
"kuberi kamu waktu untuk bicara dengan adikku." ucap jimi yang masih sedikit kesal pada arka.
arka mengangguk
"makasi kak." ucap arka sedikit tersenyum, ia masih malu pada jimi.
"hmmm." jimi berlalu pergi dari tempat itu.
arka tampa menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
"kenapa?tanya dira sambil tersenyum melihat kearah arka.
" gue masih malu banget ama kakak lo."ucap arka sambil membuka wajahnya.
"ini semua karena ketiga cecunguk itu, awas saja akan ku balas mereka." ucap arka.
dira tertawa melihat exspresi wajah kesal arka.
arka sangat senang bisa melihat tawa dira lagi.
kemudian mereka saling pandang dan diam sesaat, karena dira jadi salah tingkah karena ditatap oleh arka.
"hemms, , arka, , sebenarnya apa yang lo lihat waktu itu..dira menghentikan ucapannya, karena arka sudah meletakkan jari telunjuknya ditengah tengah bibir dira.
arka menggeleng.
" aku udah dengar semuanya dari pandu dan leo, , aku yang bodoh kenapa tidak cari tau tentang masalah ini, aku yang tidak pernah berusaha mencari kamu untuk meminta penjelasan dari kamu."sesal arka sambil mengalihkan pandangannya.
"arka gue..."
arka menoleh kearah dira
"rara." panggil arka, kata yang sudah lama tidak pernah dira dengar dari mulut arka,dira begitu tercengang begitu mendengar satu kata itu.panggilan kesayangan yang diberikan oleh arka untuknya.
"berhenti bicara lo gue sama aku, kita mulai lagi dari awal." ucap arka .
dira tersenyum sambil menatap manik mata arka secara bergantian, tatapan arka yang masih sama seperti dulu.
arka mengambil kedua tangan dira dan membekap jari jarinya.
"my brahma." balas dira.
arka tertawa kecil ketika mendengar panggilan dira untuknya.panggilan yang aneh menurutnya dari dulu, tapi dira tidak menggantinya menjadi panggilan itu.
"tetap sama, tidak mau ganti panggilan itu hah?tanya arka .
dira menggeleng.
" kenapa?kamu tidak menyukainya?.dira menggembungkan kedua pipinya.
"bukan begitu, aku menyukainya kok." arka tersenyum sambil mencubit pipi dira.
"kamu gemas banget sih, kalau nggak garang kayak gini, aku suka kamu yang sekarang, lebih kalam " ceplos arka yang membuat dira mesem mesem.
"apaan sih." sahut dira.
arka kembali menatap gadisnya.
"besok aku akan menemui mami." seru arka.
"mau ngapai ketemu mami?tanya arka.
" mau minta maaf sama mami sekaligus mau ngelamar kamu "ucap arka.
" hah."dira terkejut.
"secepat itu?
" iya, , arka mengangguk pasti.
"apa tidak terlalu cepat ark?
" tidak, bahkan itu sudah lama tertunda."
"maksudnya?
__ADS_1
" sebenarnya waktu itu aku pengen memberitahu kamu, kalau besoknya aku akan bertemu mami untuk ngelamar kamu, tapi aku malah mendapat pemandangan yang tidak mengenakkan.
"kamu pengen nikah muda?
arka mengangguk.
" iya, aku selalu iri sama kevin, setiap pergi jalan ia selalu membawa keluarga kecilnya, maka dari itu aku ingin juga seperti itu cepat cepat menikahi kamu supaya kamu halal dibawa kemana mana dan kita mempunyai keluarga kecil diusia muda."jelas arka yang membuat dira senyum senyum mendengarkannya.
tapi kemudian
"maafin aku." lagi lagi hanya itu yang keluar dari mulut dira .
arka hanya tersenyum.
"kalau aku ngelamar kamu besok, kamu bakalan terima tidak?tanya arka.
" hemmmmm."dira tampak bingung sambil barpikir.
"kok lama sih mikirnya, pasti nggak bakalan diterima ya." sahut arka kecewa.
"besok temui lah mama dan kak jimi dulu." jawab dira kemudian.
"itu pasti akan aku lakukan, asal kamu mau menerimaku" ucap arka yang mendapat senyuman dari dira.
arka pun kembali memberanikan diri memeluk dira.
_
_
_
sementara teman teman dira, adik dan dan kakak sepupunya hanya menonton mereka dari jauh.
" duh, mereka so sweet banget sih."nana memegangi kedua pipinya melihat keuwuan dira dan juga arka.
"iya jadi iri lihatnya." ucap leo sambil melirik kearah jeslee yang tengah fokus menatap kearah dira dan juga arka.
tapi syukurlah akhirnya dira dan arka sudah berbaikan kembali, hubby." ucap nana pada pandu.
"iya sayang." jawab pandu sambil memeluk bahu nana.
"benarkah aku makin cantik, hubby?." tanya nana sambil tersipu malu karena dipuji suaminya.
"aku tidak bohong sayang, sayang kelihatan bertambah manis." jawab pandu lagi sambil mencoel batang hidung nana.
"bahkan tadi aku hampir tidak mengenali istriku ini." katanya lagi.
"hehe , hubby bisa saja, makasih , "ucao nana dengan nada manja sambil memegangi lengan pandu, dibalas oleh pandu dengan mengusap usap kepala istrinya.
viona melirik kearah kevin yang tampak diam sambil berpangku tangan
berbeda dengan pandu yang memuji penampilan istrinya nana, viona, yang juga berharap mendapatkan pujian dari kevin, ia justru malah mendapat amukan dari suaminya itu.kevin malah tidak mau bicara denganya.
dia tidak suka melihat penampilan viona yang terlihat bar bar menurutnya,rambut diwarnai tidak sesuai semestinya.
" sayang, kok kamu malah marah sih sama aku, bukanya muji rambut aku yang bagus ini."viona mulai bicara.
" bagus kamu bilang?gaya rambut seperti itu kamu bilang bagus, mau jadi preman lagi hah."ucap kevin.
"ih kamu apa-apaan sih, , siapa yang ingin jadi preman , sebelumnya aku juga nggak pernah jadi preman ya." bela viona sambil berpangku tangan.
"pakoknya aku nggak mau tau, ubah kembali warna rambut kamu, kalau nggak aku nggak mau ngomong lagi sama kamu." ancam kevin.
"ih sayang, kamu jangan gitu dong, rambut aku udah sebagus." ucap kevin.
"bagus kan kata kamu, pokoknya ubah kembali rambutmu itu.
" nggak mau, udah capek capek kesalon buat warnain rambut ."ucap viona sambil menyentuh rambutnya.
"malu tahu, pada dilihatin sama mereka kamu marah marah sama aku."
" yah udah kamu tinggal pilih saja, nurut apa kata aku atau tidak, kalau nggak nurut kamu bakalan dapat dosa."
yang lainnya hanya melihat drama dari sepasang suami istri itu.
__ADS_1
"sayang, kok bawa bawa dosa sih." kesal viona.
"ya terserah, pokoknya aku nggak mau istriku rambutnya kayak begini." ucap kevin sambil menyentuh rambut viona.
"terus kamu maunya rambut aku kayak apa, sayang?
" ya seperti biasa, paling tidak , tidak diwarnai, , kalau perlu kamu pakai kerudung yang, itu pasti akan sangat membanggakan untukku."ingin kevin.
"ya sudah besok aku akan ganti kembali warnah rambutnya, asalkan kamu nggak marah lagi ya, sayang." viona bergelayut manja.
"hemmms, gitu dong nurut apa kata suami." ucap kevin sambil tersemyum.
"iya." jawab viona sambil menyenderkan kepalanya kebahu kevin.akhirnya suaminya tidak marah lagi padanya.
membuat yang lainnya ikut tersenyum pada mereka.
sementara leo, ia hanya curi curi pandang terhadap jeslee , ia tidak berani mendekatinya karena ada jimi disamping jeslee.
saat tadi ia melihat jeslee, leo tidak percaya bahwa gadis yang ia lihat benar benar jeslee, namun saat jeslee dan jimi mendekat kearah nya ia baru percaya, bahwa itu benar benar gadis cantik dan jutek yang ia temui dibandara dan mall satu bulan lalu, selama sebulan ini wajah jeslee selalu menghiasi pikiran leo.
namun ia tidak yakin akan bertemu lagi dengan jeslee, namun lagi lagi takdir mempertemukan mereka dengan hal yang tak terduga, jeslee ternyata merupakan sepupu dari dira.
jeslee menaikkan kedua alisnya, saat mendapati leo tengah tersenyum kearahnya.
membuat senyuman leo tiba tiba surut begitu saja.
acara pertemuannya pun selesai, semua telah pulang kekediamannya masing masing, sebenarnya dira masih ingin berbincang banyak dengan arka, namun apalah daya, kak jimi mengakhiri obrolan mereka, dan membawa pulang dira segera dari tempat itu.mereka semua pulang dengan hati yang bahagia.
_
_
_
rumah pandu
"sayang minum susu dulu ya." pandu tiba tiba datang sambil membawakan segelas air susu hamil untuk nana.
"terima kasih , hubby, tidak perlu repot repot, sebenarnya aku bisa membuatnya sendiri, tidak boleh manja " ucap nana sambil mengambil susu tersebut dari atas nampan.
" tidak pa-pa sayang, , habiskan ya." ucap pandu.
nana pun menengguk susu itu sampai habis.
enak?
hummm
."enak."Nana mengangguk lalu menjilat sisa sisa susu yang menempel disudut bibirnya.
"makasih , hubby.
pandu tersenyum , nana lalu mengambil nampan yang dipegang pandu , meletakkan gelas serta nampannya diatas nakas.
" sekarang kita tidur?."tanya pandu pada nana.
"iya hubby." nana naik keatas tempat tidur membalut .
"baiklah ." ucap pandu lalu ikut naik keatas tempat tidur.
sebenarnya ia ingin bermain sebentar dengan istrinya, tapi pandu tau nana pasti lelah dengan aktivitas yang ia lakukan hari ini.
"tidurlah sayang." pandu membantu merebahkan tubuh nana lalu mencium keningnya.
"selamat tidur ." ucap pandu sambil mengusap usap perut nana.
"hari ini sangat melelahkan , hubby." ucap nana memiringkan wajahnya menghadap pandu.
"hemss." pandu terus mengusap usap perut nana dan sekali kali mencium pipi nana.
"malam, hubby." nana mencium bibir pandu kilas , lalu kembali merebahkan kepalanya.
nana melototkan matanya kala merasakan ada benda kenyal yang tengah menyesap bibirnya, ternyata pandu membalas ciuman nana dengan sangat lama, dan malah tidak membiarkan nana untuk tidur lebih cepat
.
__ADS_1
.
.