa evan lalu menangis memeluknya.
‘’jangan menangis sayang,,kami bahagia dengan berita kehamilan nana,karena itu sangat dinantikan.’’ Ucap papa evan sambil mengelus elus punggung anaknya.
‘’terima kasih pa,,maafkan nana yang masih belum bisa menjadi anak yang baik untuk papa dan mama.’’ Ucap nana lagi .
Papa evan menggeleng.
‘’siapa yang bilang nana belum jadi anak yang baik, , kamu sudah jadi anak yang baik ,sayang,kamu tidak pernah membuat mama dan papa kecewa.’’ Ujar papa evan.
Nana tersenyum bahagia melihat keluarganya.
‘’ papa .’’ sekarang giliran papa danu..Tidak lupa pula nana mencium tangan papa danu.
‘’selamat ya sayang,,tolong jaga cucu papa dengan baik.’’ Ucap papa danu sambil mengelus pucuk kepala nana.
‘’iya pa,pasti.’’ Ucap nana tersenyum dengan mantap.
‘’ ya sudah ma, bawalah duhulu anak dan mantumu untuk duduk,mereka pasti kecapean habis perjalanan jauh,terutama nana dia harus banyak beristirahat.’’ Sahut papa danu lagi saat melihat tingkah istri dan besannya tak henti hentinya mengelus elus perut nana.
‘’eh..maaf papa,mama sampai lupa saking senangnya.’’ Ucap mama galih sambil nyengir kuda kearah papa danu.
Papa danu hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan mama galih.
‘’ayo pandu...ayo sayang.’’ Ucap mama galih mempersilahkan nana untuk masuk.
‘’ sayang,,mulai sekarang kamu harus menjaga kesehatanmu,jangan lupa makan yang teratur,dan yang lebih penting lagi makan makanan yang sehat,karena mama ingin melihat cucu mama saat lahir nanti dalam keadaan sehat.’’ Ucap mama galih yang duduk disamping kiri nana.
‘’betul sayang apa yang dikatakan mama mertuamu,mulai saat ini kamu harus mulai menjaga pola makan kamu,supaya cucu kembar mama tumbuh dengan baik didalam disana.’’ Ucap mama ratna yang duduk disebelah kanan nana.
‘’iya ma,nana akan selalu mengingat pesan mama berdua.’’ Balas nana dengan tersenyum pada keduanya.
‘’duhhhh,,mama sudah tidak sabar ingin melihat bayi twins lahir.’’ Ucap mama galih lagi sambil mengusap usap perut nana yang masih rata.
‘’apa lagi aku jeng jeng.’’ Ucap mama ratna.
‘’hah,,devi tidak akan bisa mengejek kita lagi,,karena sekarang kita akan mendapatkan 2 cucu sekaligus.’’ Ucap mama galih.
‘’hahahha kamu benar jeng,, mulai sekarang kita bisa pamer juga sama devi.’’ Sahut mama ratna, yang mendapat gelengan dari papa evan dan papa danu karena melihat tingkah para isri mereka.
"kira kira jenis kelamin mereka apa ya?mama galih tampak berpikir.
" nana baru hamil sekitar tiga minggu lebih ma, jadi belum tau jenis kelamin sidedeq bayi apa " ucap nana sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"kata dokter, , kita baru bisa mengetahui jenis kelamin anak kami saat usia kandungan nana sekitar 18 minggu ma." sela pandu.
"duh mama jadi tidak sabar melihatnya." ujar mama galih lagi.
Sedangkan Nana sangat senang melihat mama mertua dan mamanya nya yang antusias dengan kehamilannya.
‘’oh ya sayang, apa kamu mengalami yang namanya ngidam?.’’tanya mama galih lagi.
‘’ngidam ma?.’’
Mama galih mengangguk
Nana tampak berpikir.
‘’hmmm sepertinya belum ma, nana tidak merasakan ngidam tuh,yang nana rasakan belakangan ini hanya muntah muntah,dan rasa pening dikepala.’’ Ucapnya kemudian.
‘’oo belum ya.’’ Ucap mama galih.
‘’kalau mual mual itu hal biasa yang terjadi pada wanita yang baru hamil nan.’’ Ucap mama ratna.
‘’itu bukan ngidam ya ma?.’’ Tanya nana
‘’tidak sayang..tapi nanti kalau kamu menginginkan sesuatu,jangan sungkan bilang sama mama atau sama suamimu ya sayang.’’ Ucap mama galih lagi.
‘’hmmmm iya ma.’’ Ucap nana mengangguk ragu.
Ada ada saja yang dilakukan oleh kedua wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang nenek itu pada perut nana.mama ratna dan mama galih bahkan berebut untuk mengelus perut nana sambil mengajak baby twins yang baru berusia kurang 3 minggu itu didalam perut nana.
Nana hanya tertawa geli melihat tingkah kedua mamanya,yang menurutnya sangat kekana kanakan,mama galih dan mama ratna memperebutkan kedua baby yang belum lahir itu bak memperebutkan sebuah boneka mainan.
‘’ayolah jeng,setelah sikembar lahir,biarkan aku yang merawatnya terlebih dahulu.’’ucap mama galih pada mama ratna.
‘’tidak bisa begitu dong jeng,,pokoknya setelah sikembar lahir,harus aku duluan yang merawat mereka.’’ Ucap mama ratna tak mau kalah.
papa danu , papa evan, bahkan pandu, dibuat geleng geleng kepala oleh kelakuan kedua orang tuanya .
‘’sudah,,kanapa malah ribut begitu.’’ Ucap papa danu yang juga ikut pusing melihat tingkah istrinya.
‘’tapi papa,mama...
‘’mama diamlah sedari tadi tidak berhenti bicara.’’ Ucap papa danu menatap mama galih. Seketika mama galih terdiam saat melihat tatapan papa danu,mama ratna tampak tersenyum menang.
‘’tukan jeng,,danu saja mengerti,,,kalau memang harus saya duluan yang akan mengurus kedua cucu kita.’’ Ucap mama ratna sambil melirik kearah mama galih yang tampak kesal.
‘’mama juga diam,sudah cukup mengocehnya.’’ Kali ini papa evan yang menatap kearah istrinya.tatapan seketika juga membuat mama ratna tertunduk diam.
Papa danu dan papa evan menatap para istri mereka sambil berpangku tangan , para mama sama sama tertunduk diam tak bicara.
Pandu dan nana tersenyum melihat kearah mama dan mama mertuanya yang sudah tidak berkutik lagi.
‘’tidak ada diantara kalian yang boleh mengurus cucu cucu kita nantinya,biarkan pandu dan nana yang mengurusnya,,kalian cuman boleh mengunjungi dan membawa bermain kalau mereka sudah bisa diajak bermain.’’ Ucap papa danu dengan tegas.
Mama galih ingin menjawab perkataan papa danu,tapi urungkan kala melihat tatapan papa danu.
‘’aku juga setuju apa yang dikatakan oleh danu.’’ Ucap papa evan menatap mama ratna.
‘’ini semua gara gara jeng galih,kenapa malah ikut ikutan ingin merawat sikembar.’’ Gerutu mama ratna pada mama galih.
‘’eeeeh..kenapa jeng menyalahkan aku,,kalau jeng ratna yang tidak memulai dahulu,aku juga tidak ingin berdebat memperebut kedua cucu kesayanganku.’’ Balas mama galih.
‘’ sikembar juga akan menjadi cucu kesayanganku tau.’’ Ucap mama ratna.
.’’ sudah diam.’’ Ucap papa danu dengan suara agak meninggi,membuat mama ratna dan mama galih kembali diam.
"sikembar belum lahir, mama sudah memperbutkan mereka." ujar pandu sambil melirik kearah mama galih.
__ADS_1
‘’semenjak mendengar berita kehamilan menantu kesayangannya ,mamamu tak berhenti mengoceh seperti burung beo,,memberitahukan kesemua orang,,papa tidak sanggup,bahkan dia memaksa untuk segera pulang kesini setelah kamu menelponya , memaksa untuk cepat bertemu dengan nana.’’ Adu papa danu pada pandu.
‘’kenapa kita senasip dan."Adu papa evan juga.
‘’kalian ini,,itu bentuk dari kebahagian kami tau,karena sebentar lagi akan segera menimbang cucu,iya nggak jeng.’’ Ucap mama galih pada mama ratna yang tampak akrab kembali.
‘’betul tu jeng,,dasar bapak bapak tidak punya perasaan ,,,mereka memang tidak mengerti dengan kebahagiaan kita.’’ Ucap mama ratna.yang terlihat kesal.
kali ini Mama ratna dan mama galih tampak merajuk.sedangkan papa danu dan papa evan keduanya tampak menggeleng ngelengkan kepala , karena mereka memang tidak mengerti dengan tingkah kedua istri
mereka.
Papa danu menghela nafasnya.
‘’ ini tidak akan berakhir ,,,hari ini sudah cukup berbincangnya ,pandu sekarang bawa nana kekamar kamu,biarkan dia istirahat dulu,kasihan dia ,,dia bisa stress karena mama dan mama mertuanya sudah memperebutkan anaknya yang belum lahir.’’ Ucap papa danu.
‘’baik pa.’’ Sahut pandu lalu beranjak dari tempatnya.
Lagi lagi papa danu kembali mendapat tatapan tajam dari istri dan besannya.
‘’mama ,Nana kekamar dulu ya.’’ Pamit nana sambil berdiri dari tempatnya.
"baiklah sayang." jawab keduanya sambil tersenyum pada nana.
Pandu pun menuntun nana menaiki tangga menuju kamarnya yang berada dilantai atas.
Pandu merebahkan tubuh nana keatas kasur,lalu duduk disisi ranjang sambil mengelus elus kepala nana.
‘’istirahat ya sayang.’’ Ucap pandu sambil mengecup kening,lalu menutup tubuh nana dengan selimut.
‘’hubby mau kemana?,,,aku tidak mau ditinggal sendiri.’’ Sahut nana. menahan tangan pandu saat melihat dirinya bangkit dari tempat duduknya.
‘’aku tidak ingin kemana mana ,sayang.ada beberapa panggilan dari kevin dan tyan.sepertinnya dari tadi mereka menghubungiku.’’ Ucap pandu yang beberapa menit yang lalu membuka ponselnya.
‘’telponannya disini saja ya,hubby,aku tidak ingin hubby jauh jauh dariku.’’ Ucap nana yang sudah duduk sambil bergelayut manja ditangan pandu.
Pandu tersenyum dan kembali duduk disamping nana,lalu mengecup pucuk kepalanya dengan sangat lembut.
‘’baiklah,,aku tidak akan kemana mana."ucap pandu yang diangguki oleh nana.
"apa mualnya masih terasa?tanya pandu sambil mengelus elus kepala nana, sedangkan nan menyenderkan kepala kedada bidang pandu menikmati tempat ternyamannya.
nana menggeleng.
"mualnya terasa saat dipagi hari." ucap nana.
"kamu pasti sangat tersiksa, sayang.maafkan aku ya." ucap pandu dengan perasaan bersalah.
nana berusaha melihat wajah pandu.
"tidak aku tidak tersiksa kok , justru aku malah senang tuhan menitip baby ini untuk kita, kamu tidak perlu meminta maaf padaku, hubby.." ucap nana sambil mengecup bibir pandu kilas, membuat laki laki tampan itu tersenyum.
"terima kasih sudah mau mengandung anakku sayang,." ucap pandu lalu kembali memeluk nana, dan meninggalkan banyak ciuman dipucuk kepalanya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1