
‘’apa aku berhenti saja dari sini.’’ Batin nana.
‘’tapi itu tidak mungkin,ini adalah hari pertamaku bekerja , tapi masa belum apa apa aku udah berhenti.’’
‘’kenapa aku tidak mencari tahu terlebih dahulu,siapa yang akan menjadi bos ku,aku sugguh ceroboh.’’ Nana menyesalkan dirinya yang selalu ceroboh."
‘’ting,,
Lamunan nana buyar kala Pintu lift terbuka.nana berjalan menuju ruangan informasi.
‘’perminsi,selamat pagi.’’ Sapa nana pada karyawan yang ada pada bagian informasi.
‘’iya selamat pagi,ada yang bisa saya bantu?.’’ Ucap tania selaku karyawan dibagian divisi informasi.
‘’maaf saya nana,sekretaris baru pak pandu, bisa beritahu semua karyawan, kalau pak pandu akan mengadakan rapat. ucap nana.
‘’oh iya, baik mbak kami akan memberitahukannya kepada semua karyawan." jawabnya
‘’terima kasih.’’ Ucap nana sambil memasang senyuman yang manis.
‘’apa,,, dia sekretaris baru pak bos?.’’ seseorang diseberang meja mendengarkan percakapan antara nana dan tania rekan kerjanya.seseorang sambil berpikir.
Nana tampak diam sambil menunduk,tidak sanggup menatap orang yang ada dihadapannya saat ini.
‘’hemmm.’’ Nana berdehem sedikit berusaha melihat kearah pandu yang tengah memeriksa berkas yang tadi suruh kerjakan olehnya dengan sedikit gugup.
‘’cukup bagus.’’ Ucap pandu tampa melihat kearah nana,ia masih fokus pada laporan yang dibuat oleh nana.
‘’bagaimana,apa kamu sudah menyampaikan apa yang saya minta pada bagian informasi? Tanya pandu sambil melihat kearah nana. pandangan mereka bertemu,nana masih tampak gugup.
‘’tahan na,kamu tidak boleh gugup seperti itu.’’batin nana.
‘’su-sudah pak.’’ Ucap nana gugup,ia masih belum terbiasa,nana sudah berusaha lebih tenang .
Pandu tersenyum melihat nana yang terlihat gugup.
‘’na,saya masih pandu yang dulu, ,kita adalah teman,jadi kamu tidak perlu berbicara seformal itu dengan saya.’’ Ucap pandu.
Nana hanya tersenyum,dia tidak tahu harus berbicara apalagi,biar bagaimanapun sekarang pandu adalah bosnya,jadi mana mungkin ia akan berbicara tidak formal dengannya.
‘’dari dulu ,pandu hanya menganggapku seorang teman.’’ Batin nana dengan tersenyum miris.
‘’okey,karena berkasnya juga sudah siap,kita keruang meeting sekarang.’’ Ucap pandu sambil beranjak dari tempat duduknya.
‘’baik pak.’’ Ucap nana yang ikut beranjak dari tempatnya mengambil berkas itu kembali dan berjalan mengikuti pandu keruang meeting.
Setibanya diruang meeting ternyata semua karyawan sudah berkumpul disana
Semua mata yang ada disana tertuju pada pandu dan nana.
Banyak karyawan wanita melihat kagum pada ceo baru mereka itu.sedangkan karyawan laki laki tak henti hentinya menatap kearah wanita cantik yang ad disebelah bos mereka.
‘’ gila,sekretaris bos cantik banget.’’ Bisik para karyawan laki laki.
tetapi karyawan perempuan memandang tidak suka pada nana.mereka takut kesaing untuk memperebutkan bos.
Pandu sudah duduk di kursinya begitu pula dengan nana yang duduk disebelah pandu.
‘’baiklah kita akan mulai meetingnya sekarang.’’ Ujar pandu.
Nana masih terlihat gugup ,karena ini merupakan hal yang pertama baginya.
‘’jangan terlalu gugup,okey.’’ Ucap pandu dengan pelan sambil memutar kepalanya kearah nana.
Nana melirik kearah pandu,ia tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.pandu pun juga membalas senyuman nana ,hal itu membuat hati nana mencelos bahagia,pandu tersenyum tulus padanya?pipi nana tampak merona merah ,entah karena apa,gugup sekaligus malu mungkin setelah mendapat perhatian dari pandu.
‘’tolong jangan buat hatiku berubah lagi, karena sikapmu.’’ Batin nana setelah kembali menundukkan kepalanya.
‘’sepertinya bos akrab sekali dengan sekretarisnya itu,apa mereka ada hubungan bisik?,karyawan wanita.
Temannya menggeleng tidak tahu sambil melihat nana dengan pandangan tidak suka.
‘’tolong kamu catat semua hasil meeting hari ini,jangan ada yang terlewatkan.’’ Ucap pandu pada nana.
nana mengangguk
‘’baik pak.’’ Ucap nana sambil mempersiapkan tablet yang sudah diberikan lina kepadanya.
Pandu memimpin meeting dengan baik,rapat pun berjalan dengan lancar,begitu pula dengan nana yang cekatan mendengarkan dan mencatat semua yang dikatakan oleh pandu.walaupun pandu baru saja menjabat sebagai ceo,memimpin rapat seperti ini sudah menjadi hal biasa baginya ,karena sejak sekolah menengah atas pandu sudah mulai bekerja dikantor papa danu di perusahaan danu group.
meeting telah selesai ,karyawan berhamburan keluar dari ruang meeting,jam telah menunjukkan pukul 13.30.kini tinggal nana dan pandu berdua didalam ruang itu,nana berdiri dan membareskan berkas berkas yang berceceran diatas meja dan lalu menyusunnya.
‘’ Sudah waktunya jam makan siang.’’ Batin nana sambil melirik kearah jam tangannya.
Nana melihat kearah pandu yang masih sibuk menerima telepon dari kliennya.
Ia kemudian duduk disalah satu kursi lalu kembali memperhatikan pandu.
__ADS_1
‘’dia masih sama seperti pandu yang dulu,tidak ada yang berubah,wajahnya.’’ Batin nana sambil tersenyum.
‘’bahkan sikapnya masih sama seperti dulu,cuek dan dingin .’’ senyumannya yang tadi mengembang tiba tiba berubah menjadi ciut.
nana membuyarkan lamunannya tentang pandu
Sembari menunggu pandu,Nana membuka tabletnya dan kembali membaca ulang hasil rapat tadi.
Selesai menerima telepon,pandu bermaksud hendak memanggil nana.
Namun tiba tiba ia terdiam kala melihat nana yang tengah sibuk dengan tabletnya.
Pandu meperhatikan wajah cantik nana yang begitu serius melihat kearah tablet.pandu pun menarik kedua sudut bibirnya.
‘’apa kamu tidak lapar?.’’ Tanya pandu lalu menghampiri nana.
Mendengar pertanyaan pandu,membuat perhatian nana teralihkan padanya.
Nana hanya tersenyum.
‘’ini sudah masuk jam makan siang.’’ Ucap pandu.
‘’iya pak.’’ Ucap nana lagi.
Pandu dan nana sudah keluar dari ruang meeting.sekarang nana tengah berada diruangannya.ia tengah melamun.
‘’apa aku buat surat pengunduran diri saja ya.’’ Ucap nana sambil menatap layar komputernya.
‘’kalau aku disini terus,perjuanganku untuk melupakannya selama ini hanya akan sia sia saja.’’
Nana menyandarkan punggungnya kepunggung kursi.tangannya mulai mengetikkan sesuatu pada lembar kerja pada layar laptop.namun tiba tiba aktivitasnya terhenti kala telepon kantor yang ada diatas mejanya berbunyi dengan sangat keras.
‘’iya.’’ Jawab nana ketika sudah mengangkat teleponnya.
.............
Nana terdiam sejenak lalu memejamkan matanya.
‘’baik pak,akan saya sampaikan pada atasan saya.’’ Lalu menjawabnya.
Nana pun meletakkan kembali telepon tersebut setelah sekretaris klien bosnya mengakhiri panggilannya.
‘’masuk.’’ Jawab pandu ketika seseorang mengetuk pintu ruangannya.
‘’maaf pak,saya hanya ingin memberitahukan,klien dari perusahaan kk memajukan pertemuannya dengan bapak,mereka minta saat ini juga kita menemui mereka di restoran ningrat.’’ Ucap nana lagi.
‘’perusahaan kk? pandu tampak berpikir.
‘’ta-tapi pak.’’ Ujar nana menghentikan perkataannya.
‘’kenapa ?apa lina belum menyerahkan berkasnya padamu?.’’ Tanya pandu .
‘’bagaimana caranya aku mengatakannya.’’ Batin nana.
pandu terus menatapnya.
‘’nanti sajalah.’’batinnya lagi
‘’tidak pak,mbak lina sudah memberikannya pada saya,saya akan menyiapkannya.’’ Ucap nana yang kemudian minta izin untuk kembali keruangnnya untuk mengambil berkas tersebut.
sambil membawa berkasnya Nana mengikuti langkah pandu untuk masuk kedalam lift,mereka hanya berdua didalam lift nana hanya hanya diam tidak berkata apa- apa begitu juga dengan pandu.
pintu lift terbuka,mereka sudah sampai dilantai dasar,pandu langsung keluar dari lift dan diikuti oleh nana dari belakang.
‘’ayo masuk.’’ Ucap pandu yang melihat nana masih berdiri didepan pintu mobil.
‘’sekarang aku harus satu mobil dengannya?batin nana
"apa akan begini setiap hari." sungguh nana tidak akan sanggup*.
Pandu menatap jam tangannya dan kemudian masuk kedalam mobil.
‘’nana ayo,kita tidak ada waktu lagi.’’ Ucap pandu lagi , nana belum juga masuk kedalam mobil.
Nana duduk disebelah pandu ,Sesekali nana melirik kearah pandu yang tengah fokus menyetir mobil mewah tersebut.
Sesekali juga pandu berbicara ,menjelaskan apa apa saja yang harus dilakukan oleh nana selaku sekretarisnya.sedangkan nana ,ia hanya menjadi pendengar yang baik.
30 menit kemudian mereka sampai direstaurant ninggrat.
Nana turun dari mobil dan mengikuti pandu untuk masuk kedalam restaurant.
‘’silahkan.’’ Ucap pelayan restaurant ketika menyodorkan buku menunya.
‘’kamu mau pesan apa? Tanya pandu yang sudah memesan makanan
"samakan saja.’’ Ucap nana pada pelayan tersebut.
__ADS_1
‘’kanapa pak indra lama sekali.’’ Ucap pandu kala melihat jam tangan yang melingkar pergelangan tangannya.
Nana terus menatap kearah pandu,yang tengah menikmati makanannya.
‘’4 tahun pandu,aku berusaha untuk melupakanmu ndu,tapi tidak bisa.’’ Batin nana dengan wajah yang terlihat sendu.
Nana mengalihkan pandangannya kala buliran air mata yang sudah menggenang dipelupuk matanya jatuh begitu saja.
nana menyapu airmata yang sudah terlanjur tumpah .
seketika nana teringat akan sesuatu yang membuat hatinya terasa teriris, tampa disadari air matanya kembali tergenang.
‘’lo harus jauhi pandu,dia milik gue.’’Teriak
seseorang pada nana sekitar 4 tahun yang lalu.
‘’ gue sangat mencintai pandu, begitu pula dengannya,lo jangan harap dapatin dia, karena kami saling mencintai,jadi lo harus membatalkan perjodohan itu.’’ucap wanita itu sambil memperlihatkan jari telunjuknya dengan tegas pada nana
Nana hanya diam,hatinya begitu sakit mendengar perkataan wanita itu,bahwa pandu sangat mencitai wanita yang ternyata adalah stella
Sebelum nana bertemu dengan pandu direstaurant, stella menghampiri nana diparkiran dan berkata kasar kepada nana,stella memperingatkan nana agar menjauhi pandu.karena pandu adalah kekasihnya.
Setelah stella pergi ,nana masuk kedalam restaurant untuk menemui pandu.
Hatinya kembali sakit kala pandu menuduhnya yang tidak tidak.
ia berusaha menyembunyikan rasa sakitnya selama 4 tahun ini.
Nana segera mengusap air matanya,agar pandu tidak mengetahui kalau ia sedang bersedih.
ck
‘’kenapa mereka begitu lama, sungguh tidak disiplin sekali." Ucap pandu yang sudah sedikit kesal.
perkataan pandu membuyarkan lamunannya.
nana menghapus sisa airmata, dan kemudian kembali melihat kearah pandu.
"mungkin mereka sedang dijalan pak." ucap nana
Pandu meperhatikan mata nana yang terlihat merah.
‘’kenapa matamu merah.’’ Ucap pandu melihat nana lebih dalam.
‘’hah.’’ Jawab nana sambil mengedip ngedipkan matanya.
‘’ti-tidak apa-apa.’’ Jawab nana gugup
‘’apa dia tau ,aku tadi menangis.’’ Batin nana
Kevin hendak mendekatkan tangannya kepipi pipi nana, tetapi nana ,malah menghindar.
‘’matamu memerah?.’’ Jawab pandu sambil menjauhkan matanya.
‘’hah,,,tadi mataku kelilipan pak, mungkin karna itu dia memerah.’’ Elak nana yang merasa gugup.
Jantungnya berdegup dengan kencang,refleks ia menghindar kala pandu ingin menyentuh pipinya.
‘’oh ya,sekarang tidak papa kan?.’’ Ucap pandu sedikit mendekatkan wajahnya.
"oooh ini, sekarang sudah tidak apa-apa kok pak.’’ Ucap nana yang sedikit melototkan matanya kearah pandu.wajah pandu begitu dengan wajahnya.jantung nana semakin berdegup dengan kencang, jarak antara ia dan pandu begitu dekat saat ini,tidak tahu pandu mendengarnya detakan jantungnya atau tidak.
‘’tapi kok masih merah,biar kulihat dulu.’’ Pandu berdiri dari tempatnya.menangkup kedua pipi nana,dan mengarahkan kearahnya.nana melihat kearah pandu,yang berada diatasnya.pandu pun meniup dengan pelan mata nana,nana merasakan hembusan nafas pandu masuk kedalam matanya.
‘’sepertinya merahnya sudah berkurang.’’ Ucap pandu,dengan nana yang masih terpaku menatapnya.
Pandu menjauhkan tangannya dari pipi nana dan kembali duduk dikursinya.
Sedang nana masih terpaku diam menatap pandu,tidak percaya apa yang dilakukan oleh pandu.
‘’sepertinya klien kita tidak akan datang.’’ Ucap pandu pada nana yang masih diam.
‘’please ndu,jangan buat aku makin cinta sama kamu.’’ Batin nana dengan menatap pandu.senyuman terukir diwajah cantik nana
‘’na,sepertinya,mereka tidak akan datang,kita kembali kekantor sekarang.’’ Ucap pandu yang tidak dijawab oleh nana.
Ting ting...
Ponsel nana berbunyi dan membuyarkan lamunannya
‘’maaf pak,klien kita meminta maaf, katanya ada kesalahan informasi.’’ Ucap nana setelah membaca pesan dari sekretaris kliennya.
‘’sudahku duga,ya sudah .’’ ucap pandu dengan datar.
Setelah membayar makanannya,pandu dan nana pergi meninggalkan restaurant dan kembali kekantor.
jangan lupa like dan vote
__ADS_1
terima kasih
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗