Si Cantik Istri CEO

Si Cantik Istri CEO
episode 86


__ADS_3

‘’nan.’’ Panggil viona.. Dengan rasa senangnya viona menutup pintu ruangan inap nana dengan pelan lalu dengan cepat berjalan kearah nana.


‘’ada apa vi ,kamu tampak senang?."Tanya nana saat viona sudah berada disampingnya.


‘’dokter bilang keadaan dira semakin membaik,kemungkinan dira akan sadar kembali secepatnya .’’ ucap viona sambil mengatupkan kedua tangannya didepan wajahnya.ia sangat bersyukur.


‘’benarkah.’’ Ucap nana dengan mata yang berbinar.ia juga ikut senang.


Viona menoleh kearah nana lalu mengangguk.


‘’vi..kalau begitu antarkan aku keruangan dira sekarang,aku ingin melihat keadaannya .’’ucap nana.


‘’lo mau lihat dira,tapi apakah tidak papa...apa tidak sebaiknya kita ijin dulu sama dokter,gue takut dokter marah kalau gue bawa lo keluar dari sini,atau nanti pandu.. ‘’ ucap viona dengan bingung.


‘’dokter bilang aku sudah tidak apa-apa ,lagian mereka juga sudah memperbolehkan aku untuk pulang,.’’ Ucap nana.


‘’benarkah,,syukurlah kalau begitu.’’lagi lagi viona tampak senang.


Nana tersenyum sambil mengangguk.


‘’aku ingin melihat dira dulu sebelum pulang keindonesia ‘’ ucap nana tiba tiba wajah nana menampakkan raut sedih.


‘’lo mau pulang?.’’ Tanya viona.


Nana mengangguk.


"sebenarnya aku juga ingin menunggu dira sadar."


‘’karena takut aku akan kenapa napa lagi,pandu memutuskan untuk kita segera pulang,sebenarnya aku masih ingin tetap disini.’’ Ucap nana dengan sedih.


viona menggeleng


‘’pandu benar na,gue setuju sama dia,kondisi lo saat ini lagi lemah, sekarang lo harus pikirin kesehatan lo dan kedua anak lo,jadi kalau lo mau pulang duluan keindonesia tidak apa- apa.dira pasti juga akan sedih kalau lo kenapa napa lagi.’’


‘’tapi vi...


‘’udah sekarang lo nurut aja ama pandu ,jangan keras kepala sama kayak gue, nurut apa kata suami, , itu terbaik untuk lo


nana hanya diam.


" yaudah...tunggu bentar ya ... gue mau ambil kursi roda dulu buat lo .’’


Belum sempat nana menjawabnya viona sudah keluar dari ruangannya.


Nana tampak melamun


Ceklek...


Pintu yang sempat tertutup kembali terbuka mengejutkan dan membuyarkan lamunan nana.menampakkan suaminya disana.


Melihat pandu Nana tampak menunduk.apakah sekarang nana merajuk ?entahlah hanya dia yang tau.


Pandu mengghela sedikit napasnya lalu menutup pintu itu kembali dan menguncinya.dengan pelan ia mendekati istrinya dan duduk diatas tempat tidur disamping istrinya.


‘’apa kamu tidak senang kita akan pulang ,sayang?.’’ Ucap pandu sambil menyentuhkan tangan nana.lalu mempersatukan telapak tangan mereka.


Nana mendongakkan kepalanya,agar bisa melihat wajah tampan suaminya.


‘’semua ini aku lakukan untuk kamu dan anak kita ,sayang.’’ Ucap pandu melihat wajah nana yang tampak sendu.

__ADS_1


‘’jangan marah sama aku ya.’’ Bujuk pandu.


‘’tapi hubby...boleh aku melihat dira sebelum kita pulang dari sini.’’ Ucap nana dengan suara lembut dan pelan,membuat pandu semakin gemas dibuat oleh istrinya itu.


"apa setelah itu kita bisa kembali?." tanya nya.


nana mengangguk


Pandu tersenyum ,karena saat ini istrinya mau menurut dengannya.


‘’tentu boleh dong sayang.’’ Ucap pandu sambil mengusap usap pucuk kepala nana lalu mencium keningnya.


‘’apa viona sudah memberitahu,kalau keadaan dira sudah mulai stabil?.’’ Tanya pandu lagi.


‘’hemmm .’’ ucap nana mengangguk sambil tersenyum bahagia.


"viona bilang, dira bisa sadar lagi."ucapnya


‘’bagus,,keadaannya pasti akan semakin membaik..kamu tidak perlu khawatir lagi meninggalkan dira disini,sayang.’’ Ucap pandu lalu mencium bibir istrinya.


pandu lalu memeluk tubuh nana dengan sangat manja, menggesekkan hidungnya di dipundak nana.


‘’apa dira akan segera sadar,hubby?.’’ Tanya nana?


pandu melepas pelukannya.


‘’hemm tentu sayang, keadaannya semakin membaik, dan aku yakin secepatnya dia bisa sadar.’’ Perhatian pandu terlihat pada bibir nana.


" benarkah, kami bisa berkumpul lagi?ucap nana senang..pandu mengangguk


‘’coba saja kalau kita saat ini berada dirumah ,aku pasti sudah memakanmu sayang.’’ Ucap pandu dengan masih menatap bibir nana.


Pandu menatap nana yang juga menatapnya dengan bingung,lalu pandu tersenyum.


‘’kenapa istriku ini sangat manis.’’ Ucap pandu menjewer hidung nana lalu ******* bibir manis nana itu.tampa babibu tangannya sudah begerilya kemana mana dan menyulusupkannya kedalam baju istrinya itu.


‘’hubby,,kita masih rumah sakit,,bagaimana kalau ada yang melihat kita ?.’’ ucap nana sambil menghentikan tangan pandu .


‘’aku sangat merindukanmu ,sayang.sudah beberapa hari ini aku sangat tersiksa.’’ Ucap pandu.


"tersiksa?


"hemm, , apalagi sipetok alam ia sangat tersiksa."ucapnya


"siapa petok alam?


pandu hanya tersenyum


" bagaimana kalau tiba tiba ada yang datang dan melihat kelakuan kita, kita bisa malu.


‘’aku tidak peduli,tidak ada orang yang akan datang kesini,biarkan aku menikmati ini sebentar.’’ Ucap pandu sambil menciumi leher nana.


‘’ta-tapi hubby.’’ Nana bicara terbata bata karena merasakan geli ulah pandu.


‘’aku yakin tidak ada yang akan bisa masuk kesini.’’ Batin pandu sambil tersenyum smirk.


.’’ bagaimana kalau vi...belum sempat nana melanjutkan omongannya ,pandu sudah membungkam mulut nana dengan mulutnya,mencium dan ******* bibir manis itu dengan sangat lembut,tidak lupa pula pandu menyentuh dan meremas gunung kembar milik istrinya . Lama kelamaan akhirnya nana ikut terhanyut dengan permainan pandu ia menutup matanya menikmati sentuhan yang diberikan oleh pandu.


Tiba tiba..

__ADS_1


Dorrr...dorrrr...dorrrkk


‘’nana,,,kenapa dikunci sih pintunya?.’’ Teriak viona dari luar sambil menarik narik handel pintu.membuat nana dan pandu tersadar dan segera membuka matanya,mereka saling pandang.


‘’viona .’’ ucap nana pada pandu.


Pandu melirik kearah pintu.


‘’woi ,,ada orang didalam?,,nana.’’ Teriak viona lagi.


‘’viona mengganggu saja.’’ Ucap pandu dengan kesal.


Nana tersenyum lalu kembali merapikan bajunya yang sudah dibuat kusut dan berantakan oleh suaminya.


‘’hubby,,bukain pintunya ,,viona mau masuk.’’ Ucap nana masih tersenyum melihat wajah frustasi pandu.


‘’yahhh.’’ Dengan malas pandu turun dari tempat tidur lalu membuka pintu untuk viona.


‘’untung viona datang,jadi aku bisa selamat dari suamiku,aku sangat malu bila harus melakukannya disini.’’ batin nana.


"dan untungnya pandu juga mengunci pintunya."


‘’kenapa harus ditutup sih pintunya?.’’ Ucap viona kesal


‘’apaan sih vi.kamu ganggu aja.’’ Ucap viona kesal.


‘’gue ganggu apa?.awas gue mau lewat.’’ Ucap viona memaksa pandu untuk menggesar tubuhnya kesamping. lalu melongos masuk membawa kursi roda untuk nana meninggalkan pandu yang masih berdiri dekat pintu.


‘’na,ini kursi rodanya.’’ Ucap viona yang masih kesal.


‘’makasi vi.’’ Ucap nana tersenyum.


‘’dia mengganggu saja.’’ Batin pandu sambil berpangku tangan.


Viona melirik kearah nana dan pandu yang hanya diam secara bergantian.


‘’kalian lagi ngapain sih,,kok pintunya pakai dikunci segala.’’ Ucap viona.membuat nana dan pandu saling menoleh kearahnya.


Nana tampak gugup,mukanya tampak merah,tidak tau apa yang harus ia katakan,viona menatapnya.lalu tersenyum smirk ketika melihat baju nana dan pandu terlihat berantakan.


‘’ohhh,,sekarang gue ngerti.’’ Ucap viona dengan masih dengan senyumannya.


Membuat nana melotot,lalu tersenyum malu,sedangkan pandu bersikap biasa saja.ia malah kesal karena kegiatannya diganggu oleh viona.


‘’ya maaf,,lagian kalau mau bermesraan ngapain disini.’’ucap viona pada pandu ,namun pandu tak menanggapinya.


Viona hanya bisa menahan senyumannya melihat ekspresi pandu .,nana pun malah ikut ikutan menahan senyumannya kala melihat wajah kesal suaminya.


‘’ apaan seharusnya kan gue yang kesal.’’ Guman viona yang langsung mendapat tatapan tajam dari pandu.


Pandu yang sudah menghampiri keduanya pun menggedong tubuh nana dan meletakkannya dengan hati hati keatas kursi roda.


‘’makasih hubby.’’ Ucap nana yang dibalas dengan senyuman tipis oleh pandu.


Viona pun mendorong kursi roda tersebut menuju ruangan tempat dira dirawat.


jangan lupa like dan commen sekaligus vote


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2