
setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya leo tiba dibandara dublin airport authority.ia disambut oleh beberapa bodyguart yang dikirim oleh ayahnya.
"selamat datang , tuan leo." ucap salah satu bodyguart lalu membungkuk dan diikuiti oleh bodyguart yang lainnya.
"heemm." leo mengangguk dengan ekspresi dinginnya.
"rio, kita langsung kerumah sakit sekarang." titah leo.
" tapi maaf tuan, apa tuan tidak ingin ke mansion terlebih dahulu untuk beristirahat, tuan baru saja melakukan perjalanan jauh." ucap rio.
"tidak, saya ingin secepatnya bertemu dengan mama ."
"baiklah tuan, silahkan." rio mempersilahkan leo untuk menuju kemobil mewah yang telah dipersiapkan untuknya.
dengan gaya angkuh seorang pemuda kaya raya nan tampan leo berjalan kearah mobil itu.
sang sopir yang sudah berdiri disamping mobil langsung membukakan pintu untuk tuannya.
tapi sebelum masuk kedalam mobil, leo menghentikan langkahnya dan menoleh kearah rio yang ada dibelakangnya.
sambil membuka kacamata hitam yang melekat dimata birunya, leo berkata
"oh ya rio, aku tidak ingin mempunyai pengawal sebanyak itu, cukup kau saja yang mendapingiku, bilang sama papa supaya pengawal pengawalnya itu tidak perlu mengikutiku kemanapun akan pergi.
leo sudah tau apa yang akan dikerjakan oleh para pengawal - pengawal suruhan papanya itu.
" tapi maaf tuan, pengawal itu tunjuak oleh papa anda untuk menjaga keselamatan anda.
"saya bisa menjaga diri saya sendiri."
rio hanya diam.
"hah, sudahlah , bicara denganmu tidak ada gunanya." ucapnya , kemudian masuk kedalam mobil.leo tahu asisten papanya itu tidak akan turut perintahnya.
"maaf tuan leo, tuan breslin sangatlah menyayangi anda, dia hanya tidak ingin anda kenapa - napa, tuan breslin tidak ingin kecolongan lagi" ujar rio dalam hati sambil menatap leo yang sudah masuk kedalam mobil.
sementara disisi lain
"oh syukurlah, ternyata nomor ponselmu yang ini masih aktif hel." ucap jeesly pada seorang diseberang telepon.ia sangat senang.
"jeesly, , ini benar benar kau?" teriak seorang gadis diseberang, tidak percaya.
"iya, ini benar aku, jessly , masak kau tak mengenali suaraku lagi" jawab jeesly
jeesly menghela nafasnya, karena temannya tidak percaya dengan dirinya.jessly pun pura pura cemberut.
"bukannya begitu jess, aku tidak percaya saja kau menghubungiku, jujur aku sangat senang bisa berkumunikasi lagi dengan mu." ucap helena.helena adalah teman satu kuliah dengan jimi , dan satu satunya orang yang dekat dengannya jessly selama di irlandia.
kenapa dia tahu dengan jessly?, karena dulu mereka bertetangga dekat.
"semenjak pindah ke china kau susah sekali untuk dihubungi, bahkan sosial mediamu juga tidak aktif, jadi aku tidak bisa lagi bertukar kabar denganmu." ucap helena .
"iya , maaf, waktu itu ponselku terjatuh dan rusak , aku juga tidak mengingat semua paswoard media sosialku." jelas jeesly.
"ya sudah, tapi tidak apa-apalah, yang penting sekarang kita sudah bisa berkomunikasi lagi" ujar helena.
"oh ya, bagaimana kabarmu, mamamu dan...
" kak jimi? tanya jessly meneruskan perkataan helena, ia tahu bahwa helena sudah sejak lama menyukai kakaknya.
helena tampak diam, mungkin dia saat ini sedang malu karena ulah jessly.
__ADS_1
kedua sudut bibir jeesly tertarik kebelakang.
"hallo , helena." ucap jeesly.
"eh i-iya jess." sentak helena karena terkejut.
"kok malah diam sih, , aku dan kakakku baik -baik saja, tapi aku tidak tahu dengan mama, apakah mama baik - baik saja di atau tidak.
" kenapa, kau tidak tinggal dengan mamamu lagi?tanya helena.
jeesly menggeleng walaupun helena tidak tahu.
"hemmm tidak, ceritanya sangat lah panjang, sekarang aku berada di irlandia bersama kak jimi." ucap jessly.
"hah, benarkah kamu ada disini jess?." teriak helena lagi, mungkin dia sangat lah senang.
jessly menjauhkan ponsel dari telinganya.
"kau berteriak terus hel, lama lama kupingku bisa sakit karena suaramu itu." ujar jessly sedikit kesal.
"maaf jess, aku terlampau senang kau berada dikota ini, aku bisa bertemu lagi denganmu."
"kau senang bisa bertemu lagi denganku atau dengan kak jimi?tanya jessly.
" dua -duanya."jawab helena sambil tertawa.
"kau masih menyukai kak jimi?
" tentu, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hatinya.
"ck,, benarkah?
" hmmm" helena mengangguk yakin.
" iya." jawabnya lagi.
"ya ampun." ucap jeesly.
"kau masih menyukai orang seperti itu? sudah bagus disukai oleh wanita secantik dan seanggun dirimu, dia malah menolaknya, dasar kak jimi." gerutu jessly.
helena hanya tersenyum
"tidak apa-apa jess, aku akan terus berusaha , agar jimi dapat melihat ketulusan hatiku padanya."ucapnya kemudian.
" ya semoga saja hel"
"seharusnya kau dapat yang lebih baik dari kak jimi hel, jangan mengharapkan cinta kakakku yang menyebalkan itu." ujar jessly lagi.
helena tertawa
"oh ya , kamu sudah pindah kesini lagi tapi aku melihat rumahmu masih kosong jess?
" aku bukan tinggal disana, kak jimi membeli rumah baru untuk kami ."
"hmmm begitu ya, lain kali aku boleh main kesana ke rumahmu ?
" tentu dong, tapi ...
"tapi kenapa jess, tidak boleh ya?
jeesly tampak berpikir tentang kak jimi, akhir akhir ini jimi sangat over protektif terhadapnya, apa kak jimi akan akan mengizinkan teman jessly untuk datang ke rumah mereka.
__ADS_1
" jess."panggil helena
"eh , iya hel ." lamunan jessly buyar.
"boleh tidak, kita sudah lama tidak bertemu, kalau jimi melarang tidak apa- apa."
" ya tentu boleh dong hel." jawab jees.
"benarkah? helena sangat senang.
" iya."
" eh tapi , btw, kamu lagi apa sekarang jess? tanya helena.
" aku dirumah , dikurung oleh kak jimi, tidak boleh kemana -mana, jeesly tampak menghela nafasnya " dia sangat menyebalkan bukan? jessly tampak memutar matanya.
"loh , kenapa?
" aku tidak tahu." jessly menaikkan kedua bahunya"padahal aku ingin pergi keluar untuk mencari pekerjaan, tapi emang dasar kak jimi, tampa sebab dia melarangku untuk bekerja." ucap jessly kesal.
"mungkin jimi tidak ingin kau kenapa napa jess, , makanya dia melarangmu keluar rumah atau ingin bekerja"
"tapi aku tidak suka dikekang seperti ini, percuma saja aku kuliah tinggi tinggi, tapi ilmunya tidak dipergunakan untuk bekerja."
"iya juga ya, jimi kenapa ya?
" tidak tahu, dia sungguh sangat menyebalkan."
" tapi kalau kau dilarang keluar rumah, bagaimana aku bisa datang kesana?
" tidak usah dipikirkan tentang hal itu, aku akan memberi alamat rumahku, datanglah kapanpun kau bisa, okey."
"tapi, , bagaimana kalau jimi..
"ck, sudahlah, jangan membahas kakakku lagi." jengah jessly" kita bahas yang lain saja.
"hmm baiklah."
"oh ya bagaimana kabarmu dan paman endruf?tanya jessly sambil merebahkan tubuhnya keatas kasur.
"aku baik jess, cuman ayahku sekarang lagi sakit."
"paman endruf sakit? jessly terduduk diatas tempat tidur, karena kaget .
" iya, biasalah, asam lambung ayah naik lagi, sekarang aku lagi menemani ayah dirumah sakit."ucap helena.
" benarkah? dirumah sakit mana?, aku kesana ya?." sahut jessly.
"serius kamu mau kesini?, bukannya jimi melarangmu keluar rumah." helena mengerutkan keningnya.
"ah sudahlah kak jimi juga tidak akan tahu aku keluar rumah, sebutkan saja rumah sakitnya, aku akan datang." ucap jessly.
" ayah dirawat di Adelaide hospital , tapi benaran tidak akan apa - apa jess, nanti kalau kakakmu jimi tahu kau keluar rumah bagaimana?helena sedikit takut.
" jangan kau pikirkan hal itu, kalau kak jimi tahu aku pergi keluar, biar aku yang mengurusnya nanti, tunggu aku, aku mau melihat paman endruf, ayahmu itu sudah ku anggap seperti ayahku sendiri, mungkin kalau dia tahu aku melihat paman endruf kerumah sakit dia tidak akan memarahiku." ucap jessly sambil tersenyum.
"hemm ya sudahlah kalau bagitu, kau memang keras kepala jess, aku tunggu ya." ucap helena.
"hemmm, sampai jumpa." ucap jeasly senang, karena ia akan keluar.
sambungan teleponpun langsung terputus, jessly langsung meloncat dari atas tempat tidur, menuju kamar mandi untuk bersiap siap akan pergi.
__ADS_1
jangan lupa vote , commen dan like.